Seo Services
Seo Services

Agama Kuno Di Dunia Yang Telah Hilang dan Terlupakan Bag I

April 12, 2016
1. Pagan
Sebuah agama politeistik tanpa nama, paganisme Finlandia adalah agama asli Finlandia sampai Kristen datang. Berkembang dari perdukunan, termasuk pemujaan leluhur. Dalam agama ini terdapat anggapan bahwa benda mati memiliki jiwa dan bernyawa. Dewa utama dalam agama ini adalah Ukko, dewa langit dan dewa guntur. Sementara itu hari raya nya, diadakan pada tanggal 4 April, dan menjadi salah satu tanggal penting dalam kalender mereka.
Sebuah Lukisan Yang Menggambarkan Perayaan Dalam Pagan

2. Agama Kanaan
Juga tidak disebutkan namanya, ini adalah agama orang Kanaan, penduduk asli daerah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan. Selama ribuan tahun, satu-satunya bukti yang ada yaituagama ini campuran antaraTaurat dan Injil, yang manaadalah musuh konstan dari Israel. Namun, antara tahun 1927 dan 1937, sejumlah tablet Kanaan ditemukan di pantai utara Suriah. Agama ini adalah politeistik dengan sejumlah dewa, yang paling menonjol di antara mereka adalah El, dewa tertinggi,  Baal dan anaknya,  dewa guntur serta dewa hujan.salah satumitos yang paling populer adalah dari pertarungan antara Baal dan Mot (dewa kematian). Baal menantang Mot yang membuat terjadikekeringan. Dalam pertarungan ini Baal mengalami kekalahan da ditangkap. Semua para dewa lainnya dengan dipimpin oleh El bersatu untuk membebaskan Baal. Anat, dewi perang yang masih perawan, akhirnya pergi ke dunia bawah tanah untuk membunuh Mot dan membebaskan Baal. Adanya pengaruh dari sejumlah sekte tetangga, penaklukan Israel dan tekanan agama lain membuat agama ini lenyap sama sekali.
Sebuah Simbol Dalam Agama Pagan
3.  Atenism
Diperkenalkan oleh Firaun Akhenaten yang juga dikenal sebagai Amenhotep IV dari Mesir.Atenism adalah agama monoteistik yang ditunjuk sebagai agama resmi Mesir selama masa pemerintahannya (setelah Amenhotep mati,, kepercayaan lama secara bertahap hadir kembali). Aten adalah dewa Mesir sera nama tradisional untuk menunjuk matahari. Pada awalnya, Atenism memilikisatu dewa Mesir lain tetapi seiring waktu dewa tersebut dihilangkan keberadaanya. Dalam kepercayaan ini hanya Akhenaten yang bisa berbicara dengan Aten.Sebenarnya selama masa pemerintahan Akhenaten di Mesir juga masih terdapatsebagian dari keyakinan lama. Oleh sebab itu maka ketika Akhenaten mati, transisi keyakinan bangsa Mesir dapat belangsung dengan mudah. Sebuah Tablet Kuno yang ditemukan di awal abad ke-20 menyatakan bahwa Akhenaten sangatterobsesi dengan agama barunya terutama setelah kematian istri tercintanya, Ratu Nefertiti. Akhenaten merupakan ayah dari Tutankhamun, atau Tutankhaten. Sejumlah himne diciptakan pada masa pemerintahan Akhenaten.


4. Agama Minoan
Merupakanagama politeistik  tanpa nama dan merupakan agama penduduk Minoan- Pulau Kreta. Agama ini banyak berhubungan dengan alam, seperti kulit dan tandukbanteng telah ditemukan selama berbagai penggalian. Bahkan ada bukti yang menunjukkan orang Minoan kuno mungkin memiliki kontes yang menyerupai rodeo modern seperti sekarang, di mana mereka mencoba untuk mengejar banteng dan menaikinya. Seperti banyak agama-agama kuno, tidak ada teks panduandan banyak informasi yang didapat berasal dari lukisan gua dan berbagai penemuan arkeologi. Dewa utama dalam agama Minoan sebenarnya dewi alam yang berwujud perempuan. Hal membuat agama Minoan menjadi salah satu dari beberapa agama matriarkal ( sebenarnya dalam agama ini ada beberapa dewa laki-laki tapi peran mereka biasanya lebih kecil dari dewa perempuan). Selain banteng terdapatular dan kapak berkepala dua memainkan bagian integral dalam ritual. Selama penggalian terakhir, bukti telah ditemukan yang tampaknya menyiratkan bahwa terdapat pengorbanan manusia.


5.   Mithraisme
Mithraisme dibawa ke Eropa dari akarnya di Persia setelah penaklukan Alexander Agung. Aliran ini sangat populer di kalangan tentara Romawi bahkan menjadi salah satu kultus misteri Romawi kuno serta sekte keagamaan ini dibatasi untuk umum dan rahasia. Mithras yang  dikenal oleh orang Roma, adalah dewa Matahari Persia matahari. Tidak banyak teks yang masih tersisa tentang Mithraisme. Sebagian besar dari apa yang dapat diketahui tentang agama ini berasal dari reruntuhan kuil. Umumnya kuil sekte ini terletak di bawah tanah dan dibangun dengan biaya yang murah. Sebagaian pengikut lebih suka untuk membuat sebuah kuil baru setiap kali yang lama telah ketahuan keberadaanya. Salah satu tanggal paling penting dalam kalender mereka adalah 25 Desember yang diakui sebagai ulang tahun Mithras. Oleh karena ini beberapa orang percaya bahwa Kristen merupakan evolusi dari agama ini, meskipun tidak terdapat bukti yang cukup.

Sumber: www.listverse.com

Agama Kuno Di Dunia Yang Telah Hilang dan Terlupakan Bag I Agama Kuno Di Dunia Yang Telah Hilang dan Terlupakan Bag I Reviewed by pkn4all on April 12, 2016 Rating: 5

Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi

April 11, 2016
Salah satu kisah yang sangat familiar serta menjadi misteri bagi umat manusia adalah kisah mengenai banjir besar yang pernah terjadi di bumi pada ribuan tahun yang lalu. Tentunya kisah ini tidak hanya diwariskan secara lisan tetapi juga kisah ini ada di dalam Kitab Suci beberapa agama seperti Islam, Kristen, Hindhu serta beberapa kepercayaan kuno. Bangsa Sumeria yang peradabannya merupakan yang tertua di dunia juga mencatat kisah ini.

Menurut Bangsa Sumeria kuno kota Eridu (kini menjadi kota Abu Shahrain-Irak) diyakini menjadi kota pertama yang didirikan di bumi ini pada sekitar 5400 SM. Kota ini merupakan asal dari Dewa Enki. Eridu dianggap sebagai kota para dewa di Mesopotamia kuno, seperti Teotihuacan yang terletak di Mesoamerika, yang dianggap sebagai kota para dewa. Sementara itu menurut Kitab Raja Sumeria menyatakan bahwa Eridu adalah "kota raja pertama," dinyatakan dalam ayat seperti ini: "Setelah kerajaan yang turun dari surga, kerajaan itu di Eridu".
“The Eridu Genesis” (semacam Kitab Kejadian dari Eridu) adalah Text Sumeria kuno yang menggambarkan penciptaan dunia, penemuan seluruh kota kuno dan banjir besar yang melanda seluruh negeri. “The Eridu Genesis” diyakini telah disusun sekitar tahun 2300 SM, adalah catatan yang dikenal paling awal untuk banjir besar, mendahului kisah banjir besar yang populer dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab.
“The Eridu Genesis” adalah kisah di mana Utnapishtimdiperintahkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal besar dan mengumpulkan para “benih hidup”. Jika kita melihat kembali teks-teks Sumeria dan catatan mitologinya, kita akan menemukan bahwa pada awalnya, dewa hidup mirip manusia dan memerintah di Bumi. Ketika mereka “tiba” ke planet kita, banyak pekerjaan yang harus dilakukan, oleh karena itu mereka bekerja keras dengan menggali dan mengolah tanah untuk membuatnya layak huni serta mengeluarkan mineral berharga dari dalam perut Bumi.
The Eridu Genesis

Tablet Kuno Sumeria menyebutkan bahwa sebelum banjir besar menyapu Bumi, para Dewa meninggalkan planet ini menuju langit agar aman dan kembali ke bumi setelah banjir besar berakhir. Dalam kisah mengenai dewa-dewa ini terdapat beberapa bagian dari cerita yang masuk akal sementara bagian lain tidak, seperti ketika para Dewa terbang ke langit yang hal dianggap mustahil.
Menariknya, kisah Nuh yang merupakan kisah paling populer mengenai banjir mungkin menggambarkan cerita yang sama seperti yang terlihat dalam Epic of Gilgamesh, yang mendahului Alkitab. Cerita banjir lainnya ditemukan di antara budaya yang berbeda di seluruh belahan dunia. Kemiripan dengan cerita Sumeria lainnya yaitu Kisah Raja Dravida yang bernama Manu yang berkaitan dengan Avatar Matsya Purana (baca link ini:   http://sejarahumumindonesiadunia.blogspot.com/2015/09/10-perwujudan-reinkarnasi-dewa-wisnu-di.html)

Ilustrasi Kisah Manu 


 Utnapishtim dalam Epos Gilgamesh dan narasi banjir ditemukan dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab. Menariknya, orang Yunani kuno memiliki dua mitos serupa yaitu  The Deucalion dan banjir Zeus dalam Buku I dari Ovid Metamorphoses. Para peneliti berspekulasi bahwa “Eridu Genesis” bisa menjadi rekor pertama yang pernah ditulis dari tradisi lisan panjang dalam periode sejarah pada 2800/2300 SM, saat permukaan sungai Efrat diyakini telah meningkat yang menyebabkan banjir besar di wilayah tersebut.  Menariknya, menurut penggalian di kota kuno Ur (baca link inihttp://sejarahumumindonesiadunia.blogspot.com/2016/03/urbanisasi-dan-kehancuran-kota-kota.htmltahun 1922, mengungkapkan ditemukan lapisan delapan kaki garam dan tanah liat yang mendukung klaim bahwa bencana banjir nyata terjadi ada di daerah ini sekitar 2800 SM.
Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi Reviewed by pkn4all on April 11, 2016 Rating: 5

Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi

April 11, 2016
Salah satu kisah yang sangat familiar serta menjadi misteri bagi umat manusia adalah kisah mengenai banjir besar yang pernah terjadi di bumi pada ribuan tahun yang lalu. Tentunya kisah ini tidak hanya diwariskan secara lisan tetapi juga kisah ini ada di dalam Kitab Suci beberapa agama seperti Islam, Kristen, Hindhu serta beberapa kepercayaan kuno. Bangsa Sumeria yang peradabannya merupakan yang tertua di dunia juga mencatat kisah ini.

Menurut Bangsa Sumeria kuno kota Eridu (kini menjadi kota Abu Shahrain-Irak) diyakini menjadi kota pertama yang didirikan di bumi ini pada sekitar 5400 SM. Kota ini merupakan asal dari Dewa Enki. Eridu dianggap sebagai kota para dewa di Mesopotamia kuno, seperti Teotihuacan yang terletak di Mesoamerika, yang dianggap sebagai kota para dewa. Sementara itu menurut Kitab Raja Sumeria menyatakan bahwa Eridu adalah "kota raja pertama," dinyatakan dalam ayat seperti ini: "Setelah kerajaan yang turun dari surga, kerajaan itu di Eridu".
“The Eridu Genesis” (semacam Kitab Kejadian dari Eridu) adalah Text Sumeria kuno yang menggambarkan penciptaan dunia, penemuan seluruh kota kuno dan banjir besar yang melanda seluruh negeri. “The Eridu Genesis” diyakini telah disusun sekitar tahun 2300 SM, adalah catatan yang dikenal paling awal untuk banjir besar, mendahului kisah banjir besar yang populer dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab.
“The Eridu Genesis” adalah kisah di mana Utnapishtimdiperintahkan oleh para dewa untuk membangun sebuah kapal besar dan mengumpulkan para “benih hidup”. Jika kita melihat kembali teks-teks Sumeria dan catatan mitologinya, kita akan menemukan bahwa pada awalnya, dewa hidup mirip manusia dan memerintah di Bumi. Ketika mereka “tiba” ke planet kita, banyak pekerjaan yang harus dilakukan, oleh karena itu mereka bekerja keras dengan menggali dan mengolah tanah untuk membuatnya layak huni serta mengeluarkan mineral berharga dari dalam perut Bumi.
The Eridu Genesis

Tablet Kuno Sumeria menyebutkan bahwa sebelum banjir besar menyapu Bumi, para Dewa meninggalkan planet ini menuju langit agar aman dan kembali ke bumi setelah banjir besar berakhir. Dalam kisah mengenai dewa-dewa ini terdapat beberapa bagian dari cerita yang masuk akal sementara bagian lain tidak, seperti ketika para Dewa terbang ke langit yang hal dianggap mustahil.
Menariknya, kisah Nuh yang merupakan kisah paling populer mengenai banjir mungkin menggambarkan cerita yang sama seperti yang terlihat dalam Epic of Gilgamesh, yang mendahului Alkitab. Cerita banjir lainnya ditemukan di antara budaya yang berbeda di seluruh belahan dunia. Kemiripan dengan cerita Sumeria lainnya yaitu Kisah Raja Dravida yang bernama Manu yang berkaitan dengan Avatar Matsya Purana (baca link ini:   http://www.sejarahdk.com/2015/09/10-perwujudan-reinkarnasi-dewa-wisnu-di.html)

Ilustrasi Kisah Manu 


 Utnapishtim dalam Epos Gilgamesh dan narasi banjir ditemukan dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab. Menariknya, orang Yunani kuno memiliki dua mitos serupa yaitu  The Deucalion dan banjir Zeus dalam Buku I dari Ovid Metamorphoses. Para peneliti berspekulasi bahwa “Eridu Genesis” bisa menjadi rekor pertama yang pernah ditulis dari tradisi lisan panjang dalam periode sejarah pada 2800/2300 SM, saat permukaan sungai Efrat diyakini telah meningkat yang menyebabkan banjir besar di wilayah tersebut.  Menariknya, menurut penggalian di kota kuno Ur (baca link inihttp://www.sejarahdk.com/2016/03/urbanisasi-dan-kehancuran-kota-kota.htmltahun 1922, mengungkapkan ditemukan lapisan delapan kaki garam dan tanah liat yang mendukung klaim bahwa bencana banjir nyata terjadi ada di daerah ini sekitar 2800 SM.
Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi Kisah Banjir Besar Pada Masa Kuno di Bumi Reviewed by pkn4all on April 11, 2016 Rating: 5

Aksi Bajak Laut Pada Masa Kuno

April 10, 2016
Jauh sebelum kota-kota besar mulai bermunculan sekitar lima ribu tahun yang lalu dan pedagang saling menjalin hubungan perdagangan antar wilayah, serangan bajak laut telah ada. Berdasarkan catatan sejarah, pada awalnya perampokan di laut mulai terjadi di Mediterania. Berdasarkan catatan dari bangsa Mesir kuno dan Minoan kisah-kisah serangan bajak laut terjadi di laut dan darat. Misalnya pada sebuah tablet dari tanah liat yang menceritakan bahwa Akhenaton, seorang Firaun Mesir yang memerintahkan untuk mencatat sebuah serangan bajak laut di kapal pada 1350 SM. Ada pula catatan Mesir Kuno yang memberikan rincian mengenai serangan yang dilakukan Ramses III terhadap bangsa laut pada 1190 SM – orang Mesir pada masa ini menyebut bangsa laut dengan istilah Sembilan busur. Serangan tersebut terjadi di Delta Sungai Nil. Sebuah prasasti di Medinet Habu, kuil/makam” Firaun di Thebes juga mencatat pertempuran ini dan menunjukkan kapal dengan haluan kapal milik Sembilan Busur yang berbentuk seperti kepala burung.

Ilustrasi Perompakan Pada Periode Sebelum Masehi
Sejarahwan berpendapat bahwa bangsa Yunani kuno mulai mengenal bajak laut pada sekitar 140 SM. Bajak laut tersebut diberi istilah peirato yang awalnya adalah tentara bayaran yang bersekutu dengan satu faksi politik atau suatu negara kota. Mereka ini dipimpin oleh arcipirata yang kadang-kadanf diterjemahkan sebagai archpirate yang berarti kapten bajak laut.
Kapal dagang pada masa kuno telah berani belayar jauh dari daratan ke suatu tempat yang jauh pula. Ini membuat markas bajak laut tumbuh di sepanjang pantai berbatu. Tempat tersebut menjadi tempat tinggal dan tempat bersembunyi. Meskipun tidak spesifikasinya biasanyatempat berlindung tersebut harus yang aman, dengan syarat sebagai berikut:
1. Dekat dengan jalur perdagangan dan pelayaran maritim
2. penduduk asli yang baik atau ramah terhadap bajak laut.
3. Lokasi terisolasi dan terpencil
4. Iklim yang menyenangkan.
5. Harus ada sebuah pos perdagangan dan  atau kedai yang mana bajak laut dapat memperoleh persediaan dan menghabiskan keuntungan haram mereka.
Di Provinsi Antalya yang kini menjadi Turki terdapattanah kuno Lycia, yang didiami olehbajak laut Lycians. Pantai mereka memilikibanyak teluk di mana mereka bisa bersandar dan menunggu kapal dagang yang melewati tempat ini secara teratur. Lycians secara diam-diam menyerang mangsa mereka, menjarah kapal, dan kembali ke tempat persembunyiannya. Pada tahun 1194 SM, Ramses III dari Mesir menghancurkan havens ini, tapi akhirnya para bajak laut kembali dan memainkan peran penting dalam membantu Xerxes menyerang Yunani pada 480 SM. Beberapa kali orang-orang Romawi juga mencoba untuk menekan bajak laut ini sebelum akhirnya berhasil pada67 SM. Setelah Kekaisaran Romawi jatuh, Lycia kembali menjadi surga bagi bajak laut, dan mereka menyerang kapal yang lewat hingga abad ke-18 dan 19 yaitu ketika kapal perang Inggris mulai berpatroli di pantai ini.

Ilustrasi Pertempuran Laut Melawan Bajak Laut
Daerah pada masa kuno lain yang penuh dengan bajak laut adalah Kilikia/Cilicia, terletak di pantai selatan Asia Kecil (Turki) dekat rute perdagangan yang menghubungkan Suriah ke Italia dan Yunani. Selain itu, kedekatannya dengan jalur Mesir dan laut Palestina terbukti ideal untuk perampok. Cilicia menjadi surga bajak laut yang paling terkenal dari zaman kuno dan adalah rumah bagi salah satu markas terbesar dalam sejarah bajak laut.

Basis kuno bajak laut lainnya yaituCorfu, Santa Maura, Cephalonia, Miletus, Efesus, Smirna, Kepulauan Balearic, dan Sisilia. Markas/ perlindungan terakhir untuk bajak laut dari periode kunoini adalah di Laut Adriatik dan pantai Dalmatia yang membuat sulit bagi para pengejar untuk memburu bajak laut. Ketika Roma dianeksasi Dalmatia pada 9 M, tempat tersebut sudahtidak lagi menjadi surga bagi bajak laut.
Selama musim dingin, aktivitas bajak laut surut, tetapi ketika musim semi bajak laut mulai berlayar lagi. Salah satu taktik favorit mereraka adalah menyerang ketika terjadi festival, dimana saat ituorang akanmenurunkan penjagaannya terhadap serangan. Taktik lain adalah dengan mengaku sebagai pedagang yang jujur dan ketika telah ada kesempatan perompak berani berlayar ke pelabuhan dan menyerang.

Aksi Bajak Laut Pada Masa Kuno Aksi Bajak Laut Pada Masa Kuno Reviewed by pkn4all on April 10, 2016 Rating: 5

Struktur Kota Kuno Yunani

April 09, 2016
Yunani kuno telah diakui sebagai negara kuno yang memiliki struktur khas yaitu memiliki polis yang diterjemahkan sebagai “negara kota”. Sebuah polis memiliki lembaga dan praktik politik, peradilan, hukum, agama dan sosial, masing-masing polis adalah berlaku negara. Seperti negara, masing-masing polis juga terlibat dalam urusan internasional, baik dengan polis-polis lain dan negara-negara non-Yunani di bidang perdagangan, aliansi politik dan perang. Peradaban kuno lain yang memiliki polis yaitu Babilonia, Etruria dan Venesia, dan yang terakhir diyakini sebagi pencetus polis sebagai unit komunal.

Athena, Salah Satu Polis Yunani

Polis muncul pada Abad Kegelapan yang diikuti jatuhnya peradaban Mycenaean di Yunani pada abad ke-8 SM abad yang mana saat ituurbanisasi telah dimulai. Terdapat  lebih dari 1.000 polis di yang menajdi bagian dari Yunani dan polis yang paling penting adalah Athena, Sparta, Korintus, Thebes, Syracuse, Aegina, Rhodes, Argos, Eretria, dan Elis. Polis terbesar adalah Sparta dengan luas  8.500 km². Sementara itu polis-polis seperti Athena, Rhodes dan Syracuse memiliki armada angkatan laut yang juga memungkinkan mereka untuk mengontrol wilayah yang luas di wilayah Laut Aegea.
Sebagian besar penduduk polis yang tinggal di kota dan masyarakat pertanian kecil tinggal disekitarnya. Di jantung daerah perkotaan biasanya terdapat ruang suci dengan satu atau lebih kuil. Mulai abad ke-8 SM bangunan kuil ini hampir selalu menjadi bangunan yang paling mengesankan di polis tapi kadang-kadang lokasinya ada juga yang mereka terpisah dari daerah. Semenjak abad ke-7SM sebuah polis biasanya memiliki tembok kota (Sparta menjadi pengecualian) dan ruang agora diciptakan untuk aktivitas sipil dan komersial. Memasuki abad ke-5 SM banyak polis mulai memeliki perencanaan kota (terutama di koloni baru didirikan) dengan daerah-daerah tertentu dari kota yang ditunjuk untuk acara pribadi, umum dan agama. Banyak polis juga memiliki ruang yang untuk tujuan tertentu misalnya untuk tujuan politik atau juga untuk hiburan, misalnya, teater dan sebuah gimnasium.
Denah Sebuah Polis

Ide dasar yang paling umum untuk semua polis adalah bahwa semua warga negara laki-laki memiliki (setidaknya secara teoritis) hak-hak politik yang sama berdasarkan kepemilikan properti. Dalam prakteknya, apapun sistem politik yang diadopsi - tirani, oligarki atau demokrasi - kekuatan politik didominasi oleh keluarga aristokrat yang mana mereka menduduki semua posisi penting dalam polis seperti keanggotaan dewan elit, magistracies dan jajaran militer yang lebih tinggi. Selain itu dalam stratifikasi sosial warganya terdapat perbedaan kaya dan miskin. Setelah mengenal uang, maka kelas kaya di polis-polis Yunani yang dulunya berinvestasi dengan kepemilikan tanah mulai mengumpulkan kekayaan dari bunga uang yang mereka pinjamkan. Mata uang menggunakan citra atau gambar khusus yang terkait dengan sejarah polis '(misalnya burung hantu pada koin Athena mewakili Athena, pelindung kota)


Struktur Kota Kuno Yunani Struktur Kota Kuno Yunani Reviewed by pkn4all on April 09, 2016 Rating: 5

Ritual Pengorbanan Anak di Kota Kuno Tunisia

April 08, 2016
Carthage yang kini menjadi negara Tunisia, dulunya terkenal sebagai kota pelabuahn terbesar di kawasan Mideterania. Di kota ini kehidupan ekonominya ditopang oleh perdagangan lautnya. Carthage jauh lebih besar dari Athena dan selama berabad-abad jauh lebih penting daripada Roma, tapi itu adalah sesuatu dari sebuah kota yang dilupakan pada masa sekarang.
Baru-baru ini sebuah penelitian baru telah menemukan bukti bahwa peradaban kuno tersebut melaksanakan praktik haus darah yaitu ritual pengorbanan anak-anak sebagai persembahan kepada para dewa yang dilakukan oleh orang tua. Kegiatan ini terdokumentasikan dari catatan penulis bangsa Yunani dan Romawi kuno serta peninggalan benda arkeologi. Secara umum pengorbanan manusia dapat ditemukan di banyak peradaban kuno tetapi pengorbanan anak jarang terjadi.
Bayi yang masih berusia beberapa minggu menjadi bagian dalam ritual ini. Dedikasi dari orang tua anak-anak ini untuk para dewa ditorehkan pada lempengan batu di atas bekas kuburan kuno anak-anak. Seorang profesor Oxford University mengatakan bahwa orang mungkin telah mengorbankan anak-anak mereka karena kesalehan religius yang mendalam, atau perasaan bahwa pengorbanan bisa membawa kebaikan bagi keluarga atau masyarakat secara keseluruhan melebihi kepentingan hidup si anak. Peristiwa ini terjadi di Carthage pada sekitar 2.500 tahun yang lalu.
Ilustrasi Pengorbanan Anak di Carthage


Di Carthage ritual pengorbanan anak merupakan bagian dari kegiatan keagamaan. Bayi yang dikorbankan dalam kondisi bayi yang lahir dalam keadaan mati atau mati muda serta bayi yang lahir dalam kondisi kesehatan badan yang buruk atau lemah dianggap sebagai korban persembahan yang “murah”. Oleh sebab ini, pada masa itu wilayah Carthage tercatat memiliki tingkat kematian bayi yang tinggi. Alasan yang mengerikan mengapa orang tua mengorbankan bayinya adalah agar dengan kematian anaknya doa atau keinginan para orang tua dapat dikabulkan oleh Dewa. Bayi yang dipersembahkan akan dibawa ke kuil dan dipersembahkan di depan Dewa. Tak jarang mereka dibunuh dengan dibakar di depan patung Dewa. Setelah itu abu kremasi mereka akan dikuburkan dan di atas lempengan nisan akan dituliskan keterangan. Adanya praktek ritual yang mengerikan inilah yang menjadi salah satu alasan Romawi menyerang Carthage karena tidak tahan melihat ritual mengerikan ini.
Kuburan Kuno Anak-Anak Yang Dikorbankan
Ritual Pengorbanan Anak di Kota Kuno Tunisia Ritual Pengorbanan Anak di Kota Kuno Tunisia Reviewed by pkn4all on April 08, 2016 Rating: 5

Sejarah dan Asal Usul Mie

April 07, 2016
Hingga sekarang ini asal-usul mie masih menjadi topik yang diperdebatkan. Sejarah mie telah dimulai sejak zaman kuno ribuan tahun yang lalu. Beberapa berpendapat bahwa mie pertama kali dibuat di wilayah Mediterania. Sementara yang lain mengklaim bahwa  bahwa teknologi pertama untuk menciptakan mie dikembangkan di Timur Tengah. Namun, catatan tertulis tertua mengenai mie berasal dari Dinasti Han Timur sekitar tahun 200 SM, dan pada tahun 2005 arkeolog menemukan mie tertua di dunia di Cina. Mie tersebut berusia sekitar 4.000 tahun. Jadi bukti yang ada sekarang menunjukkan bahwa penduduk China kuno juga menjadi salah satu bangsa pertama yang menghasilkan mie, meskipun masih ada pertanyaan apakah bangsa Cina memperoleh teknologi mie dari Timur Tengah masih menjadi bahan perdebatan.


Empat ribu tahun yang lalu, beberapa bencana besar menyapu kota Lajia di Sungai Kuning dengan kecepatan dan kekuatan yang dahsyat. Gempa bumi dan banjir dari luapan air sungai tidak hanya menghancurkan kota tetapi juga ikut berperan dalam melestarikan beberapa helai mie kuning panjang dalam endapan lumpur. Ketika mie itu ditemukan pada tahun 2005, keberadaannya cukup memberikan keyakinan untuk mengakhiri argumen tentang siapa yang berhak mengklaim penemu mie untuk pertama kalinya.
Gary Crawford, seorang arkeolog di University of Toronto di Mississauga di Kanada, mengatakan penemuan mie berusia 4.000 tahun di Cina bukanlah sebuah kejutan. Untuk menentukan bahan pembuatan mie tersebut, maka para peneliti membandingkan bentuk dan pola butir pati dan sekam benih dalam mangkuk mie dengan tanaman modern. Tim menyimpulkan mie tersebut dibuat dari dua jenis millet millet-Broomcorn dan jawawut. Gandum digiling menjadi tepung untuk membuat adonan, yang kemudian mungkin ditarik dan dibentangkan. Sementara bukti arkeologi menunjukkan gandum telah hadir di Cina 4.000 tahun yang lalu tetapi tidak banyak dibudidayakan sampai Dinasti Tang (618 M-907M). Bukti tambahan diperlukan untuk membuktikan bahwa mie yang ditemukan di Lajia adalah nenek moyang mie baik mie Asia atau pasta Italia.

Fosil Mie Yang Ditemukan di Kota Lajia

Dalam budaya Cina, mie merupakan simbol umur panjang. Untuk itu, mie secara tradisional disajikan pada ulang tahun dan pada Tahun Baru Cina sebagai lambang umur panjang. Versi Cina kue ulang tahun adalah mie ulang tahun. Di Jepang, mie dimasukkan ke dalam upacara minum teh Jepang, dan pembuatan mie dianggap bentuk seni. Mie menjadi lebih penting di Jepang setelah Perang Dunia II, ketika kekurangan pangan merajalela dan makanan kering seperti mie menjadi satu-satunya item makanan yang tersedia. Di hampir setiap budaya Asia, mie berhubungan dengan kesejahteraan dan kehidupan yang panjang dan dapat dianggap sebagai kenikmatan makanan Asia.


Sejarah dan Asal Usul Mie Sejarah dan Asal Usul Mie Reviewed by pkn4all on April 07, 2016 Rating: 5

10 Simbol Tato Kuno dan Maknanya

April 06, 2016



Sebuah simbol dari Wiccan/Pagan yang berbentuk bintang pentakel. Simbol ini memiliki 5 poin terdiri dari empat penjuru arah yaitu Utara, Selatan, Timur, dan Berat, serta menunjuk ke diri sendiri. Sementara simbol lingkaran berfungsi untuk menggabungkan semua elemen ini. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa simbol lingkaran berfungsi untuk persatuan dan menghubungkan berbagai kehidupan dalam sehari-hari.




Simbol ini merupakan hasil dari proses perpaduan budaya yang berbeda, antara Kristen, Celtic, dan Pagan. Nama simbol ini adalah Triquetra yang dalam bahasa latin berarti tiga sudut. Awalnya masing-masing simbol ini berdiri sendiri-sendiri, setelah ketiganya digabungkan maka bermakna kasih yang kekal, perlindungan, dan suatu kestuan atau dapat pula berarti Bapa, Putera, dan Roh Kudus.


Runes merupakan nama tato yang berasal dari bahasa Jerman Kuno berarti “Good Luck”. Lambang ini merupakan lambang tertua yang sudah ada sejak  150 SM.


Di dalam tato yang indah ini terdapat  4 elemen yaitu “Earth” untuk warna hijau, “Water” berwarna biru, “Air” berwarna orange, dan “Fire” berwarna merah. Setiap elemen ini memiliki bentuk segitiga dan warna tertentu serta merupakan hasil dari budaya Pagan.  Keempat elemen ini mewakili semua yang ada di dunia ini. Tetapi keempat elemen ini dikatakan musyrik dan penganut Wicca/Pagan menyembahnya sebagi bagian dari perayaan dan ritual mereka.

Merupakan tato perlindungan yang disebut Vegvísir, atau Rune Compass.  Simbol ini berasal dari bangsa Nordic atau penduduk lokal Islandia. Dalam bahasa Islandia Vegvísirsecara harfiah berarti 'tonggak' atau 'tanda arah' yang mungkin berfungsi membantu atau membimbing pemakainya ke jalan tertentu atau arah dalam hidup mereka.

Ini adalah Othala Rune, yang berarti homelandatau 'tanah air'. Simbol ini dipakai untuk memberi penghormatan kepada leluhur atau sesuatu yang telah diwarisi.
The 'Thurisaz' Rune, juga dikenal sebagai 'Thor' atau 'Thorn', yang bermakna  perlawanan, kekuasaan, kekuatan dan kekuatan.

Sebuah tato Triskele merupakan peninggalan dari budaya Celtic dan Pra-Celtic. Gambar  Tiga spiral dalam tato ini memiliki banyak arti yang berbeda. Tetapi biasanya bermakan kehidupan, kematian dan kelahiran.

Tato di sebelah kiri adalah Mannaz yang berarti manusia atau kehidupan. Sementara yang di sebelah bernama  Algiz yang  mewakili alam semesta, atau matahari.


Sumber:
10 Simbol Tato Kuno dan Maknanya 10 Simbol Tato Kuno dan Maknanya Reviewed by pkn4all on April 06, 2016 Rating: 5

Model Pakaian Dalam Bangsa Romawi Kuno

April 05, 2016
Menelusuri gaya pakaian bangsa Romawi kuno merupakan hal yang sulit untuk diungkapkan. Arkeolog kesulitan untuk mengungkapkannya sebab kondisi potongan linen, wol, sutera dan berbagai kain yang telah menjadi artefak dalam keadaan yang hampir hancur karena iklim dan waktu. Berbeda halnya dengan bangsa Yunani kuno, bagi bangsa Romawi kuno, telanjang adalah hal yang tabu. Dalam sastra dan seni Roamwi hanya para gladiator, budak dan masyarakat kelas rendah yang sering dijadikan model untu lukisan atau pahatan telanjang atau setengah telanjang.

Underwear Pria
Selama ini hanya relief dan mozaik yang menggabarkan buruh, atlet, dan gladiator yang digunakan sebagai petunjuk gambaran pakaian masa Romawi kuno. Sebuah makam kuno yaitu “Makam Eurysaces Baker” di Roma menggambarkan budak yang bekerja di toko roti dengan dada telanjang dan menggunakan subligaculum (istilah cawat di Romawi kuno). Cawat ini merupakan bagian dari bentuk perlindungan bagi buruh, atlet, dan gladiator, tetapi tidak dipakai secara teratur oleh orang-orang Romawi secara umum saat itu di bawah pakaian mereka.
Selama musim dingin, beberapa lapis pakaian, mantel, dan kaus kaki wol tebal mungkin sudah cukup untuk menjaga orang-orang menjadi hangat. Sejarahwam Romawi, Suetonius mencatat bahwa Kaisar Agustus menggenan empat lapis pakaian dan toga berat pada musim dingin, serta pelindung dada wol, singlet, dan subligaculum untuk membungkus tulang kering dan pahanya.
Lukisan Gladiator

Lingerie Wanita

Wanita Romawi kuno juga menginginkan bentuk tubuh ideal. Saat itu bentuk tubuh ideal yaitu ramping, payudara kecil, dan pinggul besar. Sebuah penyangga payudara yang disebut strophium populer saat itu, mirip dengan top bandeau, digunakan untuk mengikat payudara. Menurut catatan sejarah, para perempuan terkemuka akan terus menggunakannya pada saat berhubungan intim yang membuat suami mereka menjadi tidak nyaman. Dalam mosaik dari Piazza Armenia di Sisilia terdapat gambar “gadis bikini” yaitu perempuan Romawi kuno yang sedang berolahraga di strophia dengan menggunakan bikini. Bikini ala Romawi kuno ini terbuat dari kulit kambing tahan air yang dapat menyerap darah saat menstruasi.  Baik pria dan wanita Romawi kuno tampaknya menyukai hanya menggunakan pakaian dalam ketika berolahraga.
Lukisan "Gadis Bikini" Dalam Mozaik Piazza Armenia
Model Pakaian Dalam Bangsa Romawi Kuno Model Pakaian Dalam Bangsa Romawi Kuno Reviewed by pkn4all on April 05, 2016 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.