Seo Services
Seo Services
Results for Fenomena Misterius

The Moon Of Rabbit: Kisah Kelinci Sang Penjaga Bulan

Maret 09, 2017
       Berakhirnya Perang Dunia II, membuat bangsa – bangsa memasuki babak baru yaitu era perang dingin. Salah satu hal yang terlihat menonjol dari periode ini adalah perlombaan menggapai langit. Negara – negara adikuasa memulai mencipakan teknologi untuk dapat pergi ke bulan. Dan Amerika menjadi negara pertama yang berhasil mencapai bulan. Pencapaian ini membuat manusia  tahu “wajah” bulan yang sebenarnya.
Sebelumnya, setiap ancient civilization  memiliki opini yang berbeda – beda yang terhadap bulan yang oleh masyarakat sekarang dianggap sebagai legenda. Misalnya penduduk yang ada di Semenanjung Asia Timur seperti Cina, Korea, dan Jepang yang memiliki cerita “Moon Of Rabbit” yang divisualisasikan dengan menggunakan lesung dan alu. Dalam mitologi Cina, Kelinci Bulan mencampur ramuan keabadian. Diceritakan bahwa Kelinci bulan adalah pendamping dari Chang'e, seorang dewi yang juga tinggal di bulan. Chang'e sendiri, dalam beberapa cerita, disebut sebagai manusia fana yang berteman dengan beberapa dewa terbuang, kemudian ia mengkomsumsi terlalu banyak ramuan keabadian dan melayang ke bulan. Cerita lain mengatakan ia mengkonsumsi ramuan keabadian untuk mengapung ke bulan agar dapat melarikan diri dari suaminya.

Di Cina, kelinci bulan biasanya disebut 'Yue Tu' yang berarti "kelinci bulan". Namun, kelinci bulan juga disebut 'yu tu' atau "Jade Kelinci", dan kadang-kadang Kakek Kelinci, Kelinci Gentleman, Tuhan Kelinci, dan Kelinci Emas. Ia tinggal di bulan dengan katak dan dapat dilihat setiap tahun ketika bulan tampilan penuh pada Mid-Autumn Dayatau 15 Agustus.
Dalam salah satu legenda diceritakan bahwa 500 tahun yang lalu di sebuah daerah di sekitar Beijing, terjadi wabah mematikan dan mulai membunuh banyak. Satu-satunya hal yang bisa menyelamatkan kota dari epidemi ini adalah Kelinci Bulan. Chang'e mengirim Kelinci Bulan ke bumi untuk mengunjungi setiap keluarga dan menyembuhkan mereka dari wabah ini. Ia tidak meminta apa-apa kecuali beberapa pakaian yang membuatnya dapat berubah menjadi pria dan wanita. Setelah menyembuhkan kota dari wabah, ia pun kembali ke bulan.
Pada masa sekarang Chang’e dan Kelinci Bulan dipuja ketika pertengahan musim gugur, ketika pristiwa bulan purnama dari bulan lunar kedelapan. Sebuah altar terbuka diatur menghadap bulan dengan kue-kue yang dipercaya akan dapat menyerap berkah nya. Dipercaya bahwa berkat Chang'e akan memberikan kecantikan, dan umur panjang.


Dalam tradisi Jepang dan Korea Moon Of Rabbit berhubungan dengan pembuatan kue beras sederhana dengan lesung dan alu nya. Kemungkinan besar, mitos Moon Of Rabbitberasal dari Cina, dan mulai berkembang pada dinasti Han dan Qin. Kaitan Moon Of Rabbit dengan keabadian mulai memudar ketika munculnya Buddhisme, yang menjanjikan keabadian spiritual yang melampaui dunia fisik. Banyak kontak China dengan Jepang dan Korea yang melibatkan biksu Cina. Kemudian biksu ini membawa gagasan baru dan adat istiadat Cina, termasuk versi baru Moon Of Rabbit, yang mana ramuan keabadian diganti dengan kue beras.
The Moon Of Rabbit: Kisah Kelinci Sang Penjaga Bulan The Moon Of Rabbit: Kisah Kelinci Sang Penjaga Bulan Reviewed by pkn4all on Maret 09, 2017 Rating: 5

Legenda Kuno Si Cantik Putri Duyung

Januari 05, 2017

Adanya fakta bahwa hampir tiga perempat dari bumi ditutup oleh air, maka tidak mengherankan jika banyak legenda kuno yang menyatakan jika di lautan berdiam begitu banyak makhluk misterius. Hal inilah yang juga menjadi latar belakang kemunculan Dongeng Putri Duyung, makhluk setengah manusia, setengah ikan. Bahkan pada masa modern, dongeng putri duyung telah menjadi cerita indah dan favorit bagi anak – anak perempuan. Lalu, bagaimanakah awal dari dongeng ini bisa menjadi trendinghingga ke seluruh dunia.
C.J.S. Thompson, mantan kurator di Royal College of Surgeons of England menulis dalam bukunya yang berjudul The Mystery and Lore Monsters (2010), mengatakan bahwa dongeng tentang setengah manusia dan setengah manusia telah ada sejak ribuan tahun yang lalu bahkan telah ada sejak era Babelonia, ketika para Dewa Oannes masih dipuja. Hal ini dapat dilihat dari peninggalan peradaban tersebut yang masih menyisakan patung dewa-dewa dalam wujud ikan dan anjing laut yang diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun. Para dewa tersebut digambarkan seperti manusia, memiliki janggut, menggunakan mahkota tetapi dari pinggang ke bawah tubuhnya menyerupai ikan dengan dilengkapi sisik dan ekor.
Sementara itu, adapula mitologi Yunani mengisahkan tentang dewa Triton, utusan duyung dari laut, dan beberapa agama modern seperti Hindu dan Candomble (keyakinan Afro-Brazilian) juga memiliki kisah mengenai putri duyung. Dalam cerita rakyat, putri duyung sering dikaitkan dengan nasib buruk dan nasib sial. Sirene, sebutan putri duyung dalam mitologi Yunani, senang memikat pelaut dengan cara nyanyian merdunya. Nyanyiannya akan dapat mengarahkan kapal ke area batuan berkarang. Jika kapal menabrak batuan tersebut maka akan tenggelam. Homer, seorang filsuf Yunani, dalam karyanya “Odyssey” yang ditulisnya pada sekitar 800 SM, menceritakan kisah-kisah keberanian Ulysses, yang telinga disiksa oleh suara manis Sirene. Dalam cerita dari daerah lain, misalnya dari Skotlandia dan Wales, putri duyung dikisahkan berteman dan bahkan menikah dengan manusia.
Ada banyak legenda tentang putri duyung dan bahkan berlusin klaim sejarah yang dianggap nyata mengenai penampakan putri duyung. Ratusan tahun yang lalu, para pelaut dan penduduk di kota-kota pesisir di seluruh dunia telah menceritakan pertemuannya dengan “gadis laut” tersebut. Sebuah cerita, berasal dari tahun 1600-an, yang mengklaim bahwa putri duyung telah memasuki Belanda melalui tanggul, dan terluka ketika masuk. Dia dibawa ke sebuah danau terdekat dan dirawat hingga sehat. Dia akhirnya menjadi warga negara yang produktif, belajar bahasa Belanda, melakukan pekerjaan rumah tangga dan masuk Katolik.

Cerita lain, dari tahun 1830 di Skotlandia, menyatakan bahwa anak laki-laki membunuh putri duyung dengan melemparkan batu kearahnya; makhluk itu tampak seperti anak yang berumur sekitar 3 atau 4, tetapi memiliki ekor salmon bukannya kaki. Para penduduk desa mengatakan telah memakamkanya di dalam peti mati, meskipun tidak ada bukti mengenai sejarah tersebut.
Hingga sekarang, dimana teknologi telah berkembang dan bahkan manusia telah mampu membuat kapal selam cangih yang telah mampu menjelajahi samudra, tetapi masih belum dapat menemukan secara nyata keberadaan para putri duyung ini. Sehingga semua kisah ini masih dianggap sebagai cerita pengantar tidur bagi anak-anak.

Legenda Kuno Si Cantik Putri Duyung Legenda Kuno Si Cantik Putri Duyung Reviewed by pkn4all on Januari 05, 2017 Rating: 5

Kopi, Minuman Setan Yang Menjadi Kesukaan Manusia

September 13, 2016

Tumpukkan pekerjaan yang masih belum sering kali membuat orang memutuskan untuk bergadang untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Bergadang tidaklah mudah. Mengantuk menjadi rintangan utama. Trik yang sering dilakukan untuk dapat menyiasati ngantuk adalah dengan minum kopi. Mayoritas masyarakat menganggap kopi sebagai minuman penahan kantuk, meskipun sebenarnya kopi juga dapat diminum kapan saja dan dimana saja.

Kopi yang sekarang dapat dinikmati masyarakat termasuk ke dalam minuman kuno. Hal ini karena kopi telah ada sejak berabad yang lalu, meskipun belum dapat diketahui secara pasti angka tahunnya. Menurut cerita yang beredar, biji kopi pertama kali ditemukan di hutan dataran tinggi Ethiopia oleh pengembala kambing yang bernama Kaldi. Ia mengamati bahwa setelah makan buah dari pohon tertentu (kopi), kambingnya menjadi begitu energik dan mereka tidak ingin tidur di malam hari. Kemudian ia melaporkan temuaanya itu kepada kepala biara setempat yang mencoba untuk membuat minuman dari buah tersebut. Para biarawan menemukan fakta bahwa setelah mereka meminum minuman tersebut mereka dapat terjaga untuk berdoa berjam – jam pada malam hari. Semenjak ini berita penemuan tanaman yang disebut kopi ini mulai santer terdengar ke seluru pelosok.
Perkembangan budidaya dan perdagangan kopi secara modern dimulai di Semenanjung Arab. Pada abad ke-15 M, kopi ditanam di kawasan Yaman Saudi dan pada abad ke-16 mulai dikenal di Persia, Mesir, Suriah, dan Turki. Kopi tidak hanya dinikmati di rumah, tetapi juga di banyak rumah kopi publik (kedai kopi)  yang disebut qahveh khaneh, yang mulai muncul di kota-kota di seluruh Timur Dekat. Popularitas rumah kopi sanagat terkenal, orang-orang yang sering berkunjung tidak hanya sekadar minum kopi, tetapi juga terlibat dalam percakapan, mendengarkan musik, menonton pemain, bermain catur dan kegiatan sosial lainnya. Rumah kopi dengan cepat menjadi seperti pusat penting bagi pertukaran informasi. Oleh karena ribuan peziarah dari seluruh dunia mengunjungi kota suci Mekkah setiap tahun keberadaan rumah kopi ini menyebar.
Wisatawan Eropa yang berkunjung ke Timur Dekat membawa cerita kopi ketika pulang. Tidak mudah agar kopi diterima masyarakat Eropa. Ada kecurigaan dan ketakutan bahwa kopi adalah minuman setan karena warnanya yang hitam dan rasanya yang pahit. Para ulama setempat mengutuknya, ketika kopi mulai masuk ke Venesia pada tahun 1615. Kontroversi begitu besar sehingga Paus Clement VIII diminta untuk campur tangan. Dia memutuskan untuk mencicipi minuman tersebut sebelum membuat keputusan, dan menemukan bahwa kopi sangat nikmat.

Terlepas dari kontroversi tersebut, rumah - rumah kopi dengan cepat menjadi pusat aktivitas sosial dan komunikasi di kota - kota besar Inggris, Austria, Perancis, Jerman dan Belanda. Di Inggris "penny university" bermunculan, disebut demikian karena dengan uang sepeser pun orang bisa membeli secangkir kopi dan terlibat percakapan yang seru.
Seiring berjalannya waktu dan ditemukaannya berbagai “dunia baru” maka kopi benar – benar tersebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan kopi telah menjadi minuman primer untuk menggantikan sarapan. Orang lebih menyukai kopi daripada bir dan anggur, karena kopi dianggap lebih sehat dan dapat memberikan energi. Kini, rumah atau kedai kopi dapat ditemukan di setiao sudut jalan dan di pasar di setiap kota besar di seluruh dunia. Kopi juga dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa memandang ras, agama, budaya, perawakan, gender dan status sosial ekonomi.

Berbagai produsen dan merek kopi bermunculan. Mulai yang murah hingga mahal. Beberapa negara di dunia menjadikan produk kopi sebagai salah satu andalan perekonomiannya. Termasuk Indonesia yang tekenal akan kopi luwak nya. 
Kopi, Minuman Setan Yang Menjadi Kesukaan Manusia Kopi, Minuman Setan Yang Menjadi Kesukaan Manusia Reviewed by pkn4all on September 13, 2016 Rating: 5

Legenda Kuno Negeri Shambhala

Juni 23, 2016
Shambhala, yang adalah sebuah kata dari Sansekerta yang berarti "tempat damai" atau "tempat diam". Terpat tersebut merupakan surga mitos yang dibicarakan dalam teks-teks kuno, termasuk Kalachakra Tantra dan kitab-kitab kuno dari budaya Zhang Zhung yang mendahului Buddhisme Tibet di Tibet barat. Menurut legenda, di tanah ini hanya yang berhati murni dapat hidup, tempat di mana cinta dan kebijaksanaan serta dimana orang kebal terhadap penderitaan dan usia tua.

Shambhala dikatakan tanah seribu nama, atau Tanah Terlarang, Tanah Air Putih, Tanah Spirits Radiant, Tanah Api Hidup, Tanah para Dewa Hidup dan Land of Wonders. Agama Hindu menyebutnya Aryavartha, bangsa Cina menyebutnya sebagai Hsi Tien, Surga Barat dari Hsi Wang Mu; Rusia menyebutnya sebagai Belovoyde. Hampir seluruh wilayah di Asia menyebut Shambhala sebagai Shangri-la.
Legenda Shambhala dikatakan berasal dari ribuan tahun yang lalu dan berasal  dari yang ada di berbagai teks kuno. Keyakinan Bon di Tibet menyebutkan bahwa tanah Shmabhala terkait erat dengan Olmolungring. Teks Hindu seperti Vishnu Purana menyebutkan Shambhala sebagai tempat kelahiran Kalki, inkarnasi terakhir dari Dewa Wisnu yang akan mengantar Golden Age baru. Mitos Buddha menyatakan bahwa Shambhala merupakan adaptasi dari mitos Hindu sebelumnya. Namun, teks yang membahas Shambhala pertama kali secara luas adalah Kalachakra.
Kalachakra mengacu pada ajaran esoterik kompleks dan canggih serta praktek dalam agama Buddha Tibet. Shakyamuni Buddha dikatakan telah mengajarkan Kalachakra atas permintaan Raja Suchandra Shambhala.
Konsep Shambhala memainkan peran penting dalam ajaran agama Tibet, dan memiliki relevansi khusus dalam mitologi Tibet tentang masa depan. Kalachakra bernubuat bahwa kerusakan bertahap manusia sebagai ideologi materialisme menyebar di atas bumi. Ketika orang barbar yang mengikuti ideologi buruk ini bersatu di bawah seorang raja yang jahat dan berpikir untuk menaklukkan pegunungan bersalju Shambhala. Bangsa barbar akan menyerang Shambhala dengan tentara yang besar dilengkapi dengan senjata yang mengerikan. Kemudian raja Shambhala akan muncul dari Shambhala dengan pasukan besar untuk mengalahkan "kekuatan gelap" dan mengantar Golden Age di seluruh dunia.
Selama berabad-abad, banyak penjelajah dan pencari kebijaksanaan spiritual telah memulai ekspedisi untuk mencari surga mitos Shambhala, dan sementara banyak yang mengklaim telah menemukannya tetapi tidak ada bukti keberadaannya atau bisa menentukan lokasi fisiknya pada peta, namun mereka menyebutkan Shambhala berada di daerah pegunungan Eurasia.
Teks kuno Zhang Zhung mengidentifikasi Shambhala dengan Lembah Sutlej di Punjab atau Himachal Pradesh di India. Bangsa Mongolia mengidentifikasi Shambhala berada di lembah tertentu di Siberia selatan. Cerita rakyat penduduk Altai meyakini bahwa Gunung Belukha sebagai pintu gerbang ke Shambhala. Cendekiawan Buddhis modern tampaknya menyimpulkan bahwa Shambhala terletak di jangkauan yang lebih tinggi dari Himalaya di apa yang sekarang disebut Pegunungan Dhauladhar yang ada di sekitar Mcleodganj. Beberapa legenda mengatakan bahwa pintu masuk ke Shambhala tersembunyi di dalam biara yang ditinggalkan di Tibet dan dijaga oleh makhluk yang dikenal sebagai Wali Shambhala.

Untuk beberapa fakta bahwa Shambhala tidak pernah ditemukan memiliki penjelasan yang sangat sederhana - banyak yang percaya bahwa Shambhala terletak di tepi realitas fisik, antara jembatan yang menghubungkan dunia ini dengan dunia lain. Sementara banyak menyakini bahwa Shambhala sebagai subyek fantastis mitos dan legenda.
Legenda Kuno Negeri Shambhala Legenda Kuno Negeri Shambhala Reviewed by pkn4all on Juni 23, 2016 Rating: 5

7 Suku Kuno Yang Masih Hidup Di Hutan Hujan

Juni 22, 2016

1.          Huli

Ada sekitar 136.000 Huli dan mereka adalah orang-orang asli Papua New Guinea. Mereka telah tinggal di daerah dataran tinggi di Pulau Laut Selatan. Bangsa ini telah tinggal sekitar 1.000 tahun dan hal yang paling dikenal dari mereka adalah warna – warna cerah cat yang menghias kuliat mereka. Mereka berbahasa Inggris,  Tok Pisin dan bahasa Huli. Orang Eropa baru menemukan mereka pada tahun 1935.

2.          Yanomami
Merupakan satu suku dari hutan hujan. Jumlah mereka hanya ada sekitar 35.000. beberapa dari mereka tinggal di 200 - 250 desa di hutan hujan Amazon. Mereka memiliki banyak piercing untuk meniru binatang liar, selain itu juga kemampuan bertahan hidup terhadap serangga yang berbahaya di Brasil. Gaya hidup mereka masih berburu-pengumpul, tetapi juga horticulturalists. Di dalam struktur masyarakatnya terdapat pembagian kerja, perempuan tinggal di rumah merawat tanaman dan anak-anak sementara laki-laki pergi berburu. Biasanya seorang gadis akan menikah segera setelah mereka mencapai pubertas.
3.          Cashinahua
Jumlah mereka sangat kecil, hanya ada 1.600 suku Cashinahua di Peru, lebih tepatnya mereka tinggal di Curanja yang ada di sungai Peru. Di Brazil ada sekitar 400 orang Cashinahua yang tinggal di Acre. Suku ini kebanyakan mati dibunuh atau dipaksa pergi dari tanah mereka perebutan perkebunan karet. Selain itu suku banyak yang mati karena penyakit yang dibawa oleh orang penjelajah barat. Meskipun Cashinahua hidup dalam masyarakat desa tradisional, mereka telah memeluk beberapa ornamen kehidupan modern, termasuk bertukar panah untuk senjata untuk berburu.
4.          Kayapo
Ini adalah salah satu suku yang terancam punah dari hutan hujan. Mereka tinggal di Bazin yang ada di wilayah Brazil Amazon. Jumlah mereka hanay ada sekitar 8.000 orang, dan dari tahun ke tahun hanya sedikit mengalami jumlah kenaikan. Mereka telah mengambil tindakan politik untuk mempertahankan kontrol dari tanah mereka. Mereka hidup dengan cara perladangan berpindah untuk menghindari depleting tanah dan memanfaatkan lebih dari 250 tanaman untuk makanan serta 650 tanaman obat. Suku Kayapo menghiasi tubuh mereka dengan cat dalam pola melingkar untuk mewakili matahari dan bulan, serta juga menggunakan simbol-simbol yang mewakili serangga dan lebah sebagai sumber pengetahuan leluhur mereka.
5.          Witoto
Orang-orang ini tinggal di Peru Utara dan tenggara Kolombia. Pada abad ke-20 M, jumlah mereka ada sekitar 50.000, tapi banyak dari mereka terbunuh karena konflik internal, oleh orang - orang yang mendirikan perkebunan karet atau penyakit. Sekitar 8.000 orang dari mereka pergi dari daerah aslinya. Suku Witoto terkenal karena drum sinyal rendahnya serta tanaman obatnya. Ada yang mengatakan bahwa mereka kanibal tapi tidak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan ini. Mereka adalah petani besar tapi juga masih berburu dengan panah pukulan dan senjata modern lainnya.

6.          Pygmies
Merupakan salah satu suku asli dari benua Afrika. Ciri mereka adalah laki – lakinya biasanya memiliki tinggi tubuh yang relatif pendek dibandingkan tinggi rata –rata kebanyaka orang. Suku yang didefinisikan termasuk pygmy yaitu apabila dalam suatu kelompok dimana tinggi laki-lakinya kurang dari 150 cm. Dapat dikatakan kehidupan mereka penuh akan penderitaan, karena pernah terjadi genosida terhadap suku ini.

7.          Baka

Suku Baka tingga di hutan hujan di wilayah timur Kamerun, Gabon utara, selatan barat Republik Afrika Tengah dan Republik utara Kongo. Hampir mirip dengan suku Pygmies, tinggi rata – rata mereka sekitar kurang dari 1,52 meter (5 kaki) dan hidup semi-nomaden. Masyarakat sering memandang mereka dengan penuh dengan kecurigaan dan hidup terpinggirkan. Akibat deforestasi, habitat dan gaya hidup nomaden mereka mulai berkurang. Banyak anak muda dari suku ini yang memilih tinggal di kota.

7 Suku Kuno Yang Masih Hidup Di Hutan Hujan 7 Suku Kuno Yang Masih Hidup Di Hutan Hujan Reviewed by pkn4all on Juni 22, 2016 Rating: 5

Legenda Aztlan "Tanah Asal Bangsa Aztec"

Juni 20, 2016
Legenda mengatakan bahwa orang-orang Aztec Meksiko dari sebuah sebuah pulau di barat laut dari Tenochtitlan yang dikenal sebagai Aztlan. Dalam Codex Borturini ada catatan mengenai migrasi suku Aztec dari pulau Aztlán ke Lembah Meksiko. Menurut cerita dalam tradisi Aztec mengatakan bahwa ada Air Bah yang menghancurkan matahari disebut Nahui-atl, di mana semua umat manusia hancur dan tenggelam. Ketika langit dekat dengan air dalam satu hari semua “hilang”. Lalu dari sebuah pulau muncullah suku Aztec dari “rahim atau perut bumi”. Dalam mitos asal ini mereka muncul berasal dari perut bumi melalui tujuh gua yang bernama Chicomoztoc dan tinggal di Aztlan sebelum bermigrasi ke Tula.
Menururt para arkeologi dan sejarahwan, Tula terletak sekitar 50 mil sebelah utara kota Mexico di negara bagian Hidalgo. Sejarawan Enrique Florescano berpendapat bahwa lokasi asli Tollan paling mungkin adalah kompleks yang lebih besar dari Teotihuacan. Orang-orang Aztec Meksiko menciptakan salah satu kerajaan terbesar dari Amerika kuno. Sementara banyak yang diketahui tentang kerajaan Aztec yang kini berada di Mexico City tetapi sedikit yang diketahui tentang awal dari budaya Aztec. Banyak yang menganggap pulau yang hilang dari Aztlan menjadi tanah air kuno di mana orang-orang Aztec mulai terbentuk sebagai peradaban sebelum migrasi mereka ke Lembah Meksiko.
Beberapa percaya bahwa tanah air Aztlan mirip dengan mitos Atlantis atau Camelot, yang hingga kini belum diketahui secara pasti lokasinya. Sementara yang lain percaya bahwa lokasi Aztlan berbeda dan lebih besar. Pencarian untuk tanah Aztlan telah dimulai, membentang dari Barat Mexico hingga ke padang pasir Utah, dengan harapan menemukan pulau legendaris. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil dan keberadaan dari Aztlan tetap menjadi misteri.
Pembentukan peradaban di Aztlan berasal dari legenda. Menurut legenda Nahuatl, ada tujuh suku yang pernah hidup di Chicomoztoc, "tempat dari tujuh gua." Suku-suku ini mewakili tujuh kelompok Nahua yaitu Acolhua, Chalca, Mexica, Tepaneca, Tlahuica, Tlaxcalan, dan Xochimilca. Tujuh kelompok memiliki bahasa yang sama dan kemudian meninggalkan gua. Masing - masing menetap sebagai satu kelompok dekat Aztlan. Menurut beberapa laporan, kedatangan tujuh kelompok 'di Aztlan didahului oleh kedatangan kelompok yang dikenal sebagai Chichimecas, yang dianggap kurang beradab dari tujuh kelompok Nahua. Diperkirakan kelompok terakhir yang melakukan perjalanan ke Aztlan karena kekeringan panjang antara tahun 1100 M dan 1300 M.
Kata Aztlan berarti tanah ke utara atau tanah dari Aztec datang. Dikatakan bahwa pada akhirnya, orang-orang yang mendiami Aztlan dikenal sebagai suku Aztec, yang kemudian bermigrasi dari Aztlan ke Lembah Meksiko. Dalam beberapa cerita, Aztlan dipandang sebagai tanah surga bagi semua penduduk.
Dalam Codex Aubin, Aztlan adalah tempat di mana suku Aztec yang tunduk pada Azteca Chicomoztoca (sekelompok elit tirani). Untuk menghindari Chicomoztoca, suku Aztec melarikan diri Aztlan, dipimpin oleh imam mereka. Dalam legenda, Dewa Huitzilopochtli mengatakan bahwa mereka tidak bisa menggunakan nama Azteca, dan mereka akan dikenal sebagai Mexica. Migrasi Aztec dari Aztlan ke Tenochtitlan adalah bagian yang sangat penting dari sejarah Aztec yang terjadi pada 24 Mei, 1064, yang merupakan tahun surya pertama Aztec.

Meskipun Aztlan belum dapat diidentifikasi secara fisik, tetapi telah digambarkan sebagai sebuah pulau. Dimana pulau tersebut tidak terletak di laut melainkan sebuah pulau di danau. Para ahli telah melakukan banyak upaya untuk menemukan Aztlan, dengan harapan menemukan tempat di mana suku Aztec berasal, tetapi belum ada hasilnya hingga kini.
Legenda Aztlan "Tanah Asal Bangsa Aztec" Legenda Aztlan "Tanah Asal Bangsa Aztec" Reviewed by pkn4all on Juni 20, 2016 Rating: 5

Suku Kuno Dari Namibia Sejak Zaman Es

Juni 15, 2016

Orang Khoisa adalah penduduk pribumi di negara Namibia, Afrika Selatan. Pada 150.000 tahun yang lalu, orang Khoisa menjadi penduduk mayoritas di Bumi. Populasi mereka mulai menurun 22.000 tahun yang lalu serta ketika hadirnya orang Eropa di Afrika sekitar abad ke-17 M. Menurut studi baru yang dilakukan para ahli genetika yang diterbitkan di Nature Communications, mengungkapkan bahwa jumlah orang Khoisan sekarang ini sekitar 100.000 jiwa.
Nama 'Khoisan' umumnya mengacu pada pemburu dan penggembala dari sejumlah kelompok etnis yang berbicara dengan bahasa klik khas, meskipun tidak ada nama spesifik untuk diri mereka sendiri. Secara historis, ada dua kelompok masyarakat di keluarga bahasa Khoisa yaitu Khoi sang penggembala, dan San, sangpemburu dan pengumpul. Hari ini, mereka semua dikenal secara kolektif sebagai Khoisan.
Kondisi iklim yang tidak menguntungkan di Afrika disebabkan oleh melelehnya es di belahan bumi utara sebelum 22.000 tahun yang lalu yang berakibat mengurangi populasi manusia, tetapi di Afrika Selatan iklim tetap dalam kondisi yang baik. Hal ini mmebuat orang Khoisan mudah hidup dan makanan berlimpah, sehingga populasinya dapat berkembang. Khoisa, dikenal menggunakan bahasa klik langka. Sementara itu genetik mereka berbeda dari Eropa, Asia dan Afrika lainnya.

"Khoisa pemburu-pengumpul di Afrika Selatan selalu merasa bahwa diri mereka sebagai orang tertua" kata Stephan Schuster, mantan profesor Penn State University, sekarang di Nanyang Technological University di Singapura dan pemimpin tim peneliti.
Penelitian ini mengamati 420.000 varian genetik dari 1.462 genom yang didapat dari 48 kelompok etnis. Analisis ini mengungkapkan bahwa Khoisans Afrika Selatan secara genetik berbeda tidak hanya dari Eropa dan Asia, tetapi juga dari semua Afrika lainnya.
Penelitian sebelumnya juga telah menyimpulkan bahwa orang Khoisan merupakan turunan langsung dari leluhur tertua umat manusia. Studi DNA pada 1990-an, menemukan bahwa kromosom Y dari San pria, salah satu penduduk asli yang membentuk Khoisan, berbagi pola-pola tertentu dari variasi genetik yang berbeda dari semua populasi lain. Hal ini menimbulkan teori bahwa San adalah salah satu populasi pertama yang diperkirakan telah hidup 60.000 sampai 90.000 tahun yang lalu serta masih ada hingga sekarang. Para peneliti menemukan bahwa melalui sejarah, dalam jumlah kecil, orang Khoisan menikah dengan kelompok etnis lainnya, yang membantu melestarikan keunikan genetik mereka.

Dalam satu marga, harus ada satu orang Khoisa yang menikahi wanita dari klan lain. Satu Desa Khoisa terdiri dari lebih dari 100 orang yang tinggal di gubuk berbentuk kerucut. Para penduduk desa adalah orang-orang dari klan yang sama dengan istri dan anak-anak mereka. Desa-desa bersatu menjadi kelompok - kelompok yang dikenal sebagai suku atau gerombolan
Suku Kuno Dari Namibia Sejak Zaman Es Suku Kuno Dari Namibia Sejak Zaman Es Reviewed by pkn4all on Juni 15, 2016 Rating: 5

Belati Kuno Firaun Tuntankhanum Berasal Dari Luar Angkasa

Juni 06, 2016
King Tut atau  yang juga dikenal dengan nama Firaun Tuntankhanum adalah salah satu Firaun Mesir. Dia merupakan Firaun dari dinasti ke 18 periode Kerajaan Baru Mesir Kuno yang memrintah sekitar tahun 1332 SM – 1323 SM.
Baru – baru ini para peneliti menemukan sesuatu yang mengejutkan dari dalam sarkofagus Firaun Tuntankhanum. Sebuah belati yang ada ditemukan di dalam sarkofogus Firaun Tuntankhanum ternyata terbuat dari besi yang berasal dari ruang angkasa. Menggunakan peralatan portabel X-ray spektrometri fluoresensi, tim peneliti dari Italia dan Mesir menegaskan bahwa besi dari belati yang ditempatkan di paha kanan mumi Firaun Tut mumi berasal dari batu meteor. Para peneliti tersebut merupakan gabungan peneliti dari Museum Mesir, Kairo dengan peneliti dari Pisa University di Milan. Hasil penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Meteoritics dan Planetary Science.
Senjata tersebut yang sekarang dipamerkan di Museum Mesir di Kairo, ditemukan pada tahun 1925 oleh Howard Carter, yang tiga tahun sebelumnya telah menemukan makam sang Firaun di tepi barat Sungai Nil yaitu di Gerzeh. Belati tersebut terbuat dari bahan anti karat, logam homogen. Selain itu belati ini memiliki pegangan emas yang dihiasi. Selubung emas dengan motif bunga lily menghiasasi di satu sisi dan dengan pola bulu di sisi lain serta berbentu kepala serigala pada ujungnya.
"Besi meteorik tersebut jelas sekali memliki persentase nikel yang tinggi," ujar Daniela Comelli dari epartemen Fisika dari Milan Politeknik, mengatakan kepada Discovery News.
Memang, sebagian besar besi meteoroit terbuat dari besi dan nikel, dengan sejumlah kecil dari kobalt, fosfor, sulfur dan karbon. Sementara belati kuno Firaun Tut tersebut mengandung presentase nikel hampir 11 persen.
"Rasio nikel dan kobalt yang ada di pisau belati itu sesuai dengan besi meteorit yang berasal dari periode awal tata surya," kata Comelli.
"Kami mengambil dan mempertimbangkan dari semua meteorit yang ditemukan di dalam area seluas 2.000 km di radius sekitar Laut Merah, dan kami menemukan 20 artefak kuno dari besi meteorit," kata Comelli.
"Hanya ada satu, bernama Kharga, ternyata memiliki kandungan nikel serta kobalt yang mirip dengan bahan pembuat belati itu," tambahnya.
Fragmen Meteorit yang digunakan sebagai bahan belati ini ditemukan pada tahun 2000 di sebuah dataran tinggi batuan kapur di Mersa Matruh, sebuah pelabuhan laut yang berjarak sekitar 150 mil sebelah barat dari Alexandria
Studi ini menunjukkan bahwa besi metoroit pada masa peradaban Mesir kuno bernilai tinggi. Hal ini karena besi metoroit hanya digunakan untuk bahan pembuatan barang berharga. Orang – orang Mesir Kuno mungkin telah mengamati dan meneliti potongan batu yang jatuh dari langit ini. Untuk membuat besi metoroit menjadi belatu, maka besi tersebut harus dipanaskan atau dilelehkan pada suhu 2000o C, sementara orang Mesir Kuno pada masa itu belum memiliki teknologinya. Mereka membuat belati tersebut dengan menempanya. Adanya penemuan belati berkualitas tinggi ini juga menunjukkan bahwa aktivitas menempa besi di Mesir Kuno telah dilakukan pada abad ke-14 SM.
Belati Kuno Firaun Tuntankhanum Berasal Dari Luar Angkasa Belati Kuno Firaun Tuntankhanum Berasal Dari Luar Angkasa Reviewed by pkn4all on Juni 06, 2016 Rating: 5

Makam Megalitikum Kuno Newgrange di Irlandia

Juni 05, 2016

Newgrange  di Irlandiaadalah sebuah makam kuno yang diperkirakan dibangun pada 3.200 SM. Makam kuno Newgrange ini berbentuk gundukan besar yang memiliki diameter 80 m dan dikelilingi oleh batu sejumlah 97 buah. Uniknya batu – batu tersebut dihiasi khas seni megalitik. Para peneliti memperkirakan bahwa pembangunan makam kuno Newgrange ini membutuhkan 300 pekerja dengan waktu pembangunan minimal 20 tahun. Luas area makam ini 0,5 heaktar dan total batu yang mengelilinginya seberat 200.000 ton. Terdiri dari batu air linting dari teras Sungai Boyne. Penggalian juga menunjukkan bahwa batu kuarsa putih dari urat kuarsa di Co Wicklow dan batu-batu granit bulat dari daerah Mourne dan Carlingford juga digunakan untuk membangun dinding revetment di sepanjang sisi depan atau sebelah selatan dari gundukan.
Menurut mitos masyarakat Irlandia, makam kuno Newgrange tersebut dianggap sebagai “fairy mounds” atau makam peri. Newgrange dipercaya sebagai rumah dari Oenghus yaitu Dewa Cinta menurut budaya masyarakat setempat.
Makam kuno Newgrange bukan hanya sekadar gundukan tanah. Di dalam makam ini terdapat beberapa ruangan. Bagian dalam sepanjang 19 meter mengarah ke ruang berbentuk salib dengan atap “corbelled”. Untuk membangun atap ini, pembangun dilakukan dengan sistem tumpang tindih lapisan batu - batu besar sampai atap bisa ditutup dengan batu penjuru. Jarak antara atap dan lantainya adalah 6 meter. Setelah hampir 5000 tahun, atap dari makam kuno Newgrange masih tahan air atau “water proof”.
Gambar dari dalam ruang di makam kuno Newgrange diukir dengan pola tri-spiral yang mungkin merupakan simbol Megalithic paling terkenal Irlandia. Pola ukiran tersebut sering disebut sebagai desain Celtic, tetapi pola tersebut setidaknya dikukir 2500 tahun sebelum Celtic mencapai Irlandia. Pola tri spiral yang ada di dalam ruangan dikukir di atas batu berdiameter 12 cm, berukuran kurang dari sepertiga ukuran desain tri-spiral pada batu pintu masuk.
Sebuah lingkaran batu berdiri juga mengelilingi Newgrange. Tujuannya masih belum jelas, meskipun demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkaran tersebut bisa saja memiliki fungsi astronomi. The Stone Circle tersebut didirikan setelah 2000 SM, sejak penggalian pertama telah menunjukkan bahwa salah satu batu dari lingkaran tersebut berasal dari periode Awal Zaman Perunggu.


Makam kuno Newgrange yang telah lama tersembunyi kembali ditemukan pada tahun 1699 ketika terjadi poyek pembangunan jalan. Sebuah penggalian utama di Newgrange dimulai tahun 1962. Newgrange telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO dan menarik 200.000 pengunjung per tahun. Tidak ada akses langsung ke makam kuno Newgrange, untuk menuju ke sana, para turis harus mengikuti tur Brú na Boinne Visitor Centre yang terletak dekat dengan desa Donore, Co Meath. 
Makam Megalitikum Kuno Newgrange di Irlandia Makam Megalitikum Kuno Newgrange di Irlandia Reviewed by pkn4all on Juni 05, 2016 Rating: 5

Situs Batu Kuno Stonehenge

Juni 04, 2016

Selama berabad – abad telah bayak penelitian yang dilakukan untuk mengkaji mengenai Stonehenge, situs arkeologi yang terdiri dari batu monumen kuno di Inggris. Situs ini merupakan salah satu reruntuhan kuno yang terkenal di dunia. Letaknya di daerah yang betnama Salisburi Plain, lebih tepatnya berjarak 13 km dari Kota Salisburi, Wlitshire, Inggris. Diperkirakan Stonehenge dibangun antara tahun 3000 SM sampai 1520 SM, ketika periode peralihan dari Zaman Neolitik atau Zaman Batu Baru ke Zaman Perunggu. Nama Stonehenge sendiri memiliki arti batu gantung atau tiang gantung.
Situs kuno Stonehenge terdiri dari batu – batuan yang disusun tegak membentuk formasi lingkaran. Reruntuhan Stonehenge sekarang ini menyisakan lebih dari 350 batu. Banyak spekulasi yang menyatakan fungsi dari Stonehange. Ada yang mengatakan bahwa orang – orang kuno membangun Stonehenge sebagai labotarium astronomi. Tetapi ada pula yang mengatakan sebagai tempat pemujaan, ritual, pemakaman dan sebagainya.
Pada zaman Mesolithic sekitar 8000 – 7000 SM, para penduduk saat itu yang masih hidup dengan metode berburu dan pengumpul, menggali lubang dan mendirikan pos yang berjarak 200 meter dari lokasi Stonehenge (saat itu stonehenge belum ada). Mereka juga membangun monumen prasejarah, saat itu pembangunan monumen merupakan hal yang biasa. Sementara dalam radius 3 mil (5 km) dari Stonehenge juga terdapat 17 buah gundukan pemakaman kuno  dan dua monumen cursus (kandang panjang) dari zaman neolitik yang dibangun sekitar milenium ke – 4 SM.
Ada tiga tahapan pembangunan Stonehenge pada masa lampau.
1.   3000 SM – 2935 SM
Bagian tertua dari monumen Stonehenge dibangun selama periode 3000 SM - 2935 SM. Terdiri dari pembangunan dinding melingkar dengan diameter 100 meter atau 330 kaki, dengan lubang berjumlah 56 buah. Bangunan tersebut dinamakan Aubrey Holes.
2.   2640 SM – 2480 SM
Pada sekitar 2500 SM, batu sarsen dibawa dari Avebury, sekitar 20 mil (32 km) utara Marlborough Downs ke Stonehenge. Setelah batu – batu ini dihaluskan, ditaruh di pintu masuk timur laut Stonehenge. Batu – batu kemudian diatur ke dalam lingkaran berbentuk tapal kuda. Masing – masing batu diperkirakan seberat 7 ton.
3.   2470 SM – 2280 SM
Berdasarkan penanggalan dari radiokarbon, menunjukkan bahwa jalan seremonial sepanjang 2 mil (3 km) di sisi parit yang digali mulai dari Stonehenge ke Sungai Avon dibangun pada periode 2470 SM – 2280 SM.

Pada masa sekarang bentuk Stonehenge yang masih berdiri tidak lengkap. Banyak batu – batu asli seperti batu sarsens dan bluestones yang telah rusak dan dibawa pergi selama era Kekaisaran Romawi dan pada periode abad pertengahan Inggris. Selain itu juga adanya aktivitas penggalian guna penelitian pada masa lalu yang sembarangan. UNESCO menetapkan situs kuno Stonehenge sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1986.


Situs Batu Kuno Stonehenge Situs Batu Kuno Stonehenge Reviewed by pkn4all on Juni 04, 2016 Rating: 5

Surga Shangri La Yang Hilang Di Tibet

Juni 02, 2016

Kisah Shangri Lapertama kali dituturkan oleh James Hilton, seorang Novelis Inggris. Pada tahun 1933 ia menuliskan sebuah novel dengam judul Lost Horizon. Ide cerita dalam novel ini ia dapatkan dari seorang biksu  Budha Tibet yang menceritakn tentang sebuah istna atau kerajaan yang hilang selama berabad – abad. Di Tibet terdapat sebuah lembah yang hilang yang disebut Shangri La.  Dalam keyakinan masyarakat Tibet, di tempat tersebut semua kebijaksanaan atu ilmu pengetahuan ras manusia berkumpul, tetapi tempat tersebut terputus dari dunia luar.
Sebenarnya sekitar empat abad sebelum James Hilton menuliskan bukunya tersebut, kisah tentang istana atau surga yang hilang tersebut telah diketahui oleh masyarakat Barat. Desa desus ini berawal dari peta misterius dan tulisan kuno milik Kaisar Akbar dari Karajaan Mughalpada abad ke – 16 M. Pada saat itu para biksu Tibet memberitahukan mengenai kerajaan yang hilang di suatu tempat di pegunungan Himalaya kepada sang Kaisar. Kemudian sang Kaisar menuliskan kisah tersebut dalam suatu teks beserta petanya. Satu abad stelahnya, teks ini ditemukan oleh seorang misionaris Barat di Calcutta. Dalam teks kuno tersebut tertulis nama sebuah daerah yang diyakini merupakan tempat keberadaan Shangri La yaitu Shambala. Sementara itu peta kuno yang diyakini memetakkan wilayah Tibet  hanya berupa gambaran kosong putih besar. Dalam peta tersebut hanya ada satu titil yang tertulis  Manasarovar Lacus yang artinya Danau Mansarovar.
Nama Shambala memang ada dalam teks yang dikenal sebagai Tantra Kalachakara yaitu doktrin tertinggi ajaran Budha Mahayana. Tetapi dalam doktrin ini, tempat yang bernama Shambala muncul sebagai konsepsi mistis, spiritual dan bukan tujuan geografis. Kalachakra bercerita tentang tanah di belakang Himalaya yang diperintah oleh Raja Sucandra, orang yang  pertama kali belajar ajaran Kalachakra dari Buddha Sakyamuni sendiri. Meskipun kisah Raja Sucandra ini sekarang dikenal sebagai mitos Tibet, tetapi kisah ini pertama kali tercatat pada tahun 966 M di India.
Di Shambala, orang-orang hidup dalam damai dan harmoni, setia pada prinsip-prinsip agama Buddha dan tidak ada perang dan kesedihan. Shambala adalah tanah ajaib tidak seperti setiap tempat lain di bumi. Tempat ini terletak di bawah bayangan “gunung putih yang megah”.
Raja Shambhala

Dalam bahasa Sansekerta, Shambhala berarti "tempat kedamaian”.  Menurut legenda, The King of Shambhala melakukan perjalanan ke India untuk bertemu Buddha dan mempelajari ajaran Kalachakra. Dia kemudian membawa ajaran Budha ini kembali ke Kerajaannya, di mana ajaran tersebut tetap dilestarikan. Dikatakan bahwa hanya orang dengan hati murni yang dapat hidup di Shambhala. Di sana, mereka akan menikmati kemudahan dan kebahagiaan abadi dan tidak merasakan penderitaan, tidak memiliki keinginan dan tidak mengalami penuaan. Hanya ada cinta dan pemerintahan yang bijaksana. Penduduk berumur panjang, memiliki tubuh yang indah dan sempurna serta memiliki kekuatan supernatural. Pengetahuan spiritual mereka dalam, tingkat teknologi mereka sangat maju, hukum mereka adil.

Setelah misionaris menemukan peta dan teks kuno milik Kaisar Akbar. Banyak orang yang berusaha untuk menemukan tempat tersebut berdasarkan petunjuk yang ada di peta, tetapi tidak ada yang berhasil.
Surga Shangri La Yang Hilang Di Tibet Surga Shangri La Yang Hilang Di Tibet Reviewed by pkn4all on Juni 02, 2016 Rating: 5

Mitos Di Kalangan Penduduk Fiji

Mei 31, 2016

Fiji adalah salah satu dari kepulaun yang ada di wilayah Samudra Pasifik. Pada masa lalu, diyakini bahwa di pulau ini tidak memiliki ular tapi seiring berjalannya waktu, tersedia ular  yang dikenal sebagai Degei dewa ular, diyakini sebagai pencipta orang-orang Fiji. Legenda pulau ini menceritakan bahwa  elang Turukawa awalnya adalah satu-satunya makhluk di seluruh pulau ini. Telur ini kemudian dicuri. Setelah menetas kemudian menghasilkan penduduk Fiji pertama.
Pada masa lalu, diyakini bahwa di pulau ini tidak memiliki ular tapi seiring berjalannya waktu, tersedia ular  yang dikenal sebagai Degei dewa ular, diyakini sebagai pencipta orang-orang Fiji. Legenda pulau ini menceritakan bahwa  elang Turukawa awalnya adalah satu-satunya makhluk di seluruh pulau ini. Telur ini kemudian dicuri. Setelah menetas kemudian menghasilkan penduduk Fiji pertama.

Ada pula cerita tentang Dukuwaqa, dewa hiu yang dianggap paling brutal dan bringas di antara semua dewa yang ada di Pulau Fiji. Dia bertanggung jawab untuk menjaga laut dan terumbu karang. Terkadang dia akan bertempur dengan dewa dari pulau lain dan selalu menang. Suatu hari datang Octupus, dewa dari Pulau Kadavu. Ia menantang Dukawaqu. Pertempuran ini diemenangkan oleh Octupus. Dukawaqu yang kalah meminta ampun dan berjanji untuk tidak akan pernah menyakiti penduduk Pulau Kadavu.
Keindahan Fiji digambarkan seperti bunga yang indah. Oleh karena ini, bunga menjadi simbol nasional yang didasarkan pada legenda Tagimoucia. Danau Tagimoucia dikenal sebagai gunung berlumpur. Di tempat tersebut terdapat bunga-bunga berwarna merah dan putih yang indah. Terdapat legenda di balik bunga-bunga indah tersebut yaitu seputar pernikahan. Pernah ada sepasang gadis dan laki-laki yang dipaksa menikah oleh ayahnya, padahal mereka tidak saling mencintai. Untuk menghindari pernikahan, mereka berdua berlari ke dalam hutan. Selama sepanjang jalan mereka menangis hingga akhirnya mereka terjun ke danau. Air mata mereka yang jatuh di sepanjang jalan berubah menjadi bunga-bunga yang indah tersebut.  
Penduduk Fiji memiliki mitos yang menakutkan. Sebelum memasuki era modern pada masa sekarang, penduduk Fiji terkenal akan kanibalisme. Ada mitos yang mengatakan bahwa seseorang akan abadi jika ia telah memakan 1000 orang. Pada abad ke-19 M, Ratu Fiji yang bernama Udre Udre dilaporkan bahwa ia telah memakan orang sebayak 872 jiwa, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa jumlahnya telah 999 jiwa. Hingga kini makam Udre Udre yang ada di Rakiraki, sebelah utara Viti Levu masih sering dikunjungi. Di sekitar makam tersebut terdapat 873 batu yang mewakili setiap orang yang pernah ia makan.

Dahulu pria Fiji diizinkan untuk memliki lebih dari satu istri pada satu waktu. Menurut legenda, pria Fiji yang semakin banyak memiliki istri maka semakin tinggi status sosialnya. Para kepala desa menciptakan aliansi politik antara berbagai desa dan klan untuk bisa mendapatkan banyak istri. Apabila ada seorang pria yang mati, maka sang istri harus ikut mati dengan cara dicekik. Roh istri akan mengawal roh suami ke alam baka. Apabila ada istri yang menolak untuk melakukan ini, maka Dewa Ruvoyalo akan membunuhnya. Pada masa sekarang praktek ini sudah tidak diberlakukan lagi.

Mitos Di Kalangan Penduduk Fiji Mitos Di Kalangan Penduduk Fiji Reviewed by pkn4all on Mei 31, 2016 Rating: 5

Dongeng Hantu Dalam Peradaban Mesopotamia dan Asyur

Mei 30, 2016

Mitos mengenai seputar kematian dan kehidupan di alam kematian sering kali menimbulkan rasa ketakutan bagi manusia. Termasuk dalam hal ini para makhluk yang berkaitan dengan kematian. Cerita tentang mahluk halus atau setan juga telah ada dalam kehidupan sehari-hari penduduk peradaban kuno.

Mesopostamia Kuno
Dalam Peradaban Mesopostamia Kuno, orang yang mati muda dipercaya bahwa ia dikutuk oleh Dewa. Setelah manusia mati maka ia akan menjadi Gidim atau roh kematian. Mereka akan menjadi bayangan yang kadang-kadang akan muncul ke teman-teman, keluarga, orang yang dicintai dan selalu dikenali sebagai tanda bahwa mereka masih hidup dalam bentuk lain. Gidim memerlukan hadiah dari mereka yang masih hidup agar dapat makan, jika tidak mereka hanya akan makan debu.

Di Babilionia, terdapat kepercayaan bahwa hantu akan berjalan sepanjang malam, seperti layaknya manusia hidup berjalan sepanjang hari. salah satu hantu yang paling ditakuti oleh penduduk Babilonia adalah raoh wanita yan mati pada saat melahirkan atau wanita gila yang mati karena kesedihan yang mendalam. Mereka dianggap sebagai perempuan terkutuk. Selain itu mereka, baik perempuan atau laki – laki yang mati tanpa memiliki anak juga dianggap sebagai hantu yang terkutuk.  Mereka semua ini akan berkeliaran di jalanan pada malam hari.  Untuk memastikan bahwa roh dari orang tua, kakek – nenek, dan moyang lainnya dapat beristirahat dengan tenang maka anak tertia akan menaruh makanan dan minuman agar roh halus keluarga mereka tidak kelaparan. Sementara mereka yang dianggap hantu terkutuk karena tidak memiliki anak, pada malam hari akan berkeliaran di jalan untuk mencari makanan. Oleh sebab itu malam di kota Babilonia adalah waktu yang menakutkan. 
Peradaban Asyur
Bangsa Asyur menyakini apabila manusia yang telah mati tidak diberikan pemakaman yang layak dan terhormat maka akan menghantui hidup manusia sebagai hantu. Arwah dari orang yang tidak atau belum siap untuk mati dapat mungkin kembali memasuki tubuh orang yang masih hidup. Mereka diyakini akan menyedot kekuatan hidup dari orang yang masih hidup. Maka ritual aneh akan dilakukan oleh orang yang terganggu oleh kehadiran hantu. Dalam beberapa kasus, pria yang dihantui atau dirasuki akan dimandikan, atau mayat orang yang diyakini sedang menghantui itu akan dimakamkan.
Dalam kasus lain, sebuah ritual yang melibatkan dewa Shamash (salah satu dari Dewa Mesopostamia) akan digunakan. Dalam ritual ini, bangsa Assyria akan bertanya kepada hantu, mengapa mereka kembali dan mengapa mereka telah menargetkan orang tertentu. Kemudian bangsa Asyur akan mencampur tepung dan ragi di cawan minuman, lalu dituangkan dalam nama Shamash. 


Dongeng Hantu Dalam Peradaban Mesopotamia dan Asyur Dongeng Hantu Dalam Peradaban Mesopotamia dan Asyur Reviewed by pkn4all on Mei 30, 2016 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.