Seo Services
Seo Services
Results for Romawi

CLEOPATRA, Sejarah Ratu Terakhir Mesir yang Sebenarnya

Juni 14, 2017
Kita mengenalnya sebagai Cleopatra, Ratu Mesir yang terakhir. sosoknya begitu populer sebagai pemikat pria yang paling ulung dalam sejarah. bukan sembarang pria, adalah seorang Julius Caesar yang berhasil ia taklukan. kecantikannya begitu melegenda dimana kedatangannya ke Roma yang begitu glamor memulai trend kosmetik dan fashion di seantero Romawi. sayangnya hubungan mereka berdua akhirnya menjadi alasan bagi lawan Julius untuk menjatuhkannya.
Julius met Cleopatra smuggled
Pertemuan Julius dengan Cleopatra yang diseludupkan masuk ke ruang kerjanya

Setelah kematian Julius, nama Cleopatra tidak hilang melainkan menjadi rebutan para tokoh Romawi untuk mendapatkan kekayaan Mesir. ia memilih Mark Antony, tangan kanan Julius dan salah satu kandidat terkuat dari Triumvirat untuk melindunginya. dengan pesonanya Mark Antony pun takluk dan mereka hidup bersama di Mesir secara kontroversial sampai dengan kematiannya secara tragis dengan bunuh diri setelah kalah dalam perang saudara.

Tetapi sampai sejauh mana kisah-kisah di atas yang dipopulerkan dan diceritakan ulang oleh berbagai media dan film hollywood benar adanya?

Sang Ratu Mesir yang dimaksud lahir sebagai Cleopatra VII Philopator. gelarnya seringkali membuat awam mengira bahwa ia adalah orang Mesir, padahal tidak. Cleopatra berasal dari dinasti Ptolemaic yang berasal dari Yunani-Macedonia. kakek buyut Cleopatra adalah Ptolemy seorang jendral dan kawan terdekat dari Alexander The Great yang ikut berperang hingga ke Persia dan India. setelah kematian Alexander, Ptolemy terlibat dalam perang perebutan wilayah.

Ptolemy yang dianggap setia diberikan izin untuk memerintah Mesir atas nama keturunan Alexander, tetapi kemudian mendudukinya sendiri dan mengikuti jejek jendral Alexander lainnya, mengangkat dirinya sebagai raja. setelah sukses mempertahankan Mesir dari jendral lainnya dan juga sempat melakukan serangan ke Syria, Ptolemy I Soter (namanya sebagai raja) berhasil membangun fondasi yang kuat bagi dinastinya yang bertahan selama 300 tahun.
Ptolemy, Alexander general, great grandfater of cleopatra
Ptolemy I, rekan Alexander The Great, pendiri dinasti Ptolemaic, kakek buyut dari Cleopatra

Darah keturunan Ptolemy terus terjaga dengan tradisi menikahi sepupu bahkan kakak-adiknya sendiri agar kerajaan Mesir yang mereka miliki tidak terpecah-pecah karena warisan. begitu terjaga sehingga sering disebutkan bahwa tidak ada setetes darah orang asing (Mesir) pun di dalam garis keturunan Ptolemaic. bahkan Romawi yang nantinya berkomplot melawannya tidak berani membuat tuduhan ilegitimasi kuasa, mengukuhkan murninya garis keturunan Cleopatra.

Murninya garis keturunan dinasti Ptolemaic membuat penampilan Cleopatra pada sejarah sangat berbeda dengan yang biasa kita kenal sekarang ini. paling kentara adalah bagaimana Cleopatra tidak memiliki rambut hitam ataupun menggunakan poni ala Dora, apalagi dengan hidung dan dagu yang hampir ala asia. Cleopatra yang asli memiliki rambut coklat atau kuning pirang, dengan gaya diikat kebelakang dan hidung mancung, hampir bengkok serta dagu tegas ala Yunani.

Image Cleopatra modern terbentuk karena berbagai film yang menghiasi sinema sejak akhir 1945. yang paling sukses dan akhirnya membentuk imagenya secara definitif adalah film kolosal berjudul Cleopatra yang diperankan oleh Elizabeth Taylor. berbiaya 44 juta dollar di tahun 1963 yang setara dengan 344 juta dollar di masa sekarang. sebagai perbandingan Titanic tahun 1997 sebagai film termahal sebelum pergantian abad memiliki budget di angka 200 juta dollar.
elizabeth taylor as cleopatra
Penampilan Taylor terbukti populer sehingga image Cleopatra modern terbentuk darinya

Begitu megahnya film Cleopatra hingga menjadi tonggak dunia perfilman. peran Elizabeth Taylor sebagai Cleopatra menjadi ikonik dan masuk ke dalam media populer sebagai representasi yang dianggap paling mendekati aslinya. wajah cantik yang mulus dengan makeup mata yang khas, dandanan rambut "ala Mesir" lengkap dengan dandanan dan pakaian yang mewah, glamor serta eksotis. padahal semuanya adalah rekaan Hollywood semata.

Sosok asli Cleopatra jauh dari yang diperankan oleh Elizabeth Taylor. bahkan sebenarnya sejarah mencatat Cleopatra sebagai sosok wanita yang kurang cantik. berbagai koin yang dicetak dengan wajahnya memperlihatkan wajah yang maskulin daripada feminim. walaupun mungkin bertujuan untuk menegaskan imagenya sebagai penguasa tetapi patung wajah yang dibuat paling dekat dengan masanya juga memiliki kencenderungan yang sama.

Deskripsi serta komentar dari berbagai tokoh sejarah yang hidup di jamannya mengindikasikan bahwa ia memiliki "suara" yang manis, kepintaran atau karisma yang menarik, bukan wajah yang cantik ataupun tubuh yang mempesona. patung yang dibuat seratusan tahun sebelah kematiannya menggambarkan sosoknya sebagai wanita dengan tampilan wajah yang "datar" atau biasa-biasa saja, bahkan ada satu patung dimana ia terlihat agak gemuk.
cleopatra entry Rome
Kemegahan film produksi 1963 tersebut membuatnya ikonik

Berbagai peninggalan yang dihiasi wajahnya memiliki beberapa kesamaan, yakni hidung ekstra mancung dan rambut ala Yunani. tidak luar biasa cantik seperti patung dewi-dewi Yunani melainkan agak kental dengan elemen maskulin yang menggambarkan kecerdasan, berani serta tegas. soal kecantikan Cleopatra bisa dibilang hanya sedikit di atas rata-rata, bahkan sejujurnya agak kurang karena sebagai putri Raja ia diharapkan memiliki kecantikan yang lebih.

Beberapa komentar mengenai dirinya menyebutkan bahwa Cleopatra berkulit pucat yang tidak (mulus) sempurna. dengan kata lain sang ratu kemungkinan memiliki tanda bekas jerawat, dsb-nya pada wajahnya. sangat umum terjadi tetapi wanita lain dalam sejarah sering dipuja berwajah mulus sehingga Cleopatra terlihat agak kurang. rambutnya juga tidak lurus melainkan ikal berombak dan diikat kebelakang dalam gaya tradisional Yunani, tanpa poni.

Apapun kekurangan yang ia miliki secara fisik ditutupi secara melimpah dalam hal kepintaran. semua tokoh yang bertemu dengannya selalu memuji kecerdasannya dalam berkomunikasi. ia disebutkan terpelajar dan memahami seluk beluk kenegarawanan termasuk politik antar kerajaan. demikian juga disebutkan Cleopatra jarang membutuhkan penerjemah karena menguasai 5 hingga 9 bahasa termasuk Arabic, Ehiopic, Parthian, bahkan Hebrew atau Aramaic.
cleopatra statue
Tiga patung wajah yang dibuat seratusan tahun setelah kematiannya

Cleopatra berbahasa Yunani sebagai bahasa ibu dan tampak menguasai bahasa Mesir juga walaupun tidak 100% karena para penguasa Ptolemaic merasa tidak perlu mempelajarinya. Cleopatra tidak menguasai latin sehingga tidak mampu bercakap-cakap dengan warga Romawi kebanyakan. tetapi uniknya, para elit Romawi termasuk Julius Caesar, Mark Antony serta tokoh penting lainnya justru menguasai bahasa Yunani sebagai bahasa kaum terdidik.

Kemampuan bahasa dan wawasannya yang luas mengenai negara & perpolitikan di mediterania menjadi modal Cleopatra untuk berkuasa kelak. kedewasaannya dimulai ketika ia bersama ayahnya terusir ke Roma oleh saudarinya yang mengambil alih pemerintahan Mesir setelah terjadinya pemberontakan terhadap pajak yang memberatkan. Cleopatra mulai terbiasa dengan proses berjalannya politik dan intrik suksesi dengan segala risikonya.

Dengan bantuan Romawi yang ingin hutangnya dibayar oleh ayah Cleopatra, mreka kembali ke Mesir dan merebut kerajaannya kembali. Cleopatra mulai berkuasa sebagai wakil namun empat tahun kemudian regimnya tumbang karena perpecahan dengan adiknya, Ptolemy XIII serta beberapa kubu militer di Mesir yang memiliki kepentingannya sendiri. Cleopatra diasingkan tetapi adiknya mengambil langkah buruk dengan membunuh Pompey yang pergi ke Mesir.

Walaupun Pompey merupakan musuh Julius yang sekarang berkuasa di Roma, tetapi Pompey tetap dihormati dan ingin ditangkap hidup-hidup. mendengar pembunuhan tersebut, Julius marah dan menduduki ibukota Mesir. ketika itu Cleopatra nekat minta diseludupkan di dalam gulungan karpet dan dibawa ke ruang kerjanya. sang gadis usianya baru 22 tahun namun memiliki kepandaian yang mampu memikat Julius, seorang jendral dan politikus senior yang sudah berusia 50an.
Coin issued by Cleopatra
Koin yang dicetak pada masa pemerintahan Cleopatra yang bercorak maskulin

Mereka dengan cepat menjadi kekasih dan Cleopatra melahirkan seorang putra. untuk sementara kuasanya di Mesir begitu kuat apalagi Julius Caesar berhasil menjadi penguasa (dictator) Romawi setelah memenangkan perang saudara. namun kedekatannya dengan Julius akhirnya menjadi bumerang politik dimana mereka diisukan berniat menjadi Raja dan Ratu Romawi, sesuatu yang tabu bagi penduduk Roma yang masih berbentuk Republik.

Julius Caesar menjadi korban pembunuhan tidak lama setelah kedatangan Cleopatra di Roma yang begitu menggemparkan. Romawi kembali terlempar ke dalam perang saudara. sang Ratu kembali ke Mesir dan mempertimbangkan posisinya. setelah beberapa lama ia memilih bersekutu dengan kubu pro Caesar dan mengizinkan 4 Legiun Romawi yang diberikan Julius untuk menjaga Mesir turut campur dalam peperangan di Italy.

Masa damai tiba setelah kubu yang membunuh Julius dihancurkan dan Triumvirat baru muncul. Cleopatra membangun hubungan dengan Mark Antony yang ketika itu mencurigainya karena Mesir sempat diberitakan memberikan sejumlah uang untuk kubu lawan dalam perang saudara. tidak diketahui apakah kecurigaan tersebut benar tetapi cukup masuk akal karena perang saudara yang lama akan melemahkan Romawi sehingga posisi Mesir menjadi menguntungkan.
Real Cleopatra Looks Like
Rekonstruksi wajah Cleopatra berdasarkan dari dokumen sejarah dan peninggalan lainnya

Apapun itu, Cleopatra datang ketika dipanggil oleh Mark Antony. kesempatan ini tidak ia sia-siakan dengan membawa rombongan dalam kapal pesiar yang luar biasa mewah. walaupun sudah beberapa kali bertemu muka dengan Cleopatra tetapi kali ini Antony dibuat betul-betul terpikat olehnya. awalnya hanya mengharapkan bantuan Mesir untuk membiayai perang melawan Parthia tetapi ia kemudian memilih menghabiskan banyak waktu di Alexandria.

Cleopatra menghabiskan banyak kekayaan untuk Mark Antony, setelah beberapa kegagalan besar dan kecil dalam perang akhirnya Antony berhasil mengalahkan kerajaan Parthian dan menguasai sejumlah besar wilayah di Anatolia, Syria dan Armenia. pada saat itu hubungan dengan Roma sudah memburuk karena berbagai perbedaan pendapat dengan Octavian (anak angkat Julius). apalagi Antony tampak tidak peduli dengan istrinya yang sahnya (adik dari Octavian).

Pesta kemenangan besar Antony atas Parthian dirayakan di Alexandria dan di ujung acara menyerukan bahwa aliansinya dengan Octavian berakhir. secara resmi ia mulai membagi-bagi wilayahnya untuk Caesarion, anak Julius Caesar. juga kepada anak-anaknya bersama Cleopatra sebagai raja di beberapa wilayah yang sudah ia kuasai. hal ini membuat banyak tokoh Romawi termasuk Octavian sebagai anak angkat Julius Caesar murka.

Caesarion sebagai darah dan daging dari Julius berpotensi besar untuk mengancam keberlangsungan pemerintahan Romawi. bagaimanapun ia berhak mewarisi semua kekayaan Julius Caesar. dibandingkan dengan sang anak, Octavian hanyalah anak angkat (adopsi) Julius sehingga klaim miliknya kurang kuat. padahal satu-satunya legitimasi Octavian untuk berkuasa di Romawi adalah statusnya sebagai anak dari Julius Caesar.
Mark Antony Conquest in Syria
Daerah yang berada di bawah kekuasaan Mark Antony ketika itu

Perang politik pun dimulai dengan Antony menyebut Octavian sebagai provokator, pemalsu warisan Julius Caesar dan perebut hak dari anak sah Julius yakni Caesarion. tidak ketinggalan ia menceraikan istri sahnya yakni adik dari Octavian. Roma membalas dengan mengumumkan bahwa Antony mengangkat anak-anaknya sebagai raja, dan secara ilegal menguasai wilayah milik Romawi yang seharusnya diberikan kepada rakyat sebagai tanah garapan.

Yunani menjadi tempat pertempuran pertama dimana pasukan yang loyal terhadap Octavian berhasil merebut kota pelabuhan yang penting dalam sebuah perang laut. dengan bekal pendaratan di Yunani, nama Octavian terbukti populer di kalangan mantan prajurit yang sedang membangun koloni. bagaimanapun juga Octavian dahulu berjuang untuk memberikan tanah garapan bagi mereka. hal ini membuat pasukannya bertambah besar dengan cepat.

Antony salah perhitungan menganggap Octavian hanyalah pemuda tanggung yang tidak memiliki pengalaman, sedangkan dirinya adalah jendral Roma yang paling sukses setelah Julius. ia mengira loyalitas pasukan dan rakyat Roma ada pada dirinya. ternyata yang mendukungnya hanyalah sebagian politikus Romawi yang berpikiran sama. sebagai jendral yang berpengalaman, Antony tidak terlihat membuat strategi perang yang efektif dalam menghadapi Octavian.

Ketika perang sampai di Mesir, Mark Antony sang penakluk kerajaan Parthian justru menghabisi dirinya sendiri setelah mendengar isu bahwa Cleopatra sudah bunuh diri. walaupun terdengar tragis-romantis tetapi kesehatan psikis dan mentalnya sebagai seorang jendral patut dipertanyakan. pasukan miliknya menyerah kepada Octavian dan Cleopatra sendiri yang masih hidup akhirnya minum racun bersama anak-anaknya. hal ini menjadi babak akhir dari kerajaan Mesir.
Cleopatra paintings by arthur bridgman
Lukisan Cleopatra on the Terraces of Philae oleh Frederick Arthur Bridgman, 1896

Dikisahkan bahwa Cleopatra di saat terakhirnya membiarkan dirinya digigit oleh ular beracun. hal ini menjadi mitos yang keliru. diketahui bahwa orang era tersebut, terutama kaum berpendidikan seperti Cleopatra tahu betul bahwa gigitan ular berbisa akan mengakibatkan kematian yang lambat dan menyakitkan. penggunaan racun di kalangan istana cukup besar sehingga hampir mustahil Ratu berpengalaman seperti Cleopatra tidak mengetahui hal tersebut.

Mengetahui hal di atas, maka para ahli menyimpulkan bahwa kemungkinan besar sang Ratu terakhir Mesir meminum racun dengan campuran obat bius seperti opium untuk membuatnya tidur lelap sebelum menemui ajalnya. racun semacam ini jelas lebih disukai karena terlihat tanpa rasa sakit dan korbannya tenang seperti tidur. yang pasti publik Romawi dan Octavian sendiri terkesima mendengar bahwa Cleopatra berani mengakhiri hidupnya sendiri daripada tertangkap.

Walaupun dikenal sebagai wanita opportunis, Cleopatra sebenarnya patut dikagumi. sebagai Ratu Mesir ia mengusahakan apa yang menjadi tanggung jawabnya yakni keberlangsungan kerajaannya. ketidaktahuannya soal militer membuatnya tergantung pada sosok pria yang kompeten secara militer untuk menyelamatkan pemerintahannya dari kehancuran. tidak bisa dipungkiri bahwa berkat dirinya kerajaannya selamat, tumbuh subur dan terjamin kedaulatannya selama lebih dari 20 tahun.

Sebuah pencapaian mengingat tidak banyak kerajaan lain disekitarnya yang mampu berbuat sama ketika menghadapi Romawi yang tidak dapat dibendung. hal-hal yang membuat Cleopatra mampu melakukannya bukanlah daya tarik seksual, bukan karena wajah cantik, bukan pula kekayaan semata tetapi kepintaran yang luar biasa. pemahaman terhadap masalah politik dan kenegarawanan menjadi modal untuk berdiskusi secara sederajat dengan penguasa lain dijamannya.
Cleopatra in ancient hieroglyph
Sosok Cleopatra dalam hieroglif Mesir yang masih bertahan hingga sekarang

Apabila kebanyakan wanita hanya berpikiran tentang keluarga ataupun sosialita kelas atas yang membosankan bagi pria, seorang Cleopatra mampu berbicara tentang kenaikan harga gandum di Mesir dan efeknya terhadap perekonomian Mediterania. berdiskusi tentang siapa yang sebenarnya berkuasa di Yunani, apa yang bisa dilakukan untuk membuat Politikus Roma mendukung mereka, hingga siapa yang bisa dibeli untuk menguatkan agenda mereka di dalam Senat.

Uniknya hal-hal di atas masih sangat relevan dengan masa sekarang. pasangan yang hanya tahu soal sepatu, baju, salon, dan tas tangan, walaupun cantik tetapi menjadi kurang menarik bagi para pria sukses. sejarah mencatat bahwa lebih banyak wanita kurang cantik yang mampu berkuasa, mungkin karena mereka harus memutar otak untuk mendapatkan hal yang diinginkan. berbeda dengan wanita cantik yang hanya perlu memelas untuk mendapatkannya.


Sebagian referensi :
http://www.biography.com/people/cleopatra-vii-9250984
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-1095043/Sorry-Liz-THIS-real-face-Cleopatra.html
http://www.imdb.com/title/tt0056937/
http://www.smithsonianmag.com/history/rehabilitating-cleopatra-70613486/
https://www.quora.com/What-were-the-nine-languages-that-Cleopatra-spoke
https://en.wikipedia.org/wiki/Cleopatra
https://en.wikipedia.org/wiki/Julius_Caesar 
https://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Antony
https://en.wikipedia.org/wiki/Ptolemaic_Kingdom
https://en.wikipedia.org/wiki/Ptolemy_I_Soter
https://en.wikipedia.org/wiki/Ptolemy_XII_Auletes


CLEOPATRA, Sejarah Ratu Terakhir Mesir yang Sebenarnya CLEOPATRA, Sejarah Ratu Terakhir Mesir yang Sebenarnya Reviewed by pkn4all on Juni 14, 2017 Rating: 5

Perang 1/2 Juta Suku CIMBRI, Hidup-Mati Republik Romawi

Januari 26, 2017
Kedatangan suku Cimbri yang kedua terjadi pada tahun 102 Sebelum Masehi. tiga tahun setelah pertempuran Arausio dimana hampir 100 ribu prajurit Romawi menjadi korban kekalahan, tepat 10 tahun setelah pertempuran Noreia dimana Romawi pertama kali bertemu dan dikalahkan oleh suku Cimbri yang bermigrasi ke wilayahnya. mengetahui kedatangan suku Cimbri kembali, mau tidak mau semua warga dan prajurit Romawi menjadi was-was.
Cimbri people migration
Lukisan suku Cimbri dalam perjalanan, membawa serta semua anggota suku bersama mereka

Perang tidak terhindarkan dan mereka belum pernah menang melawan orang barbar dari utara tersebut. sekarang Cimbri sudah mengalahkan banyak suku besar di Jerman dan juga Gallia sehingga reputasinya semakin menyeramkan. Cimbri diketahui memiliki sekutu baru yang membuat jumlah mereka semakin membengkak. keseluruhan pasukannya tersebut mengarah ke timur menuju ke dataran Italy yang subur.

Jumlah pasukan Cimbri begitu besar sehingga mereka merasa lebih mudah untuk membagi dua pasukannya dan bergerak melalui rute yang berbeda. hal ini mencegah pasukan besar mereka ditahan mati-matian oleh Romawi pada sebuah tempat yang bisa membuat mereka kehabisan makanan dan kesulitan air bersih. mereka juga berharap Romawi dapat dikejutkan dengan kedatangan 2 rombongan dari jalur yang berbeda.

Marius mengetahui lawannya terbagi dua dan menyukai perubahan baru tersebut. ia merasa lawan yang berjumlah lebih kecil lebih mudah untuk diatasi walaupun tentunya ia juga harus membagi dua pasukannya. dengan segera ia membuat rencana untuk bertahan pada 2 titik strategis. Marius mengarah ke Aqua Sextiae yang lebih sukar dipertahankan sedangkan co-Konsulnya, Catulus bertahan di utara sekitar kaki gunung Alps.
Cimbri migration into italy
Suku Cimbri berasal dari Jutland di utara dan bergabung dengan suku Jerman lainnya bermigrasi ke selatan

Empat puluh ribu pasukan Romawi di bawah Marius bergerak ke barat menyongsong kedatangan suku Cimbri. legiunnya sekarang bisa bergerak cepat karena tidak bergantung pada kereta transportasi, mereka juga mampu melalui medan yang berat dan terisolasi dari jalan sehingga kecepatan gerak mereka lebih tinggi bahkan lawannya sekalipun yang mengandalkan kereta dorong untuk membawa keperluan hidup nomaden mereka.

Kedua pasukan nyaris bertemu tetapi sebelum orang Cimbri memaksa bertempur, Marius mundur teratur. ia sekedar memancing mereka ke tempat pilihannya yang dirasa lebih mudah untuk dipertahankan. akhirnya pasukan Romawi tiba di Aqua Sextiae sebuah benteng kuno yang sudah kosong terbengkalai. berbeda dengan sebelumnya, kali ini Marius memerintahkan pasukannya untuk bertahan sembari memperkuat benteng tersebut.

Aqua Sextiae berdiri di atas sebuah bukti curam sehingga mudah untuk dipertahankan tetapi hal tersebut juga membuatnya memiliki beberapa kelemahan. lokasinya yang terjal membuat Romawi kesulitan membangun tembok kayu yang harus dibawa dari bawah. akibatnya benteng tersebut hampir gundul tanpa pagar keliling dan hanya memiliki sedikit fasilitas pertahanan. lebih fatal lagi, tidak ada sumber air untuk minum.

Beberapa kali hampir bertemu dengan Cimbri membuat moral pasukan Romawi jeblok karena mendengar saksi yang melihat lawan yang berjumlah luar biasa besar dibandingkan dengan mereka. apalagi sekarang pasukan Romawi hanya mengandalkan sebuah perbentengan kuno yang tampak tidak layak untuk bertahan. nasib mereka terlihat suram apalagi setelah mengetahui persis bahwa orang Cimbri masih mengejar mereka dengan selisih 1 hari perjalanan.

Walaupun demikian Keledai Bisu Marius terus bekerja, pelatihan dan reformasi yang dilakukan membuahkan hasil. pada saat yang genting seperti itu sekalipun mereka tidak memberontak ataupun lari. 1-1nya hal yang mengganggu adalah bekal air yang semakin menipis. di tengah kehausan mereka meminta izin untuk mengambil air, namun sungai terdekat berada di bawah benteng melintasi sebuah hutan dimana pasukan Cimbri bisa hadir kapan saja.
Cimbri Teuteones people
Rombongan suku Cimbri-Teutones tiba di sungai untuk beristirahat

Marius berkelakar kalau hutan sudah dipenuhi oleh orang Cimbri dan meyakinkan pasukannya untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan benteng terlebih dahulu. barulah ketika perbekalan air mereka habis Marius mengutus sejumlah kecil pasukan untuk mengambil air di sungai. tentu prajurit lainnya khawatir karena hutan tersebut mungkin sudah terisi penuh oleh pasukan lawan. benar saja, tanpa mereka ketahui suku Ambrones garda terdepan Cimbri telah tiba.

Ketika prajurit Romawi keluar dari hutan dan tiba di sisi sungai tiba-tiba semua mata melotot tajam. suku Ambrones terkejut dengan kedatangan Romawi yang mereka kira sedang sibuk melarikan diri. pada saat itu suku mereka sedang makan, mandi, cuci baju atau istirahat di sisi sungai ketika Romawi datang bagaikan hendak menyergap. kedua pihak sama-sama panik, Romawi yang lebih terlatih mampu membentuk formasi tempur sembari komat-kamit menyumpah Marius.

Tetapi anehnya pasukan Ambrones justru terlihat linglung. teriakan mereka yang seharusnya lantang terdengar tidak kompak. sebagian memang baru makan dan tentu sulit teriak kencang penuh amarah apabila perut masih kenyang. banyak yang bergerak tanpa komando dimana sebagian menyerang sedangkan lainnya mundur. melihat hal ini pasukan Romawi menjadi percaya diri dan membalas teriakan perang secara kompak yang justru membuat lawan kehilangan nyali.

Senjata makan tuan, suku Ambrones gentar dibuatnya sedangkan pasukan Romawi berada di atas angin. akibatnya rombongan Romawi berani menerjang maju. dalam situasi kehausan, terjepit dan lawan yang terlihat jauh lebih lemah serta kebingungan membuat mereka menjadi beringas. dari atas benteng Marius dan pasukannya terbakar semangatnya ketika menyaksikan keributan yang terjadi di sekitar sungai dan hutan.

Pasukan Marius yang tadinya takut menjadi terbakar emosinya karena khawatir dengan rekan-rekan mereka. memang dengan sengaja Marius mengutus pasukan yang relatif lebih muda untuk tugas mengambil air sehingga kerabatnya, kakak atau ayahnya yang ada dalam pasukan menjadi naik darah. ketika nyali dan tekad pasukannya sudah tinggi Marius mengerahkan seluruhnya dalam sebuah serangan besar ke arah hutan dari beberapa sisi.

Tiga puluh ribu orang Ambrones pada hari tersebut ditumpas habis oleh Romawi. padahal berjumlah nyaris sama besar tetapi korban jiwa di pihak Romawi termasuk ringan. banyak alasan bagi Romawi untuk merayakan kemenangan tetapi malam tiba dan prajuritnya malah bergidik ketakutan. mereka tahu yang baru saja mereka kalahkan hanyalah pasukan terdepan. masih ada seratusan ribu induk pasukan Cimbri yang akan segera datang.
Cimbri Teutones people
Bagaimanapun juga suku Cimbri masih memegang rekor tidak terkalahkan

Benteng mereka yang gundul tanpa tembok keliling membuat suasana mencekam apalagi banyak suara dan aktivitas mencurigakan dari arah hutan. pagi tiba dan Marius bingung karena lawannya tidak menampakkan diri. regu pengintai memastikan keberadaan lawan di dalam hutan sedang berdiam dan tidak membentuk formasi tempur. Marius berpikir kalau lawannya sedang menunggu sisa pasukan yang belum tiba.

Kesempatan tersebut tidak bisa diekspolitasi karena jumlah lawan yang jauh lebih besar. Marius terpaksa menunggu karena 1-1nya harapan untuk menang adalah bertahan dengan memaksimalkan keunggulan lokasi di atas bukit curam untuk mengatasi perbedaan jumlah. namun selang sehari lawan mereka tetap tidak bergerak dan tidak ada tanda-tanda kedatangan pasukan lain. hal ini membuat Marius bingung.

Beberapa waktu berlalu hingga ia menduga bahwa lawan berniat membuat mereka kehabisan makanan dan minuman sehingga terpaksa mundur. ini sesuatu yang tidak disangka-sangka. biasanya lawan yang memiliki keunggulan jumlah yang besar selalu percaya diri dan menyerang pada kesempatan pertama. tapi memang hal itulah yang terjadi, para tetua lawan yakni suku Cimbri-Teutones tidak mau ambil risiko karena dikejutkan oleh kekalahan suku Ambrones.

Kehancuran Ambrones membuat mereka berpikir bahwa Romawi memiliki jumlah yang jauh lebih besar. menurut perhitungan mereka untuk mengalahkan 30 ribu orang Ambrones dalam setengah hari pastilah Romawi memiliki setidaknya 60 hingga 90 ribu orang prajurit. selagi Teutones belum bergerak, Marius mempelajari gerak gerik lawannya lalu merubah siasatnya.

Sebelum matahari terbit pada hari kedua Marius mengutus 3000 prajurit pilihan, sekitar 5 cohort atau 1/2 Legiun. mereka diperintahkan untuk mengambil rute memutar melalui lembah curam di belakang lalu menerobos hutan ke arah lawan. bukan hal yang mudah mengingat sulitnya medan terjal dan hutan lebat yang harus dilalui. selain itu mereka juga dituntut bergerak secara senyap ketika melintas jauh di dalam wilayah lawan.

Risikonya besar tetapi Marius memperhitungkan bahwa perhatian suku lawan tertuju kepadanya sehingga tidak memperhatikan keadaan di sekitarnya yang berjarak jauh. ia sendiri sudah memetakan geografi wilayah tersebut sehingga cukup tahu waktu yang dibutuhkan bagi pasukan pilihannya untuk menempuh rute tersebut. pasukan utamanya sendiri diistirahatkan, pagi-siang mereka tidur agar segar ketika dibutuhkan. setengah hari berlalu sebelum Marius mulai bersiap.

Ia menggerakan pasukannya yang sudah segar dan membentuk formasi tempur. kesibukan Romawi di atas bukit membuat lawannya yakni suku Teutones berang. setelah menunggu 2 hari dan sebenarnya tidak setuju dengan rencana para tetuanya yang dianggap pengecut, orang Teutones secara tiba-tiba menyerang maju. ternyata banyak yang kehabisan kesabaran dan serangan kecil menjadi serangan besar. Marius terkejut namun merasa diuntungkan.
Battle of Aqua Sextiae
Dalam petempuran semua kaum Teutones terbiasa bertempur habis-habisan, bahkan kaum wanita ikut serta

Sekarang Marius bisa bertahan pada tempat yang ia inginkan, Romawi menyambut serbuan Teutones dengan hujan lembing dari atas bukit. barisan demi barisan suku Teutones terus maju menerjang bukit tetapi lokasi yang curam dan sedikitnya akses masuk membuat mereka menjadi korban entah karena terjatuh, terinjak atau mati lemas terdorong barisan di belakangnya. lebatnya hujan lembing membuat serangan Teutones berkurang perlahan dan akhirnya terhenti.

Menyadari bahwa telah jauh korban jiwa yang besar dipihaknya, suku Teutones gugup dan berlari ke arah hutan. pasukan Romawi turun bukit dan ikut mengejar, Marius hendak mengeksploitasi pelarian lawannya. barisan induk Teutones di hutan langsung dilabrak oleh pasukan Romawi yang terus merangsek masuk ke dalam hutan. pertempuran berlangsung dengan keras ketika suara keributan muncul di belakang posisi lawan jauh di dalam hutan.

Dari suara dan tanda-tanda yang khas dipastikan bahwa pasukan Marius yang memutar telah tiba. kehadiran ribuan pasukan Romawi di belakangnya membuat suku Teutones kaget setengah mati. pasukan terdepan mereka panik dan menganggap ini sebagai sihir, mereka kembali teringat dengan nasib suku Ambrones yang ditumpas habis sehingga pelarian merajalela. tiap clan kabur dari barisan tempur untuk menyelamatkan rombongan mereka sendiri.

Pasalnya anak dan istri mereka ada di belakang bersama dengan kereta, perkemahan dan segala harta benda. hancurnya lini depan dan tidak adanya penjagaan di lini belakang membuat Teutones tamat sebagai sebuah kekuatan militer. padahal jumlah Teutones lebih dari cukup untuk membentuk barisan depan dan belakang yang berjumlah lebih besar dari Romawi. tetapi tanpa adanya latihan dan struktur komando yang profesional membuat keunggulan jumlah menjadi sia-sia.
Victory over Cimbri
Konsul Marius diarak keliling oleh prajuritnya setelah menang perang atas Teutones

Strategi Marius membuat Romawi mampu mencetak sebuah kemenangan besar. pasukan Cimbri-Teutones setidaknya berjumlah 100 ribu orang, 3x lipat dari jumlah pasukan yang dibawa oleh Marius tetapi berhasil dikalahkan dan banyak yang dibawa sebagai tawanan. raja suku Teutones sendiri tertangkap hidup-hidup dan dibawa ke Roma untuk diarak dalam parade kemenangan. tiba di Roma rombongan Marius disambut secara besar-besaran.

Bahwa Marius mampu memenangkan perang melawan barbar yang belum pernah dikalahkan sebelumnya dengan pasukan dan korban jiwa yang jauh lebih kecil membuatnya dipuja oleh semua warga. apalagi melihat besarnya rampasan perang yang berisi harta kekayaan suku Teutones dalam perang sebelumnya di berbagai wilayah. sosok Marius begitu populer sehingga tidak lama kemudian ia kembali terpilih sebagai Konsul.

Namun perang belum berakhir, rekan Konsulnya yakni Catulus yang bertahan di kaki gunung Alps akhirnya kewalahan karena suku Cimbri memecah diri dan melewati posisinya. ia hendak mundur ke posisi lain yang sudah dipersiapkan. pertahanan lapis keduanya sudah cukup kokoh dengan bentangan sungai besar dan satu akses jembatan yang dijaga dengan benteng di kedua sisinya. malangnya suku Cimbri menggila.

Di tengah musim dingin sekalipun ketika banyak yang tidak memiliki pakaian hangat bahkan bugil, sebagian pasukan Cimbri naik ke bukit lalu menunggangi perisai layaknya papan ski ke arah lembah. di bawah mereka menemukan hulu sungai dan membendungnya dengan menumpuk berbagai material berat. setelah dirasa cukup mereka lalu menjebol bendungan tersebut. akibatnya pohon dan bebatuan besar meluncur ke arah hilir.

Pertahanan Romawi di pinggir sungai dilanda banjir besar yang datang tiba-tiba. tembok mereka jebol dan banyak prajurit hanyut atau mati kedinginan. ditambah lagi dengan kedatangan lawan secara tiba-tiba di kedua sisi sungai sehingga pasukan Romawi belarian keluar. Catulus iba dengan nasib bawahannya sehingga memerintahkan adjudannya untuk membawa panjinya ke arah mereka yang lari agar terhindar dari hukuman desersi.
Roman fought the Cimbri near Alps
Pasukan Cimbri masih aktif berperang di musim dingin yang membuat Romawi kewalahan

Sang co-Konsul membuat seakan-akan pelarian tersebut adalah perintahnya, bukan sebuah desersi. namun akibatnya sisa pasukan Romawi yang hendak bertahan menjadi bingung lalu ikut mundur. di tengah kepanikan dan pelarian beberapa prajurit tetap bertahan di jembatan. pasukan Cimbri mengepung mereka tetapi kagum dengan nyali orang Romawi sehingga membebaskannya setelah bersumpah di depan altar suci mereka.

Hilangnya penjagaan Romawi membuat suku Cimbri bebas menjarah ladang, perkebunan dan peternakan yang ada di daerah tersebut. Catulus tiba di Roma dengan berita kekalahan yang mengejutkan. kubu Marius agak senang karena secara politis posisinya semakin penting sebagai 1-1nya Konsul yang mampu meraih kemenangan. tetapi timbul sebuah dilema dimana mereka tidak menginginkan Marius untuk kembali berperang.

Sebab apabila kalah maka jasa-jasa Marius akan sirna dan lawan politiknya akan menggunakan satu kegagalan tersebut sebagai senjata untuk menyudahi karier Marius dan sekutunya. apalagi ia adalah seorang minoritas yang posisinya sudah terlalu tinggi sehingga membuat banyak tokoh pribumi asli Romawi iri hati dan malu terhadapnya. taruhannya besar tetapi Marius memilih bersikap kesatria dan bersedia memimpin perang berikutnya melawan Cimbri.

Marius mengutus Catulus untuk memimpin Legiun pribadinya untuk menjaga Cimbri agar tidak melintas lebih dalam ke selatan. hal ini untuk menyelamatkan harga diri Catulus yang semakin jatuh. Marius sendiri bersiap dengan sisa pasukan Catulus yang digabungkan dengan sebagian veteran dari Legiun lain yang masih dimiliki Romawi. musim dingin berakhir tanpa konflik tambahan dan di awal musim panas pasukan induk Romawi mulai bergerak.

Dalam perjalanan orang Cimbri mengirim utusan, ternyata setelah beberapa tahun mereka sudah mempelajari kebiasaan setempat. di hadapan Marius utusan tersebut menawarkan perdamaian, sebagai gantinya wilayah di sekitar sungai tersebut diberikan kepada suku Cimbri. menanggapi ini Marius menjawab bahwa daerah yang dimaksudkan terlalu luas bahkan untuk ukuran orang Cimbri sekalipun.

Sang utusan menjawab bahwa mereka sedang menunggu saudara mereka yang akan segera tiba. mendengar hal itu Marius lalu bertanya, "saudara yang mana?"

Ketika utusan tersebut menjawab orang Teutones, langsung saja semua orang Romawi yang hadir tertawa keras. Marius berkata, "Oh tidak usah pusing dengan saudaramu yang itu. kita sudah berikan tanah yang cukup untuk mereka huni selamanya."
Tetuones king captured alive
Raja Suku Teutones tertangkap ketika pasukannya dikalahkan Marius

Utusan Cimbri mengira sedang menerima penghinaan sehingga bersumpah bahwa Romawi akan menemui balasannya ketika suku Teutones tiba dan bersatu dengan Cimbri. Marius yang memang memiliki kebiasaan bicara ceplas-ceplos dan selalu mengemukakan pikirannya kembali berseloroh, "Tidak perlu repot-repot, saudaramu si Teutones sudah dekat banget kok."

Sesuai aba-aba seorang pengawalnya membawa seorang tahanan dalam keadaan dirantai ke dalam tenda pertemuan. utusan Cimbri kaget setelah mengenai wajah raja Teutones dan segera pulang. mendengar laporan sang utusan, petinggi suku Cimbri menjadi marah dan segera bersiap untuk sebuah perang besar yang akan membalaskan rasa sakit hati, harga diri dan kehormatan suku mereka yang diinjak-injak.

Pasukan Romawi bersiap dan sempat melakukan modifikasi kecil pada lembing (pillum) yang mereka miliki. apabila biasanya bagian kepala lembing dan gagang dihubungkan dengan 2 paku pada tiap sisi sekarang salah satu pakunya dicabut. hal ini berdasarkan dari pengamatan regu pengintai bahwa lawan menggunakan barisan perisai layaknya phalanx yunani. dengan 1 paku pada satu sisi membuat lembing bengkok ke satu arah ketika mengenai sasaran.

Apabila mengenai perisai lembing tersebut akan menancap dan bengkok sehingga menyulitkan lawan untuk mencabutnya. mereka terpaksa harus meninggalkan perisai yang menjadi berat dan sulit digunakan. selagi bersiap datang sejumlah besar pasukan berkuda ke arah Romawi. raja Cimbri hendak bertukar sapa sekaligus mengintimidasi pasukan Romawi. ia bertanya kepada Marius kapan dan dimana Romawi hendak bertempur.
Cimbri Germanic Cavalry
Suku Cimbri memiliki sejumlah besar kuda yang mereka gunakan sebagai kavaleri ringan

Pertanyaan tersebut adalah sebuah tradisi yang sudah tidak lagi digunakan sejak era Hannibal dimana pertempuran dibuka atas dasar kesempatan dan tidak lagi dengan janjian. Marius mengerti bahwa lawan tidak mau menyerang perbentengan Romawi dan bermaksud bertempur di dataran terbuka dimana lawan lebih mungkin menang. patut dimengerti bahwa dimanapun pasukan Romawi beristirahat mereka hampir selalu membangun camp.

Camp tersebut tergantung dari kebutuhan bisa dibuat besar dan kokoh dengan parit, gundukan tanah tinggi dan tembok keliling beserta tower dan gerbang. bagi orang Cimbri hal tersebut tampak seperti perbentengan yang sulit diserang. Marius menjawab bahwa Romawi bisa perang kapan saja (tidak perlu janjian) tetapi untuk memuaskan lawannya ia menjawab dalam 3 hari. tempatnya pada sebuah sisi sungai yang luas sehingga kedua belah pihak bisa menggelar pasukannya.

Kedua belah pihak tiba di tempat yang dijanjikan dan mulai mengatur barisannya. Romawi dengan gabungan Catulus dan Marius hanya berkekuatan 50 ribu prajurit sedangkan suku Cimbri lebih dari 200 ribu infantri dan belasan ribu kavaleri. Catulus berada di tengah sedangkan Marius berada di sayap. perbedaan lawan yang 4x lipat membuat Marius mempersembahkan upacara untuk membuat tenang pasukannya yang sebagian berasal dari ex Legiun Catulus pernah dikalahkan.

Pertempuran dibuka dengan gerakan pasukan berkuda Cimbri yang maju menghampiri. tetapi tidak sampai kontak karena kemudian memutar untuk memancing barisan Romawi di sisi kanan dan kiri. tanpa diduga gerakan tersebut bertujuan untuk menyembunyikan gerakan infantri Cimbri di belakangnya. hal tersebut membuat pasukan Romawi terdepan terlambat menggunakan lembing lempar mereka secara efektif.
Battle of Vercelli
Formasi awal Romawi dan Cimbri di awal pertempuran

Terlihat bahwa orang Cimbri sudah paham dan jeri dengan hujan lembing sehingga melakukan cara tersebut untuk mengelabui Romawi. cara tersebut berhasil dan pasukan terdepan Cimbri selamat dari ancaman hujan lembing dan langsung melabrak barisan terdepan Romawi. formasi Romawi sendiri tampak tidak utuh karena banyak prajurit yang terpancing oleh pasukan berkuda lawan yang berbalik lari sehingga secara spontan melakukan pengejaran dan akibatnya merusak formasi.

Hanya beberapa lembing yang dapat dilemparkan sebelum pertempuran jarak dekat terjadi. kedua kubu berusaha melakukan yang terbaik dan Romawi yang kalah jumlah menunjukkan nyalinya dengan bertempur mati-matian. legiun yang berada di tengah di bawah Catulus banyak yang sampai naik pundak rekan mereka lalu melompat ke arah lawan untuk merusak formasi Cimbri dan membuat celah untuk dieksploitasi rekan-rekannya.

Terjadi deadlock karena keduanya sama kuat walaupun korban jiwa terus berjatuhan. gerakan pasukan berkuda, pertempuran antar infantri, cuaca kering serta angin dan pemilihan tempat di sisi sungai membuat banyak debu beterbangan yang menyulitkan pandangan. hal ini sedikit banyak diperhitungkan oleh Marius sehingga bersedia keluar dari perbentengan dan berperang di dataran terbuka melawan Cimbri yang jauh lebih besar darinya.
Roman battle against Cimbri
Suku Cimbri datang secara mendadak di balik pasukan berkuda membuat Romawi terlambat beraksi

Bulan Agustus di tengah-tengah musim panas khas Italy membuat pasukan Romawi lebih prima karena terbiasa berperang di bawah terik matahari. sebaliknya orang Cimbri berasal dari wilayah beriklim dingin sehingga cepat lelah, kepanasan dan kehabisan napas di bawah terik matahari. apalagi ditambah dengan debu yang membubung tinggi. sejak awal Marius juga sengaja memilih sisi timur agar lawannya kejatuhan sinar matahari tepat di muka mereka ketika menyerang.

Kumpulan semua faktor di atas membuat barisan tempur Cimbri kepayahan, pasukan Romawi yang sebagian besar adalah petani atau peladang terbiasa kepanasan sehingga mampu bertahan jauh lebih lama sebelum digantikan oleh barisan lainnya. ketika orang Cimbri yang terdepan mulai terdesak, barisan dibelakangnya melihat barisan Romawi tertimpa matahari. armor dan helm Romawi yang terbuat dari logam dan dipoles terlihat mengkilat di antara debu yang beterbangan.

Melihat hal ini banyak Cimbri yang gentar karena mengira dewa-dewa berada di barisan Romawi. ketakutan tersebut semakin menjadi setelah barisan terdepan Cimbri yang sudah habis-habisan dan menderita korban jiwa yang besar tetap tidak mampu menjebol barisan Romawi. matahari dan debu yang semakin tinggi membuat efek pantulan semakin menjadi, langit bagaikan merah terbakar. hal yang kebetulan ini membuka celah bagi Romawi untuk menerjang maju.

Pada saat yang sama kavaleri Marius yang berjumlah lebih kecil keluar dari persembunyian di belakang dan melabrak kavaleri Cimbri yang masih mengganggu sisi belakang Romawi. dijepit oleh barisan infantri dan kavaleri Romawi, pasukan berkuda Cimbri kehilangan ruang gerak dan dikalahkan sedikit demi sedikit. dengan susah payah pasukan Romawi mengalahkan belasan ribu pasukan berkuda Cimbri sehingga membebaskan seluruh barisan untuk bergerak maju.

Situasi ini membuat pasukan Cimbri gantian bertahan. pada garis pertahanan terakhir ini mereka sempat menggunakan rantai yang diikat di pinggang agar tidak ada yang lari dari pertempuran. namun sebagian jumlah mereka sudah tidak prima karena luka dan kelelahan, sebagian lainnya moralnya sudah jeblok karena lawan tampak tidak bisa dikalahkan. bertahun-tahun selalu menang membuat Cimbri menjadi panik ketika merasakan kekalahan.

Pertempuran tidak berlangsung imbang walaupun jumlah Romawi lebih sedikit dibanding Cimbri yang masih berkekuatan di atas 150 ribu jiwa. barisan phalanx yang dirantai membuat Cimbri kesulitan dalam pertempuran dinamis yang dikuasai oleh prajurit Romawi. barisan terdepan Cimbri yang dipimpin oleh sang raja akhirnya tidak mampu bertahan dan hancur. melihat hal ini pasukan yang tersisa segera bubar berantakan yang kemudian menyulut sebuah tragedi.
Cimbri mass suicide
Bunuh diri masal terjadi setelah terdengar kabar bahwa Raja Cimbri gugur

Di perkemahan Cimbri kaum wanita membunuhi siapapun yang lari ke arah mereka. hal ini untuk membuat pejuang mereka berbalik dan berperang kembali, tetapi keadaannya sudah sangat buruk sehingga hal ekstrim inipun menjadi tidak berguna. ketika Romawi mendekat, banyak wanita yang menghabisi suami dan ayah mereka yang terluka lalu kemudian anak-anak mereka sendiri. mereka kemudian menjatuhkan diri ke arah kereta kerbau atau kuda yang melintas.

Sebagian lainnya menggantung diri pada apapun yang bisa digapai. kaum pria yang panik mulai mengikuti dengan ramai-ramai melilitkan leher atau tubuh mereka pada tubuh kerbau yang ketika dilukai akan mengamuk dan membuat leher mereka patah. disebutkan bahwa sebagian dari korban perang terjadi di tangan Cimbri sendiri. mereka begitu yakin sudah dikalahkan setelah raja Cimbri menjadi korban sehingga bunuh diri masal tidak terhindarkan.

Di tengah suasana bunuh diri masal, 60 ribu orang berhasil ditawan. jumlah yang berhasil bunuh diri diperkirakan 2x lipat dari yang berhasil diamankan. apabila benar maka suku Cimbri masih berjumlah 180 ribu jiwa ketika memutuskan untuk bunuh diri daripada bertempur. padahal Romawi hanya berkekuatan 50 ribu prajurit di awal perang.

Marius pulang dengan kemenangan besar, sang Konsul lagi-lagi membuktikan diri sebagai jendral yang sangat piawai. tetapi ada saja pihak yang merasa tidak puas, rekan Konsulnya yakni Catulus berusaha merebut sebagian kehormatan karena merasa pasukannya di bagian tengah bekerja lebih keras. Marius tidak ambil pusing dan dalam upcara sengaja menyebutkan kemenangan mereka berdua untuk menjaga hubungan baik.

Ketika itu Marius sudah menjadi Konsul 5x berturut-turut. hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya apalagi Marius terus menjadi konsul tanpa putus. tetapi Marius begitu populer dan dipercaya sehingga terus terpilih hingga 6x tanpa bisa dibendung. usianya ketika itu sudah sepuh namun sisa kehidupan Marius masih berwarna.

Pergolakan politik antara pembesar lama Romawi dan golongan bawah seperti dirinya terus berkecamuk. akhirnya jatuh korban jiwa dan Marius disalahkan atas konflik yang terjadi sehingga untuk menjaga keutuhan pemerintahan Romawi ia memilih pensiun atau mengundurkan diri dari pemerintahan. dengan sukarela ia tinggal di luar Roma untuk mendinginkan suasana antar kubu yang bertikai.

Sebelum dan ketika pensiun Marius masih aktif dalam beberapa perang walaupun kesehatannya mulai menurun. hal ini membuatnya kurang populer di mata generasi muda yang hendak mencari nama karena Marius terus membawahi mereka. namun tidak bisa dipungkiri kalau Marius masih mampu mencetak banyak keberhasilan militer. hanya gabungan usia tua, penyakit kambuhan karena kanker di kedua kakinya dan kemungkinan sebuah stroke membuatnya harus istirahat.

Namun kesehatannya kemudian membaik dan ia kembali melatih fisiknya walaupun ditertawakan sebagai orang tua yang tidak tahu diri. berbeda dengan fisik, pikiran Marius sudah mulai melemah, kombinasi dari sakit menahun, operasi pengangkatan tumor di kakinya, juga banyaknya konflik yang ia lalui bisa berakibat pada trauma atau gangguan psikis lainnya yang tidak terlihat dari luar. pada situasi seperti ini datang kejadian yang paling berat dalam hidupnya.
Sulla attacked Rome
Sulla menyerang Roma dan mengancam akan menghancurkan kota tersebut apabila melawan

Sulla mantan bawahannya merebut komando pasukan dan membangkang perintah Konsul yang merupakan seorang simpatisan Marius. tanpa diduga Sulla yang merupakan keturunan keluarga terpandang Romawi melakukan hal yang paling tabu dalam konsitusi Romawi, ia membawa pasukannya menyerang kota Roma. Marius memimpin pasukan yang terdiri dari budak dan gladiator, ia sempat menang pada pertempuran awal tetapi kalah jumlah sehingga terpaksa melarikan diri.

Ia hendak kabur ke Afrika mencari pensiunan pasukannya dalam perang Jugurtha untuk bersembunyi. naas Sulla sudah menguasai Senat dan mengeluarkan perintah untuk menghukum mati Marius. akibatnya perjalanan Marius menjadi sangat berbahaya. ia dikejar dan berkali-kali hampir ditangkap. setelah dibuang oleh pemilik kapal yang kabur karena takut terlibat, Marius terus melarikan diri dengan berjalan kaki di pesisir Afrika utara.

Marius yang sudah berusia di atas 60 tahun harus keluar masuk rawa dan sungai untuk bersembunyi, dalam prosesnya ia harus kehilangan beberapa anggota keluarga dan pelayan terdekatnya yang tewas terbunuh. walaupun sempat disembunyikan oleh penduduk setempat tetapi Marius kemudian tertangkap. walaupun begitu dirinya masih ditakuti oleh prajurit sehingga tidak jadi dibunuh melainkan dibawa ke kantor walikota.
Marius captured in Africa
Kenangan dikejar-kejar dan ditangkap di Afrika membuat kejiwaannya terganggu di akhir hidupnya

Walikota tersebut mengenal Marius tetapi kurang menyukainya karena dahulu pernah meminta kemudahan tetapi ditolak. namun ia tidak tega untuk menghabisinya, hanya atas desakan rekan-rekannya ia mengutus seorang pembunuh. beruntung Marius terbangun dari tidurnya dan berteriak lantang, "tahu kau siapa diriku? (aku adalah) Marius penyelamat Italy!" sehingga pembunuhnya lari ketakutan.

Kejadian tersebut membuat walikota tersebut semakin kagum dan kemudian menyembunyikan Marius. namun semua kejadian di atas membuat psikis Marius semakin terganggu. perubahan selalu terjadi dan ketika Sulla sibuk bertempur di Yunani jauh, kota Roma kembali bergejolak dan pemerintahan Romawi kembali dilanda kekacauan. Marius menyebrang ke Italy dan diterima oleh hampir semua warga Romawi.

Marius membawa pendukungnya kembali ke kota Roma. ia melakukan beberapa aksi pengamanan atas nama Konsul yang bertugas. tetapi situasi terus memburuk sehingga Marius terpilih sebagai Konsul untuk ke 7 kalinya setelah Konsul yang bertugas turut terbunuh dalam konflik. pada saat itu Marius melimpahkan semua kekesalannya. kehilangan anggota keluarga, dikhianati oleh Senat, dikejar-kejar hingga hampir mati, padahal ia sudah habis-habisan melindungi Republik.

Dalam gangguan kejiwaan yang dideritanya, Marius melakukan pembersihan seperti halnya Sulla atas semua lawan politik yang pernah berseteru dengannya. tidak lama setelahnya Marius meninggal di usia 70 tahun. pembersihan berdarah ini dan kekalahan kubu Marius ketika pasukan Sulla kembali ke Roma, membuat reputasi Marius tercemar. namun patut diingat bahwa seburuk-buruknya Marius ia tidak pernah berkhianat terhadap konsitusi Republik Romawi.

Tokoh reformasi Romawi ini senantiasa bekerja sesuai koridor peraturan untuk kepentingan semua rakyat Romawi. padahal Marius bisa saja dengan popularitas, keahlian politik dan militernya untuk menjadi diktator ataupun raja, tetapi ia tidak pernah melakukannya walaupun terus menerus menerima diskriminasi. sebaliknya adalah Sulla yang merupakan keluarga asli Romawi yang dengan seenaknya mengkhianati konstitusi untuk kepentingan pribadinya.
Old Gaius Marius in exile
Di reruntuhan kota Cartagho, Marius sempat merenungi nasib dan masa depannya

Sulla menggunakan militer untuk menyerang ibukota, menghabisi Konsul dan secara paksa merubah pemerintahan dengan membersihkan Senat dari lawan-lawan politiknya. padahal mereka dipilih oleh rakyat dan dilindungi oleh konsitusi. kejadian ini menjadi dasar perpecahan Republik Romawi karena egosime kaum asli Romawi yang merasa berada di atas hukum yang mereka buat. rasisme dan permasalahan sosial ini nantinya menyulut banyak perang saudara di era berikutnya.

Marius sendiri meninggalkan warisan yang besar bagi Romawi. walaupun dilanda oleh perang saudara tetapi reformasi miliknya membuat Romawi sanggup bertahan secara efektif selama ratusan tahun. gaya kepemimpinan, pemikiran dan idealismenya juga membuat banyak generasi muda mengikuti jejaknya. salah satunya adalah keponakannya sendiri dari sisi istrinya yang mengikuti sosoknya sebagai idola, anak tersebut bernama Gaius Julius Caesar.


Bagian terakhir dari Trilogi Marius & Reformasi Romawi
- Bagian Pertama  : Marius Putra Terbaik Republik Romawi
- Bagian Kedua : Reformasi Besar Marius & Pasukan Keledai Bisu


Perang 1/2 Juta Suku CIMBRI, Hidup-Mati Republik Romawi Perang 1/2 Juta Suku CIMBRI, Hidup-Mati Republik Romawi Reviewed by pkn4all on Januari 26, 2017 Rating: 5

Reformasi Besar Romawi & Pasukan Keledai Marius

Januari 09, 2017
Kekurangan prajurit dan ancaman setengah juta orang barbar dari utara membuat Senat memilih Marius sebagai Konsul. permusuhan diantara mereka dikesampingkan demi kepentingan negara. apabila sebelumnya Marius selalu mengalami diskriminasi sebagai minoritas dan bukan orang asli Romawi, sekarang ia menerima dukungan penuh dari pemerintahan. Marius segera melakukan sebuah reformasi yang konsepnya sudah dimatangkan dalam perang Jugurtha.
painting of marius in rome with jugurtha
Marius di atas kereta kuda disambut dengan meriah, Jugurtha yang dikalahkan berjalan di depannya

Sebelumnya di padang Afrika Utara satu-satunya cara bagi Romawi untuk mengejar lawan mereka adalah dengan bertempur mengikuti cara orang Numidia. ia tinggalkan rombongan kereta logistik yang lamban dan memaksa pasukannya untuk bergerak berhari-hari hanya dengan bekal air dan roti yang bisa mereka bawa. gaya hidup nomaden membuat pasukannya mampu bergerak selincah Jugurtha dan karenanya mampu menjebak pasukan lawan berkali-kali.

Pelajaran pada perang terdahulu membuat Marius yakin untuk tidak mengandalkan kereta logistik yang membuat pergerakan pasukannya lamban. sebagai gantinya ia membuat pasukannya membawa semua hal yang mereka butuhkan sendiri di tubuh masing-masing prajurit. penggunaan hewan beban berkurang drastis dan legiuner dibiasakan membawa tas besar yang berisi bekal makanan, air minum, alat masak, selimut, peralatan tenda, baju ganti dan tombak ekstra.

Hal ini membuat pasukannya dijuluki sebagai Keledai Marius karena sebelumnya urusan membawa beban adalah pekerjaan keledai. tetapi Marius tidak bergeming bahkan ketika prajuritnya mengeluh. ia melatih mereka dengan keras agar terbiasa membawa beban tersebut dengan berjalan hingga 30 km dalam sehari. hal ini membuat pergerakan pasukannya lincah dan tidak bergantung dengan prasarana jalan serta pengamanan yang dibutuhkan untuk kereta logistik.

Reformasi juga menyentuh sistem atau formasi manipular Romawi. pembagian barisan menjadi hastati, principes, triarii seringkali menimbulkan celah yang dieksploitasi lawan. selain itu sistem ini memiliki perbedaan kemampuan antar barisan dan sangat bergantung dengan mekanisme pergantian barisan. ketika menghadapi lawan yang lebih agresif formasi ini terkadang berantakan sehingga tidak mampu melakukan pergantian barisan.
manipular formation
Salah satu formasi dasar manipular, perhatikan gap atau ruang kosong diantara barisan sebagai ruang gerak

Padahal keunggulan dari manipular adalah sinergi antar ketiga barisan utama ditambah dengan infantri ringan. velites (infantri ringan) menjadi provokator dengan melempar lembing, panah atau ketapel. setelah lawan menyerang maka valites akan akan mundur ke dalam formasi dan lawan akan berhadapan dengan barisan hastati. terdiri dari prajurit muda yang bersemangat yang mampu menguras tenaga lawan dalam adu dorong, adu teriak dan adu senjata.

Hastati dilengkapi dengan perlengkapan tempur yang ringan sehingga tidak mudah lelah dan bisa mundur dengan cepat. mundurnya hastati dengan segera akan digantikan oleh barisan principes. terdiri dari para prajurit veteran yang bersenjata dan berpelindung lengkap. mereka adalah komponen terbesar dalam pasukan Romawi dan merupakan inti dari kekuatan tempurnya. serangan principes diharapkan dapat memukul barisan lawan yang sudah keletihan.

Apabila perlawanan masih alot maka principes bisa mundur dan digantikan oleh barisan ketiga yakni triarii. barisan ketiga bukan pemain cadangan tetapi merupakan pasukan elit Romawi terdiri dari veteran berbagai pertempuran yang sudah kenyang makan asam garam dunia kemiliteran. secara individu maupun kolektif kemampuan tempur mereka jauh di atas rata-rata. pengalaman mereka bisa membuat lawan terkejut dengan keahlian bertarung yang tidak biasa.

Hal ini memberi waktu bagi principes untuk bernafas karena walaupun hebat tetapi barisan triarii sudah berumur sehingga staminanya tidak lagi sebaik anak muda. pada kondisi ideal lawan akan patah semangat ketika menghadapi triarii yang segar dan mematikan sehingga melarikan diri. mereka akan dikejar oleh hastati serta velites untuk mencegah regrouping di pihak lawan. sistem ini tampak canggih tetapi terlalu mengandalkan pada keutuhan formasi .
how maniple formation works
Bagaimana sistem manipular bekerja untuk membuka celah ketika melawan formasi phalanx yunani

Apabila digunakan melawan phalanx ala yunani di tanah lapang dan datar tentu formasi semacam ini bisa bertahan dan berfungsi secara optimal. namun melawan Hannibal, Jugurtha ataupun Cimbri yang jauh lebih agresif dan bertempo cepat, formasi Romawi seringkali terjepit dan hancur tanpa mampu melakukan mekanisme pergantian barisan secara optimal. akibatnya ribuan prajurit di dalamnya tidak mampu bertempur secara layak dan jumlah mereka hanya menjadi beban.

Diawali dengan barisan velites yang segera lari karena lawan langsung menyerbu dengan cepat. mereka tidak bisa menggunakan senjata lempar mereka dengan optimal. lalu hastati langsung adu bentrok dengan garis depan lawan yang memiliki kemampun individu dan pengalaman di atas mereka sehingga dengan mudah kewalahan. mereka bisa mundur tetapi dihantam dan dikejar sedemikian rupa sehingga principes yang menggantikan tidak memiliki ruang gerak.

Bukannya pergantian, yang terjadi adalah barisan hastati didorong mundur kemudian terjepit oleh principes yang tidak bisa mengambil alih pertempuran karena rusaknya formasi. keduanya kemudian didesak tanpa mampu melakukan perlawanan efektif karena terlalu rapat tanpa ruang untuk bertempur. akibatnya barisan terdepan kelelahan tetapi tidak bisa mundur, banyak yang tewas sementara yang di belakangnya hanya bisa melihat sambil berdesak-desakan.

Barisan ketiga yakni triarii pun ketika maju untuk menyelamatkan inti pasukan terpaksa berdesak-desakkan sehingga sudah keletihan sebelum menghadapi lawan. akibatnya performanya melorot drastis dan tidak bisa memberikan waktu yang cukup bagi principes untuk beristirahat, terkadang mereka justru terjebak bersama-sama dengan velites dan hastati yang tidak berani bergerak ke luar formasi karena desakan lawan dari segala sudut.

Kelemahan ini diketahui oleh para veteran dan mereka sudah merumuskan beberapa ide namun tidak ada yang berani mengambil risiko melawan tradisi. Marius menjadi pelopor dengan mengajukan sistem baru yang akan menggantikan sistem manipular. dinamakan sistem cohort yang jauh lebih simple dan lincah karena tidak tergantung dengan mekanisme pergantian barisan. 100 prajurit membentuk centuria. 6 centuria membentuk sebuah cohort (600 orang).
legion diagram with its cohorts
Formasi legion setelah Marius lebih simple dan tiap cohort mampu bertempur secara mandiri

Sepuluh cohort membentuk satu Legion, dengan perhitungan 10 cohort x 6 centuria x 100 orang didapatkan 6000 prajurit. tidak hanya soal formasi kali ini untuk pertama kalinya semua prajurit Romawi diberikan latihan dan peralatan yang sama. hal ini membuat keahlian tempur setiap prajurit seragam. untuk kemudahan komando setiap cohort diberikan panji mereka sendiri yang memudahkan anggotanya untuk mengetahui dimana posisi mereka seharusnya berada.

Selain dari mengetahui posisi yang diinginkan oleh komandannya, panji tersebut juga berguna sebagai rallying point ketika terdesak. dalam pertempuran yang sengit dimana cohort mereka tampak berantakan dan kehilangan kohesi maka setiap anggotanya akan berusaha berkumpul di sekitar panji tersebut untuk membentuk barisan dan kembali bertahan. di sana terdapat para senior dan perwira menengah yang mampu melakukan perubahan taktik dan memompa semangat.

Ke 10 cohort itu sendiri berpedoman pada satu panji legion yang dinamakan aquila yang berarti elang. kemanapun elang tersebut bergerak maka ke 10 cohort berkekuatan 6000 orang akan selalu mengikuti. dalam perang ketika panji tersebut tidak bergerak maka setiap cohort paham bahwa mereka diharapkan terus bertahan. ketika cohort mereka hancur sekalipun mereka yang tersisi akan berkumpul kembali di sekitar aquila untuk membentuk lapisan pertahanan selanjutnya.

Bukan sekedar cari selamat, cohort pertama penjaga Aquila memang berkekuatan double dari cohort pada umumnya. mereka juga berisi pasukan terbaik dari seluruh legion dan yang terpenting pemimpin legion ada di sana sehingga mampu melakukan perubahan strategi yang dibutuhkan. dengan kekuatan extra, prajurit terbaik dan komando yang utuh maka mereka memiliki kemampuan untuk membalik keadaan atau setidaknya mampu mundur secara teratur.

Dalam keadaan gawat sekalipun semua anggota cohort akan berusaha bertahan, tidak melarikan diri secara sporadis karena diajarkan bahwa aquila merupakan simbol kehormatan setiap legion. kehilangan aquila akan membuat prajurit veteran yang selamat sekalipun belum tentu diterima atau dihormati oleh prajurit legion lainnya. bukan hanya urusan malu dan penolakan semata tetapi hal ini juga tercermin pada bayaran dan jatah makan yang mereka terima.
roman aquila, signum
Aquila (elang) menjadi sentral komando Legion, di kanan adalah panji (signum) Cohort Pertama

Anggota legion yang kehilangan aquilanya akan diperlakukan sebagai prajurit kelas 2 dengan makanan yang buruk dan bayaran yang jauh lebih miris. mereka ataupun pemerintah Romawi hanya dapat menebusnya dengan merebut kembali aquila tersebut dari tangan musuh. apabila pada perang berikutnya aquila tersebut tidak dapat dirampas kembali maka legion naas tersebut lumrah mendapat tugas menjaga daerah terasing yang paling tidak nyaman dan terlantar.

Masalah kehormatan, bayaran, makanan dan masa depan membuat seluruh 6000 anggota legion termotivasi untuk bertempur secara maksimal. walaupun dalam situasi terdesak tetapi mereka diharapkan mampu mundur secara teratur dengan aquilanya. bagi komando pusat hal ini berarti setiap legion tanpa diperintah mampu bertempur secara maksimal dan mundur apabila terpaksa sehingga mencegah pelarian masal yang bisa membuat gentar legion lainnya.

Sistem Cohort meringankan beban komando pusat dengan membuat setiap legion lebih mandiri. apalagi jumlah 600 prajurit di tiap cohort membuatnya memiliki man power yang cukup untuk menghadapi serangan dari depan dan kedua sisi sekaligus. serangan melambung lawan pada sisi kanan/ kiri yang dahulu begitu mematikan sekarang dapat diserap dan di counter dengan baik karena kesamaan kemampuan prajurit di depan, tengah, belakang ataupun sisi samping.

Arsitektur cohort yang dibuat mampu independen membuat penggunaannya lebih luwes. ke 10 Cohort bisa dibagi untuk tugas yang berlainan tanpa harus kehilangan kohesi atau kemampuan tempurnya secara tidak proporsional. beberapa legion dapat dilebur menjadi satu kesatuan besar atau satu legion dapat membelah diri menjadi banyak cohort untuk menjebak lawan. hal ini dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus kehilangan elemen penggebuk atau bertahan.

Apalagi kerusakan di satu cohort tidak berdampak pada kekuatan tempur ataupun moril dari cohort lainnya. setiap cohort juga mampu melakukan rotasi satuan yang letih tanpa harus merusak keseluruhan formasi tempur, hal ini diputuskan oleh kepala cohort secara mandiri. demikian juga legion dapat melakukan hal yang sama pada cohort yang keletihan. hal ini membuat keletihan perang dapat terbagi secara merata sehingga rasio keselamatan semakin membaik.

Bisa dikatakan militer Romawi yang baru lebih siap dan fleksibel untuk segala jenis perang baik yang bertempo cepat agresif maupun yang lambat dan cenderung pasif bertahan. sekarang mereka mampu marching secara kilat, melakukan serangan dadakan, membuat tipuan dan juga jebakan dalam pertempuran. sesuatu yang sulit mereka lakukan sebelumnya. hal ini membuka banyak kesempatan bagi sang Konsul agar dapat mengalahkan lawan yang berjumlah lebih besar.
african men as legionary in marius era
Pasukan Romawi setelah reformasi betul-betul berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang

Tentu semua hal di atas hanya berguna apabila Romawi memiliki prajurit yang cukup untuk mengisi legion-legion miliknya. pada waktu itu populasi mereka belum pulih setelah puluhan tahun terlibat dalam perang Punic 1, 2 dan 3 yang ditebus dengan pengorbanan 1/2 juta prajurit. lalu banyak perang lainnya seperti Jugurtha dan kekalahan besar di Noreia dan Arausio yang mengorbankan 100 ribu jiwa. memahami hal ini Marius melonggarkan syarat masuk keprajuritan.

Hal ini nantinya disebut sebagai faktor terpenting dalam Reformasi Marius dimana syarat harus memiliki sebidang tanah agar dapat menjadi prajurit dihapuskan. sekarang semua warga Romawi dari berbagai lapisan sosial bisa ikut serta menjadi prajurit. tidak hanya meniadakan syarat kepemilikan lahan, Marius justru  menjanjikan sebidang tanah kepada mereka agar setiap prajurit yang pensiun bisa hidup layak sebagai warga kelas menengah.

Selain menambah penduduk yang bisa direkrut, Marius juga berniat mencari calon prajurit yang secara fisik dan mental mampu tetapi terhalang oleh syarat kepemilikan tanah dan tidak mampu membeli perlengkapannya sendiri. dengan reformasi ini mereka diberikan peralatan oleh negara selama masa tugas. hal ini membuat banyak kaum menegah bawah yang bisa masuk ke dalam keprajuritan sehingga membuat pasukan Romawi lebih tahan banting.

Peralatan tempur juga distandarkan sehingga setiap infantri atau legiuner entah tua, muda, berpengalaman atau tidak, anak pejabat atau bukan semua tetap menggunakan perlindungan dan senjata yang seragam kualitasnya. pedang Gladius bermata 2 ala Hispania menjadi senjata standar, lalu Scutum yakni perisai besar berbentuk oval yang khas, helm perunggu, armor Lorica Hamata (ringmail) yang terkenal unggul, dan beberapa buah Pillum atau lembing lempar infantri.
legionaries drinking after battle
Kemampuan legiuner dalam membawa perlengkapan menjadi pelajaran bagi prajurit modern

Semua hal di atas membuat pasukan Marius lebih profesional daripada citizen-soldier yang biasa digelar. sebisa mungkin ia buat mereka layaknya prajurit karier dengan kesempatan berdinas ulang hingga usia pensiun sejauh yang dimungkinkan oleh konstitusi Romawi. hal ini bertujuan untuk menjaga kemampuan pasukannya agar tidak hilang seiringan dengan berakhirnya masa dinas. Marius sendiri hidup di tengah-tengah mereka sebagai penyemangat.

Dengan cepat Marius merebut hati prajurit baru, sebagai Konsul ia makan, tidur, dan bekerja bersama mereka. bahkan ia ikut serta dalam berbagai kegiatan kasar seperti menggali parit atau mendirikan tembok. metode leading by example membuat pasukannya rela mematuhi komandonya. rakyat Roma dibuat kagum melihat pasukan Romawi hasil reformasi yang jarang mengeluh ketika diminta bekerja keras sehingga memberikan julukan baru Keledai Bisu Marius.

Hal yang sangat mengesankan karena citizen-soldier Romawi sebelumnya terkenal berisik dan tidak memiliki disiplin sebaik pasukan kerajaan yang tunduk terhadap jendral atau raja mereka. pasukan Romawi dikenal banyak mengeluh karena merasa sebagai warga yang menghabiskan masa dinas dan bukan prajurit beneran. hal ini diperparah dengan hak berpolitik sehingga di camp militer sekalipun mereka bisa demo dan membangkang terhadap keputusan pimpinan.

Selagi Marius sibuk melatih pasukannya, pasukan besar Cimbri ternyata mengarah ke barat dan berperang melawan orang Gallia. mereka merasa bahwa suku lain lebih mudah untuk ditaklukan daripada Romawi. perubahan ini membuat Marius memiliki waktu yang cukup untuk bersiap. satu tahun lewat, dua tahun lewat dan belum terjadi apa-apa. selama itu Marius terus terpilih sebagai Konsul karena mampu menjaga dukungan terhadap dirinya.

Baik warga Roma ataupun pasukannya tetap mempercayainya dan reformasi yang dijalankannya. mereka berharap semua itu mampu untuk membendung suku Cimbri ketika saatnya tiba. akhirnya pada tahun ke 3 Marius mendapat kabar yang ia tunggu. pasukan Cimbri kembali bergerak. benar saja kali ini mereka mengarah ke dataran italia. perang penentuan nasib Republik Romawi akan segera dimulai dengan Marius dan keledai bisunya sebagai ujung tombak.


Bersambung ke Perang Hidup Mati Republik Romawi


Reformasi Besar Romawi & Pasukan Keledai Marius Reformasi Besar Romawi & Pasukan Keledai Marius Reviewed by pkn4all on Januari 09, 2017 Rating: 5

Marius, Putra Terbaik Republik Romawi

Desember 22, 2016
Tokoh yang satu ini sangat berbeda dengan tokoh Romawi lainnya. dengan rekor 7 kali menjadi konsul dan memenangkan banyak perang, dia merupakan Negarawan dan Jendral terbaik yang dimiliki oleh Republik. tidak hanya itu, namanya identik dengan reformasi besar yang membuat militer Romawi begitu ampuh. namun sosok Gaius Marius jarang dikenal oleh umum karena kontroversi asal-usulnya. dia bukan orang Romawi.
Paintings of Gaius Marius
Perhatikan wajahnya, Gaius Marius memang bukan sosok Romawi pada umumnya

Sebaik apapun sistem kewarganegaraan Romawi, pada praktiknya selalu ada diskriminasi terutama pada posisi tertinggi pemerintahan. keluarga Gaius Marius secara hukum sudah diakui sebagai warga negara tetapi asal mereka dari kota dan daerah yang bukan wilayah asli Romawi membuat mereka dilihat sebagai penduduk "asing". pada saat itu orang seperti Marius umumnya bekerja sebagai buruh lepas, peternak, pemilik kedai, atau pelaku ekonomi lainnya.

Hanya saja garis tangan membawa Marius muda untuk naik ke level teratas pemerintahan. berawal dari dibukanya lowongan menjadi prajurit untuk berperang di wilayah Numantia (Spanyol). sebagai pemuda yang sudah berumur ia menjawab panggilan tersebut untuk melunasi kewajibannya. setelah lunas maka pemuda sepertinya bisa hidup bebas tanpa harus terganggu lagi dengan panggilan militer.

Di Numantia, Marius membuktikan dirinya sebagai pemberani dan pekerja keras. kemampuannya di atas rata-rata rekannya dan hal ini begitu terlihat ketika suatu kali rombongannya disergap. ia mampu mengalahkan petarung lawan dalam duel satu lawan satu. kejadian tersebut disaksikan oleh Scipio Africanus, Konsul Romawi yang paling kesohor. beragam tanda jasa didapatkan Marius tetapi ada satu pujian yang membuat hidupnya berubah halauan.

Dalam suatu pertemuan antar petinggi militer ada seorang pejabat dari Roma yang setengah bercanda setengah memuji bertanya kepada Scipio Africanus, dimana harus mencari sosok yang dapat menggantikan sang Jendral (Konsul) apabila ia pensiun. tanpa disangka Scipio menepuk-nepuk pundak Marius lalu berkata, "mungkin pada dirinya?"

Begitu cemerlang kariernya sehingga Scipio memujinya seperti itu. bukan hanya karena kemampuan fisik tetapi juga karena Marius mendukung penuh reformasi militer gagasan Scipio. ketika itu perang Punic sudah berakhir dan Romawi begitu berlimpah kekayaan sehingga banyak legiuner dan perwira yang menjadi malas dan gemuk dengan harta. sangat sulit memaksa mereka agar mau menjalani disiplin prajurit yang jauh dari kemewahan.
inside Roman barrack
Situasi di dalam barak garnisun Romawi dimana legiuner menghabiskan masa dinasnya

Sebagai perwira Marius betul-betul tinggal di barak sesuai aturan dan berbagi kesusahan dengan pasukannya. bawahannya yang tidak puas sekalipun tidak berani mengeluh sebab pimpinannya hidup dalam kondisi yang sama dengan mereka. hal ini membuat Marius disayang oleh Scipio. tetapi hal ini segera berakhir karena menjadi prajurit di era Republik Romawi bukanlah sebuah profesi melainkan sebuah bentuk pajak badan kepada negara.

Legiun-nya dibubarkan setelah perang Numantia berakhir dan ia pun kembali pada pekerjaannya semula. hanya saja karena kepopulerannya akibat dari jasa-jasanya dan kedekatan dengan nama besar Scipio membuat Marius dijagokan sebagai calon wakil rakyat. dengan sponsor dari Metellus seorang pembesar di kotanya Marius berhasil mendapatkan posisi tersebut. janji kampanye yang membuatnya terpilih adalah perbaikan terhadap proses voting yang rawan kecurangan.

Pada saat itu warga yang masuk ke bilik suara untuk voting rawan diikuti oleh oknum politikus senior yang kemudian menghasut, mengancam atau memaksa agar memilih sesuai dengan keinginan mereka. rencana Marius adalah dengan membuat gang dan bilik suara yang hanya muat untuk 1 orang sehingga oknum politikus tidak bisa lagi mengganggu warga. rencana Marius dengan segera mendapat pertentangan dari politikus senior yang dirugikan.

Tidak kurang dari Konsul yang pada waktu itu setara dengan Presiden dan Panglima besar turun tangan dan menghasut Senat (DPR) agar membatalkan rancangan kebijakan Marius. sebagai minoritas dalam perpolitikan Romawi tidak akan ada yang akan mendukung atau membela Marius. tetapi tidak seperti politikus muda pada umumnya yang biasanya tunduk ketika menghadapi seniornya, Marius justru mendatangi sidang tersebut dan mengamuk hebat.

Marius mengancam akan memenjarakan Konsul karena melakukan intervensi politik yang melanggar konstitusi. ia kemudian menyeret sponsornya sendiri yakni Metellus dengan tuduhan bersekongkol dengan sang Konsul. pada akhirnya Senat mengalah daripada memicu keributan besar. nama Marius pun meroket sebagai politikus yang bernyali, bersih, tidak bisa diintimidasi dan bisa diandalkan untuk melawan pengaruh keluarga politikus senior yang merajalela.
Gaius Marius statue
Marius ketika sudah berumur menggambarkan sosoknya yang galak, tegas dan pemberani

Namun tidak lama kemudian reputasi itu hancur ketika Marius melawan kebijakan pembagian surplus panen gratis untuk rakyat. ia menilai bahwa ekonomi negara akan dirugikan dengan kebijakan tersebut sehingga menentangnya. kebijakan tersebut berhenti dan Marius menjadi sosok yang tidak disukai. namun ia justru mendapat pujian dari politikus karena membuktikan diri sebagai seorang negarawan, bukan sekedar pencari ketenaran dan popularitas

Sayangnya hal ini tidak cukup untuk membuat Marius terpilih kembali. ia gagal mendapatkan kenaikan posisi ataupun mendapat jabatan yang sama. ia hanya berhasil mendapatkan jabatan rendahan di daerah, itupun setelah didera dengan kasus suap. hal tersebut merupakan buah dari sakit hati lawan-lawan politisnya. begitu takut mereka dengan Marius sehingga ketika seorang sahabatnya hadir di tempat voting mereka menuduhnya melakukan politik uang.

Marius diseret ke pengadilan tetapi kemudian dibebaskan karena tidak terbukti. hal yang lucu mengingat politik uang pada saat itu sudah menjadi rahasia umum. semua politikus melakukannya walaupun dilarang tetapi tidak ada yang mau melaporkannya karena takut menjadi musuh para politikus besar yang terlalu berkuasa. justru Marius yang dikenal jujur yang harus menghadapi pengadilan karena tuduhan tersebut.

Selesai urusan pengadilan Marius beranjak ke Hispania, Spanyol sebagai tempat tugasnya. tidak banyak politikus yang mau dikirim ke sana karena daerahnya tergolong miskin sehingga sulit untuk memperkaya diri. belum lagi keamanan selalu menjadi masalah karena suku-suku asli di Hispania menganggap pencurian adalah tindakan yang berani dan terpuji dalam tradisi mereka. dalam situasi seperti ini Marius justru berkembang.

Kerja kerasnya, gaya hidupnya yang sederhana, tidak korup dan sifatnya yang blak-blakan membuatnya dipercaya oleh rakyat dan bawahan. kepemimpinannya begitu efektif sehingga namanya kembali naik daun. hal ini membuat Marius yang berasal dari kalangan minoritas mampu menikahi seorang gadis dari keluarga berpengaruh. pernikahan tersebut membuat statusnya terangkat menjadi lebih sederajat dengan keluarga pembesar Romawi lainnya.

Pada saat itu Romawi dilanda konflik melawan Jugurtha, pangeran dari Numidia yang merebut takhta dari saudaranya yang terpaksa melarikan diri ke Roma. Romawi terpaksa turun tangan untuk mengembalikan kerajaan sekutunya tersebut kepada pihak yang paling berhak. namun Jugurtha bukan lawan sembarangan. ia pernah ikut perang bersama Romawi di bawah Scipio dan merupakan mantan kawan seperjuangan Marius.
coin with Jugurtha face
Koin dengan wajah Jugurtha, menegaskan catatan yang menyebutkannya sebagai ganteng dan atletis

Pernah bertempur bersama Romawi, Jugurtha sangat paham dengan masalah kronis yang dimiliki oleh Republik, yaitu korupsi. ketika saudaranya melapor ke Senat, utusan Jugurtha juga datang dengan sejumlah besar sogokan. Senat menjadi ragu dan memutuskan membuat dewan khusus untuk memutuskan masalah. 10 orang anggota dewan kembali disogok oleh Jugurtha sehingga masalah selesai dengan pembagian kerajaan kepada Jugurtha dan saudaranya.

Tentunya Jugurtha mendapatkan lahan yang jauh lebih subur sebagai terima kasih dari dewan khusus. masalah tampak selesai tetapi tidak lama Jugurtha kembali menyerang saudaranya untuk menyatukan kerajaannya yang terpecah. saudarnya kembali lari ke Roma dan ibukotanya diserang habis-habisan oleh Jugurtha, mereka hampir direbut apabila pedagang Italy yang juga mantan legiuner tidak tanggap untuk menutup gerbang kota dan menjaga tembok pertahanan.

Jugurtha menawarkan kebebasan untuk warga yang menyerah tetapi ketika gerbang dibuka, semua pedagang Italy ditumpas habis. kematian mereka menyulut kemarahan rakyat Roma yang menuntut perang. Senat akhirnya memutuskan untuk perang dan sejumlah legiun dikirim untuk menumpas Jugurtha. tetapi lawan mereka begitu lihai, ia sudah menyogok para pejabat di pesisir Afrika sehingga banyak yang diam-diam mendukungnya.

Karena itu pasukannya bisa bergerilya dengan bebas tanpa harus disulitkan dengan logistik karena ia bisa mendapatkannya dari kota sekutu Romawi sekalipun. menghadapi perang gerilya kavaleri Jugurtha, Konsul yang dikirim kelelahan lalu menerima utusan Jugurtha yang membawa hadiah kuda, gajah dan harta. konflik berakhir dengan perjanjian yang merugikan Romawi, muncul isu bahwa sang Konsul sudah disuap oleh Jugurtha.

Tidak terima dengan perjanjian tersebut, Senat memanggil Jugurtha ke Roma untuk klarifikasi. bukan hanya berani untuk datang tetapi sebelum urusan selesai Jugurtha sudah membuat masalah dengan menyewa pembunuh bayaran dan membunuh salah seorang saudaranya yang bersembunyi di Roma. akhirnya ia diusir dari Roma dan Senat yang malu bukan kepalang segera memutuskan untuk perang. mereka memilih Metellus sebagai Konsul.

Metellus yang sama dengan mantan sponsor Marius yang pernah berselisih tetapi hubungan mereka sudah membaik. pada kesempatan yang sama Marius terpilih sebagai Legate atau wakil Konsul karena pengalaman militer dan reputasi politiknya. memang pada waktu itu Senat hampir selalu memasangkan kombinasi pimpinan dan wakil yang kurang bersahabat pada puncak kepemimpinan militer untuk menghindari persekongkolan.
Jugurthine war
Infantri Romawi kesulitan beradaptasi dengan perang gerilya ala pejuang Numidia

Pasangan tersebut dikenal bersih sehingga diharapkan tidak bisa dibeli oleh Jugurtha. hanya saja jalannya perang tidak berlangsung sesuai dengan yang keinginan mereka. Jugurtha terus menggunakan taktik gerilya dan menolak memberikan perang yang menentukan. menghadapi lawan yang selalu lari dan menyerang di titik lain, Metellus berusaha menjepit wilayah lawan sedikit demi sedikit untuk mengunci ruang gerak kavaleri Jugurtha.

Tetapi Jugurtha sulit untuk dikejar, mengharapkan perang yang cepat Metellus menyerang kota Zama yang menjadi basis dari Jugurtha. Marius memimpin sepasukan kecil untuk menyerang kota lainnya untuk menyita logistik lawan. Jugurtha berusaha menjebak tetapi Marius mampu keluar dari jepitan kavaleri dan warga kota serta prajurit yang mengamuk. ia juga membebaskan camp Metellus yang diserang ketika pasukan utama sibuk menyerang kota Zama.

Melihat kota Zama hampir jatuh Jugurtha menyerang habis-habisan dari belakang dan Metellus mundur karena menghadapi lawan di 2 sisi sekaligus. pasukan Romawi kehilangan momentum dan kembali kepada rencana semula. di sini Marius menjadi tidak senang. ia merasa bisa menyudahi perang dengan strategi yang lebih aktif. pendapat tersebut ia kirim ke Senat dan menjadi bahan perdebatan karena Marius dianggap lebih berpengalaman dibanding Metellus.

Sebagai pribadi yang memang suka mengemukakan pendapatnya, Marius mengklaim sanggup memenangkan perang dalam waktu yang singkat dan dengan pasukan yang lebih sedikit. hal yang sama diungkapkan kepada para pedagang yang bertamu di camp mereka. rakyat Roma pun turut mendengarnya sehingga Marius menjadi sosok yang ramai diperbincangkan karena terkesan lebih menjanjikan daripada sang Konsul yang tampak tidak kompeten.

Metellus meradang mendengarnya, padahal ia siap mendukung Marius sebagai Konsul di masa depan bersama dengan anaknya tetapi ocehan Marius membuatnya hubungan mereka retak. sementara itu Metellus mencoba memaksa Jugurtha ke meja perundingan. gayung bersambut, Jugurtha bersedia berunding. tapi naas lagi-lagi itu hanya jebakan. ketika mereka lengah, Jugurtha merekrut pasukan baru dan memicu pemberontakan di kota Vaga.

Terkejut dan marah Metellus segera membalas. dengan cerdik ia menggunakan kavaleri kesukuan Numidia yang baru menyerah untuk menyerang kota Vaga. melihat kavaleri Numidia penduduk kota mengira bahwa yang datang adalah pasukan Jugurtha. ketika pintu kota dibukakan, semua pemberontak ditumpas habis oleh pasukan Romawi yang ikut masuk ke dalam kota. Jugurtha kehilangan sejumlah besar prajurit dan terpaksa bersembunyi di pedalaman.

Kemenangan di Vaga yang begitu brillian dan cepat membuat nama Metellus kembali naik daun. begitu baik namanya terangkat sehingga kembali terpilih sebagai Konsul dan pada saat itu Marius yang sudah meminta agar diperbolehkan pulang untuk mengikuti pemilihan akhirnya diizinkan pulang. pikir Metellus ia bisa menyudahi perang dan menangkap Jugurtha dalam 1 tahun. ada cukup waktu sebelum Marius bisa terpilih sebagai Konsul.

Di Roma Marius segera aktif berkampanye untuk mendapatkan posisi Konsul. pada awalnya ia tidak ingin mengincar posisi rekannya tetapi hadangan politisi yang tidak suka dengannya karena bukan orang Romawi asli membuatnya terpaksa mengorbankan reputasi Metellus. karena 1-1nya hal konkrit yang bisa dijual adalah cerita dirinya sebagai perwira yang tidak korup (Marius) melawan pemimpin yang tidak kompeten (Metellus).
jugurtha plateau
Dataran tinggi Jugurtha, dinamakan karena digunakan olehnya dalam gerilya melawan Romawi

Rakyat mempercayainya karena Metellus tampak kesulitan dalam memenangkan perang Jugurtha. pada 107 BC Marius terpilih sebagai Konsul dan langsung dihadang oleh Senat yang meniadakan perang terhadap provinsi Afrika Utara. Marius kehilangan alasan untuk berperang. Senat tidak rela ada kaum minoritas yang berkuasa tetapi Marius melawan dengan menggelar referendum istimewa menanyakan siapa yang rakyat percaya untuk memimpin perang di Jugurtha.

Hasil referendum memenangkan Marius dan Senat terpaksa tunduk. ini adalah kemenangan mutlak bagi kubu Marius. masih di medan perang Metellus meradang ketika mendengar posisinya digantikan oleh Marius. begitu marah sehingga Metellus tidak bersedia bertemu ketika terjadi pergantian komando. menurutnya kemenangan sudah di depan mata dan Marius mengambil kehormatan tersebut dari dirinya. tetapi di luar dugaan Jugrutha masih alot.

Jugurtha menjalin hubungan dengan kerajaan Mauretania sehingga pasukan dan ruang geraknya bertambah. Marius mengambil alih komando dan segera memenangkan beberapa perang melalui jebakan secara spektakuler. Jugurtha melarikan diri dan kehilangan banyak pasukan tetapi Marius sadar ia tidak bisa mendapatkan perang yang menentukan. harapan kemenangan cepat semakin tipis dan masa Konsulnya hampir habis mengejar Jugurtha di padang Afrika Utara yang luas.

Kebuntuan baru berakhir ketika Sulla, yakni Legate bagi Marius merebut kesempatan emas ketika raja Mauretania yang juga mertua Jugurtha akhirnya mencoba menjalin hubungan. setelah beberapa kekalahan sang raja tidak melihat keuntungan jangka panjang dari perang melawan Romawi. Sulla bersedia mengambil risiko besar dan pergi berunding ke wilayah lawan. sampai di sana raja Mauretania masih ragu, apakah hendak mengorbankan Jugurtha atau Sulla.

Sulla berhasil meyakinkan Mauretania dan akhirnya Jugurtha ditangkap. Marius sebagai pimpinan secara tradisional dianggap berhak menerima kehormatan tetapi Sulla merasa jasanya yang paling besar sehingga sempat menimbulkan kegaduhan antar kubu. namun secara mengejutkan Marius mendapatkan kabar dari Roma bahwa ia mendapatkan jabatan Konsul nya yang ke 2. padahal ia tidak mencalonkan diri ataupun berkampanye.

Permusuhan dengan Marius dikesamping oleh Senat karena adanya ancaman lain yang lebih dahsyat. orang Cimbri dari utara datang menerjang ke selatan tanpa bisa dibendung. ketika Marius sibuk berperang di Afrika Utara, orang Cimbri mengalahkan 2 pasukan Romawi yang menjaga Italy. bermula di Noreia ketika usaha Romawi untuk menjebak ternyata bocor yang berakibat pasukan Romawi justru dihancurkan oleh kesukuan Cimbri yang mengamuk.
Cimbri Germanic People
Migrasi suku besar Cimbri berdarah Jerman ke Italy sudah berjalan secara besar-besaran

Apabila pada awalnya suku Cimbri agak takut-takut dengan Romawi karena mendengar banyak kisah kekuatan militer Romawi dari suku-suku lainnya, setelah pertempuran di Noreia mitos kesakitan Romawi musnah sudah. suku besar Cimbri bergabung dengan suku lainnya menjadi semakin berani mengarah ke selatan. terjadi beberapa pertempuran kecil dimana Romawi bertahan tetapi faktor jumlah dan kepemimpinan yang lemah membuat prajurit Roma menjadi korban.

Untuk mengatasi ini Roma membentuk sebuah pasukan besar. tidak tanggung-tanggung 100 ribu prajurit dipimpin oleh 2 orang Konsul sekaligus. Romawi memilih tempat di Arausio yang memiliki sungai besar. tetapi dari awal sudah ada masalah, Konsul yang satu merasa derajatnya lebih tinggi sehingga menolak membantu dan hendak memenangkan perangnya sendiri. hal ini terjadi karena Konsul yang satunya lagi adalah pria seperti Gaius, bukan orang asli Romawi.

Akibatnya 80 ribu jiwa prajurit Romawi melayang dalam pertempuran karena kekonyolan seorang Konsul yang menolak membantu dan bertempur sebagai sebuah kesatuan militer. kelemahan ini segera diketahui oleh orang Cimbri dan dimanfaatkan dengan mengalahkan pasukan Romawi satu per satu. hampir semua legiuner menjadi korban, sulit melarikan diri karena terhalang oleh sungai akibat dari perencanaan strategi yang tidak matang.

Kekalahan tersebut mengejutkan semua orang di seluruh penjuru Italy. puluhan ribu prajurit yang terbunuh berarti puluhan ribu keluarga kehilangan anggota keluarganya. jeritan, tangisan, kepanikan dan aroma kehancuran Republik begitu terasa. suasana mencekam seperti penyerbuan Hannibal puluhan tahun yang lalu dimana Romawi nyaris hancur. dahulu ada Scipio Africanus, sekarang hanya ada Konsul abal-abal yang hanya nama besar tanpa kemampuan.

Bayangkan betapa marahnya rakyat Romawi ketika tahu bahwa kekalahan tersebut bersumber dari seorang Konsul yang tidak kompeten dan tidak mau bekerja sama. Senat menjadi sasaran kemarahan karena memaksakan tokoh yang tidak kompeten sebagai Konsul. di tengah kebingungan hanya ada 1 jalan keluar, yakni seorang Konsul yang terbukti kompeten dalam memenangkan perang.
Victory parade over Jugurtha
Jugurtha diarak di jalanan kota Roma lalu dieksekusi beberapa hari kemudian dalam penjara

Marius tiba di Roma sebagai Konsul yang kembali terpilih. bersamaan dengan kedatangannya ia melakukan parade kemenangan atas perang Jugurtha dengan megah dan meriah. semua rakyat kota ikut dalam luapan kegembiraan tersebut yang memuaskan dahaga mereka yang haus akan kemenangan. tetapi Marius sendiri cukup khawatir dengan situasi perang yang pastinya gawat sehingga Senat mau memilihnya padahal masih bermusuhan.

Perseteruan antara Marius dan Senat memang tidak main-main. untuk membendung kaum minoritas yang terlalu populer sepertinya, Senat sampai merasa perlu untuk membuat aturan bahwa Konsul yang sama bisa dipilih kembali setelah masa 10 tahun. juga ditambahkan lagi bahwa tidak boleh menjadi Konsul selama 2 tahun berturut-turut. namun situasinya demikian mendesak sehingga aturan tersebut dilanggar demi keselamatan Republik.

Lawan memang berat, orang Cimbri telah menggabungkan diri dengan suku-suku lainnya dan sekarang berjumlah sekitar setengah juta orang.  selain dari jumlah yang fantastis mereka juga sudah terbiasa dengan strategi militer Romawi sehingga menjadi musuh yang jauh lebih sulit dikalahkan. tidak lagi seperti orang barbar, banyak yang sudah memiliki perlengkapan tempur lengkap hasil dari rampasan perang melawan Romawi.

Menghadapi semua itu, Romawi justru kehabisan prajurit. bersambung ke Reformasi Besar Romawi & Pasukan Keledai Marius


Marius, Putra Terbaik Republik Romawi Marius, Putra Terbaik Republik Romawi Reviewed by pkn4all on Desember 22, 2016 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.