Seo Services
Seo Services
Results for China

Stempel Pusaka Kerajaan Dinasti China Kuno

Juli 01, 2016
Pada banyak film dan kisah tentang dinasti china seringkali dibahas tentang Stempel Kerajaan yang menjadi rebutan bagi pihak-pihak yang bertikai. kesannya stempel tersebut begitu berharga bagi mereka sehingga apapun rela mereka korbankan demi mendapatkannya. padahal benda itu hanyalah stempel, bukan senjata ataupun objek rahasia. jelas sebuah stempel tidak akan memberikan kekuatan ataupun bantuan untuk memenangkan konflik atau perang.

Lantas mengapa jadi rebutan, ataukah semua hanyalah fiksi karangan belaka?
Qianlong Royal Seal
Stempel Kekaisaran pada era dinasti Qing milik Kaisar Qianlong

Dalam sejarah hanya ada 1 stempel spesifik yang menjadi rebutan. kisahnya dimulai 3000 tahun silam pada masa akhir Shang & Zhou, sebelum masa spring and autumn period ataupun warring states. ketika itu peradaban kompleks baru saja muncul, walaupun sudah mengenal hierarki penguasa dan rakyat tetapi dalam keseharian keduanya selalu bertemu karena perbedaan antara raja dan rakyat beluml besar. mereka lebih mirip kepala suku besar daripada raja.

Pada masa itu hidup seorang laki-laki bernama Bian He yang pada suatu hari menemukan sebuah batu alam spesial. ia percaya kalau di dalam batu alam tersebut terdapat batu permata. ia bawa dan tawarkan batu tersebut ke raja Chu (nama kerajaan, bukan nama raja) tetapi ahli sang raja berpendapat bahwa batu tersebut adalah batu biasa saja. dianggap berniat menipu sang raja akhirnya Bian He dipotong kaki kanannya.

Tidak lama berselang raja Chu mangkat dan digantikan oleh anaknya. Bian He yang sudah cacat menemui raja Chu yang baru naik takhta dan kembali menawarkan batu miliknya. naas kejadian yang sama kembali berulang. ahli kerajaan kembali melaporkan bahwa batu tersebut hanyalah batu biasa dan Bian He harus rela kehilangan sebelah kakinya lagi.
ancient china seal
Salah satu stempel kuno masa masa tersebut, bertuliskan posisi atau jabatan official kerajaan

Walaupun dalam kondisi cacat tanpa kedua kakinya Bian He ternyata berumur panjang. ia masih hidup ketika raja Chu meninggal dunia. mendengar kematian sang raja Bian He sangat sedih dan menangis meraung-raung berhari-hari di kaki gunung sembari memeluk batu alam miliknya. kejadian ini menarik perhatian banyak orang, termasuk raja Chu yang baru saja naik takhta.

Raja segera mengirim utusan untuk menyelidiki kejadian aneh tersebut. "bukankah kakeknya memotong kaki Bian He karena berbohong, demikian juga ayahnya. lantas mengapa Bian He justru menangisi mereka yang berlaku kejam terhadapnya?" kira-kira demikian pertanyaan yang mungkin muncul di benak raja dan juga para menterinya.

Ketika utusan tersebut datang Bian He menjawab bahwa yang ia tangisi adalah ketika orang jujur dituduh berbohong dan batu permata dibilang batu biasa. mendengar ini, raja Chu memerintahkan ahlinya untuk membelah batu alam milik Bian He. tidak disangka mereka menemukan sebongkah besar Jade atau Giok murni di dalamnya dalam ukuran dan ketebalan yang belum pernah ada sebelumnya.

Ukurannya demikian besar sehingga dapat dibuat menjadi sebuah cakram (disc) berukuran besar. untuk menghormati penemunya maka cakram tersebut dinamakan He Shi Bi yang berarti cakram giok tuan (Bian) He. ratusan tahun berlalu dan cakram giok milik kerajaan Chu tersebut menjadi salah satu harta yang dianggap paling berharga di dataran china karena begitu langka.
Zhou era famous jade disc
Wujud asli dari He Shi Bi tidak diketahui tetapi banyak peninggalan serupa yang terinspirasi darinya

Pada jaman berikutnya He Shi Bi dicuri dan diseludupkan keluar dari kerajaan Chu. kemudian ditemukan dan dimiliki oleh kerajaan Zhou. keindahan dari cakram tersebut tidak berkurang, begitu indah sampai disebutkan kerajaan Qin bersedia menukar belasan kota untuk memilikinya. Zhou setuju tetapi raja Qin seperti tampak bermaksud ingkar janji dengan mengundur penyerahan belasan kota yang dijanjikan walaupun sudah menerima cakram giok tersebut.

Melihat gelagat tidak baik kerajaan Zhou mengirim seorang menterinya, Lin Xiangru untuk berunding. menteri Zhou berlagak polos dan tidak membahas tentang penyerahan belasan kota. ia datang dan berkata, "baginda raja Zhou mengutus hamba ke hadapan baginda raja Qin karena merasa tidak enak, sebab lupa memberitahukan kalau He Shi Bi memiliki satu cacat kecil. apakah baginda raja Qin sudah mengetahui hal tersebut ataukah perlu hamba tunjukkan?"

Raja Qin tidak dapat menemukan cacat yang dimaksud. "apakah demikian kecil cacatnya sehingga tidak terlihat?" karena sifatnya yang menyangkut harta kerajaan maka pertemuan dilakukan secara tertutup dan informal. raja Qin menyerahkan cakram giok tersebut kepada sang menteri. ketika diterima tiba-tiba Lin Xiangru mengangkat He Shi Bi tinggi-tinggi sembari mengancam akan membantingnya apabila raja Qin tidak menyerahkan belasan kota sesuai janjinya.
Lin Xiangru with King of Qin
Lin Xiangru mengancam akan membanting cakram He Shi Bi apabila raja Qin ingkar janji

Panik, sang raja menyetujui tenggat waktu selama 3 hari. tetapi Lin Xiangru menyadari bahwa raja Qin tidak bermaksud menepati perjanjian sehingga dengan bantuan seorang pelayan ia menyeludupkan He Shi Bi pulang ke Zhou. begitu nekad tindakannya mempercayakan sebuah harta yang bernilai belasan kota kepada seorang pelayan sehingga tidak diduga oleh para pengawal kerajaan Qin. ia sendiri tidak berusaha lari dari Qin.

Raja Qin murka luar biasa ketika mengetahui bahwa He Shi Bi sudah dibawa pulang. menteri Zhou tidak panik dan dengan santainya berkata bahwa tidak ada masalah apapun. He Shi Bi masih bisa dimiliki sesuai perjanjian asalkan pertukaran dengan belasan kota dilaksanakan. pembelaan diri yang demikian lugas membuatnya selamat. karena apabila dihukum maka raja Qin secara tidak langsung mengakui berniat ingkar janji, hal ini bisa membuatnya sebagai bahan tertawaan.

Pada abad berikutnya kerajaan Qin berkembang menjadi sebuah superpower dan berhasil mengalahkan Zhou. He Shi Bi jatuh ke tangan raja Qin yang kemudian menyatukan kerajaan lain di dataran china. menyadari nilai dari He Shi Bi, raja yang sekarang bergelar kaisar pertama Qin Shi Huang memerintahkan untuk membuat Stempel Kekaisaran dari cakram giok tersebut. bertuliskan, "menerima mandat dari surga, semoga kaisar panjang umur dan sejahtera".
ancient china tablet about Qin Shi Huang
Wujud dari Stempel Kekaisaran Qin tidak diketahui, di atas adalah karya yang dibuat pada masa yang sama untuk memperingati kenaikan Qin Shi Huang menjadi kaisar

Sebagai kekaisaran pertama dan pemersatu seluruh china, Qin menjalankan birokrasi terpusat dimana pemerintahan pusat memutuskan semua hal besar-kecil dan wilayah hanya menjalankan. dalam hal ini stempel kekaisaran memainkan peranan vital dimana hampir semua titah kaisar disahkan dengan stempel tersebut. dinasti Qin tidak berlangsung lama dan setelah kematian kaisar Qin Shi Huang, kekaisaran hancur karena pemberontakan.

Liu Bang salah seorang pemimpin pemberontak yang kharismatik menerima penyerahan diri kaisar terakhir Qin dan stempel tersebut berpindah tangan kepadanya. pada saat itu stempel tersebut tidak lebih daripada sebuah barang mewah. baru kemudian berubah di tangan Liu Bang yang dalam konflik berhasil mengalahkan pemberontak lainnya dan mendirikan dinasti Han yang bertahan selama ratusan tahun. - baca juga Han Xin, jendral terbaik sekutu Liu Bang.

Keberhasilan Liu Bang membuat stempel tersebut dianggap berkekuatan mistis. penerimanya betulan dipercaya menerima mandat dari surga sehingga pada setiap konflik stempel tersebut menjadi rebutan. sempat dibanting oleh seorang ratu hingga pecah di bagian pinggirnya yang ditambal dengan emas. beberapa kali terjadi usaha pemalsuan namun gagal karena giok memiliki uratan khas seperti urat kayu yang membuat stempel palsu terlihat berbeda.
china issued seal for the king of Japan
Stempel juga digunakan dalam diplomasi seperti yang diberikan oleh Kaisar Han kepada Raja Jepang

Di masa akhir dinasti Han yang terkenal dengan masa Tiga Kerajaan (Sam Kok) stempel yang sama dan sekarang dikenal sebagai Stempel Kekaisaran Han kembali menjadi barang rebutan. sejarah mencatat stempel tersebut jatuh ke tangan Cao Cao yang setelah kematiannya dianugerahi gelar kaisar pendiri dinasti Wei. semakin kuatlah aura mistis pada stempel tersebut yang sejak dikenal sebagai He Shi Bi sampai di masa dinasti Wei sudah berusia setidaknya 1200 tahun.

Selanjutnya setiap ada konflik dan perebutan kekuasaan maka Stempel Kekaisaran Han dianggap sebagai salah satu alat pembenaran atas usaha kudeta, pemberontakan atau perebutan kekuasaan. pihak memiliki stempel tersebut bagaikan dipilih atau diizinkan oleh langit (surga) untuk berkuasa di dunia manusia sebagai kaisar. stempel tersebut terus digunakan dari satu dinasti ke dinasti lainnya selama hampir 900 tahun berikutnya.
royal seal matched with real official documents
Kecocokan stempel dengan dokumen sejarah asli kekaisaran yang tersimpan dengan baik

Karena sering menjadi sumber perebutan dalam perang akhirnya stempel tersebut hilang pada masa akhir dinasti Tang. pemberontakan dan perpecahan kemudian diakhiri dengan invasi mongol yang mendirikan dinasti Yuan. kemungkinan Kublai Khan memiliki stempel tersebut ketika berkuasa tetapi tidak ada bukti yang kuat. apabila benar maka kemungkinan turut dilarikan ke mongolia ketika dinasti Yuan hancur beberapa generasi selanjutnya.

Dinasti Ming yang menggantikan Yuan mengerahkan banyak usaha untuk mencari dan merebut harta kekaisaran yang dibawa lari ke mongolia. dalam banyak pengejaran terhadap kereta harta pasukan Yuan mereka berhasil merebut beberapa stempel pribadi kaisar dan ratu terdahulu tetapi tidak menemukan Stempel Kekaisaran Han yang dimaksud. pada akhirnya Ming meniadakan atau menghapuskan kebutuhan atas sebuah stempel kekaisaran khusus.

Ruwetnya masalah karena satu stempel yang terlalu "berkuasa" membuat Ming memecahnya ke dalam beberapa stempel untuk mengecilkan risiko seandainya hilang atau dicuri. apabila pada awal dinasti Qin dan Han hanya mengenal 8 stempel administratif lalu Tang menambahkan 1 lagi maka di jaman dinasti Ming berkembang menjadi 24 buah stempel. dinasti selanjutnya Qing (dinasti terakhir) memiliki hingga 25 stempel resmi kekaisaran.
wooden royal stamp made by Kangxi emperor
Tidak selalu terbuat dari giok atau emas, Kaisar Kangxi menggunakan kayu untuk stempelnya

Hampir satu stempel untuk satu jenis pekerjaan. kaisar Qing bahkan memiliki stempel yang hanya digunakan untuk urusan sastra semisal menulis puisi, lainnya lagi untuk urusan yang berkaitan dengan rumah tangga kekaisaran. pada masa itu juga lumrah bagi kaisar untuk membuat stempel spesial untuk memperingati hari besar ataupun hari ultahnya ketika berusia lanjut.

Uniknya kata-kata pada stempel tersebut terkadang sangat mendalam. salah seorang kaisar Qing diketahui memiliki stempel dengan kata-kata "tidak mudah menjadi kaisar" atau yang lebih praktis lagi "dibutuhkan kewaspadaan dan ketelitian". kata-kata pada stempel tersebut seperti bertujuan untuk mengingatkan diri sang kaisar atas titah dan kebijakan yang ia buat agar dipertimbangkan sekali lagi sebelum diputuskan.

Puluhan stempel dinasti Qing jatuh ke tangan eropa ketika meletus kerusuhan Boxer. koleksi stempel tersebut beberapa tahun sekali muncul dalam pelelangan internasional. satu stempel bisa dihargai satu hingga belasan juta dollar. nilainya tergantung dari siapa pemiliknya dan fungsi dari stempel tersebut.
stempel resmi kekaisaran misalnya dihargai lebih tinggi daripada stempel pribadi milik ratu.

Soal nilai, peninggalan seni yang lebih kuno bisa dihargai tinggi lebih daripada stempel-stempel semacam ini. jadi nilai historis dari stempel-stempel ini tidaklah spesial atau luar biasa tetapi dinilai sama dengan benda-benda seni kuno lainnya. tercatat beberapa kali mangkuk atau objek keramik lainnya dihargai lebih tinggi dalam pelelangan daripada stempel kekaisaran, padahal terlihat lebih simple dan sederhana.
china made seal for gifts
Oleh-oleh stempel kuno pada tempat pariwisata di China, Hongkong dan Taiwan

Apabila anda berkesempatan mengunjungi negara China jangan kaget apabila mendapati banyak kios kecil di pinggir jalan ataupun di dalam mall yang menawarkan pembuatan stempel kuno. anda bebas memilih bentuk, ukuran, warna bahan lalu mereka akan mengukirkan nama anda pada stempel tersebut dalam terjemahan aksara kuno. satu paket komplit diberikan dengan kotak penyimpanan dan tinta merah seperti yang biasa digunakan dalam film.

Daripada flash card seminggu rusak atau jam tangan kw, oleh-oleh stempel ini lebih unik dan menarik. mereka juga fungsional walaupun cukup nyentrik dengan warna merah dan aksara kuno. harganya relatif murah jangan mau ditipu dengan bahan yang mahal. cari yang penjualnya agak kutu buku dan memiliki kamus kuno sehingga bisa menuliskan aksara kuno dengan benar. hindari menawar terlalu sengit atau risiko diberi bonus aksara kuno "pelit" pada stempel.


Stempel Pusaka Kerajaan Dinasti China Kuno Stempel Pusaka Kerajaan Dinasti China Kuno Reviewed by pkn4all on Juli 01, 2016 Rating: 5

Han Xin, pemuda miskin yang menjadi Jendral pendiri Dinasti Han

Mei 28, 2016
Han Xin adalah jenderal paling masyhur dalam sejarah dinasti china. sebelum dan sesudahnya tidak ada lagi pemimpin militer yang demikian berpengaruh. ia menjadi panutan dan benchmark bagi semua jendral dinasti kekaisaran china yang pernah ada. kemampuan strategi, seni kepemimpinan, kerendahan diri, dan juga kesetiaannya pada sang raja sangat melegenda hingga ia akhirnya tewas secara tragis di tangan ratu kaisar.
general han xin
Sosok jenderal Han Xin dalam karya sastra modern-klasik

Lahir pada 231 BC, Han Xin kehilangan ayahnya ketika kecil dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. ia bisa hidup dengan bantuan kerabat namun setelah tumbuh dewasa sekalipun ia tidak kunjung mau bekerja untuk meringankan beban ekonomi. walaupun bukan berandalan tetapi satu-satunya hal yang ia suka kerjakan hanyalah berlatih ilmu pedang sedangkan untuk makan dan biaya lainnya ia terus bergantung pada kerabatnya.

Han Xin senantiasa membawa pedang latihannya kemanapun ia pergi. hal tersebut menarik perhatian sekelompok preman yang menantangnya. mereka memberinya pilihan untuk bertarung atau merangkak di bawah kaki mereka. keributan tersebut ditonton oleh banyak orang, Han Xin memilih merangkak walaupun harga dirinya menjadi korban. ia sadar bahwa pertarungan bisa membuatnya menjadi kriminal sehingga tidak meladeni ejekan dan provokasi mereka.

Tidak lama berselang kerabatnya mulai menolak menanggung beban hidupnya lebih lama lagi karena Han Xin tidak kunjung mau mandiri. sepeninggal ibunya, sang pemuda terpaksa menghidupi dirinya sendiri tetapi tanpa keahlian yang memadai akhirnya ia hampir mati kelaparan. beruntung ada seorang nenek tua yang menolongnya, memberi makan dan merawatnya selama beberapa hari. tergerak hatinya, ia berjanji untuk membalas semua kebaikan sang nenek.
han xin and the old lady
Tokoh sang nenek begitu dipuji sebab rela menolong orang susah tanpa berharap imbalan

Mendengar perkataan Han Xin, sang nenek hanya mengiyakan tetapi menolak untuk memberikan namanya, menandakan bahwa ia tidak mengharapkan balas budi atas perbuatannya. beberapa tahun berlalu dan Kekaisaran Qin yang mempersatukan seluruh dataran china akhirnya terancam pecah. tiap daerah merekrut prajurit lalu memberontak untuk mendirikan kerajaan leluhur mereka kembali. pada kesempatan ini Han Xin ikut menjadi prajurit.

Sebagai prajurit walaupun menunjukkan pengetahuan yang baik mengenai masalah militer tetapi karena penampilan, usia dan juga latar belakang keluarganya, maka sang pemuda hanya mentok pada posisi pelayan tenda salah seorang tokoh pemimpin pemberontakan. ia terus bersabar namun nasibnya tidak kunjung membaik, apalagi berbagai saran-sarannya tidak pernah dipertimbangkan.

Ketika itu nama Liu Bang, tokoh pemimpin pemberontak lainnya mulai populer. ia dikenal menghargai kemampuan anak buahnya tanpa melihat latar belakang mereka. Han Xin ikut mencoba peruntungan dengan menyeberang ke kubu Liu Bang namun nasibnya tidak lantas membaik. malah ia dijerat hukuman mati karena teledor dan melanggar hukum militer. beruntung sebelum dieksekusi ia bertemu dengan seorang jendral yang mengenalnya.

Sang jendral yang pernah ditolong mengetahui bakat sang pemuda sehingga bersedia membelanya. atas rekomendasi sang jendral, Han Xin bukan hanya selamat dari hukuman mati tetapi juga mendapatkan posisi baru di bagian perbekalan (logistik). di sana ia bertemu dengan Xiao He, seorang penasihat Liu Bang yang menyadari kepintarannya. beberapa kali sang penasihat merekomendasikan namanya tetapi Liu Bang tidak terkesan dengannya.
Perpecahan setelah kehancuran kekaisaran Qin, pojok kiri (Han) adalah wilayah Liu Bang

Han Xin memang agar kurang dalam penampilan, tutur kata ataupun karisma sehingga membuat orang lain sulit mempercayai kemampuan dirinya. bahkan Liu Bang yang lahir dan besar sebagai petani sekalipun tidak terkesan dengan pribadi sang pemuda. berbeda dengan jendral lainnya yang tinggi besar dan kuat atau memiliki aura tertentu, Han Xin tampak biasa-biasa saja.

Setelah kehancuran Kekaisaran Qin, Liu Bang mendapatkan posisi sebagai raja muda. walaupun populer dan berjasa besar tetapi ia hanya diberikan wilayah pedalaman karena ditakuti oleh lawan-lawannya. memiliki wilayah kekuasaan yang bagai tempat pembuangan akhirnya banyak pengikutnya yang tidak tahan dan memilih meninggalkannya karena merasa hidup terasing, jauh dari peradaban ataupun daerah asal mereka.

Banyak perwira militer yang pergi namun Han Xin tidak kunjung mendapatkan kenaikan posisi. merasa dirinya tidak diperhatikan akhirnya ia mengundurkan diri, berpikir untuk mencoba peruntungan di kerajaan lain. mendengar kepergiannya Xiao He kaget dan langsung mengejarnya, begitu terburu-buru ia pergi sehingga tidak sempat meninggalkan pesan sama sekali. setelah berkuda siang-malam akhirnya Han Xin berhasil dikejar dan dibujuk pulang.

Di istana, Liu Bang kaget setengah mati mendengar laporan bahwa Xiao He, penasihat kepercayaannya ikut pergi. ia meratap berhari-hari menyesali kepergiannya. ketika mendengar kabar bahwa Xiao He akhirnya pulang, Liu Bang langsung menyambutnya dengan penuh sukacita. namun perasaan itu berubah menjadi kesal setelah mengetahui bahwa sang penasihat pergi darinya hanya karena urusan membujuk pulang seorang Han Xin yang bukan siapa-siapa.

Padahal banyak perwira senior yang juga pergi atau pengikut lain yang lebih berjasa tetapi Xiao He malah memilih pemuda tanggung tersebut, pikir Liu Bang. tetapi sang penasihat tetap berkeras terhadap bakat dan kemampuan yang ia percaya dimiliki oleh Han Xin. walaupun sangsi tetapi Liu Bang akhirnya memperkenankan sang pemuda untuk mengajukan strategi militer baginya yang ternyata hasilnya tidak mengecewakan.
xiao he chasing han xin
Xiao He penasihat raja yang mengejar Han Xin siang malam karena menyadari bakat dari sang pemuda

Han Xin diangkat sebagai jendral dan Liu Bang menjalankan strategi yang diusulkannya untuk melawan tiga mantan jendral Qin yang wilayahnya berbatasan darinya. ia menggunakan tipu muslihat dengan pura-pura menyerang kota lain selagi memperbaiki jalan ke sasaran sebenarnya, pasukan kerajaan Han berhasil mencetak kemenangan gemilang dengan serangan dadakan. membuktikan bahwa strategi buatan Han Xin bukan sekedar teori belaka.

Setelah beberapa kemenangan susulan akhirnya Han Xin mendapatkan kesempatan untuk memimpin pasukannya sendiri. ia mendapatkannya karena tidak ada jendral lain yang sanggup melawan kerajaan Zhao yang berkekuatan 200 ribu prajurit hanya dengan sejumlah kecil pasukan karena kebutuhan militer lainnya. hanya Han Xin yang menyatakan sanggup, bahkan ia hanya meminta 30 ribu prajurit yang kurang terlatih ataupun memiliki disiplin yang kurang.

Sejak berangkat, kepercayaan diri pasukannya terus merosot. sebagian karena sosok Han Xin sendiri yang belum terkenal sebagai jendral, apalagi usianya baru 27 tahun sehingga para perwiranya sekalipun sangsi dengan kemampuannya. sebagian lainnya karena mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan sulit. kesulitan logistik mulai mendera dan terus bertambah berat seiringan dengan semakin menjauhnya mereka dari wilayah sahabat.

Pada situasi yang sudah kepayahan tiba-tiba pada suatu malam datang berita bahwa pasukan lawan telah tiba di seberang sungai. keesokan harinya setelah matahari terbit para prajurit bisa melihat posisi camp lawan dari kejauhan. tampak berkali lipat lebih banyak dari mereka sehingga pasukannya menjadi khawatir tetapi Han Xin tetap tenang. ia justru memberikan perintah untuk sarapan yang ringan saja karena akan ada pesta besar setelah kemenangan hari ini.

Mendengar hal tersebut bahkan para perwiranya saja tidak percaya tetapi mereka tetap menjalankan perintahnya. tanpa diketahui oleh banyak pihak pada malam sebelumnya ketika lawan baru saja tiba, Han Xin sudah mengirimkan 2 kontingen besar pasukan. di tengah malam buta, 2000 prajurit berkuda ia kirim untuk menyebrang sungai secara diam-diam. mereka diperintahkan untuk mengambil rute berputar menuju perkemahan lawan dari arah belakang.
Kitab seni perang merupakan harta yang sangat berharga dan tidak semua jendral memilikinya

Dibekali dengan bendera dan panji-panji, pasukan berkuda tersebut diinstruksikan untuk menyerang perkemahan apabila pasukan lawan terlihat lari ke arah perkemahan. tidak hanya kavaleri, Han Xin juga sudah menyeberangkan 10 ribu prajuritnya di tengah malam untuk membuat parit-parit pertahanan di seberang sungai. pagi harinya para pemimpin Zhao tertawa ketika melihat adanya konstruksi parit di pinggir sungai milik lawan mereka.

Hal tersebut memang menyalahi aturan seni perang yang melarang bertempur dengan punggung menghadap sungai karena membuat pasukan memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melakukan manuver. pasukan juga mudah disudutkan dan bisa hancur tanpa kesempatan untuk mundur dan reorganisasi. posisi tersebut juga seperti mengungkap rahasia bahwa mereka tidak menunggu bala bantuan atau memang tidak punya bantuan.

Bagi lawan keberadaan parit tersebut memastikan bahwa pasukan Han Xin hanya "segitu", tidak ada bantuan lain yang akan ikut campur. apabila ada sekalipun maka pasukan bantuan tersebut harus terlebih dahulu menyeberang sungai untuk bertempur, alias tidak ada faktor kejutan sehingga cukup banyak waktu bagi Zhao untuk bersiap dan menyusun rencana lain.

Setelah sarapan, Han Xin menggerakan pasukannya untuk menyeberang sungai dan membuat formasi tempur. ia mengibarkan panji-panjinya dan akhirnya memberikan perintah untuk menyerang. 30 ribu prajuritnya bertempur melawan hampir 200 ribu prajurit musuh. jelas mereka tidak mampu bertahan lama, pasukannya yang lebih kecil kehabisan tenaga dan mulai menjadi korban. Han Xin segera menarik mereka mundur ke arah parit pertahanan.

Prajurit Zhao mengejar begitu dekat sehingga dengan segera terjadi pertempuran dahsyat di parit pertahanan. serangan yang begitu gencar dan sungai yang membenteng di belakang membuat prajurit Han Xin terpaksa bertempur mati-matian karena tidak ada jalan untuk mundur atau melarikan diri. sembari memaki-maki kesialan dan nasib buruk mereka, para prajuritnya dengan sekuat tenaga memberikan perlawanan hidup-mati dengan ganasnya.
battle of jingxing map
Pergerakan Han Xin mengirimkan kavaleri (hijau) dan infantri (merah), Zhao diwakili panah biru

Walaupun kalah jumlah tetapi dengan bantuan parit dan bulatnya tekad untuk bertempur atau mati, maka pertempuran berjalan demkian keras tanpa hasil yang konklusif. dari kejauhan para pemimpin Zhao mulai ragu dan akhirnya terpaksa menarik mundur pasukan terdepannya yang mulai rusak untuk digantikan. ketika pergantian terjadi sebagian pasukan Zhao dipulangkan ke arah perkemahan sambil membawa para korban yang berjatuhan.

Pasukan Zhao yang mundur dikagetkan oleh keributan di belakang perkemahan mereka. dari kejauhan tampak perkemahan mereka dipenuhi oleh panji-panji dan bendera Han Xin. para prajurit Zhao menjadi gugup dan panik, mengira telah jatuh ke dalam perangkap. mereka berpikir ada pasukan besar yang disembunyikan oleh Han Xin yang sekarang sedang menyerang perkemahan mereka. kebingungan mereka menyebar kepada pasukan lainnya.

Melihat perkembangan ini pemimpin Zhao terkejut setengah mati karena harus menghadapi prospek dijepit dari depan dan juga belakang. mereka juga tidak bisa memastikan seberapa besar kekuatan Han Xin sebenarnya sehingga terlambat dalam mengambil keputusan. akibatnya prajuritnya menjadi kehilangan kepercayaan diri. hal ini tidak dilewatkan oleh Han Xin yang mendorong pasukannya untuk keluar dari parit dan menyerang habis-habisan.

Penyerangan dilaksanakan dengan penuh tekad karena para prajuritnya tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir untuk menang dan keluar hidup-hidup dengan selamat. selagi ada kesempatan maka lawan harus bisa dikalahkan sekarang, tidak akan ada kesempatan kedua. mereka tambah semangat ketika karena melihat panji-panji mereka berkibar di perkemahan Zhao, menandakan adanya bala bantuan atau kontingen sahabat yang juga sedang bertempur.

Pasukan Zhao yang bimbang tidak dapat bertempur sepenuh hati karena sebagian sudah putus asa, berpikir bahwa mereka sudah masuk jebakan. walaupun jauh lebih besar tetapi pasukan Zhao akhirnya hancur berantakan. barisan mereka terpecah dan melarikan diri ke berbagai arah untuk menyelamatkan diri masing-masing. Han Xin memerintahkan pengejaran sehingga banyak prajurit Zhao serta pemimpinnya yang tertangkap atau tewas.
han xin in modern movie
Han Xin selalu diperankan oleh aktor keren, padahal aslinya kurang beruntung soal tampang dan karisma

Sore harinya pesta kemenangan yang dijanjikan pun akhirnya betulan terjadi. begitu meriah dan istimewa karena luar biasa pencapaiannya. bagaimana mungkin mereka bisa menang dari lawan yang berjumlah hampir 10x lipat lebih besar? para perwiranya bertanya kepada sang jendral mengenai hal tersebut yang masih terlihat ajaib di mata mereka.

Han Xin mulai menjelaskan bahwa ia hanyalah seorang jendral tanpa nama dengan pasukan yang tidak disiplin, kurang terlatih dan tidak percaya kepadanya. karena itu satu-satunya cara untuk membuat prajuritnya bersedia bertempur adalah dengan menaruhnya ke dalam "posisi mematikan" dimana tidak ada jalan keluar. sebab apabila disisakan rute pelarian pastilah para prajurit akan memilih kabur daripada bertempur.

Dengan menghilangkan jalan keluar maka semua prajurit bahkan yang tidak disiplin sekalipun akan bertempur sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawa masing-masing. pemahaman Han Xin terhadap intisari seni perang, terlepas dari kulit teknisnya membuat namanya selama dua ribu tahun terus menghiasi berbagai dokumen sejarah dinasti china. bahkan di jaman modern sekalipun pemahaman dan strategi yang ia lakukan masih terus menarik perhatian.

Sama halnya dengan kerendahan hati dan balas budinya. ketika Han Xin sudah menjadi jendral besar sekalipun ia masih ingat dengan janjinya dan terus mencari sang nenek tua yang pernah merawatnya. ketika sang nenek akhirnya ditemukan, ia memberikan hadiah yang berlimpah untuknya sebagai balas jasa atas kebaikan yang pernah ia terima ketika masih susah dan hampir celaka. tidak lupa ia juga memerintahkan prajuritnya untuk mencari preman yang dulu mengganggunya.
young han xin crawling benath a hooligan
Han Xin memilih merangkak, menanggung malu daripada berkelahi dan melanggar hukum

Betapa takutnya sang preman ketika mengetahui sosok sang jendral besar yang mencarinya ternyata adalah pemuda yang dulu pernah ia permalukan. ia bersujud memohon ampun tetapi Han Xin tidak menghukumnya melainkan malah memberikannya hadiah. menurut sang jendral tanpa adanya kejadian tersebut maka dirinya belum tentu pernah belajar untuk menanggung rasa malu sehingga kemungkinan tidak bisa meraih sukses seperti sekarang.

Han Xin kemudian memaafkan sang preman dan menjadikannya perwira dalam pasukannya. dua kejadian di atas membuat namanya harum sebagai seorang yang berbudi dan juga murah mati. terlebih lagi setelah ia menolak ajakan berbagai pihak untuk memberontak terhadap Liu Bang yang dikemudian hari berlaku tidak adil terhadapnya. hal ini membuatnya menjelma menjadi sosok idola karena kejeniusan strateginya, balas budinya dan juga kesetiaannya.


Han Xin, pemuda miskin yang menjadi Jendral pendiri Dinasti Han Han Xin, pemuda miskin yang menjadi Jendral pendiri Dinasti Han Reviewed by pkn4all on Mei 28, 2016 Rating: 5

Cao Cao & Battle of Guandu, Salah Satu Pertempuran Terpenting Dalam Sejarah

Mei 04, 2016
Perang yang terjadi hampir 2000 tahun yang lalu dengan tombak, pedang dan kuda sekilas terlihat tidak penting atau tidak relevan dengan dunia modern. tapi tahukan anda battle of Guandu sangat dihargai dan menjadi salah satu pemikiran dasar bagi beberapa militer terkuat di dunia. strategi dan konsep pertempurannya digunakan di China dan Vietnam dengan hasil yang spektakuler.

Pihak yang bertempur adalah Cao Cao melawan Yuan Shao pada masa 3 kerajaan di akhir dinasti Han. kondisinya sangat kontras dimana Cao Cao disibukkan oleh beberapa front sekaligus, pasukannya sedikit dan persediaan makanannya terbatas. belum lagi bencana kelaparan di daerahnya yang menjadi teater pertempuran beberapa tahun sebelumnya.
cao cao dalam pertempuran guandu
Pertempuran Guandu menjadikan Cao Cao sebagai tokoh militer termasyhur dalam sejarah

Tidak seperti dalam novel, film dan game yang memperlihatkan Cao Cao sebagai kekuatan super yang memiliki banyak wilayah dan ratusan ribu prajurit (baca : mitos Cao Cao tokoh jahat). pada kenyataannya, jumlah prajuritnya pada perang ini hanya 1 banding 10 dengan Yuan Shao. demikian juga perbekalan dan kemampuan logistiknya.

Wilayahnya pun terus dirongrong oleh tetangganya yang beringas dan ambisius sehingga terkepung dari beberapa penjuru. garis belakangnya wilayahnya selalu terancam tanpa tempat aman. Cao Cao sebagai pelindung Kaisar dinasti Han juga masih mengemban tugas untuk menghukum setiap pengkhianat yang memanfaatkan keadaan dan mendeklarasikan diri mereka sebagai kaisar.
perang guandu
Lukisan tentang pertemuan kedua pasukan dalam salah satu fase pertempuran Guandu

Dalam kondisi pangan sangat kritis, ia sampai harus membubarkan sebagian pasukannya karena tidak mampu memberi mereka makan. tapi yang ia tidak miliki dalam kuantitas ia kejar dalam kualitas. pasukannya dan para pemimpinnya menjadi elit, berdisiplin tinggi, percaya dengan taktik dan strategi yang dibuat olehnya dan kenyang dengan beragam pengalaman tempur.

Pertempuran dibuka dengan Yuan Shao melakukan pengepungan terhadap benteng terdepan lawannya. Cao Cao terlihat tidak terpancing dan justru mengirimkan pasukannya ke arah lain. setelah beberapa waktu tampak seperti mau menyerang markas utama Yuan Shao di seberang sungai. karenanya perhatian pasukan utama Yuan mereka terbagi dengan mempersiapkan pertahanan di titik-titik penyebrangan sungai.

Ketika lawan bergerak, Cao justru berbelok dan secepatnya bergerak untuk menyelamatkan benteng terdepannya dari kepungan Yuan yang ditinggalkan pasukan utamanya. penyerangan terhadap pasukan pengepung membuahkan hasil maksimal sampai berhasil menjatuhkan jendral pemimpin lawan. Cao berhasil menyelamatkan isi benteng dan sibuk mengevakuasi ke tempat yang lebih bisa dipertahankan di selatan
peta pertempuran guandu
Peta Pertempuran di Guandu dengan skala besar

Gegerlah kubu Yuan karena salah langkah, tidak tinggal diam mereka langsung mengirimkan sejumlah besar kavaleri reaksi cepat untuk menyerang iring-iringan evakuasi lawan. tidak tanggung-tanggung jendral terbaiknya dikirimkan agar mampu memaksimalkan kerusakan terhadap rombongan kereta perbekalan yang diangkut keluar dari perbentengan.

Diserang oleh 6000 kavaleri Yuan yang jauh lebih besar dari miliknya Cao justru memerintahkan pasukannya untuk melepas baju pelindung dan persenjataan. juga meninggalkan kuda mereka serta gerobak perbekalan mereka di jalan lalu lari ke atas bukit.

Padahal kereta tersebut penuh berisi bahan makanan, perlengkapan perang, persenjataan, uang emas, perak, serta berkendi-kendi alkohol. semua hal yang dibutuhkan untuk keberlangsungan operasi militer dan merupakan alasan mengapa Cao memaksakan diri untuk menyelamatkan benteng tersebut.

Keadaannya menjadi genting dan banyak jendralnya yang menasihati untuk melarikan diri secepatnya sebelum dikepung. tapi Cao Cao masih bertahan dan salah seorang penasehatnya hanya tersenyum kecil karena mengetahui apa yang ada di pikiran tuannya.
Cao Cao quotation
Menyebut Cao Cao dan lalu ia pun tampak, sebuah ungkapan yang dibuat dari imagenya dalam novel

Kavaleri Yuan yang menyerang melihat gerobak perbekalan penuh dengan harta benda tergeletak di jalan. seketika itu mereka justru berhenti menyerbu, sibuk bergerombol, lupa diri akan perintah militer dan justru sibuk menjarah perbekalan. Cao tahu hal ini akan terjadi dan melepaskan 600 kavaleri elitnya untuk membereskan jendral lawan yang terkejut dan disibukkan dengan disiplin pasukannya sendiri.

Akhirnya dengan hanya 600 pasukan Cao mampu membungkan 6000 kavaleri Yuan. moral pasukan utama Yuan pun merosot drastis karena di awal perang sudah kehilangan jendral terbaik mereka. belum lagi kalah dalam pengepungan dan kehilangan sejumlah kavaleri.

Pertempuran selanjutnya berlangsung ala trench warfare dan siege weapon di antara markas kedua pasukan yang berdekatan namun dipisahkan dengan tembok dan parit. pertempuran menjadi lambat dan lama, padahal perbedaan kekuatannya cukup besar.

Akhirnya terobosan didapatkan saat informasi jalur dan waktu melintas kereta perbekalan Yuan Shao diketahui. dengan membagi dua pasukannya, Cao Cao sendiri memimpin serangan kilat ke arah tempat kereta perbekalan lawan dan menghancurkannya. 
Cao Cao berkuda dalam perang
Cao Cao dalam karya seni modern sebagai sosok yang diakui brilian dalam politik dan militer

Yuan Shao kaget tapi segera membalas dengan melancarkan serangan umum terhadap markas lawannya. Cao Cao mengetahui hal ini akan terjadi dan tidak menggubris permintaan mundur dan tidak menolak mengirimkan bantuan terhadap markasnya sendiri yang sedang didatangi sejumlah besar pasukan lawan.

Cao Cao memaksa pasukan di markasnya untuk bertekad bulat dan bertahan mati-matian. karena bertempur dengan mengharapkan bantuan seperti bekerja setengah hati yang bisa berakibat fatal. dengan memastikan tidak akan ada yang datang menolong mereka justru bertempur dengan hebat karena dihadapkan pada pilihan bertempur atau mati.

Menghadapi pasukan yang nekad bertahan sampai titik darah penghabisan, pasukan Yuan yang lebih besar justru gentar. ketika berita tentang kereta perbekalannya disergap dan hancur binasa maka mereka justru goyah. tidak lama kemudian jendral pasukan Yuan justru berhenti menyerang dan menyerah takluk.

Mereka tidak ingin mati konyol bersama sisa pasukannya yang terancam mati kelaparan tanpa bisa melarikan diri. maka hancurlah posisi Yuan Shao yang terpaksa mundur dan dikejar habis-habisan. tamat kekuatannya sebagai militer yang disegani oleh pasukan yang hanya 1/10 jumlahnya.
lukisan cao cao sebagai perdana mentri
Sosok Cao Cao dalam lukisan dari sudut pandang netral, tidak dipengaruhi oleh novel

Pertempuran ini dipelajari terus menerus karena merupakan contoh bagaimana pasukan yang jauh lebih kecil mampu berhadap-hadapan secara imbang dengan kekuatan yang jauh lebih besar. bukan langsung bertahan mati-matian pada satu titik yang berakibat pada penyerahan kontrol wilayah lainnya kepada lawan. hal yang sama terjadi dengan memilih gerilya di pedalaman.

Dengan memberikan sedikit wilayah terdepan yang kecil bisa menjaringnya masuk si besar ke dalam posisi yang tidak menguntungkan. si besar dibuat lelah dengan panjangnya garis logistik yang harus dijaga. sementara konsumsinya dan kebutuhannya lebih tinggi dari lawannya.

Si kecil tidak hanya bertahan tapi terus melakukan usaha intelijen. pada waktunya akan membuahkan hasil berupa kesempatan untuk merusak dan merampas logistik perbekalan lawan dalam perjalanan. kegagalan pengiriman supply logistik akan langsung menghancurkan kemampuan si besar untuk berperang lebih lama lagi dan merusak moralnya, sehingga memaksanya mundur atau hancur.

Hal di atas menjadi titik balik dimana penghancuran total dapat dilakukan saat moral lawan dalam titik terendah. sebuah pasukan yang tidak mampu melawan pasukan yang jauh lebih kecil akan menjadi takut, tidak percaya diri dan mudah panik. sehingga dengan kekuatan yang lebih kecil sekalipun dapat menghancurkan kohesi pasukan yang lebih besar dan meraih kemenangan gemilang.


Cao Cao & Battle of Guandu, Salah Satu Pertempuran Terpenting Dalam Sejarah Cao Cao & Battle of Guandu, Salah Satu Pertempuran Terpenting Dalam Sejarah Reviewed by pkn4all on Mei 04, 2016 Rating: 5

Cao Cao dari 3 Kerajaan seorang tokoh jahat, Mitos atau Fakta?

April 30, 2016
Catatan sejarah tiga kerajaan yang sebenarnya ditulis secara netral dan tanpa memihak kepada satu pihak tertentu. berbagai komentar terhadap kebangkitan dan kejatuhan seorang tokoh disampaikan secara proporsional, tanpa ada unsur propaganda gelap atau penyelewengan sejarah.

Lain halnya dengan kisah 3 kerajaan yang dibuat dengan tujuan menjadi karya sastra yang membangkitkan nasionalisme dan loyalitas terhadap negara. karena membutuhkan unsur hiburan agar menarik, maka beberapa alur cerita dan penokohan sengaja dirubah agar lebih populer.

Salah satu yang mengalami perubahan drastis adalah penokohan protagonis pada diri Liu Bei dan sekutunya. sebaliknya Cao Cao mendapatkan peran antagonis utama.
tokoh Cao Cao dalam kisah 3 kerajaan
Jangan khawatir, Cao Cao tidak selalu jahat, bahkan ia menyukai boneka.

Pada sosok Liu Bei tindakan curang, licik, tidak pantas, dan semua ketidakadilan yang diperbuat olehnya dalam sejarah justru tidak disebutkan. atau dibuat seakan-akan dilakukan oleh orang lain. penokohan ini demikian komplit sampai-sampai keberhasilan militernya pun disebutkan sebagai usaha para jendral atau penasihatnya. sebagai tokoh Liu Bei bagaikan dicuci bersih lalu direndam dalam pemutih agar bisa tampil tanpa noda kejahatan sama sekali.

Sedangkan Cao Cao sebagai tokoh sudah dicelupkan ke cat merah lalu dibilas tinta hitam agar gloss dengan kejahatan, kelicikan dan tendensi psikopat. sedangkan keberhasilannya dalam menghentikan konflik, mencegah bencana kelaparan hebat dan mengembalikan kestabilan pemerintahan tidak pernah diakui dalam novel.

Adegan rekayasa dalam 3 kerajaan
Salah satu adegan yang direkayasa untuk tujuan penokohan seorang Cao Cao

Sejarah yang sebenarnya mencatat bahwa beberapa adegan yang terkenal dalam novel adalah rekaan, dikaburkan atau murni karangan semata. seperti pada gambar di atas usaha pembunuhan Dong Zhuo dengan meminjam belati mewah milik Wang Yun bertujuan untuk menggambarkan kelicikan dan jiwa oportunis seorang Cao Cao.

Tapi itu rekaan, sejarah mencatat Cao Cao bukanlah pejabat rendah, tapi sudah tercatat sebagai jendral dan pembesar dalam pemerintahan. ia justru ditawari posisi tinggi oleh Dong Zhuo yang merebut ibukota. tapi menolak, mengaku sakit lalu melarikan diri.

Dikisahkan juga Cao pernah membunuh satu keluarga karena kesalahpahaman dalam pelariannya. ia kemudian berpapasan dengan seorang anggota keluarga tersebut yang hendak pulang, Cao pun membunuhnya. bukan agar tidak ketahuan, tapi karena ia tidak tega melihat orang tersebut pulang dan menemukan keluarganya sudah dibunuh semua. kejadian ini juga rekaan. buktinya tokoh yang diceritakan pergi setelah menyaksikan kesadisan Cao Cao tercatat masih bekerja kepadanya bertahun-tahun setelah kejadian.

Kekejaman Cao Cao dalam membalas dendam kematian ayahnya kepada rakyat kota adipati Tao Qian yang tidak bersalah sering dijadikan argumen tentang kejahatan sang tokoh. padahal Tao Qian yang digambarkan sebagai orang baik adalah seorang warlord yang cukup ambisius, aktif dalam konflik militer dan beberapa kali hendak merebut wilayah sekitarnya. bukan hanya Cao Cao tapi Sun Jian pun memiliki konflik dengannya.

potret Cao Cao sebagai penjahat dalam novel
Gambaran Cao Cao sebagai tokoh culas, licik dan bongkok, sekedar karangan semata

Lalu bagaimana tokoh Cao Cao yang sebenarnya? anda bisa melihatnya seperti dinasti-dinasti setelah era 3 kerajaan menilainya. dimana hasilnya kebanyakan positif. hal ini berbeda dengan masa setelah percetakan pertama kisah 3 kerajaan, 1200 tahun kemudian pada jaman dinasti Ming yang mempopulerkan Cao Cao sebagai tokoh antagonis.

Dinasti-dinasti setelahnya melihat Cao Cao sebagai salah seorang pemimpin militer terbaik dalam sejarah. seorang negarawan ulang yang sukses menghentikan konflik besar yang begitu mengancam kelangsungan kekaisaran. serta memberikan dasar proses penyembuhan dan pembangunan bagi reunifikasi kekaisaran untuk generasi selanjutnya.

Ia seorang diri menjadi jendral yang memenangkan petempuran secara langsung melawan berbagai pemberontakan. menghentikan penjarahan aset negara dan mengamankan kehidupan rakyat di kota dan pedesaan. menjamin terjadinya keamanan dan hukuman bagi setiap ketidakadilan.
Klaim yang sulit dibantah karena ia sebagai pejabat setia pada negara sampai akhir hayatnya.

Setelahnya ia menjadi perdana menteri yang kapabel dalam menyelamatkan sisa-sisa kekaisaran Han. mengakhiri konflik di berbagai penjuru negeri dan memperkuat pertahanan di perbatasan dengan suku-suku nomaden di utara dan barat yang seringkali menyerang sejak awal berdirinya dinasti.

Tidak hanya menjaga sisa-sisa kekaisaran yang sudah hanya tinggal nama. Cao Cao memperbaiki regulasi pertanahan, pemerintahan dan birokrasi setelah dirusak oleh korupsi dan kolusi selama beberapa generasi. serta yang terpenting menguatkan produksi pangan dan mencegah terulangnya bencana kelaparan dan pemberontakan besar di kemudian hari.

dan semuanya itu ia lakukan berawal dari sebuah kekuatan yang sangat kecil dan harus meminjam pasukan dari kiri dan kanan melawan tokoh yang lebih kuat dan lengkap darinya. di masa jayanya pun ia tidak sesumbar mengangkat dirinya sebagai kaisar walaupun de facto kekuasaan ada di tangan dirinya. di akhir hayatnya ia melarang pemakaman secara besar-besaran karena menurutnya "negeri masih belum aman".


    Cao Cao dari 3 Kerajaan seorang tokoh jahat, Mitos atau Fakta? Cao Cao dari 3 Kerajaan seorang tokoh jahat, Mitos atau Fakta? Reviewed by pkn4all on April 30, 2016 Rating: 5

    Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok), antara Mitos dan Fakta

    April 25, 2016
    Kisah klasik dari negeri china ini begitu populer hingga beredar puluhan adaptasi film, game bahkan komik yang hampir tidak pernah putus. bercerita tentang usaha ratusan tokoh dalam menyelamatkan negara mereka dari kehancuran (Han AD 220-289). dimulai dari usaha menumpas pemberontakan dan memperbaiki negara, tetapi karena perbedaan motivasi, pandangan dan kepentingan masing-masing tokoh akhirnya berujung pada perpecahan menjadi 3 negara atau kerajaan.
    kisah 3 kerajaan
    Adegan sumpah saudara yang sangat terkenal pada awal Kisah 3 Kerajaan

    Uniknya Kisah Tiga Negara bukan sekedar kisah rekaan belaka tetapi betul-betul bercerita tentang tokoh atau pelaku sejarah yang betulan ada dan hidup di masa tersebut. rangkaian kejadian yang diceritakan hingga akhirnya pecah menjadi 3 kerajaan sesuai dengan fakta sejarah. hanya saja banyak kejadian, detail serta akurasinya yang berkurang atau berubah karena terus menerus diceritakan ulang secara lisan sejak kejadian aslinya pada abad ke 3.

    Dibutuhkan waktu kurang lebih 1100 tahun hingga akhirnya Kisah Tiga Negara untuk pertama kalinya dicetak pada abad ke 14. hal ini membuatnya lebih akurat daripada penyampaian secara lisan. sejak saat itu sudah dilakukan beberapa revisi tetapi jalannya sebagian besar cerita sudah sama dengan versi modern yang adaptasinya kita lihat dalam berbagai media. sedikitnya revisi dan usia dari sumber aslinya membuat Kisah Tiga Negara dipercaya sebagai sumber sejarah.

    Padahal Kisah Tiga Negara sejatinya adalah karya sastra. faktor kekayaan sejarah di dalamnya adalah kepintaran penulisnya yakni Luo Guanzhong (1330-1400) dalam menceritakan konflik yang terjadi sesuai kejadian aslinya berikut dengan situasi politik, motivasi hingga ambisi yang dimiliki oleh sekian ratus tokoh dalam cerita. hal ini membuat dunia ciptaannya terasa nyata dan riil, namun sebenarnya di dalamnya terdapat banyak kesalahan dan inakurasi sejarah.
    coin depicting Luo Guanzhong
    Luo Guanzhong, sosok yang diabadikan sebagai penulis Kisah Tiga Negara

    Sebagai karya sastra Kisah Tiga Negara memiliki beragam kekeliruan sejarah. hal ini terjadi karena 2 alasan, yang pertama adalah terbatasnya data sejarah yang dimiliki oleh sang penulis. ketika itu catatan sejarah resmi disimpan oleh lembaga kekaisaran sehingga cross check hampir mustahil untuk dilakukan kecuali oleh pejabat terkait. karena itu kemungkinan besar penulis hanya bekerja dengan tulisan dan data-data sekunder yang diwariskan oleh penulis-penulis sebelumnya.

    Kisah Tiga Negara dipercaya bukan hasil karya dari seorang pengarang saja tetapi kompilasi dari puluhan bahkan ratusan penulis yang dikumpulkan dari satu generasi ke generasi lainnya. karena itu Luo Guanzhong tidak menuliskan namanya dalam cetakan Kisah Tiga Negara karena menganggap karya tersebut bukanlah hasil ciptaannya pribadi. lalu alasan yang kedua, kekeliruan sejarah dalam Kisah Tiga Negara terjadi karena faktor kesengajaan.

    Lho, disengaja?

    Jangan bingung, kekeliruan sejarah ini disengaja karena bertujuan untuk menggugah nasionalisme dan semangat bela negara generasi muda di jamannya. ketika kisah ini dibuat negeri china sedang dikuasi oleh bangsa asing yakni dinasti Yuan (Mongol) dan sedang berjuang untuk merebut kemerdekaannya kembali. oleh karena itu dalam cerita banyak dilakukan penekanan pada unsur cinta negara, loyalitas kepada bangsa dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

    Hal-hal di atas membutuhkan kehadiran seorang tokoh "jagoan" yang bisa menjadi panutan bagi generasi muda. seorang role model yang inspirasi, motivasi dan tindakannya bisa dicontoh. disinilah kekeliruan sejarah secara sengaja terjadi. Liu Bei dan pengikutnya diambil sebagai tokoh protagonis atau pemeran pihak baik. hal ini membuat karakter Liu Bei mengalami pembersihan sehingga tampil sebagai penguasa yang bijak, cinta rakyat dan tidak menyukai peperangan.
    Shu characters in 3 kingdoms
    Liu Bei dan pengikutnya yang diceritakan sebagai pihak baik dalam Kisah Tiga Negara

    Sementara Liu Bei diceritakan sebagai penguasa ideal yang dicintai rakyat, Cao Cao seorang tokoh dari kubu lainnya diceritakan sebagai sosok licik, ambisius dan kurang bermoral. hal ini terjadi karena kebutuhan narasi cerita yang membutuhkan sisi baik dan sisi jahat agar menarik untuk diikuti. Cao Cao sekedar mendapatkan porsi antagonis atau pemeran jahat. tentu bukan hanya soal karakter tetapi jalannya cerita pun agak menyimpang dari sejarah.

    Faktanya Liu Bei adalah seorang warlord atau penguasa militer yang kapabel dan aktif berperang selama masa konflik sehingga berhasil keluar sebagai salah satu penguasa dari 3 kerajaan. ia memang diketahui lebih peduli dengan nasib rakyat kecil tetapi bukanlah seorang naif yang menolak berperang. banyak siasat dan tipu muslihat perang yang dilakukan oleh Liu Bei tetapi disebutkan dilakukan oleh bawahannya dalam cerita untuk menjaga imagenya.

    Demikian juga sebaliknya, Cao Cao selalu diceritakan sebagai seorang egois yang berdarah dingin dan penuh kecurangan dalam bertindak, padahal ia melakukan banyak kebaikan juga sehingga penduduk di dataran tengah dan utara china bisa selamat dari bencana kelaparan dan peperangan. menghadapi perbedaan yang kontras antara karya sastra dan fakta sejarah bagaimana kita sebaiknya menyikapi Kisah Tiga Negara?
    map of 3 kingdoms period
    Peta zaman 3 Kerajaan dibandingkan dengan peta dinasti Han pada masa kejayaannya

    Karya sastra Kisah Tiga Negara yang kita kenal merupakan kompilasi Luo Guanzhong dan secara formal dikenal sebagai Sanguo-yanyi. oleh para ahli, karya sastra ini disebut-sebut memiliki kadar sejarah sekitar 70%. jadi latar belakang dan banyak kejadian yang diceritakan lumayan sesuai dengan fakta sejarah tetapi 30% lainnya rekaan karena dibutuhkan untuk kepentingan narasi cerita. lalu bagaimana dengan sejarah asli mengenai era Tiga Negara?

    Memperkenalkan Sanguo-zhi atau Records of the Three Kingdoms, sebuah catatan sejarah yang dituliskan pada masa akhir dinasti Han. dibuat oleh Chen Shou (233-297) yang hidup pada masa tersebut dan menerima tugas dari pemerintah untuk menulis kejadian yang berlangsung pada masa Tiga Kerajaan. pemilihan Chen Shou sendiri disengaja karena dianggap sebagai sosok yang lebih netral dimana ia bukan merupakan pejabat asli dari dinasti yang berkuasa.

    Karya Chen Shou berbentuk kumpulan biografi yang diakui oleh kekaisaran sebagai dokumen sejarah resmi. tentu dokumen yang sedemikian penting tidak lepas dari beragam kritik, sanggahan, maupun cross check dengan narasumber yang masih hidup atau pencatatan resmi kekaisaran. karyanya tersebut sudah melalui banyak kritisi, revisi dan penilaian lanjutan oleh akademisi dan departemen pencatatan kekaisaran baik yang sejaman maupun pada era setelahnya.
    chen shou statue
    Chen Shou tumbuh besar di kerajaan Shu, kemudian bekerja pada kekaisaran Wei-Jin

    Bisa dimengerti bahwa Sanguozhi kemudian diakui sebagai dokumen sejarah oleh para ahli. bebas dari bias atau propaganda penguasa karena terus-menerus mengalami revisi yang dilakukan oleh para ahli yang hidup pada zaman atau dinasti setelahnya sehingga tidak memiliki kepentingan politis untuk melakukan distorsi sejarah. karena itu kredibilitas catatan sejarah tersebut dianggap tinggi dan layak menjadi sumber untuk mempelajari sejarah Tiga Negara yang sebenarnya.

    Demikian pentingnya dokumen ini sehingga ketika ditemukan oleh sejarawan modern, ratusan biografi tersebut disertai dengan beragam dokumen pelengkap yang berisi kritisi, komentar serta fakta pembanding yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. berbagai revisi, alasan serta teks aslinya dicatat dengan lengkap sehingga memudahkan penelitian. tidak ketinggalan profil Chen Shou sebagai penulis dan kehidupannya sebagai bahan pertimbangan lanjutan.

    Catatan sejarah ini sebagian sudah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh para pemerhati sejarah klasik. namun sejauh ini kurang begitu populer dibandingkan dengan versi novelnya karena tidak berbentuk cerita atau tanpa narasi. lebih mirip dengan berita yang baku dan formal. setidaknya keberadaan catatan sejarah tersebut membuat pembaca modern mampu memisahkan antara mitos dan fakta yang terjadi dalam Kisah Tiga Negara.

    Dengan membandingkan Kisah Tiga Negara atau sanguo-yanyi dengan catatan sanguo-zhi bisa diketahui peristiwa sejarah yang sebenarnya terjadi. banyak pihak yang sudah melakukan cross check antara 2 sumber tersebut dan mendapati banyak perbedaan. rangkuman dari perbedaan tersebut sudah ada entry wiki-nya sendiri yang bisa dilihat pada link berikut : list fiksi dalam kisah 3 kerajaan.
    painting of 3 kingdoms in medieval japan
    Lukisan 3 Kerajaan buatan Jepang abad ke 18 menegaskan kepopulerannya di luar china sekalipun

    Setelah membaca tentang sanguo-zhi mungkin banyak yang penasaran seperti apa wujud aslinya. berikut bisa dilihat kutipan biografi dari salah satu tokoh populer dalam Kisah Tiga Negara.
    "Guan Yu 關羽, styled Yunchang 雲長, originally had the style Changsheng 長生and was from Jie 解 in Hedong 河東. He fled for his life to Zhuojun commandery 涿郡. The Former Lord 先主 was recruiting followers in his hometown, and Yu and Zhang Fei 張飛 elected to fight for him on the battlefield. When the Former Lord became Chancellor of Pingyuan 平原相, Yu and Fei were made Majors with a Separate Command 別部司馬, each with command of their own private troops. The Former Lord shared the same bed with the two and they treated one other with the kindness of brothers. At grand gatherings, however, they always stood in his service. They followed the Former Lord everywhere, no matter how difficult or dangerous (1). After the Former Lord made a surprise attack on Che Zhou 車冑, Inspector of Xuzhou 徐州刺史, Yu was ordered to garrison the city of Xiapi 下邳, undertaking the duties of the Grand Administrator 太守 (2), whilst Liu Bei himself returned to Xiaopei 小沛.

    In the fifth year of Jian’an 建安, Duke Cao campaigned in the east and the Former Lord fled to Yuan Shao 袁紹. The Duke captured Yu and brought him back. He made him Lieutenant-General 偏將軍, treating him with high honours. Shao sent his great general Yan Liang 顏良 to attack Liu Yan 劉延, Grand Administrator of Dongjun commandery 東郡太守, at Baima 白馬. Duke Cao sent Zhang Liao 張遼 and Yu as vanguard. Yu saw the standard on the chariot of Liang. He urged his mount on, speared Yan Liang in the ranks of the ten-thousand, and brought his head back. None of Shao’s generals were a match for him and thus the siege of Baima was unravelled...."

    Bisa dilihat formatnya berupa biografi yang bercerita tentang keputusan yang diambil oleh seorang tokoh, alasan, jasa serta tidak luput kesalahan yang mereka perbuat. untuk memahami seluruh kejadian sejarah yang berkaitan dengan Tiga Negara tentu biografi seluruh tokoh perlu dibaca. bukan sesuatu yang mudah sehingga disebutkan kalau masa Tiga Negara lebih mudah dipelajari dengan membaca Kisah Tiga Negara (Sanguoyanyi) yang memiliki narasi cerita.

    Setelah familiar dengan Kisah Tiga Negara maka pembaca yang masih penasaran bisa mendalami sejarah aslinya dengan membandingkannya dengan catatan biografi sanguozhi. hal ini memperkaya pengetahuan dengan memperlihatkan sosok karakter yang lebih humanis, penuh dengan kesalahan, emosi sesaat, ketakutan dan juga luapan kebaikan serta kelemahan. tidak ada tokoh yang 100% jahat, semua hanyalah manusia yang memiliki perbedaan pandangan.


    Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok), antara Mitos dan Fakta Kisah Tiga Kerajaan (Sam Kok), antara Mitos dan Fakta Reviewed by pkn4all on April 25, 2016 Rating: 5

    Pasukan 1 Juta Jiwa, Beneran atau Hoax?

    April 21, 2016
    Pada perang masa lalu para raja dan penguasa sering diceritakan memimpin pasukan yang berjumlah sangat besar. pada beberapa pertempuran disebutkan kedua belah pihak membawa pasukan yang berjumlah mulai dari ratusan ribu prajurit hingga satu juta jiwa. angka yang luar biasa besar bahkan untuk ukuran modern sekalipun, tetapi apakah hal tersebut betul-betul terjadi?
    terracota army
    Terracota army yang menggambarkan bagaimana puluhan ribu prajurit berbaris

    Pada kebanyakan kasus yang sebenarnya terjadi tidak lebih daripada markup. ini adalah upaya propaganda dengan membesar-besarkan jumlah pasukan yang mereka miliki. seratus dikatakan dua ratus, lima ratus dikatakan seribu, asal jangan terlalu berlebihan biasanya dipercaya. karena di jaman modern sekalipun untuk menghitung sekian puluh ribu orang hanya melalui penglihatan bukanlah hal yang mudah.

    Tujuan dari markup dan propaganda ini adalah untuk menakut-nakuti lawan dengan postur militer yang lebih besar daripada aslinya. hal ini juga membuat pede rakyat dan pasukan sendiri bahwa militer mereka begitu besar sehingga kemungkinan perang bisa dimenangkan begitu tinggi. padahal angka sebenarnya bisa jadi hanya separuh dari jumlah yang mereka klaim.

    Namun tidak lantas semua jumlah tersebut bohong. pada beberapa kasus yang terjadi adalah mereka mengambil kekuatan yang mereka miliki di atas kertas lalu mengklaim membawa semuanya dalam satu pertempuran. padahal tidak mungkin semua prajurit dibawa ke dalam satu medan tempur karena sebagian tentunya digunakan untuk keamanan ibukota belum lagi untuk pertahanan kota dan juga perbatasan dengan wilayah lainnya.
    shu soldier farmers
    Prajurit Petani kerajaan Shu di era 3 kerajaan yang masih terkenal sampai sekarang

    Perlu diketahui kalau pada jaman dahulu prajurit juga digunakan sebagai penjaga keamanan. mereka juga berfungsi sebagai polisi, pemadam kebakaran, satpam instalasi kota, bahkan penjaga gerbang dan patroli tembok kota. di pedesaan bahkan prajurit juga digunakan untuk bercocok tanam di ladang, baik pada tanah milik kerajaan atau pada tanah milik petani dengan sistem bagi hasil.

    Jadi dari klaim 1 juta orang seperti yang diaku dalam kasus Wei melawan Wu pada jaman 3 kerajaan di akhir dinasti Han sebenarnya jauh dari kenyataan. pertempuran yang terjadi jauh lebih kecil. angka yang sebenarnya diperkirakan hanya sekitar 600 hingga 700 ribu jiwa. itupun adalah jumlah total seluruh prajurit militer yang tersebar sepanjang perbatasan. nah, panjang perbatasan keduanya meliputi beberapa provinsi dan secara geografis hampir sepanjang pulau jawa.

    Karena itu angka 600 ribu itu pun praktis kebanyakan berada di tempat selain dari medan pertempuran. mereka tidak dibawa ke dalam medan pertempuran karena harus menjaga kota masing-masing. mereka bahkan belum tentu digerakkan kemana-mana, alias adem ayem saja di wilayah masing-masing.  adapun yang betulan digerakkan adalah sebagian pasukan ke kota yang berbatasan langsung dengan medan pertempuran sebagai cadangan.
    battle of red cliff, wei vs wu
    Pertempuran Red Cliff , terlihat Wu berhasil membakar armada laut Wei

    Sedangkan yang betulan terjun ke medan tempur jauh lebih kecil. tidak sampai separuh dari klaimnya. angka 200 hingga 300 ribu jiwa untuk pasukan Wei lebih dianggap masuk akal. walaupun jumlahnya terlihat besar tetapi tidak semuanya memiliki kemampuan tempur yang sama (baca: mengenal vanguard troops). kebanyakan adalah pasukan sekunder yang berfungsi sebagai pendukung gerakan militer, tapi bukan pilihan utama untuk bertempur.

    Karena kalau semua dari 200-300 ribu orang tersebut adalah prajurit elit kejadiannya berikutnya yang terjadi dalam sejarah akan sangat timpang. karena pasukan Wei yang "1 juta orang" tersebut ternyata bisa dikalahkan oleh pasukan Wu yang jauh lebih kecil, hanya di angka puluhan ribu pasukan.


    Pasukan 1 Juta Jiwa, Beneran atau Hoax? Pasukan 1 Juta Jiwa, Beneran atau Hoax? Reviewed by pkn4all on April 21, 2016 Rating: 5
    ads 728x90 B
    Diberdayakan oleh Blogger.