Seo Services
Seo Services

Dunia Kedokteran Pada Masa Kuno

November 14, 2015


Hidup pada masa lampau penuh akan bahaya terutama kondisi kesehatan. Perang, penyakit, kelaparan, dan melahirkan merupakan beberapa contoh sulitnya kehidupan pada zaman dulu. Akibatnya rata-rata usia kehidupan orang-orang pada masa itu lebih rendah dari masa sekarang. Kepedulian masyarakat terhadap penyakit masih sangat rendah pada masa itu. Apabila ada yang sakit, mereka pergi ke tempat-tempat yang dianggal suci untuk melakukan upacara penyembuhan. Demikian pula upaya penyembuhan yang dilakukan para tabib juga dihiasi hal spiritual.
Ilustrasi Tabib Yang Sedang Mengobati Pasiennya

Dalam banyak kebudayaan, dewa dianggap memiliki peran dalam kondisi kesehatan manusia. Misalnya Dewa Asklepios dalam mitologi Yunani yang dianggap sebagai dewa kesehatan. Masyarakat membuat kuil-kuil penyembuhan (dapat disebut juga sebagai sanotarium) bagi Dewa Asklepios. Mereka yang sakit rela berjalan berhari-hari untuk mencari penyembuhan di sanotarium kuno milik Dewa Asklepios. Biasanya kuil-kuil ini terletak di daerah terpencil yang memiliki alam indah, seperti di Epidauros (Yunani) dan Pergamon (Turki). Di dalam kuil akan disedikan tempat pemandian, makanan yang sehat, tempat meditasi, dan kamar. Hewan kurban dan persembahan ditaruh di altar dewa sebagai nazar.
Sementara itu resep obat kuno menggunakan tanaman (jamu), bagian tertentu dari binatang dan air. Dalam banyak kasus, ramuan-ramuan obat digunakan dalam upacara ritual sebelum diberikan kepada yang sakit. Hal ini menandakan bahwa orang pada masa itu percaya akan keampuhan dari obat herbal dan supranatural untuk mengobati penyakit.

Mesir Kuno
Imhotep (2667-2648 SM) adalah orang mesir yang menjadi dokter pertama dalam sejarah Mesir. Pembedahan di Mesir telah mulai dilakukan sekitar 2750 SM. Buku “The Kahun Ginekologi Papyrus” (buku kedokteran kuno Mesir) yang ditulus pada 1.800 SM berisikan 34 kasus diagnosis pengobatan bertahan hidup. Sayang kitab tersebut hanya berbentuk potongan (tidak komplit). Lembaga medis masa itu disebut “Rumah Kehidupan” dan telah didirikan sejak Dinasti I Kekaisaran Mesir.
Herodotus mengganbarkan masyarakat Mesir lebih sehat dari pada tentangganya Libya. Padahal kedua daerah memiliki iklim yang sama-sama kering. Meskipun cara pengobatan juga masih menggunakan praktik supranatural, tetapi dunis medis Mesir Kuno telah mulai mengambangkan bidang anatomi, kesehatan masyarakat, dan diagnostik klinis.
Ilustrasi Pengobatan Pada Masa Mesir Kuno


Mesopotamia
Teks-teks kedokteran Babilonia telah ada sekitar 1000 tahun yang lalu. Tulisan medis terua Babilonia adalah “Handbook Dignostik” yang ditulis oleh Esagil Kin Apli (sesorang yang dianggap dokter masa itu) dari Borsippa. Buku ini ditulis pada masa pemerintahan raja Babelonia, Adad Apla Iddina yang memerintah pada tahun 1069-1046 SM. Seiring dengan perkembangan pengobatan Mesir kuno, Babilonia memperkenalkan konsep diagnosis, prognosis, pemeriksaan fisik, dan resep medis.
Selain itu, “Buku Pegangan Diagnostik” memperkenalkan metode terapi dan etiologi dan penggunaan empirisme, logika dan rasionalitas dalam diagnosis, prognosis dan terapi. Teks berisi daftar gejala medis dan pengamatan empiris secara rinci ditulis bersama dengan aturan logika yang digunakan dalam menggabungkan gejala pada pengamatam tubuh pasien dengan diagnosis dan prognosis.

Lukisan Pengobatan Masa Babilonia Kuno

India
Atharvaveda, teks suci agama Hindu yang berasal dari awal Zaman Besi, adalah teks India pertama yang menyangkut tentang obat-obatan, seperti obat dari Timur Dekat Kuno yang berdasarkan konsep pengusiran setan dan sihir. Atharvaveda juga mengandung resep herbal untuk berbagai penyakit. Penggunaan herbal untuk mengobati penyakit merupakan sebagian besar pembahasan dalam Kitab Ayurveda.
Pada 1000 SM, setelah kemunculan periode Weda, sistem pengobatan tradisional India mulai dikenal sebagai Ayurveda, yang berarti "pengetahuan lengkap untuk umur panjang".
Dua teks yang paling terkenal milik padepokan Charaka dan Sushruta. Keduanya muncul pada 600 SM. Fondasi awal Ayurveda dibangun pada sintesis praktek herbal tradisional bersama-sama dengan penambahan besar konseptualisasi teoritis, nosologies baru dan terapi baru yang mucul pada sekitar 400 SM.  Kemudian pengobatan di India juga dipengaruhi oleh ajaran Budha.
Kitab kuno Ayurvedic menyebutkan delapan cabang kedokteran: kāyācikitsā (penyakit), śalyacikitsā (operasi termasuk anatomi), śālākyacikitsā (mata, telinga, hidung, dan penyakit tenggorokan), kaumārabhtya (pediatri), bhutavidya (roh obat), dan Agada tantra (toksikologi), rasayana (ilmu peremajaan), dan Vajikarana (aphrodisiacs, terutama untuk laki-laki). Terlepas pembelajaran ini, siswa dari Ayurveda diharapkan untuk mengetahui sepuluh seni yang sangat diperlukan dalam penyusunan dan penerapan obat yaitu distilasi, keterampilan operasi, memasak, hortikultura, metalurgi, pembuatan gula, farmasi, analisis dan pemisahan mineral, peracikan logam, dan persiapan alkalis.

Yunani
Yunani kuno, seperti dengan Roma Kuno dan Mesir Kuno, memainkan peran penting dalam sejarah medis. Yang paling terkenal dari semua dokter Yunani Kuno adalah Hippocrates. Pada 1200 SM, Yunani Kuno berkembang di segala bidang baik perdagangan, pertanian, militer, pelayaran, dll. Pengetahuan mereka tentang obat dikembangkan sesuai kondisi tersebut.
Dewa mendominasi kehidupan orang-orang Yunani. Kejadian alam dijelaskan karena kekuatan dewa. Meskipun demikian dunia media Yunani Kuno tidak sepenuhnya didasarkan pada dewa, mereka mulai mencoba mencari penjelasan alami mengapa seseorang mendapat sakit dan meninggal.
Orang-orang Yunani telah belajar kedokteran 1000 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus. Dalam 'Iliad' oleh Homer, tentara yang terluka dirawat oleh dokter dan dalam sebuah kisah pemimpin Yunani yang bernama Menelaus, dirawat karena luka panah di lengan oleh dokter di Machaon.
Namun, tidak semua orang Yunani Kuno pergi ke dokter ketika sakit. Masih banyak dari mereka yang percaya akan para dewa. Kuil Dewa Apollo yang dianggap sebagai penyembuh berada di Delphi dibangun pada abad ke 6 SM. Kemudian banyak mayarakat Yunani kuno beralih ke Dewa Asclepios untuk meminta bantuan penyembuhan. Tempat yang disebut Asclepeia dibangun bagi mereka dalam kesehatan yang buruk. Tempat ini seperti kuli dan di sini orang datang untuk mandi, tidur dan bermeditasi. Kaum miskin juga diizinkan untuk mengemis uang di bangunan ini. Mereka yang pergi ke asclepeias diharapkan untuk meninggalkan persembahan kepada Asclepios. Sistem kuil ini dijalankan oleh para imam. Pasien di Asclepeias didorong untuk tidur karena diyakini bahwa selama tidur mereka akan dikunjungi oleh Dewa Asclepios dan dua putrinya, Panacea dan Hygeia. Kunjungan ketiganya ini diharapkan untuk menyembuhkan semua penyakit.

 Persembahan Telinga Emas Untuk Dewa Aclepios Dari Seorang Wanita Bernama Fabia Secunda Karena Penyakit Di Telinganya Telah Sembuh
Romawi
Gladiator sering terluka bahkan kadang-kadang luka parah. Para dokter harus memperlakukan mereka dengan baik dan belajar tentang tubuh manusia. Galen (200/216-129 SM), merupakan seorang dokter Yunani terkemuka mulai membedah hewan untuk melanjutkan penelitiannya. Galen percaya bahwa monyet yang berjalan seperti manusia, dengan dua kaki, kemungkinan besar akan memberikan para ilmuwan npengetahuan yang dapat diterapkan pada manusia.
Galen, yang pindah dari Yunani ke Roma pada 162 SM, menjadi seorang ahli anatomi manusia. Dia adalah seorang dosen populer dan menjadi dokter paling terkenal dan dicari. Konsul Flavius ​​Boethius, salah satu pasiennya, memperkenalkannya kepada pengadilan kekaisaran dan ia segera menjadi dokter pribadi Kaisar Marcus Aurelius '.
Setelah Galen tidak lagi membedah hewan, ia membedah mayat, seperti mayat seorang penjahat yang digantung, serta beberapa badan yang digali di kuburan korban banjir. Meski begitu, ia membuat beberapa kesalahan ketika menganalisis bagaimana tubuh manusia bekerja.
Galen menulis beberapa buku medis, di mana ia memaparkan pengetahuan yang sangat baik dari struktur tulang. Dia menyadari bahwa otak memberitahu otot apa yang harus dilakukan ketika ia memotong sumsum tulang belakang dari babi.
Teori medis dulu kadang-kadang sangat dekat dengan teori yang kita kenal sekarang. Marcus Terentius Varro (116 SM - 27 SM) menyakini bahwa penyakit disebabkan oleh miniatur makhluk terlalu kecil untuk mata telanjang dapat melihatnya (bakteri dan virus yang terlalu kecil untuk dilihat). Sementara yang lainnya “masih menatap langit”, Crinas dari Massilia yakin bahwa penyakit disebabkan oleh bintang-bintang. Lucius Junius Moderatus Columella (4M- sekitar tahun 70 M), seorang penulis pertanian, penyakit berasal dari uap rawa. Banyak dari keyakinan ini berlaku sampai beberapa ratus tahun kemudian.
Peralatan Medis Ditemukan di Jerusalem Yang Digunakan Pada 40 SM- 400SM
Sumber:



Dunia Kedokteran Pada Masa Kuno Dunia Kedokteran Pada Masa Kuno Reviewed by pkn4all on November 14, 2015 Rating: 5

Kehidupan Pernikahan Bangsa Mesir Kuno

November 09, 2015
Biasanya para pria dalam masyarakat Yunani Kuno menikah saat memasuki usia 30 tahunan, tidak demikian dengan pria Mesir Kuno. Mereka menikah saat usia masih muda sekitar 20 tahunan, sedangkan perempuan Mesir kuno pada usia yang lebih muda, sekitar 15 tahunan. Perempuan Mesir Kuno akan dianggap telah menikah apabila ia meindahkan barang-barang miliknya dari kediaman orang tuanya ke rumah seorang pria yang belum menikah. Demikian pula si perempuan juga ikut tinggal bersama pria itu. Kemudian perayaan upacara pernikahan akan dirayakan dengan meriah, karena masyarakat Mesir Kuno menyukai pesta.
Pria Yunani, terutama Athena akan menunda pernikahan selama mungkin, karena mereka tidak begitu mencintai perempuan dan ingin lepas dari tanggung jawab dalam kehidupan kemasyarakatan yang menginginkan akan keturunan atau ahli waris. Sementara pria Roma bersedia menikah meskipun tidak mencintai pengantin perempuannya. Sementara pria mesir beranggapan bahwa menikah karena cinta merupakan hal yang penting. Keromatisan pria mesir ini dibuktikan dengan membuat puisi untuk kekasihnya. Bagi mereka mereka terlebih dahulu harus jatuh cinta baru memutuskan untuk menikah.

Perempuan Yunani dan Romawi memerlukan persetujuan wali mereka untuk menikah. Demikian pula apabila ada seorang budak yang akan menikah, maka terlebih dahulu ia harus mendapatkan pembebasan dari majikannya. Meskipun pernikahan harus dilandasi oleh cinta, tetapi juga diperlukan izin dari orang tua. Pihak orang tua perempuan tidak akan mengijinkan anaknya untuk menikah dengan “pengembala babi”, sebuah istilah untuk menggambarkan masyarakat berstatus sosial rendah. Apabila orang tua sudah memiliki calon, maka tidak jarang mereka akan menikahkan anak gadisnya yang masih di bawah umur.
Jika ada seorang pria dan perempuan yang dianggap telah memiliki usia matang tetapi belum menikah dan tinggal bersama sedangkan hubungan darah mereka sepupu maka mereka dianggap telah menikah tanpa perlu izin hukum. Negara memang tidak terlibat dalam urusan pernikahan warganya, demikian pula dengan perceraian. Proses perceraian dapat terjadi apabila salah satu pihak yang memulai dengan alasan rusaknya hubungan pernikahan. Meskipun demikian perjanjian atau surat perceraian memang ada. Seorang perempuan yang pernah bercerai harus menunjukkan dokumen tersebut ke calon suami barunya apabila ingin menikah kembali.
Proses perceraian memang cukup sederhana, namun pembagian aset menjadi masalah yang rumit. Mantan istri berhak mengambil barang apapun untuk menjadi miliknya, seperti pakaian, perhiasan, dsb. Para perempuan akan mempertahankan asetnya yang dimiliki sebelum menikah seperti tanah, bangunan, budak, dsb sehingga tidak akan dapat dibagi dengan mantan suaminya. Jika perempuan tersebut sebelumnya tidak memiliki harta, maka mantan suami harus tetap memberikan nafkah sampai mantan istrinya itu menikah kembali.
Terdapat kontrak pernikahan dalam tradisi masyarakat Mesir Kuno. Pada masa Dinasti ke-21 yang berlangsung selama 1.000 tahun akan ada perjanjian pra pernikahan apabila ada seorang yang sangat kaya menikah dengan orang miskin. Terdapat dua jenis kontrak pernikahan. Pertama, pria memberikan sejumlah uang kepada keluarga pengantin perempuan. Ini bertujuan sebagai “uang kompesasi” karena sang ayah perempuan akan kehilangan tenaga anak gadisnya. Uang diberikan sebagai tanda bahwa sang pria serius ingin menikah sang perempuan. Uang tersebut merupakan bukti perjanjian kesepakatan kedua belah pihak. Nilai uang yang diberikan beragam, mulai dari terendah yaitu setengah deben tembaga (setara dengan seperempat biaya sepasang sandal) sampai yang tertinggi yaitu 2 perak deben (setara dengan harga seorang budak perempuan).
Kedua,disebut token, yaitu memberikan berbagai barang atau peralatan kepada keluarga pengantin perempuan. Masyarakat dari kelas sosial atas bisanya hanya menggunakan perjanjian kontrak pertama. Dengan adanya perjanjian pernikahan maka apabila seorang perempuan memutuskan untuk bercerai maka ia harus mengembalikan uang perjanjian itu ditambah denda.
Apabila seorang pria meninggal dunia, maka ahli waris wajib memberikan penguburan yang sesuai. Sedangka propertinya akan dibagi sesuai hukum, yaitu:
1. Istri menerima sepertiga dari harta suaminya.
2. Jika sang istri meninggal, maka sepertiga harta tersebut akan dibagi untuk anak-anak dari suaminya itu
3. Jika tidak maka suami dan istri sepakat bahwa harta dibagikan untuk anak-anak atau untuk orang lain.
Aturan pernikahan bangsa Mesir kuno berdasarkan aturan sosial dan ekonomi dalam masyarakat, bukan hukum negara. Seorang perempuan memerlukan izin untuk menikah dari orangtuannya hingga Dinasti ke-26. Sementara pada seperempat periode Ptolemaic pernikahan diantara saudara kandung merupakan sesuatu yang legal. Secara garis besar, ciri pernikahan bangsa Mesir Kuno adalah sebagai berikutL
1. Pernikahan yang monogami.
2. Orang-orang menikah sesuai kelas sosial mereka. Kecuali dalam Periode Ptolemaic mereka menikah dengan sesama keluarga mereka.
3. Pria dan perempuan mempertahankan kepemilikan terpisah dari setiap harta yang mereka bawa saat pernikahan.
4. Jika salah satu pihak memulai bercerai. Tidak perlu ada alasan.
5. Seorang istri pada umumnya berhak akan sepertiga dari harta suaminya ketika ia meninggal. Di luar itu, pria dan perempuan umumnya akan membagi harta mereka untuk anak-anaknya

Sumber:
Kehidupan Pernikahan Bangsa Mesir Kuno Kehidupan Pernikahan Bangsa Mesir Kuno Reviewed by pkn4all on November 09, 2015 Rating: 5

Sepuluh Buku Tertua Di Dunia

November 01, 2015
Tradisi Menulis dan sastra diperkirakan telah ada sejak 7000-4000 tahun SM. Media penulisan yang digunakan juga beragam. Mulai dari tanah liat, sutra, tembikar, papirus, bahkan meti mati. Lalu apakah buku tertua di dunia ini? Berikut 10 buku tertua di dunia yang berhasil ditemukan:

1.   Madrid Codex
Usia       : 494 Tahun
Ditemukan di Spanyol pada 1860-an, Madrid Codex - juga dikenal sebagai Tro-Cortesianus Codex - adalah salah satu buku yang ditemukan pada periode pra-Columbus di daerah kebudayan Maya sekitar 900-1521 Masehi.
Kemungkinan besar diproduksi di Yucatán, buku ini ditulis dalam bahasa Yucatecan, kelompok bahasa Maya yang meliputi daerah Yucatec, Itza, Lacandon dan Mopan. Para ahli tidak setuju mengenai tanggal yang tepat diciptakannya Madrid Codex, meskipun dikatakan oleh beberapa ahli bahwa buku ini telah dibuat sebelum penaklukan Spanyol pada abad ke-16. Buku ini saat ini berada di Museum Museo de América di Madrid, Spanyol.


2.   The Gutenberg Bible
Usia : 600 Tahun
The Gutenberg Bible, juga dikenal sebagai  “The 42-Line Bible” (Alkitab deret ke-42). Buku kuno ini terdaftar oleh Guinness Book Of World Records sebagai Buku tertua di dunia yang telah menggunakan mekanis cetak. Salinan pertama buku ini dicetak pada tahun 1454-1455 Masehi.

Buku ini dicetak oleh Johannes Gutenberg, di Mainz, Jerman, dianggap buku tertua karena dicetak menggunakan tipe bergerak di Dunia Barat - meskipun di Cina sudah ada contoh buku cetak berabad-abad sebelumnya, seperti Diamond Sutra. Ada 48 salinan asli yang keberadaan telah diketahui, dari semuanya itu hanya 21 yang lengkap. Salah satunya ada di Perpustakaan Umum New York.
3.   The Celtic Psalter
Usia         : 938 Tahun
The Celtic Psalter atau Mazmur Celtic adalah diskripsi dari Scotland’s Book of Kells. Buku Mazmur berukuran saku sekarang bertempat di Universitas Edinburgh, di mana pertama kali ditampilkan di publik pada tahun 2009. Buku ini dianggap telah diciptakan pada abad ke-11, sehingga menjadi buku tertua di Skotlandia.

4.   Diamond Sutra
Usia       : 1.145 Tahun
Merupakan sebuah teks suci milik agama Buddha, Diamond Sutra dianggap buku cetak tertua yang ada di dunia hingga saat ini.  Buku ini ditemukan dalam dinding  gua di Cina bersama dengan bahan cetak lainnya, buku ini terdiri dari karakter Cina, dicetak pada gulungan kertas berwarna abu-abu, dibungkus bersama galah kayu. Buku itu disalin oleh seorang pria bernama Wong Jie, pada Mei 868 Masehi, atas perintah dari orang tuanya yang dicatat pada akhir teks.

5.   Siddur, Jewish Prayer Book
Usia       : 1.173 Tahun
Buku ini merupakan sebuah buku doa milik umat Yahudi bertanggal tahun 840 M. Ditemukan kembali pada tahun 2013. Dan selama kurun waktu tahu tersebut telah ditemukan sebanyak 3 buah buku Siddur. Perkamen lengkap, masih mengikat dalam bentuk aslinya, buku ini mengandung vokal Babelanion yang mirip dengan bahasa Inggris kuno atau abad pertengahan. Hal ini memungkinkan para ahli untuk mengklarifikasikan buku ini ke zaman Geonim – Masa Babelanion dan Kepemimpinan Talmud selama abad pertengahan.


6.   Book Of Kells
Usia   : 1.213 Tahun
Kitab Kells disimpan di College Library Trinity di Dublin, Irlandia, dan dianggap telah diciptakan oleh para biarawan Celtic sekitar tahun 800 M. Buku ini merupakan naskah Injil yang ditulis dalam bahasa latin, yang berisi 4 Ijil Perjanjian Baru.


7.   St  Cuthbert Gospel
Usia   : 1.315 Tahun
Sampai sekarang buku tertua di dunia yang berhasil ditemukan dalam kondisi utuh yaitu St. Cuthbert Gospel atau Injil St. Cuthbert. Buku ini dibeli oleh British Library pada tahun 2012 seharga £ 9.000.000 sebagai bagian dari kampanye penggalangan dana. Buku itu dikuburkan bersama St Cuthbert, pemimpin awal Kristen Inggris, di pulau Lindisfarne off Northumberland, pada sekitar tahun 698 M. Setelah dapat selamat dari penaklukan Viking, buku ini pindah ke Durham untuk menghindari perampasan dari bangsa Viking, sehingga dapat selamat dari kehancuran. Buku itu lagi ditemukan kembali pada tahun 1104 M, dengan diberikan tambahan cover sebagai sampulnya.


8.   Nag Hammadi Library
Usia       : 1.693 Tahun
Dianggap sebagai buku tertua di dunia dalam kondisi masih terjilid. 13 naskah buku ini masih terjilid dalam kayu papirus/lontar. Ditemukan pada tahun 1945, terkubur di dalam stoples yang tertutup rapat, oleh seorang pria lokal di kota Nag Hammadi di Upper Egypt. Buku ini berisi teks Gnostik, yang bertanggal sekitar paruh pertama abad ke-4 Masehi. Ditulis dalam bahasa Koptik, yang naskah diduga disalin dari bahasa Yunani. Nag Hammadi codex saat ini dapat ditemukan di Museum Koptik di Kairo, Mesir.



9.   Pyrgi Gold Tablets
Usia       : 2.513 Tahun
Ditemukan pada tahun 1964 dalam penggalian tempat pengasinagn di Kota kuno Pyrgi, Italia. Buku ini berwujud tiga lepengan emas yang diperkirakan berasal dari periode tahun 500 SM. Tepi dari lempengan ini terdapat lubang. Para ahli berpendapat bahwa ketika lempengan itu pernah terjilid. Dua ditulis dalam teks Etruscan, dan satunya ditulis dalam Phoenician. Buku ini merupakan dedikasi dari Raja Thefarie Velianas untuk dewi Astarte Fenisia. Buku emas ini sekarang ditampilkan di Museum Nasional Etruscan di Roma, Italia.

10.       Etruscan Gold Book
Usia   :         2.673 Tahun

Dianggap buku multi-halaman teryua di dunia yang berasal sekitar tahun 660 SM. Etruscan Gold Book ditemukan 70 tahun yang lalu pada saat menggali kanal dari Sungai Struma di Bulgaria. Buku ini dibuat dari 6 lembar emas 24 karat, diikat/dijilid dengan cincin. Pelatnya ditulis dalam karakter Etruscan, dan juga terdapat gambar kuda, penunggang kuda, sebuah Siren, kecapi, dan prajurit. Buku itu disumbangkan ke Museum Sejarah Nasional Bulgaria di Sofia, oleh donor anonim berusia 87 tahun. Etruria adalah ras kuno orang-orang yang bermigrasi dari Lydia - saat ini menjadi bagian dari wilayah Turki modern - menetap di Italia tengah hampir 3000 tahun yang lalu.

Sumber:

wikepedia 
Sepuluh Buku Tertua Di Dunia Sepuluh Buku Tertua Di Dunia Reviewed by pkn4all on November 01, 2015 Rating: 5

Gaya Berbusana Bangsa Nubia Kuno (Nenek Moyang Bangsa Mesir)

Oktober 30, 2015
Bangsa Nubia merupakan nenek moyang dari bangsa Mesir Kuno. Sebelum abad ke-4 M, dan sepanjang zaman purba klasik, Nubia dikenal dengan nama Kush. Bahasa dan budayanya menjadi cikal bakal bagi para Firaun dengan bahasa Hieroglyphnya. Bangsa Nubia diperkirakan telah ada sejak lama. Bangsa Nubia yang awalnya merupakan kerajaan yang merdeka berhasil dikuasai kerajaan Mesir Kuno pada 2.000 tahun SM. Kebanyakan wilayah Nubia pada zaman modern ini terletak di Sudan Utara dan sebagian di Mesir.  Sekitar tahun 750  SM   berdiri  Kerajaan  Sudan  di Nabtah (Sudan utara) yang  bercorak Mesir  dalam  agama  dan peradabannya.
Bangsa Nubia purba atau bangsa Khus memiliki beragam jenis pakaian. Dari hasil observasi pada makam kuno yang berasal dari periode awal sejarah Sudan menunjukkan bahwa pakaian yang dikenakan pada masa itu sebagian besar terbuat dari kulit dan kain serat. Cawat, rok, dan sandal ditemukan dalam jumlah yang cukup banyak di dalam makam tersebut. Perhiasaan juga ditemukan dalam jumlah banyak di makam itu seperti kalung, gelang, anting-anting, cicin, bulu burung unta, dan manik-manik. Bahan hiasan pribadi juga banyak ditemukan, seperti panci kohl, dan perhiasan yang terbuat dari manik-manik kerang, bulu burung unta, tembaga, dan gading. Bangsa Nubia purba dan Mesir Kuno memiliki pakaian yang sangat mirip karena mereka berdua berkembang peradaban dekat tepi sungai Nil dengan sumber daya yang sangat mirip yang tersedia untuk mereka
Pria Kush mengenakan tunik yang terselip di bawah ikat pinggang mereka dan terikat di depan mereka menyerupai dasi kupu-kupu. Wanita mengenakan sepotong kain dengan jumbai menjuntai atau mengenakan gaun panjang lurus dengan satu atau dua tali. Juga mengenakan hiasan kepala termasuk ikat kepala, sebuah gelang besar, dan gelang lengan. Perempuan dari kelas sosial yang lebih tinggi mengenakan pakaian yang sangat tipis yang praktis tembus dan harus menghiasi diri dengan perhiasan sebanyak mungkin untuk menegaskan status sosial mereka.
Firaun mengenakan topi tengkorak sebagai mahkota mereka. Kobra yang melekat pada ikat kepala emas yang dikenakan di atas kupluk. Penguasa Kush selalu mengenakan kobra untuk menunjukkan bahwa mereka adalah penguasa baik di Nubia dan Mesir.
Orang-orang di Mesir kuno dan Nubia tidak sering memakai sepatu. Mereka hanya mengenakan sepatu untuk acara-acara khusus. Mereka biasa pergi tanpa alas kaki. Orang kaya memakai sandal kulit sedangkan orang miskin mengenakan sandal yang terbuat dari alang-alang anyaman.
Perhiasan yang dikenakan di wilayah sungai Nil kuno bertujuan untuk menunjukkan kehebatan keuangan seseorang. Orang juga percaya bahwa memakai perhiasan membuat mereka lebih menarik bagi para dewa. Sama seperti perhiasan, make-up yang dikenakan oleh pria dan wanita. Mereka menggunakan kohl hitam sebagai eyeliner untuk garis mata mereka.

Sumber:




Gaya Berbusana Bangsa Nubia Kuno (Nenek Moyang Bangsa Mesir) Gaya Berbusana Bangsa Nubia Kuno (Nenek Moyang Bangsa Mesir) Reviewed by pkn4all on Oktober 30, 2015 Rating: 5

(Mencoba) Menelusuri Nenek Moyang Suku Eskimo

Oktober 29, 2015
Wilayah utara dan selatan bumi merupakan wilayah terdingin di planet ini. Meskipun demikian bukan berarti tidak ada manusia yang tinggal di tempat tersebut. Di wilayah utara, tepatnya di kawasan Alaska terdapat suku Eskimo yang tinggal menetap. Meskipun demikian tidak ada yang tahu kapan pertama kali suku Eskimo tiba di Alaska. Diperkirakan setidaknya 6.000 tahun yang lalu.
Awalnya suku Eskimo menghuni barat daya Alaska. Mereka datang dari pesisir Siberia sekitar 4.500 tahun yang lalu. Adapula Arkeolog yang berspekulasi bahwa mereka telah tinggal di pantai Alaska ini sejak 8.000 tahun yang lalu. Suku Eskimo kemudian tinggal di sepanjang utara, barat, dan selatan pantai Alaska
Sekarang ini suku Eskimo menduduki pantai Alaska barat, wilayah Arktik, dan daerah pesisir Tengah Selatan Alaska. Mereka biasanya dikelompokkan di desa-desa yang jumlah penduduknya 50 sampai 150 jiwa, meskipun beberapa populasi desa mencapai 500 jiwa. Suku Eskimo menetap di berbagai tempat. Beberapa tinggal di pulau-pulau berbatu, beberapa di kawasan hutan, beberapa di daerah tundra, dan dekat air yang tidak membeku di musim dingin. Kebanyakan mereka hidup di pantai sementara yang lain tinggal di pedalaman. Karena berbagai tempat mereka tinggal, kelompok suku Eskimo mengembangkan sejumlah perbedaan budaya.
Sebuah teori "prasejarah genetik" memberikan gambar terbaik yang pernah dirangkai bagaimana kawasan Artik Amerika Utara dapat mereka dihuni, dari 6.000 tahun yang lalu hingga saat ini. Urutan DNA dari keluarga dan penduduk kuno menunjukkan hanya orang Siberia yang masuk ke Alaska dan menghasilkan “Paleo-Eskimo”, yang hilang sekitar 700 tahun yang lalu. Sedangkan suku Inuit modern yang menjadi penduduk asli Amerika muncul dari migrasi yang berbeda.
Pemahaman tentang sejarah suku Eskimo ini sebagian besar didasarkan pada artefak budaya yang digali oleh para arkeolog. Penelitian tersebut melibatkan 50 jurnalis yang berasal dari seluruh dunia, dan diterbitkan dalam jurnal Science.
Sebuah populasi pertama Eskimo telah tinggal menetap dan mengalami kondisi alam Artik yang keras hampir selama 5.000 tahun. Para peneliti pra sejarah Amerika Utara telah lama tidak setuju tentang garis keturunan masyarakat Arctik, mulai dari kedatangan pertama mereka dan aktivitas berburu sapi dan rusa yang mereka lakukan. Setidaknya ada empat kelompok budaya lain termasuk suku Inuit modern dan mereka semua memiliki budaya berburu di laut.

"Sejak tahun 1920-an atau lebih, telah banyak dibahas apa hubungan antara kelompok-kelompok budaya yang ada di Artik," kata penulis senior Prof. Eske Willerslev dari Natural History Museum of Denmark, yang merupakan bagian dari University of Copenhagen.
"Semua jenis hipotesis telah diajukan. Semuanya dari kontinuitas lengkap antara orang-orang pertama di Kutub Utara dan hubungannya dengan suku Inuit. Sementara peneliti lain berpendapat bahwa Saqqaq dan Dorset serta Thule adalah orang-orang yang berbeda." Ketiga budaya tersebut semuanya menduduki utara dari Amerika Utara. Saqqaq sampai 2.500 tahun yang lalu, diikuti oleh serangkaian budaya Dorset dan kemudian Thule (nenek moyang Inuit) dari sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Menggunakan DNA dari lebih dari 150 sisa-sisa manusia purba, para peneliti menunjukkan bahwa semua masyarakat Saqqaq dan Dorset dapat disebut sebagai Paleo-Eskimo, mewakili garis keturunan genetik tunggal. Mereka semua berasal dari migrasi yang melintasi Selat Bering dari Siberia yang dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu.
"Sebuah populasi pendiri tunggal menetap, dan mengalami kondisi yang lingkungan dari Arktik yang keras, selama hampir 5.000 tahun - selama periode waktu itu budaya dan gaya hidup berubah sehingga menjadi wakil unit budaya yang berbeda," jelas Dr Maanasa Raghavan.
Dia menjelaskan bahwa hal ini adalah biasa dalam studi orang-orang kuno, dan menyarankan bahwa perubahan budaya diidentifikasi melalui alat dan sisa-sisa benda lainnya, meskipun ini bukan cara terbaik untuk mengukur perpindahan penduduk kuno.
Temuan juga mengkonfirmasi bahwa sebelum budaya Paleo-Eskimo tiba-tiba menghilang sekitar 700 tahun yang lalu, tidak ada pencampuran antara mereka (Paleo Eskimo) dan nenek moyang Inuit, yang muncul dari, gelombang kedua migrasi Siberia yang berbeda.
Penanggalan karbon menunjukkan mereka mungkin telah terjadi tumpang tindih di Greenland dan Kanada utara hingga beberapa abad, namun sisa-sisa budaya tidak dapat berbohong bahwa tidak ada interaksi apapun. Paleo-Eskimo terus menggunakan alat-alat batu yang dipipihkan, sementara Thule menggunakan tanah dan batu untuk menulis.
Tidak adanya genetik cross-over (persilangan genetik) mungkin menunjukkan bahwa penduduk sebelumnya mati sebelum Thule tiba; hal itu juga "menimbulkan pertanyaan", menurut Prof William Fitzhugh, penulis lain dari studi ini, yang berpendapat adanya kemungkinan "genosida prasejarah".
Prof Fitzhugh, dari Smithsonian Institute di Washington DC, mengatakan hilangnya Paleo-Eskimo dalam selama kurun waktu dari 100 atau 150 tahun, mulai seluruh penduduk, serta tradisi budaya adalah suatu misteri. Namun legenda Inuit menunjukkan adanya hubungan persahabatan antara nenek moyang Thule mereka dan "raksasa lembut" yang mendahului mereka. Prof Fitzhugh berspekulasi: "Kami tidak memiliki bukti yang baik bahwa ada permusuhan antara orang Dorset dan orang-orang Thule".
Ada banyak lagi cara untuk mencari tahu dan menggambarkan "bab pembuka dalam sejarah genetik Dunia Baru Arktik". Secara keseluruhan, temuan menambahkan adanya "gelombang keempat" di pemukiman Dunia Baru Arktik, dan mengkonfirmasi bahwa semua Paleo-Eskimo muncul dari migrasi awal yang berbeda.
Setelah membandingkan sampel kuno dengan genom dari orang-orang yang hidup, para peneliti menyimpulkan bahwa, gelombang berikutnya yang terpisah memunculkan orang-orang Thule (dan keturunan mereka Inuit), serta dua kelompok yang berbeda dari penduduk asli Amerika yang bermigrasi lebih jauh ke selatan. Hal ini bertentangan dengan studi genetik sebelumnya, yang menunjukkan awal dikenalnya budaya Arktik, Saqqaq, muncul dari salah satu dari dua gelombang kedatangan leluhur penduduk asli Amerika.

Sumber:
(Mencoba) Menelusuri Nenek Moyang Suku Eskimo (Mencoba) Menelusuri Nenek Moyang Suku Eskimo Reviewed by pkn4all on Oktober 29, 2015 Rating: 5

Tradisi Kuliner Bangsa Yunani Kuno

Oktober 28, 2015
Diperkirakan perkampungan Yunani kuno mulai berdiri pada 500 SM dengan jumlah penduduk mencapai 2.000.000 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang sebanyak itu maka akan diperlukan persediaan pangan yang besar. Berbicara mengenai pola makanan masyarakat Yunani saat itu tidak terlepas dari kesulitan dalam pertanian. Biasanya pola masakan Yunani terdiri dari Gandum, minyak zaitun, dan anggur.
Dalam sehari orang-orang Yunani makan sebanyak 3-4 kali. Menu sarapan terdiri dari roti gandum yang dicelupkan ke dalam milk shake, terkadang dilengkapi dengan buah ara atau buah zaitun. Mereka juga makan pancake yang disebut τηγανίτης/tēganitēs (kata Yunani kuno ini berasal dari kata “wajan”). Adonan pancake Teganites ini dibuat dari tepung terigu, madu, dan curdled susu. Terdapat pula pancake lain yang juga sering digunakan untuk sarapan yaitu σταιτίτης (staititēs). Makanan ini juga terbuat dari adonan tepung, tetapi diberi taburan wijen, keju, dan madu di atas pancake ini.

Sementara untuk makan siang, orang-orang Yunani kuno melakukannya pada tengah hari atau sore hari. Makan malam merupakan waktu makan yang paling penting, dan umumnya berlangsung pada malam hari. Terkadang pada sore hari orang-orang Yunani kuno juga makan, tetapi yang disajikan  merupakan makanan ringan tambahan yang disebut hisperisma (secara harfiah bearti “siang-malam”).
Pria dan wanita mengambil makanan mereka secara terpisah. Apabila  rumah terlalu kecil, maka pria makan terlebih dahulu dan wanita sesudahnya. Sedangkan Budak hanya mendapatkan makan malam. Aristoteles mencatat bahwa orang miskin tidak memiliki budak, akan meminta istri atau anak-anak mereka untuk melayani makanan. Ini bertujuan untuk menghormati ayah yang bekerja mencari nafkah.
Orang-orang Yunani kuno biasanya makan sambil duduk di kursi atau bangku yang digunakan untuk jamuan makan.  Meja tinggi untuk makanan normal dan rendah untuk perjamuan. Awalnya meja berbentuk persegi panjang. Tetapi pada abad ke-4 SM, meja berbentu bulat, dengan kaki mejs berbentuk kaki binatang (misalnya cakar singa). Roti datar dapat digunakan sebagai piring, tetapu mangkuk yang lebih umum.
Piring mulai digunakan pada periode Romawi yang kadang-kadang terbuat dari logam mulia atau kaca. Cutlery tidak sering digunakan di meja. Swmentara penggunaan garpu tidak diketahui. Orang-orang Yunani Kuno makan dengan jari-jari mereka. Pisau digunakan untuk memotong daging. Sendok digunakan untuk sup dan kaldu. Potongan roti (πομαγδαλία apomagdalia) dapat digunakan untuk sendok makanan atau sebagai serbet, untuk menyeka jari.
 Pada awalnya sajian makanan Yunani Kuno berdasarkan pola makan daging. Seiring berjalannya waktu terjadi perubahan. Daging menjadi bagian kurang penting karena digantikan oleh sayuran dan buah. Dengan iklim daerah Yunani yang baik, membuat tanah Yunani menjadi subur sehingga tumbuhan dapat berkembang. Disamping itu Yunani telah memiliki sistem irigasi yang baik. Berikut beberapa bahan makanan yang sering digunakan oleh penduduk Yunani kuno.
Roti
Roti dalam bentuk kue barley disajikan dengan makanan atau dimakan secara terpisah. Roti terbuat dari gandum juga dimakan, dan tepung dijual di pasar Athena dan tempat lain. Gandum dari koloni Yunani di Italia selatan itu dikirim ke Athena melalui pelabuhan Piraeus dan digiling menjadi tepung putih yang sangat lembut.
Ikan
Yunani daratan dan pulau-pulau kecil Yunani memiliki garis pantai yang panjang dan laut luas yang bermafaat bagi banyak orang. Baik ikan kecil murah dan mahal dapat laris di pasar. Jenis-jenis ikan yang dibawa ke darat sangat bervariasi. Pasar ikan sangat ramai. Ikan “sayap” dapat biasa dimasak dengan anggur, cuka, minyak zaitun, dan caper. Mullet, bream laut, ikan terbang, sarden, ikan tongkol dan turbot dapat tertangkap dalam jumlah besar. Semua jenis kerang, keong, periwinkles, conches, tiram, remis, landak laut, udang, cumi-cumi dan gurita juga menjadi makanan favorit.
Daging
Daging umumnya dianggap terbaik saat direbus atau dipanggang. Sosis matang dijual di pasar Athena dan kota-kota lain. Babi adalah jenis daging yang paling populer. Babi liar termasuk makanan enak.  Daging domba dan sapi juga dimakan.
Sayur-sayuran
Sayuran yang sangat penting dalam menu diet masyarakat Yunani kuno. Sayuran hijau, horta (dandelion), dikumpulkan, direbus dan dimakan panas atau dingin. Asparagus, adas, seledri, mentimun, labu, labu, kol, kacang polong, bawang, raddish dan selada juga sangat populer.  Tanaman Jelatang yang berbau menyengat dan dapat membuat gatal, juga dapat dijadikan makanan bergizi baik. Berbagai tanaman hutan juga dapat dijadikan sebagai makanan, seperti akar Iris liar dan artichoke. Jamur dan truffle liar.
Madu
Dari semua makanan dari dunia kuno, madu adalah salah satu yang paling ajaib dan penting. Zeus, raja para dewa, diyakini memakan susu kambing dan madu. Sarang lebah disimpan di farmsteads. Madu digunakan untuk semua jenis pemanis, seperti gula modern, serta penyedap untuk biskuit, kue, roti dan saus. Selain itu madu juga digunakan dalam obat-obatan dan untuk luka. Honeycomb dimakan dalam bentuk alami.
Buah dan Kacang
Keduanya dapat dimakan pada saat masih segar atau kering. Pohon pir, mulberry, ceri dan apel dapat tumbuh liar. Ada pula plum, dan sepupunya, damsons (disebut demikian karena pertama kali datang dari Damaskus). Bullaces, merupakn jenis plum liar yang dapat dimakan, blackberry dan buah liar lainnya juga tumbuh subur di Yunani. Buah ara, baik segar dan kering, umum dijadikan kismis. Delima diimpor dari Siprus dan banyak pulau-pulau Yunani lainnya. Varietas anggur datang dari seluruh Yunani. Arbutus - pohon strawberry - memiliki buah merah yang lezat ketika mereka matang. Persik sangat populer seperti semua jenis melon. Quince yang liar juga menjadi bagian makanan Yunani kuno dan yang terbaik dikatakan berasal dari pulau Cos. Kenari - disebut Royal Nut oleh orang Yunani kuno - banyak ditanam di Yunani dan koloninya. Kacang Beech juga dimakan seperti chestnut, pinus kernel dan almond.
Zaitun
Zaitun memiliki perhatian khusus dalam tradisi makanan Yunani Kuno dan kontribusi utama dalam masakan Yunani. Athena, Dewi Kebijaksanaan, Pelindung Kota, diyakini telah memberikan pohon zaitun ke kota Athena dan kemudian menyebar ke seluruh Yunani. Selain sebagai bahan makanan, zaitun juga menjadi minyak. Minyak ini adalah satu-satunya bahan bakar yang tersedia untuk lampu dari tanah liat atau logam.


Tradisi Kuliner Bangsa Yunani Kuno Tradisi Kuliner Bangsa Yunani Kuno Reviewed by pkn4all on Oktober 28, 2015 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.