Seo Services
Seo Services

4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 3: Yang Gueifei "Cinta Terlarang Sang Kaisar"

Februari 21, 2016

Negeri Cina yang peradabannya telah berdiri sejak ribuan tahun tentunya memiliki beragam kisah menarik yang untuk selalu dibahas hingga kini. Peninggalan peradaban bangsa ini tidak hanya dalam wujud benda atau yang berhubungan dengan arkeologi tetapi juga mitos dan legenda. Salah satu legenda yang terkenal dari bangsa ini adalah cerita 4 perempuan cantik dari negeri Cina. Mereka terkenal tidak hanya karena kecantikannya tetapi juga karena pengaruhnya dalam pemerintahan yang bahkan dapat membuat kehidupan istana bergejolak. Siapa sajakah mereka?

Yang Guifei

Yang Guifei yang bernama asli Yang Yuhuan lahir di daerah Huayin, Hongong pada tahun 713 M. Ia merupakan putri dari Yang Xuanyan, seorang pejabat sensus di Sinchuan. Tidak beberapa lama setelah ia lahir, ayahnya tiada. Semenjak itu ia dibesarkan oleh pamannya, Xuangui di Henan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa Yang Yuhuan telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik, disebabkan karena ia hanya diam di kamarnya. Jarang ada orang yang melihatnya.
Lukisan Ilustrasi Yang Gueifei
Suatu hari pada musim semi yang dingin Yang Yuhuan dipanggil untuk datang dalam sebuah acara di istana. Di acara tersebut terdapat 100 wanita dari 6 istana. Kecantikannya telah memikat Kaisar dan ia dijadikan selir Pangeran Shou, anak dari Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang pada tahun 734 M. Meskipun status Yang Yuhuan adalah menantu Kaisar, ternyata Sang Kaisar sendiri pun juga jatuh hati padanya. Pada tahun 740 M, Kaisar Xuanzong memanggilnya ke Istana Huaqing dan semenjak itu dijadikan selir Kaisar dengan gelar Gueifei (Selir Kehormatan). Sementara itu Kaisar menunjuk Wei Zhaoxun, putri seorang pejabat tinggi untuk menjadi pasangan resmi Pangeran Shou.
Kaisar sangat menyukai Yang Gueifei dan menghabiskan setiap malam bersamanya. Meskipun di istana terdapat lebih dari 3.000 wanita cantik, perhatian Kaisar tetap tertuju pada Yang Gueifei. Bahkan Yang Gueifei juga mendampingi Kaisar dalam acara resmi. Kecantikannya dianggap seperti bunga yang mekar. Meskipun status Yang Gueifei adalah selir, tetapi ia diperlakukan seperti seorang selir (saat itu di istana sedang mengalami kekosongan posisi permaisuri). Kedekatan Yang Gueifei dengan Kaisar juga membuat kerabat dan keluarganya memperoleh pengaruh yang lebih luas dari sebelumnya. Ayahnya yang telah tiada diberi gelar sebagai pilar negara. Pamannya, Xuangui menjadi pejabat senior di ibukota dan sepupunya, Yang Guozhong ditunjuk menjadi Perdana Menteri. Sementara kakaknya Yangxian diangkat sebagai pejabat. Sepupunya yang lain,  Yang Qi dinikahkan dengan Putri Taihua yang merupakan putri kesayangan Kaisar dari Selir Wu (sebelum kedatangan Yang Gueifei, Kaisar mencintai selir Wu yang kemudia tiada setelah melahirkan seorang putra).

Keadaan istana yang seperti ini, tidak disukai oleh banyak kalangan, terutama karena sikap Perdana Menteri Yang Guozhong yang korup. Seorang Jenderal yang bernama An Lushan melakukan pemberontakan pada 755 M. Pemberontakan yang semakin meluas, membuat Kaisar dan seluruh penghuni istana melarikan diri ke Sichuan. Tetapi di tengah perjalanan, pasukan dan tentara yang mengawal Kaisar menolak untuk meneruskan perjalanan. Mereka meminta Kaisar untuk menghukum mati Perdana Menteri Yang Guozhong dan Yang Gueifei, karena keduanya dianggap biang dari semua permasalahn yang terjadi. Demi masa depan kerajaan maka Kaisar menyetujuinya meskipun ia sangat mencintai selirnya. Yang Gueifei dihukum mati dengan cara digantung dengan seutas selendang putih pada tahun 756 M. Semenjak kematiang Yang Guefei, pemberontakkan dapat ditumpas dan Kaisar kembali ke istana. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa Yang Gueifei berhasil melarikan diri ke Jepang dan mengganti namanya menjadi Yokihi. 
4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 3: Yang Gueifei "Cinta Terlarang Sang Kaisar" 4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 3: Yang Gueifei "Cinta Terlarang Sang Kaisar" Reviewed by pkn4all on Februari 21, 2016 Rating: 5

4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 2 : Xi Shi The Natural Beauty

Februari 18, 2016

Negeri Cina yang peradabannya telah berdiri sejak ribuan tahun tentunya memiliki beragam kisah menarik yang untuk selalu dibahas hingga kini. Peninggalan peradaban bangsa ini tidak hanya dalam wujud benda atau yang berhubungan dengan arkeologi tetapi juga mitos dan legenda. Salah satu legenda yang terkenal dari bangsa ini adalah cerita 4 perempuan cantik dari negeri Cina. Mereka terkenal tidak hanya karena kecantikannya tetapi juga karena pengaruhnya dalam pemerintahan yang bahkan dapat membuat kehidupan istana bergejolak. Siapa sajakah mereka?

Xi Shi

Dalam kisah perempuan cantik ini dapat dipetik pembelajaran, bahwa seorang perempuan dapat membuat sebuah negara besar menjadi hancur. Xi Shi yang lahir pada tahun 497 SM adalah putri seorang pedagang teh dari desa Gunung Ningaloo di daerah Zhuji, Provinsi Zhjiang pada zaman negara Yue kuno. Perempuan ini tumbuh menjadi gadis cantik dengan kecantikan yang natural serta daya tarik yang luar biasa. Ketika ia remaja, negara Yue dikalahkan oleh negara Wu dan membuat Gou Jian, Raja Yue menjadi bawahan Pangeran Fuchai dari negara Wu selama tiga tahun, serta wajib membayar upeti.
Gou Jian, Raja Yue tidak terima akan penghinaan dan kekalahannya dalam perang. Bahkan untuk mengingatkan akan kekalahannya, ia rela menderita dengan tidur di semak belukar dan minum empedu sebelum makan. Kemudian dia mempunyai akal untuk menjatuhkan negara Wu dengan trik perempuan cantik. Maka ia memerintahkan untuk mencari seorang perempuan cantik untuk dikirim kepada Pangeran Fuchai sebagai persembahan. Pilihannya pun jatuh kepada Xi Shi. Di daerahnya tinggal, kecantikannya telah dibicarakan banyak orang bahkan oleh anak-anak kecil dan Xi Shi dikirim ke ibu kota negara Yue.
Lukisan Xi Shi

Selama di istana negara Yue, Xi Shi dijelaskan apa tujuan utamanya serta diajarkan dan dilatih etika istana. Setelah semua persiapan selesai, Raja Gou Jian memerintahkan salah satu menterinya, Fan Li untuk mengantarkan Xi Shi kepada Pangeran Fuchai. Tak disangka selama perjalanan, keduanya saling jatuh cinta. Xi Shi mengagumi sifat bijaksana Fan Li, sementara Fan Li kagum akan keberanian Xi Shi yang rela berkorban demi negaranya. Sebelum berpisah, mereka membuat janji cinta rahasia.
Pangeran negara Wu menyambut Xi Shi dengan senang hati. Ia terpesona oleh penanmpilan dan sangat menyayangi Xi Shi. Secara perlahan Sang Pangeran mulai mengabaikan tugas politiknya dan memilih menghabiskan waktunya denga Xi Shi. Selain itu ia juga sering mengajak Xi Shi naik kereta untuk mengelilingi negeri Wu. Bahkan juga membangun istana indah untuk perempuannya. Sang Pengeran sering membual bahwa ia telah berhasil mendapatkan hari perempuan paling cantik di dunia, dan jika ada orang yang ingin melihat perempuannya maka harus membayar beberapa koin emas. Dengan cara ini, maka sang pangeran juga berhasil memperkaya pundi-pundinya.

Meskipun hidup nyaman, Xi Shi tidak pernah lupa dengan tujuan utamanya dan penderitaan rakyatnya. Ketika kondisi negara Wu sedang kacau akibat ulah pangerannya, maka Raja Yue menyerang negara itu. Pada akhirnya Raja Yue berhasil mengambil alih negara Wu. Setelah kematian Pangeran Fu Chai, Xi Shi menghilang dari publik dan menikah dengan Fan Li. Mereka berdua menjadi pedagang yang sukses. Tetapi ada pula cerita yang mengatakan bahwa Raja Yue mebawa Xi Shi ke sebuah danau dan memerintahkannya untuk menenggelamkan diri ke dalam danau. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi yang memanfaatkan kecantikan Xi Shi.
4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 2 : Xi Shi The Natural Beauty 4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 2 : Xi Shi The Natural Beauty Reviewed by pkn4all on Februari 18, 2016 Rating: 5

4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 1 : Zhao Feiyan Dari Penari Menjadi Permaisuri

Februari 18, 2016

Negeri Cina yang peradabannya telah berdiri sejak ribuan tahun tentunya memiliki beragam kisah menarik yang untuk selalu dibahas hingga kini. Peninggalan peradaban bangsa ini tidak hanya dalam wujud benda atau yang berhubungan dengan arkeologi tetapi juga mitos dan legenda. Salah satu legenda yang terkenal dari bangsa ini adalah cerita 4 perempuan cantik dari negeri Cina. Mereka terkenal tidak hanya karena kecantikannya tetapi juga karena pengaruhnya dalam pemerintahan yang bahkan dapat membuat kehidupan istana bergejolak. Siapa sajakah mereka?

Zhao Feiyan

Kisah perempuan ini hampir mirip dengan dongeng Cinderella, seorang perempuan biasa yang akhirnya dapat menjadi penjadi pendamping seorang penguasa. Zhao Feiyan dalam bahasa Cina berarti “Flying Swallow” atau layangan terbang. Julukan ini diberikan karena ia dapat menari dengan indah dan elegan seperti seekor burung. Bahkan menjadi penari yang paling terkenal selama Dinasti Han (206 SM-220 M).
Lukisan Zhao Feiyan

Periode kehidupannya cukup singkat selama 32 SM-1 M. Zhao Feiyan merupakan perempuan cantik yang berasal dari keluarga biasa. Awalnya ia menjadi seorang penari bagi keluarga Putri Yang. Kemampuan dan bakat menari Zhao Feiyan, membuat Kaisar Cheng (Kaisar Dinasti Han saat itu) menjadi tertarik. Kaisar pun menjadi terpikat akan pesonanya dan menjadikannya selir. Bersamaan dengan itu pula, Hede, adik Zhao Feiyan juga dijadikan selir.
Zhao Feiyan Menari Seperti Di Atas Awan

Semenjak memasuki istana, Zhao Feiyan sangat disayangi oleh Kaisar. Hal ini membuat posisi penari ini menjadi kuat. Puncaknya, Kaisar membuang permaisurinya, menjadikan Zhao Feiyan sebagai permaisuri baru. Tentu saja hal ini menjadi perdebatan di kalangan istana, karena status sosial Zhao Feiyan yang rendah. Kaisar sangat menyangngi Zhao Feiyan dan tidak bisa lepas darinya. Meskipun demikian ada satu masalah, bahwa Zhao Feiyan tidak dapat memberikan keturunan bagi sang Kaisar. Berbagai cara telah dilakukan agar Zhao Feiyan dapat hamil, tetapi tidak ada yang berhasil.
Maka, Kaisar mulai tidur dengan gundik dan selirnya yang ada di istana. Hal ini membuat Zhao Feiyan cemburu dan marah. Setiap ada gundik dan selir yang hamil, maka akan dipaksa untuk aborsi dan membunuh setiap anak yang hidup. Akhirnya, Kaisar tidak pernah memiliki keturunan. Ketika Kaisar Cheng meninggal, Zhao Feiyan ditangkap dan dihukum mati, tetapi sebelum hukuman mati terjadi, terlebih dulu Zhao Feiyan telah bunuh diri.

4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 1 : Zhao Feiyan Dari Penari Menjadi Permaisuri 4 Legenda Perempuan Cantik Cina Kuno Bag 1 : Zhao Feiyan Dari Penari Menjadi Permaisuri Reviewed by pkn4all on Februari 18, 2016 Rating: 5

Kekuatan Yang Eksis Sepanjang Masa "Sihir"

Februari 16, 2016

Hampir dalam setiap kisah masa lalu seperti dongeng atau legenda akan terdapat unsur mistis atau sihir. Tentu saja jika ada sihir maka akan ada Penyihir. Ilmu sihir diyakini telah ada sejak manusia mulai berkumpul dan membentuk komunitas. Sihir sederhana dapat diakses oleh masyarakat biasa dengan cara memberikan persembahan kepada roh atau arwah, tujuannya agar mendapatkan bantuan dari roh. Praktik ritual ini dapat ditemukan di hampir semua masyarakat tradisional. Seni lukis zaman prasejarah juga menggambarkan ritual magis untuk keberhasilan berburu. Ritual tersebut dianggap sebagai ritual keagamaan yang melibatkan tarian dengan kostum binatang. Penyihir telah ada sejak masa Sumeria kuno dan Babilonia. Sementara itu keyakinan bangsa Barat terhadap ilmu sihir diwariskan dari bangsa Mesir kuno, Ibrani, Yunani dan Romawi.
Ilustrasi Penyihir Dalam Dongeng Barat

Di Eropa penyihir telah mengalami kesalahahaman makna. Penyihir dianggap keji dan jahat, sehingga mereka harus digantung atau dibakar. Bahkan terdapat persidangan penyihir di Eropa dan Koloninya seperti di Amerika yang berlangsung anatara abad ke-15-ke-17. Praktik sihir saat itu dianggap sebagai ancaman terhadap Kekristenan. Akibatnya banyak terjadi tindakan kekerasan terhadap orang-orang yang dianggap mempraktekan sihir walaupun tanpa bukti.
Hukuman Mati Untuk Orang Yang Melakukan Sihir

Selama berabad-abad, Kristen mengutuk dan menolak ilmu sihir. Jika melihat pada Perjanjian Lama yaitu dalam bagian Keluaran dan Ulangan terdapat ayat-ayat yang menyinggung ketidaksenangan Allah terhadap penyihir. Contohnya cerita saat Raja Saul berkunjung ke ahli nujum (orang yang dapat berbicara dengan roh orang mati) guna membantunya agar dapat berkomunikasi dengan jiwa Nabi Samuel. Upaya ini berhasil, meskipun ia diberitahu oleh Samuel bahwa Alla tidak senang karena Saul telah melawanNya karena lebih percaya orang mati daripada percaya Allah sendiri.
Namun jika melihat perspektif masyarakat orang Mesir Kuno, Yunani, dan Romawi kuno akan berbeda dengan Alkitab. Bagi mereka, seseorang yang memiliki ilmu magis telah diberkahi oleh para dewa dan dewi serta dikagumi. Kekuatannya diyakini mampu melihat masa depan dan masa lalu, dapat berubah bentuk, dan kemampuan membuat ramuan ajaib untuk merubah penampilan fisik dan emosi. Orang-orang yang dikarunia anugerah ini bisa menggunakannya untuk hal hal positif dan negatif, serta sangat dihormati. Semenjak munculnya Kristen maka sihir telah menjadi hal yang negatif dan sihir dianggap sebagai bagian dari agama paling kuno di Bumi.


Sumber:


Kekuatan Yang Eksis Sepanjang Masa "Sihir" Kekuatan Yang Eksis Sepanjang Masa "Sihir" Reviewed by pkn4all on Februari 16, 2016 Rating: 5

Sejarah Munculnya Permainan Ular Tangga Kuno

Februari 10, 2016
Vaikuntapali Kuno Yang Disimpan di Museum Nasional New Delhi

Siapa yang tidak mengetahui permainan ular tangga. Permainan ini telah lekat dalam kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia serta telah dimainkan beberapa generasi. Sebenarnya permainan ular tangga terinspirasi atau meniru permainan dari India yaitu Vaikuntapali atau juga dikenal sebagai Leela atau Moksha Patam yang muncul pada abad ke-16. Di India permainan ini populer, karena permainan ini juga terkait dengan filosofi Hindhu yang berkaitan dengan karma, takdir, dan keinginan.
Pada awalnya Vaikuntapali berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan moralitas dan spiritualitas. Dalam versi aslinya, gambar mendaki tangga dalam papan pemainan untuk mewakili atau menunjukkan para pemain terhadap nilai perbuatan baik dan pencerahan. Sementara gambar ular untuk mewakili kejahatan seperti nafsu, amarah, pencurian dan pembunuhan akan membawa kerugian spritual. Moralitas yang didapat dalam pembelajaran melalui permainan ini adalah bahwa seseorang akan dapat mencapai keselamatan (moksha) melalui berbuat baik, sedangkan dengan melakukan suatu kejahatan maka dosa akan diwariskan pada kehidupan selanjutnya yang berakibat akan menurunnya derajat kehidupan barunya. Dalam permainan ini, jumlah tangga lebih sedikit dari jumlah ular. Hal ini bertujuan sebagai pengingat bahwa jalan menuju kebaikan lebih sulit daripada jalan untuk berbuat dosa.
Vukuntapali Versi Modern

Ketika India menjadi koloni Inggris, pada masa pemerintahan Ratu Victoria permainan ini dibawa ke Inggris pada akhir abad ke-19. Di negeri tersebut, permainan ini disebut Paramapada Sopanam yang berarti “The Ladder to Salvation” (tangga menuju keselamatan). Tetapi orang Inggris mengubah beberapa bagian dalam papan permainan ini. Mereka masih menggunakan permainan ini sebagai alat untuk menafsirkan dan mengajarkan akibat dari setiap perbuatan baik dan buruk. Papan dalam permainan ditutupi dengan gambar simbolik, bagian atas menampilkan dewa, malaikat, dan mahkluk yang berpenampilan megah, sedangkan sisa dari bagian papan lain ditutupi dengan gambar binatang, bunga dan orang. 
Ular Tangga Abad Ke-19

Dalam versi aslinya, tingkat tertinggi dalam permainan adalah mencapai keadaan di nirwana, sementara dalam versi Barat hanya sekadar mencapai keberhasilan atau kemenangan. Kemudian Milton Bradley membawa permainan versi Barat ini ke Amerika pada tahun 1943 dengan dinamai sebagai Chutes and Ladders. Tentu saja tujuan permainan ini telah berubah menjadi komoditas bisnis.
Ular Tangga Zaman Sekarang
Sumber:


Sejarah Munculnya Permainan Ular Tangga Kuno Sejarah Munculnya Permainan Ular Tangga Kuno Reviewed by pkn4all on Februari 10, 2016 Rating: 5

Pembuatan Roti Ala Bangsa Mesir Kuno

Februari 04, 2016
Diaroma Pembuatan Roti Bangsa Mesir Kuno

Telah lama Bangsa Mesir mengenal teknik pembuatan roti dan menjadikan roti bagian penting dalam kehidupan mereka. Berawal dari periode “Old Kingdom”, langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan roti adalah mengambil emmer atau gandum dari tempat penyimpanan yang dinamakan silo. Setelah itu emmer akan dirontokkan dan ditampi. Spikelet yang sudah dibasahi akan ditumbuk di mortir yang bertujuan untuk memisahkan sekam dari gandum. Sementara dedak akan dibuang atau dijadikan sebagai pakan ternak.
Proses pengilingan biasanya dikerjakan oleh para perempuan. Aktivitas ini merupakan pekerjaan yang berat dan melelahkan. Penggilingan berada di lantai, karena itu selama proses tersebut para perempuan ini harus berlutut setiap hari sehingga tidak jarang menyebabkan kecacatan. Setiap hari mereka mendapatkan jatah makanan. Rasum mereka berupa 10 roti dan 2 kendi bir. Untuk membuang rasa kebosanannya, mereka akan bernyayi lagu “May The Gods Give My Master Strength and Health” (sebuah lagu populer saat itu). Upah mereka dibayar dengan roti dan bir, tetapi terkadang juga dengan biji-bijian.
Penggambaran Perempuan Mesir Kuno Sedang Menggiling

Pada masa “Middle Kingdom” penggilingan yang semula ditempatkan di lantai kemudian ditaruh di sebuah meja. Pemindahan ini membuat proses penggilingan tidak begitu melelahkan. Penggilingan tersebut teridiri dari dua kompartemen. Gandum akan dituangkan ke dalam kompartemen atas dan digosok serta dihancurkan dengan grinda, dan hasilnya kan turun ke bawah. Baru semanjak periode Romawi mulai dikenal penggilingan berputar.
Setelah penyaringan, jika masih terdapat pertikel-partikel agak besar maka akan dituangkan kembali ke atas untuk digiling lagi. Saringan penggilingan terbuat dari rerumputan. Tentu saja hal ini tidak efisien dan memungkinkan butiran pasir dan serpihan kecil batu tetapa ada dalam tepung. Terutama jika gilingan terbuat dari batu yang halus. Pembuatan tepung dengan cara ini membuat baret atau goresan parah di gigi orang-orang yang sering memakan roti atau menjadikan roti sebagai sumber pangan utama. Keadaan ini terjadi di seluruh lapisan sosial masyarakat Mesir, termasuk Amenhotep III yang juga mengalami masalah di giginya.
Adonan roti ala bangsa Mesir kuno dengan mencampurkan tepung, air, dan ragi (ragi dibuat dari adonan asam yang didapat saat pembuatan anggur atau bir). Bangsa Mesir sudah mengenal ragi sejak 1000 SM Kemudian adonan ditaruh ke dalam cetakan panan dan dipanggang dalam oven tertutup. Selama masa era pemerintahan “New Kingdom” di Mesir, ukuran oven cukup besar sehingga dapat memanggang roti secara bersamaan. Oven ini terbuat dari keramik di bagian dalam dan di bagian luarnya diselimuti dengan tanah liat. Bentuk oven ini seperti guci yang besar dan ada lubang terbuka di atasnya. Ketika tukang roti akan menempatkan roti ke dalam oven yang telah panas, maka kepalanya harus masuk ke dalam tengah-tengan oven itu, sementara seseorang akan memegang kakinya. Ini bertujuan agar tukang roti tersebut tidak jatuh ke dalam oven yang telah panas itu.
Ilustrasi Tahapan Proses Pembuatan Roti

Biji wijen, madu, buah-buahan (tergantung musim buahnya), mentega, telur, minyak dan rempah-rempah sering ditampahkan ke adonan untuk rasa roti. Adonan roti akan dibentuk seperti cakram bulat pipih dan kemudian dimasukkan ke oven dengan cara ditempelkan di permukaan dinding dalam oven. Jika tidak ada oven maka mereka akan memanggang roti di atas pasir panas. Cara ini sama seperti yang dilakukan penghuni padang pasir. Selama periode ini telah terdapat 40 jenis roti.
Bagi bangsa Mesir kuno, roti tidak hanya sekadar sebagai makanan tetapi juga sebagai persembahan serta hospitally. Roti dipersembahkan tidak hanya untuk para dewa tetapi juga orang yang sudah mati dan roti yang dipersembahkan merupakan roti putih. Persembahan roti sangat penting guna kelangsungan hidup di akhirat bagi mereka yang sudah mati. Selain itu roti juga menjadi simbol kemurahan hati. Orang kaya berharap kemurahan hati mereka akan dapat diperhitungkan di akhirat. Terdapat kata-kata bijak pada era “New Kingdom” yang berhubungan dengan roti, yaitu,
“Don’t eat bread while another stands by without extending your hand to him”

Pembuatan Roti Ala Bangsa Mesir Kuno Pembuatan Roti Ala Bangsa Mesir Kuno Reviewed by pkn4all on Februari 04, 2016 Rating: 5

Misteri Holly Grail "Pencarian Tanpa Henti Cawan Yesus Dalam Perjamuan Terakhir"

Februari 02, 2016
Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa pada malam Perjamuan Terakhir, Yesus memegang atau menggunakan sebuah cangkir/cawan/gelas. Oleh karena Yesus menggunakan cawan selama Perjamuan Terakhir, hal ini menjadi dasar bagi umat Kristen dalam penggunaan cawan pada Ekaristi. Artikel ini tidak akan membahas mengenai Perjamuan Terakhir, tetapi tentang “Holly Grail”, yaitu cawan Perjamuan Terakhir Yesus. Menurut kisah secara turun temurun, cawan ini telah digunakan Yusuf dari Arimatea untuk mengumpulkan darah Yesus ketika disalibkan dan kemudian diletakkan di dalam kubur Yesus. Setelah itu sudah tidak diketahui keberadaanya. Selama berabad-abad banyak orang yang mecari keberadaan cawan legendaris ini.
King Athur, Raja Pertama Inggris bahkan juga berusaha untuk mencari keberadaan Holly Grail. Banyak teori mengenai kemana hilangnya cawan ini. Salah satunya adalah yang berhubungan dengan Ksatria Templar - adalah ordo militer Gereja Kristen (Katholik) terbesar dan terkuat, dibentuk pada 1119, setelah Perang Salib I, untuk membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya dan melindungi keamanan para peziarah yang pergi ke Yerusalem. Dipercaya bahwa pasukan tersebut telah membawa cawan ini dari Yerusalem pada Perang Salib.
Ilustrasi Holly Grail dan Ksatria Templar

Ada pula cerita yang mengatakan bahwa Yusuf Arimatea membawa cawan suci ini ke Glastonbury di Inggris yang merupakan sebuah pos milik Kerajaan Romawi pada periode penyaliban Yesus. Serta dipercaya juga bahwa Yusuf Arimatea dimakamkan tidak jauh dari tempat tersebut. Pada tahun 1906, di bekas tempat itu ditemukan sebuah mangkok biru yang oleh beberapa orang diyakini sebagai Holly Grail. Sejak itu setidaknya ada empat cangkir lain yang dinyatakan sebagai Holly Grail, dua dari Inggris dan Wales, dan dua lainnya dari Timur Tengah.
Glanstonbury di Inggris

Sementara itu menurut Richard Barber, sejarahwan dan penulis buku “The Holly Grail: Imagination and Belief”, mengatakan bahwa Holly Grail adalah cerita imajinasi dari seorang penyair Perancis abad ke-12. Penyair itu bernama Chretien de Troyes. Apa yang ia tuliskan dalam cerita awal tidak cukup spesifik. Untuk membandingkannya Barber memeriksa teologi Misa Gereja Katholik Roma. Pada abad ke-12, Misa tidak hanya melingkupi ritual/perayaan ekaristi tetapi juga drama, teater, dan tontonan. Dari sinilah ia menemukan ide Holly Grail.
Pencarian Holly Grail yang legendaris memang telah menginspirasi pendongeng sejak kisah Raja Arthur pertama kali disebarluaskan di Eropa pada abad pertengahan. Semenjak itu orang-orang mulai melakukan pencarian tanpa akhir. Meskipun demikian di Inggris terdapat sebuah benda kuno yang disebuat “Piala Nanteos” yang menjadi kandidat terkuat dari Holly Grail. Benda itu ditemukan di Nanteos Mansion, Wales, sebuah rumah yang telah digunakan para biarawan pada abad ke-16 sebagai tempat berlindung pada masa pemerintahan Raja Henry VIII.
Menurut cerita yang beredar pada abad pertengahan, dahulu Raja Arthur berkumpul bersama anak buahnya di Meja Bundar untuk merayakan hari Pentakosta dengan menggunakan Piala Nanteos. Adegan ini digambarkan dalam sebuah naskah dari abad ke-15. Cawan Raja Arthur ini kemudian hilang dan baru diketemukan sekitar tahun 1952 di Nanteos Mansion. Tetapi menurut penelitian, Piala Nanteos bukannlah cawan yang digunakan Yesus, karena berasal dari periode yang berbeda yaitu  beberapa abad setelah Perjamuan Terakhir. Selain itu piala itu tidak terbuat dari kayu zaitun yang merupakan bahan utama untuk membuat Holly Grail. Hingga masa sekarang memang tidak diketahui dimana keberadaan Holly Grail yang sebenarnya yang ada hanyalah berbagai spekulasi serta berbagai benda yang hanya diyakini sebagai yang asli. 
Dalam Perjamuan Terakhir memang benar Yesus menggunakan cawan, tetapi kisah mengenai Holly Grail masih menjadi pertanyaan. Apakah Holly Grail masih ada atau tidak hanya akan menjadi sebuah misteri. Apalagi mengingat jarak waktu yang jauh dari peristiwa Perjamuan Terakhir dan masa sekarang.

Lukisan King Arthur Berkumpul Dalam Meja Bundar Saat Pentakosta


Sumber:





Misteri Holly Grail "Pencarian Tanpa Henti Cawan Yesus Dalam Perjamuan Terakhir" Misteri Holly Grail "Pencarian Tanpa Henti Cawan Yesus Dalam Perjamuan Terakhir" Reviewed by pkn4all on Februari 02, 2016 Rating: 5

Melacak Kembali Asal Usul Manusia Afrika Dari Genom Manusia Kuno di Ethiopia

Januari 27, 2016

Steatment yang beredar hingga sekarang ini bahwa kelompok pertama manusia modern Afrika telah mulai melakukan diaspora pada sekitar 70.000 tahun yang lalu. Tetapi perjalanan mereka berhenti di daerah Timur Tengah dalam perjalanan menuju Eropa dan Asia. Sekitar 3.000 tahun yang lalu, sekelompok petani dari suatu daerah di Timur Tengah (sekarang masuk Turki) kembali ke daerah Tanduk, Afrika dengan membawa tanaman seperti gandum, barley, dan barang-barang kerajinan mereka.
Sejak manusia muncul di Afrika, DNA dari orang Afrika kuno bisa memberikan dasar genetik berharga yang akan membuat lebih mudah bagi para ilmuwan untuk melacak perubahan genom dari waktu ke waktu. Sayangnya DNA tersebut telah sulit didapat. DNA tidak tercipta untuk dapat bertahan selama ribuan tahun. Sampel DNA kuno yang telah diurutkan sampai saat ini diekstrak/didapat dari tubuh manusia kuno di Eropa dan Asia, didapatkan dari “mayat” yang secara alami dibekukan oleh iklim yang dingin.
Artikel ini akan menceritakan bahwa mengapa orang Ethiopia  begitu istimewa karena menjadi kunci untuk mengungkapkan asal usul bangsa Afrika. Sebuah mayat manusia kuno dalam kondisis tertelungkup ditemukan di Gua Mota, yang terletak di bagian selatan Ethiopia. Iklim yang dingin dan kondisi kering di dalam gua, telah mengawetkan DNA-nya. Para ilmuwan pun dapat mengambil sampel dari tulang petrosa yang ada di dasar tengkoraknya. Gua tersebut dipekirakan merupakan sebuah kuburan. Mota hidup dalam budaya pemburu dan pengumpul.
Gua Tempat Mota ditemukan

Berdasarkan uji radiokarbon menunjukkan bahwa fosil mayat tersebut berusia 4.500 tahun. Ini menunjukkna bahwa Molta (para ilmuwan menamainya) hidup sebelum migrasi keturunan manusia Afrika di Eropa kembali lagi ke Afrika. Berdasarkan hasil uji, Molta tidak memiliki varian genetik untuk mata berwarna terang dan kulit cerah. Genetik Mota tidak sama dengan populasi Afrika yang telah melakukan migrasi meninggalkan Afrika, serta genetiknya juga tidak sama dengan petani Eurasia yang kembali lagi ke Afrika.
Mota memiliki tiga varian genetik yang mana telah membantu manusia modern Ethiopia untuk dapat tinggal yang tinggi – sekarang ini posisi kota Mota terletak di ketinggian 8.100 kaki dari atas permukaan laut-. Ketika para ilmuwan membanding genom Mota dengan manusia kotemporer, maka hasil yang didapatkan yaitu hubungan terdekat Molta adalah dengan masyarakat Ethiopia selatan.
Para ilmuwan terus-menerus berusaha menemukan petunjuk baru yang dapat membantu mereka memecahkan teka-teki yang tidak pernah berakhir mengenai evolusi manusia. Penemuan Mota diharapkan dapat membantu untuk membuka tabir rahasia bahwa populasi Afrika sekarang ini memiliki lebih banyak keturunan Eurasia daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Sosok Manusia Afrika Sekarang ini

Ketika membandingkan genom manusia Ethiopia kuno tersebut dengan manusia modern Afrika, peneliti menemukan bahwa populasi Afrika Timur sekarang memiliki seperempat keturunan Eurasia. Sementara mereka yang berada jauh di barat dan selatan Afrika setidaknya memiliki lima persen dari genom migran Eurasia. Hal ini menunjukkan bahwa migrasi yang dilakukan Eurasi untuk kembali ke Afrika jauh lebih besar. Secara kasat mata, gelombang Eurasia kembali ke Tanduk Afrika bisa saja sebanyak 30 persen dari populasi yang sudah tinggal di daerah itu. Menjadi pertanyaan sekarang ini, mengapa dapat terjadi migrasi besar penduduk Eurasia ke Afrika?. Tidak ada perubahan iklim yang jelas, tampaknya telah memaksa mereka untuk bermigrasi kembali ke Afrika. Fakta menunjukkan bahwa kedatangan mereka bertepatan dengan masuknya tanaman Timur  ke Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa migran adalah keturunan langsung dari/setidaknya sangat erat kaitannya dengan petani Neolitik yang membawa gandum dan pertanian barley ke Barat Eurasia sekitar 7.000 tahun yang lalu dan kemudian bermigrasi ke Tanduk Afrika.
“Afrika dipandang sebagai melting pot raksasa, memahami migrasi kuno merupakan langkah besar dalam memahami keturunan Afrika secara keseluruhan”.
Sumber:


Melacak Kembali Asal Usul Manusia Afrika Dari Genom Manusia Kuno di Ethiopia Melacak Kembali Asal Usul Manusia Afrika Dari Genom Manusia Kuno di Ethiopia Reviewed by pkn4all on Januari 27, 2016 Rating: 5

Kampung Bugis Anak Ogik: Magnet Wisata Bahari di Pulau Kemojan-Kepulauan Karimunjawa

Januari 19, 2016
Indonesia telah dikenal sebagai negara maritim yang terkemuka di dunia. Pemahaman ini dapat diartikan karena memang wilayah Indonesia yang terdiri dari gugusan kepulauan dan kumpulan lautan. Menurut data dari UNCLOS 1982, total luas wilayah laut Indonesia sekitar  3.544.743,9 km², lebih  luas dari wilayah daratan yang hanya sekitar 1.910.931,32 km². Dengan demkian maka tiga perempat dari keseluruhan wilayah Indonesia adalah lautan. Daratan di Indonesia memiliki tanah subur yang sangat cocok untuk pertanian dan perkebunan, sementara laut kita memyimpan berbagai kekayaan alam yang sangat besar. Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan alam laut Indonesia dapat digunakan untuk sumber pangan, pertambangan, potensi energi, pariwisata atau rekreasi, bahan baku obat-obatan, sumber air bersih, konservasi alam, dan sebagainya. Semua manfaat tersebut akan dapat mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia.
Lautan yang luas, banyaknya pulau, serta beriklim tropis membuat negara ini memiliki panorama alam laut yang luar biasa indahnya, sehingga Indonesia pantas dijadikan sebagai pusat pariwisata bahari dunia. Beberapa contoh derah di Indonesia yang terkenal dengan wisata baharinya yaitu Taman Laut Bunaken di Manado, Kepulauan Raja Ampat di Papua, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, pantai barat Sumatera, Pulau Weh di Aceh, Natuna di Kepulauan Riau, Flores, dan sebagainya.
Menurut Undang-undang No. 12 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pengertian wisata bahari adalah usaha yang menyelenggarakan wisata dan olahraga air, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta jasa lainnya yang dikelola secara komersial di perairan laut, pantai, sungai, dan danau. Sementara kawasan pesisir adalah wilayah pesisir tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan kriteria tertentu seperti karakter fisik, biologi, sosiologi, dan ekonomi untuk dipertahankan keberadaannya. Kawasan bahari adalah jenis pariwisata alternatif yang berkaitan dengan kelautan, baik di atas permukaan laut maupun kegiatan yang dilakukan di bawah permukaan laut. Rencana pengembangan kawasan bahari harus mempunyai keterkaitan dengan berbagai kepentingan yang mendasar, yaitu pemberdayaan masyarakat pesisir yaang adalah masyarakat atau komunitas yang tinggal di wilayah sekitar garis pantai. Masyarakat pesisir ini memiliki pengetahuan tentang kondisi wilayahnya.
Kepulauan Karimunjawa secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Secara geografi, Kepulauan ini terletak di laut Jawa. Kepulauan Karimunjawa terdiri dari gugusan 27 pulau yang menarik sebagai kunjungan wisata terutama wisata bahari. Wilayah Kepulauan Karimunjawa dikelilingi oleh Laut Jawa dan jarak dari kecamatan Kerimunjawa ke ibukota Kabupaten Jepara yaitu 90 km. Sebagai sebuah kecamatan, Karimunjawa dibagi ke dalam empat desa yaitu, Karimunjawa, Kemojan, Parang, dan Nyamuk. Total luas wilayah Kecamatan Karimunjawa yaitu 107.225 ha, yang terdiri dari 100.105 ha lautan dan 7.120 ha daratan. Jadi 93 % wilayahnya adalah lautan.  Berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara tahun 2014, jumlah penduduk yang mendiami Kecamatan Karimunjawa sebesar 9.016 jiwa pada tahun 2013. Mayoritas penduduk mendiami desa atau pulau Karimunjawa.


Pemanfaatan potensi sumberdaya di wilayah pesisir dan lautan, seperti halnya pariwisata bahari selama ini telah membuka peluang lapangan pekerjaan penduduk Kepulauan Karimunjawa. Kegiatan pariwisata bahari di Karimunjawa dengan memanfaatkan potensi sumberdaya laut dapat dipadukan dengan kegiatan sektor lain seperti sektor kehutanan, perikanan, transportasi, pemukiman, budaya atau tradisi, industri kerajinan atau souvenir, kuliner, dan perkebunan kelapa. Secara resmi, kegiatan pengembangan pariwisata Kepulauan Karimunjawa terdapat dalam Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 161/Men- Hut-II/1998. Dalam surat keputusan tersebut seluruh wilayah Kepulauan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Taman Laut Nasional, sehingga kepulauan ini juga dijadikan wilayah konservasi.
Kepulauan Karimunjawa tidak hanya memiliki panorama alam yang memukau, namun terdapat juga ragam adat budaya yang memarik. Salah satu hal yang menarik dari Karimunjawa adalah bahwa wilayah ini tidak hanya didiami oleh suku Jawa, tetapi juga suku lain yaitu suku Bugis, Madura, Buton, Batak, dan sebagainya. Pertemuan suku besar ini telah membuat perpaduan yang unik dalam tradisi budaya masyarakat Karimunjawa. Keanekaragaman suku yang mendiami kepulauan ini merupakan aset yang dapat digunakan untuk objek wisata budaya.
Kedatangan Suku Bugis dari Sulawesi Selatan ke Karimunjawa, karena memang pada awalnya nenek moyang suku Bugis adalah pelaut ulung. Dalam pelayaraanya, mereka yang awalnya hanya singga di Karimunjawa menjadi menetap di kepulauan ini. Meskipun demikian mereka tetap mempertahkan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat suku Bugis.  Kehidupan suku Bugis tidak pernah lepas dari budaya bahari. Secara turun menurun, generasi suku bugis  di Kepulauan ini berprofesi sebagai nelayan. Mengikuti arus perkembangan zaman, mulai berpindah profesi sebagai petani rumput laut. Selain itu mereka juga mulai membuka hutan-hutan di Pulau Kemojan untuk dapat dijadikan lahan perkebunan dan sawah.
Salah satu kebudayaan suku Bugis di Karimunjawa yang masih dipertahankan adalah cara membuat rumah. Mereka membuat rumah dengan model rumah panggung yang merupakan rumah adat. Meskipun sebagian besar suku Bugis ada tinggal di Pulau Kemojan, agar dapat melihat deretan rumah panggung suku Bugis hanya dapat diilihat di dusun Batulawang. Oleh masyarakat setempat, perkampungan suku Bugis ini disebut Kampung Anak Ogik. Rumah panggung di Batulawang dibangun lumayan pendek, tidak setinggi rumah panggung suku Bugis yang ada di Sulawesi. Ini disebabkan karena suku Bugis kesulitan mendapatkan kayu. Meskipun tidak mirip seratus persen, rumah panggung di Batulawang tetap menarik. Terdapat tangga yang ada di depan atau di samping rumah. Terdapat peraturan yang mewajibkan mencuci kaki sebelum menaiki tangga. Oleh sebab itu, di samping tangga ditaruh ember yang berisi air. Setiap rumah panggung ini memiliki teras yang luas. Bagian bawah rumah panggung digunakan pemiliknya sebagai gudang atau garasi untuk memparkir motor. Selain rumah panggung, suku Bugis juga masih mempertahankan tradisi menenun sarung dan tradisi kuliner.
Berwisata ke kampung suku Bugis tidak hanya sekadar memanjakan mata tetapi juga lidah. Bagi pecinta makanan, budaya suku Bugis yang tertuang dalam kuliner juga memikat untuk dijelajahi. Ragam kuliner khas suku Bugis biasanya dapat dinikmati saat tertentu pada acara tradisional, yaitu perkawinan, acara keagamaan, dan sebagainya. Seperti pada Tradisi Lomban yang diadakan 7 hari setelah hari raja Idul Fitri. Awalnya dalam tradisi ini akan diisi tarian pencak silat dan sambung ayam, tetapi sekarang diganti dengan acara Slamatan yang akan menyajikan berbagai kue khas suku Bugis.
Beberapa contoh kue khas suku Bugis antara lain roti pasauyaitu semacam roti tawar yang terbuat dari tepung, kemudian dikukus dan dicetak menggunakan daun pisang. Cara menyajikan kue ini dengan menuangkan air gula atau air  sirup ke setiap irisan kue. Rasanya manis sekali. Biasanya kue ini disajikan pada acara hajatan atau saat bulan Ramadhan. Adapula kue putrid saheyang terbuat dari ketan ditumbuk hingga halus, setelah itu dibuat menjadi kue. Selain itu ada pula kue khas suku Bugis yang memiliki nama cukup unik, yaitu kue jatuh bangun. Berbahan dari adonan tepung terigu dan telur yang kemudian dikukus, baru setelah itu dituangkan ke dalam cetakan yang terlebih dahulu dilumuri dengan pasta cokelat, gula jawa, serta santan. Kue ini lalu dikukus kembali dan setelah matang kue ini dikeluarkan dari cetakan dengan cara dibalik dan disentakkan. Oleh sebab itu panganan ini diberi nama kue jatuh bangun. Bentuk kue ini tidak berbeda jauh dari kue spon, yang membedakan adalah rasanya dan proses memasak.
Dalam kesehariannya suku Bugis beserta seluruh penduduk Karimunjawa senang untuk mengkomsumsi seafood. Ketersediaan bahan pangan dari laut yang melimpah lebih mudah didapatkan daripada daging hewan seperti sapi. Selain yang telah disebutkan, masih banyak variasi kuliner suku Bugis yang ada di Karimunjawa. Meskipun tidak asli berasal dari Karimunjawa tetapi, masyarakat suku Bugis membuat kuliner tersebut menyesuaikan dengan cita rasa penduduk setempat dan ketersediaan bahan baku. Satu hal yang pasti bahwa kuliner suku Bugis tersebut memiliki cerita dan makna yang pantas untuk dilestarikan.
Diaspora yang dilakukan suku Bugis, telah membawa suku pelaut ini berpencar di seluruh Nusantara. Di daerah baru, mereka membentuk komunitasnya. Perkampungan suku Bugis di Pulau Kemojan memiliki keunikan tersendiri. Di tempat ini suku Bugis masih tetap mempertahankan tradisinya dan berusaha semirip mungkin bergaya hidup seperti dari daerah asli mereka. Dalam berkomunikasi mereka juga masih menggunakan bahasa daerah mereka serta berbahasa Jawa dan Indonesia. Kerukunan yang terjalin ini dapat memberikan contoh positif.
Dalam bidang pariwisata, perkampungan suku Bugis di Pulau Kemojan telah menjadi potensi untuk dapat menarik wisatawan. Berlibur di Pulau Kemojan tidak hanya dapat menikmati keindahan alamnya tetapi juga memberikan pengalaman budaya, terutama tradisi kemaritiman yang didapatkan di perkampungan suku Bugis ini. Wisatawan akan dapat menyaksikan bagaimana kehidupan sehari-hari suku laut ini di Pulau Kemojan yang masih termasuk dalam wilayah Jawa Tengah. Keunikan ini membuat kampung Anak Ogik memang pantas disebut sebagai magnet Pulau Kemojan-Karimunjawa.



Esai ini ditulis oleh Retnaningtyas Dwi Hapsari untuk diikutsertakan lomba menulis dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2016, yang diselengarakan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.




Kampung Bugis Anak Ogik: Magnet Wisata Bahari di Pulau Kemojan-Kepulauan Karimunjawa Kampung Bugis Anak Ogik: Magnet Wisata Bahari di Pulau Kemojan-Kepulauan Karimunjawa Reviewed by pkn4all on Januari 19, 2016 Rating: 5

Berlayar Bersama Kapal Perang Pertama di Dunia

Januari 14, 2016
Ilustrasi Pertempuran Laut Dengan Kapal Galley

Sejak ribuan tahun yang lalu, bangsa-bangsa kuno seperti Mesir, Yunani, Persia, dan Romawi telah memiliki armada atau angkatan laut. Bangsa-bangsa ini telah melakukan pertempuran laut di sekitar Laut Mediterania. Kapal perang saat itu disebut dengan galley yang berlayar dengan menggunakan bantuan angin. Kapal ini juga menggunakan tenaga manusia untuk mendayung. Kira-kira ada 50 pendayung dalam kapal ini, masing-masing baris diisi 25 orang. Kecepatan tertinggi kapal ini diperkirakan hingga 9,5 knot. Kapal-kapal ini akan berusahan saling berbenturan dalam pertempuran. Apabila jarak antara kapal sudah semakin dekat, maka pasukan panah akan menyerang dengan menembahkan panah ke kapal lawan, selain itu para awak kapal akan saling menaiki kapal lawan untuk saling bertarung satu sama lainnya.
Dapat dikatakan model galley mirip dengan model kapal primitif bangsa vinking. Ciri khas galley adalah memiliki lambung kapal yang panjang dan ramping serta memiliki “clearance” yang rendah antara permukaan laut dengan pagar dek. Hampir semua jenis kapal ini memiliki  layar yang difungsikan sebagai pendorong kapal pada saat angin datang. Oleh karena kapal ini menggunakan tenaga manusia untuk mendayung, maka kapal dapat bergerak bebas tanpa terpengaruh angin dan arus laut. Galley berasal dari peradaban pelaut di sekitar Laut Midetarania pada 1000 tahun SM dan digunakan samai awal abad ke-19 M untuk perang, perdagangan, dan perompakan.
Model Sederhana Kapal Galley

Pada akhir abad ke-16 M, sebagai kapal perang, galleymulai dilengkapi senjata di seluruh bagian kapalnya, meliputi ram, katapel, dan meriam. Demikian pula para kru juga dilengkapi dengan senjata agar dapat mengalahkan musuh dalam jumlah yang lebih besar. Galley adalah kapal pertama yang menggunakan meriam nerat sebagai senjata anti-kapal. Akibatnya pada pertengahan, benteng di sekitar pantai mulai diubah desainnya agat kuat menerima serangan meriam.
Puncak penggunaan galley dalam peperangan terjadi pada akhir abad ke-16. Pertempuran Lepanto pada tahun 1571, merupakan salah satu pertempuran laut terbesar dengan menggunakan kapal ini. Memasuki abad ke-17, kapal layar Xebec dan kapal Hybrid mulai hadir dalam pertempuran laut. Kedua kapal tersebut pada umumnya digunakan di Samudera Atlantik, Karibia (daerahnya terbatas), Filipina, dan Samudera Hindia (periode modern awal). Kedua kapal tersebut juga digunakan sebagai kapal patroli untuk memerangi bajak laut. Pada abad ke- 18, galley masih digunakan dalam pertempuran laut antara Rusia, Swedia, dan Denmark. Kemunculan berbagai kapal jenis baru membuat ketenaran galleysecara perlahan semakin terbenam.



Berlayar Bersama Kapal Perang Pertama di Dunia Berlayar Bersama Kapal Perang Pertama di Dunia Reviewed by pkn4all on Januari 14, 2016 Rating: 5

Kerajaan Mughal : Cikal Bakal India Modern

Januari 07, 2016
Peradaban India menjadi salah satu panutan bagi bangsa lain terutama dalam bidang budaya. Kerajaan - kerajaan kuno India telah berdiri sebelum Masehi hingga era modern. Dimana masing - masing dinasti ini memiliki cerita tersendiri. Artikel ini akan membahas mengenai salah satu dari Kerajaan yang paling terkenal sepanjang sejarah India, yaitu Mughal.
Pada akhir dekade tahun 1400 - an, bangsa Mughal yang merupakan asli keturunan dari pemimpin Mongol Timur, diusir oleh orang Tatar yang juga dari Mongol agar meninggalkan wilayah Asia Tengah. Kemudian Bangsa Mughal secara beramai - ramai bergerak ke selatan dan menyerang India pada 1626. India Utara dapat ditaklukkan dengan mudah. Berikutnya, pada tahun 1600, mereka semakin memperluas kekuasannya dengan meyerang Dekka, di sebelah selatan India. Satu abad kemudian, seluruh India dapat dikuasai di bawah penguasaan Bangsa Mughal, kecuali wilayah ujung selatan India.
Walaupun Bangsa Mughal merupakan pemeluk agama Islam, tetapi kebanyakan penduduk India beragama Hindhu. Sementara itu di bagian India Utara, penduduknya merupakan penganut Hindhu Sikh yang didirikan oleh Guru Nanak pada awal tahun 1500 - an dan agama ini berpusat di Punjab. Kuil sucinya adalah Kuil Emas di Amritsar. Meskipun demikian, Bangsa Mughal merupakan bangsa yang toleran sehingga memberikan kebebasan dalam menjalankan agama masing-masing penduduknya.

Para raja Mughal senang menyewa seniman untuk melukis kisah dari karya sastra dan legenda. Mereka juga senang untuk mempelajari hewan dan tumbuhan. Setiap tahun bangsa Mughal akan pergi ke daerah Surat dan naik kapal ke Jeddah yang ada di Laut Merah, untuk menuaikan ibadah Haji. Nasi adalah makanan pokok kebanyakan orang India. Padi ditananm di Delta Sungai Gangga. Produksi kain katun adalah industri utama dari Kerajaan Mughal. Proses penenuan biasanya dilakukan oleh para perempuan.
Kerajaan Mughal menjalankan sistem perbankan yang efisien dengan memberikan kredit dalam bentuk koin emas dan perak pada pedagang Asia dan Afrika Timur. Harta berlimpah diperoleh dari perdagangan dengan Arab dan Eropa. Pertaniannya sangat maju, panen seral mereka lebih besar daripada Eropa, dan industri besi baja bermutu tinggi. Kerajaan ini juga mengekspor tekstil ke seluruh dunia.
Bangsa Mughal adalah arsitek dan pembangun yang hebat. Selama periode kejayaan mereka istana dan makam indah yang dikelilingi tanam dan kolam banyak dibangun, salah satunya adalah istana Taj Mahal yang terkenal karena menjadi simbol kesucian cinta. Istana ini adalah makam Raja Shan Janan dan istrinya.  Istana indah ini dibangun pada tahun 1630-an di Agra.  Pada tahun 1700-an Kerajaan Mughal diserang oleh orang Maratha Hindhu dari pantai barat. Perancis dan Inggris juga menyerbu. Tahun 1800, Inggris berhasil mengalahkan Perancis dan menguasai India.



Kerajaan Mughal : Cikal Bakal India Modern Kerajaan Mughal : Cikal Bakal India Modern Reviewed by pkn4all on Januari 07, 2016 Rating: 5

Misteri Penemuan (Katanya) Bahtera Nuh di Gunung Ararat, Turki?

Januari 05, 2016
Ilustrasi Bahtera Nuh

Beberapa tahun yang lalu ada sebuah penemuan yang menghebohkan dunia. Bahtera Nuh telah ditemukan di Gunung Ararat. Kisah tentang penyelamatan Nuh dengan menggunakan Bahtera terdapat dalam dua Kitab Suci milk agama Kristen (Alkitab) dan Islam (Al-quran). Sekarang ini banyak spekulasi yang muncul mengenai dimana letak pemberhentian bahtera tersebut. Dan yang paling terkenal adalah lokasi Gunung Ararat.
Kisah ini bermula pada tahun 1959, ketika seorang Kapten tentara Turki yang bernama Llhan Durupinar menemukan bentuk yang tidak biasa saat memeriksa foto udara negaranya. Tampak sebuah bentuk halus yang berukuran lebih besar dari lapangan sepak bola, berdiri diantara medan kasar dan berbatu di ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut, di dekat perbatasan Turki dengan Iran.
Tanah pegunungan di wilayah tersebut awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Armenia, negara yang berusia ribuan tahun dan sering dianggap sebagai "bangsa Kristen pertama", sampai Turki mengambil alih wilayah itu pada awal abad ke-20.
Kapten Durupinar yang sering membaca Kitab Tabuat dalam Alkitab dan serta kisah tentang Gunung Ararat di Turki, tapi ia enggan untuk segera mengampil kesimpulan. Wilayah ini sangat jauh, namun dihuni oleh desa-desa kecil. Tidak ada laporan sebelumnya dari obyek aneh ini sebelumnya. Jadi ia memberikan negatif fotografi kepada ahli fotografi udara terkenal bernama Dr. Brandenburger, di Ohio State University.
Brandenburger merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menemukan basis rudal Kuba selama era Kennedy dari foto pengintaian, dan setelah berhati-hati mempelajari foto itu, ia menyimpulkan:. "Saya tidak ragu sama sekali, bahwa objek ini adalah sebuah kapal Dalam seluruh karir saya, saya tidak pernah melihat sebuah objek seperti ini pada foto stereo".
Citra Yang Diperkirakan Bahtera Nuh Melalui Udara

Pada tahun 1960 gambar [atas] diterbitkan di majalah LIFE dengan judul Noahs Ark? Pada tahun yang sama sekelompok orang Amerika disertai Kapten Durupinar pergi ke situs tersebut. Mereka berharap dapat menemukan artefak atau sesuatu yang terkait dengan kapal. Mereka melakukan beberapa penggalian di daerah itu tetapi belummenemukan apa-apa, karena semuanya telah berubah menjadi bentukan alam.
Pada tahun 1977 Ron Wyatt mengunjungi situs itu. Setelah memperoleh izin resmi, Ron dan kawan-kawannya melakukan penelitian yang lebih menyeluruh selama beberapa tahun. Mereka menggunakan survei logam deteksi, melakukan radar scan di bawah permukaan, dan analisis kimia dan temuan mereka sangat mengejutkan. Mereka menyatakan bahwa kayu yang diambil dari situs ini berusia 2.800 SM. Bukti itu tak terbantahkan. Mereka menyatakan bahwa benar ini adalah Bahtera Nuh.
Bukti paling signifikan yang ditemukan dari situs ini adalah sepotong kayu membatu. Ketika pertama kali ditemukan itu tampak sebagai balok besar. Tapi setelah pemeriksaan lebih dekat itu sebenarnya tiga buah papan yang telah dilaminasi bersama-sama dengan beberapa jenis lem organik. Ini adalah teknologi yang sama digunakan dalam kayu lapis modern. Laminasi membuat kekuatan total kayu jauh lebih besar dari kekuatan gabungan dari potongan-potongan. Hal ini menunjukkan pengetahuan konstruksi jauh melampaui apa pun yang kita tahu ada di dunia kuno.
Artefak Yang Ditemukan Di Situs Bahtera Nuh

Detektor logam sensitif juga menemukan hal yang mengejutkan. Tim menemukan cakram besar berbentuk paku keling. Dari pengamatan terlihat bahwa paku keling tersebut dipalu setelah dimaksukkan ke lubang bawah.
Sebuah analisis dari logam mengungkapkan bahwa paku tersebut terbuat dari besi (8,38%), aluminium (8.35%) dan titanium (1,59%). Aluminium terbuat dari campuran logam. Aluminium tidak langsung didapatkan dari alam. Ini berarti telah ada pengetahuan yang sangat canggih dalam bidang metalurgi dan rekayasa. Karakteristik dari paduan besi-aluminium telah diteliti oleh Bulletin Kimia Rusia (2005) dan mengungkapkan bahwa paduan tersebut membentuk lapisan tipis aluminium oksida yang melindungi bahan dari karat dan korosi. Penambahan titanium akan memberikan kekuatan tambahan. Hal ini tampaknya telah bekerja. Paku keling telah bertahan dari zaman kuno hingga kini.
“Sampai sekarang belum dikatakan bahwa 100 % itu adalah Bahtera Nuh, tetapi 99% telah dapat diyakini bahwa itu adalah Bahtera Nuh”.

Sumber:


Misteri Penemuan (Katanya) Bahtera Nuh di Gunung Ararat, Turki? Misteri Penemuan (Katanya) Bahtera Nuh di Gunung Ararat, Turki? Reviewed by pkn4all on Januari 05, 2016 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.