Seo Services
Seo Services

Kerajaan Makedonia Kuno

Mei 23, 2016

Makedonia merupakan sebuah kerajaan kuno yang berpusat di sebelah timur laut dataran Semenanjung Yunani, lebih tepatnya terletak di kepala Teluk Thermai. Pada abad ke-4 SM, kerajaan kuno ini telah mencapai hagemoni atas Yunani dan menaklukkan daerah hingga tanah timur jauh yaitu hingga wilayah Sungai Indus. Meskipun demikian pengaruh Mekedonia di India hanya berlangsung singkat.

Asal dan identitas asli dari orang Makedonia masih diperdebatkan. Apakah mereka sebenarnya adalah etnis Yunani atau tidak. Antara Makedonia dan Yunani terdapat hubungan budaya prasejarah yaitu sama-sama bagian dari Anatolia. Berawal pada sekitar 700 SM ketika sekelompok orang yang menyebut diri mereka bangsa Makedonia mulai tinggal di wilayah timur dari Sungai Haliacmon (Aliakmon). Mereka dipimpin oleh Raja Perdiccas I. Ada yang berpendapat bahwa orang-orang Makedonia ini memakai bahasa Yunani serta menggunakan budaya Yunani kuno sebelum abad ke- 5 SM. Bahkan Athena diyakini juga ikut mengontrol pemerintahan Makedonia, terutama di daerah pesisirnya.Kesepakatan pemisahan wilayah antara Makedonia dan Yunani kuno dilakukan pada masa Raja Amyntas III yang memerintah pada 393 SM -370/369 SM.

Dua putra Amyntas yaitu Alexander II dan Perdiccas III, memerintah hanya sebentar. Putra ketiga Amyntas yaitu Philip II telah dianggkat menjadi raja ketika ia masih bayi. Ia akhirnya memerintah pada 359-336 SM dan berhasil menbawa Makedonia ke posisi dominan di Yunani. Anak Philip yaitu Alexander III atau Alexander Agung yang memerintah 336 SM-323 SM berhasil menggulingkan Kekaisaran Achaemenian (Persia) dan memperluas kekuasaan Makedonia hingga sungai Nil dan sungai Indus. 
Setelah kematian Alexander di Babel, para jenderal Makedonia membagi wilayah kerajaan ini ke dalam beberapa  satrapi atau provinsi, dimana masing-masing provinsi dipimpin oleh para jenderal. Mulai 321 SM hingga 301 SM perang hampir terus-menerus terjadi di Makedonia. Antipater (seorang bupati di Eropa) dan putranya Cassander berhasil mempertahankan kontrol Makedonia dan Yunani sampai kematian Cassander pada 297 SM. Setelah itu  Makedonia jatuh ke dalam perang saudara.
Kerajaan Makedonia Kuno Kerajaan Makedonia Kuno Reviewed by pkn4all on Mei 23, 2016 Rating: 5

Ibu Dari Para Firaun Mesir

Mei 22, 2016

Bangsa Mesir Kunopercaya akan kuasa dan kekuatan dari Dewi Isis yang merupakan dewi kesuburan. Dewi Isis juga dikenal sebagai ibu dewi, Dewi sihir, kematian, penyembuhan dan kelahiran. Ia dipuja oleh bangsa Mesir Kuno. Dewi Isis adalah putri pertama dari Geb dan Nut yaitu dewa bumi dan dewi langit. Isis adalah adik dari Osiris yang kemudian menjadi istrinya. Putra Isis dan Osiris adalah Horus yang juga dikenal dengan nama Auset, Aset atau Eset.
Setelah kematian Osiris, suaminya, Isis mengambil alih sebagai dewi kematian dan upacara pemakaman. Isis merupakan adik dan istri dari Osiris. Dalam tradisi bangsa Mesir kuno, incest(perkawinan sedarah) merupakan sesuatu yang wajar karena membantu dalam mempertahankan garis keturunan suci para dewa. Isis juga disebut-sebut sebagai ibu dan pelindung Firaun. Fungsi utama dari Dewi Isis adalah menjadi dewi sihir, cinta, ibu dan kesuburan. Dia adalah anggota dari Ennead dan bagian dari sembilan dewa paling penting dalam peradaban Mesir kuno.
Isis biasanya direpresentasikan sebagai seorang wanita mengenakan gaun selubung panjang dan hiasan tahta kosong di kepala nya. Hiasan kepala kosong mewakili kematian suaminya dan perannya sebagai pusat kekuatan firaun. Dalam beberapa ilustrasi gambar, ia terlihat sebagai seorang wanita dengan hiasan kepala dari piringan matahari dan tanduk. Dalam beberapa gambar langka, dia terlihat sebagai seorang wanita dengan kepala sapi. Dia juga direpresentasikan sebagai dewi angin yaitu seorang wanita dengan sayap terentang. Dia juga terlihat dengan Horus anaknya dan memakai mahkota burung pemakan bangkai. Dia juga terlihat sebagai wanita memegang bunga teratai. Dalam perbintangan, simbol Dewi Isis adalah bintang September (Sirius). Hewan yang ditakuti Isis adalah sapi, ular dan kalajengking. Dia juga pelindung dari elang, burung layang-layang, merpati dan burung bangkai.

Dewi Isis juga dipercaya memainkan perang penting dalam keberlangsungan kehidupan di Sungai Nil, Mesir. Diyakini bahwa banjir tahunan Sungai Nil adalah air mata dari Isis yang keluar karena kematian suaminya yang didahului oleh kemunculan dari bintang September (Sirius) di langit. Sampai hari ini, setiap tahun masyarakat Mesir masih memperingati legenda ini dengan perayaan tahunan yang bernama "The Night of Drop".
Ibu Dari Para Firaun Mesir Ibu Dari Para Firaun Mesir Reviewed by pkn4all on Mei 22, 2016 Rating: 5

Kota Kuno Bangsa Maya Di Tepi Pantai Karibia

Mei 21, 2016
Kota kuno di pesisir ini berjarak  delapan puluh mil sebelah selatan dari kota Cancun di Meksiko. Situs arkeologi yang kini berwujud reruntuhan dinamakan Tulum yang merupakan kota kuno bangsa Maya. Dibangun di atas tebing 12 meter (40 kaki) dari perairan Karibia, tempat ini dianggap salah satu situs arkeologi yang paling indah Meksiko. Oleh karena kota kuno ini adalah satu-satunya situs peninggalan bangsa Maya yang tidak terletak di tengah-tengah hutan. Kota kuno yang terletak  di pinggir pantai ini dihiasi dengan warna - warna yang indah yang dapat dilihat dari jarak beberapa mil jauhnya di laut. Tulum adalah kota terakhir yang dihuni dan dibangun oleh bangsa Maya dan diduga telah menjadi pusat keagamaan bagi para imam yang tetap aktif selama periode invasi bangsa Spanyol.
Diyakini bahwa Tulum merupakan pemukiman nelayan bangsa Maya yang mulai muncul pada 300 SM. Sedangkan bukti arkeologi paling awal menyatakan pendudukan manusia ada di daerah pantai ini tertanggal 564 M. Kata Tulum berarti dinding, parit atau pagar. Sementara dalam bahasa Maya, nama kuno kota pinggir pantai ini adalah Zama yang berarti fajar atau matahari terbit. Mengingat lokasinya yang dipinggir pantai. Dibangun di tebing yang menghadap matahari terbit dan merupakan satu – satunya kota Maya yang terletak di pantai Karibia. Kota ini juga salah satu dari sedikit kota dalam peradaban Maya yang dibangun berdinding.

Para arkeolog percaya bahwa dinding yang ada di kota pantai kuno ini tidak digunakan untuk tujuan defensif, melainkan dinding ini berfungsi sebagai penghalang kelas untuk memisahkan elite penguasa dari rakyat mereka. Diperkirakan Tulum memiliki populasi 1.000 sampai 1.600 jiwa. Dinding ini terletak di tiga sisi yang melindungi perbatasan bagian timur dengan laut. Tinggi dinding ini antara 3 sampai 5 meter (16ft),dengan tebal  8 m (26ft) dan panjang 400 m (1,300ft).
El Castillo (The Castle) dianggap sebagai monumen yang paling penting di kota kuno Tulum. Bangunan ini berdiri di bagian terdepan di tebing serta menjadi bangunan tertinggi di kota ini. Meskipun disebut sebuah kastil, tetapi fungsinya adalah sebuah tempat suci dan pusat seremonial. Di bagian atas bagunan ini terdapat sebuah ruangan untuk membatu navigasi atau dapat disebut sebagai mercusuar primitif. Ketika obor dinyalakan, kano atau kapal yang akan berlabuh kan dipandu melalui cahaya obor agar dapat melalui terumbu karang. Aktivitas ini merupakan bagian dari perdagangan pantai kota ini. Oleh karena itu Tulum merupakan kota perdagangan dan pelabuhan bangsa Maya. Mengingat jalur perdagangan maritim bangsa Maya yang luas hingga ke wilayah Honduras bahkan mungkin hingga ke Panama dan Kosta Rika serta sekitar Semenanjung Yucatan.


Kota Kuno Bangsa Maya Di Tepi Pantai Karibia Kota Kuno Bangsa Maya Di Tepi Pantai Karibia Reviewed by pkn4all on Mei 21, 2016 Rating: 5

10 Fakta Kekaisaran Romawi Kuno

Mei 20, 2016
1.   Orang Romawi percaya akan dewa dan dewi yang memerintah atas berbagai bidang kehidupan. Misalnya, Neptunus yang menjadi dewa laut, dan mereka berdoa kepada dia untuk melindungi mereka di laut. Kuil dibangun untuk menghormati dewa-dewa, dan orang-orang akan mengunjungi kuil dengan membawa persembahan.
2.   Kekaisaran Romawi didirikan oleh Romulus yang merupakan raja pertama pada 753 BC. Semenjak itu Roma menjadi kota yang kaya dan berkuasa selama beberapa ratus tahun ke depan

3.   Pada 117 M, wilayah Kekaisaran Romawi telah menlingkupi seluruh Italia,  semua tanah di sekitar Mediterania dan sebagian besar Eropa, termasuk Inggris, Wales dan bagian dari Skotlandia.

4.   Kunci utama kejayaan Kekaisaran Romawi sehingga dapat menaklukkan tanah baru adalah tentaranya. Tentara Romawi dapat berjalan 40 km per hari.
5.   Selama pertempuran, seorang prajurit Romawi atau 'legiun' pertama akan melemparkan tombaknya ke musuh, setelah itu ia berperang dengan pedangnya. Untuk melindungi dirinya, ia membawa perisai kayu dan mengenakan helm logam dan baja.
6.   Orang Romawi tidak hanya fokus dalam militer saja. Mereka juga seorang arsitek yang hebat.  Mereka juga membangun jalan, dinding, bangunan dan sebaginya.   

7.   Untuk membawa atau menyalurkan air ke kota-kota, orang Romawi handal membuat sistem saluran air dan jembatan untuk mengalirkan air guna mandi dan keperluan lainnya. 
8.   Orang Romawi menyukai untuk menikmati makanan. Mereka, sering berbaring di sofa sambil makan dengan tangan mereka. Kadang-kadang menggunakan sendok, tapi mereka tidak pernah menggunakan pisau dan garpu. Orang Roma kaya suka makan makanan eksotis, seperti bangau, burung beo panggang dan bahkan flamingo.
9.   Salah satu bangunan paling terkenal yang ditinggalkan oleh orang Romawi Kuno adalah Colosseum - sebuah ampitheatrebesar di pusat kota Roma. Di sinilah anggota masyarakat akan datang untuk menonton acara olahraga dan permainan, termasuk pertempuran antara gladiator Romawi.

10.       Legenda Romawi mengatakan bahwa Romulus memiliki saudara kembar bernama Remus. Ketika bayi mereka ditinggalkan di daerah yang kemudian menjadi Roma. Sebuah serigala betina menemukan dan mengangkat mereka menjadi anak. Setelah mereka tumbuh dewasa Romulus membunuh Remus dan menjadi penguasa pertama dari Roma.
10 Fakta Kekaisaran Romawi Kuno 10 Fakta Kekaisaran Romawi Kuno Reviewed by pkn4all on Mei 20, 2016 Rating: 5

Kebiasaan Tidur Jaman Dulu & Mimpi yang Begitu Nyata

Mei 20, 2016
Kebiasaan tidur manusia jaman dulu sangat berbeda dengan sekarang. walaupun sudah mengenal penerangan murah dari rushlight atau lampu minyak tetapi penerangannya masih terbatas. nyala apinya hanya cukup untuk kegiatan jarak dekat seperti membaca atau beberapa pekerjaan ringan di dalam ruangan.

Sumber cahaya dari api juga tidak praktis karena harus dijaga secara manual dan pantang ditinggal. sebab nyala apinya tidak stabil, bisa mati atau membesar secara tiba-tiba. lilin mahal sekalipun sumbunya harus terus dipotong agar tidak membesar seperti obor, tidak seperti lilin modern yang bisa ditinggal menyala dengan aman sampai habis. tingginya penggunaan kayu di jaman itu membuat nyala api dan kebakaran sebagai risiko yang terus menghantui.
desert castle on sunset
Desert Castle at Sunset, diambil dari http://pablo-palomeque.blogspot.co.id/

Setelah gelap hanya pandai besi yang bisa bekerja lembur karena api dari tungku pembakarannya dapat menerangi seluruh ruangan kerjanya. beberapa jenis kerajinan rumah tangga kecil-kecilan bisa dikerjakan dengan penerangan minimal tetapi untuk kebanyakan profesi lainnya seperti penenun, petani, peternak dan tentunya para buruh, tidak banyak banyak bisa dikerjakan. beberapa memilih untuk melakukan beberapa perbaikan kecil pada peralatan atau pakaian mereka sebisanya.

Bagi kebanyakan masyarakat waktu di sore hari dimanfaatkan untuk melepas lelah dan makan bersama keluarga. bagi yang masih lajang bisa berpergian ke warung sekitar untuk ngobrol atau mencari hiburan musik dan cerita. di beberapa tempat seperti penginapan atau balai kota tersedia penerangan yang lumayan memadai. tapi tentu hanya untuk yang berkepentingan.
medieval dinner
Penerangan dengan beberapa lampu minyak cukup terang untuk sosialisasi

Setelah matahari terbenam pada pukul 6 atau 7, kota dan desa sudah sepi karena penduduknya tertidur pulas. tetapi mereka tidak tidur terus sampai pagi tetapi terbangun menjelang tengah malam. proses ini natural karena jam biologis pada kebanyakan orang memaksa otak dan tubuh untuk terbangun setelah tidur pulas selama beberapa jam.

Lalu dengan penerangan yang seadanya di tengah malam mereka akan meluangkan waktu bonus tersebut untuk ngobrol atau bermain bersama keluarga. selanjutnya berdoa, pergi ke toilet dan tentunya mengisi perut yang lapar dengan kudapan ringan dan minuman. selama kurang lebih satu jam mereka terus terjaga sebelum kembali mengantuk dan tertidur karena hari masih gelap. tidur inilah yang disebut sebagai "second sleep" atau tidur kedua.

Oleh para ahli kebiasaan ini dinamakan segmented sleep. tidak seperti jaman modern kebiasaan tidur pada jaman dulu secara natural terbagi menjadi 2 periode. catatan para tokoh sejarah banyak menyebutkan mengenai hal ini dan tampak lumrah terjadi pada semua orang baik rakyat pedesaan ataupun kaum bangsawan dan para penguasa.
ruangan dengan lilin
Penerangan dengan lilin yang pada jaman dulu lumayan mahal dan tergolong mewah

Tidur pertama biasanya jauh lebih pulas dan tubuh sudah bugar ketika bangun tengah malam. sedangkan tidur kedua pada pukul 1 dini hari lebih kepada istirahat ringan seperti tidur siang. kebanyakan sudah terjaga satu atau dua jam sebelum matahari terbit dan menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah. begitu hari mulai terang maka mereka bisa langsung bekerja.

Paruh tidak kedua juga menjelaskan mengapa orang jaman dulu lebih rentan terhadap mimpi karena otak sudah cukup beristirahat namun terpaksa tidur karena tidak ada yang bisa dikerjakan. tubuh tertidur tetapi pikiran tetap aktif dan karenanya mimpi mudah terjadi. bukan hanya yang biasa tetapi jauh lebih hidup, terasa nyata dan riil karena fungsi otak yang sudah aktif seutuhnya.

Karena itu orang jaman dulu suka mencoba menginterpretasikan mimpi karena terasa begitu nyata sehingga mudah diingat bahkan setelah lama terbangun sekalipun. mimpinya sendiri merupakan manifestasi umum karena kebutuhannya. yang lapar akan mimpi makan enak, yang ingin ketemu pasangan akan bertemu, yang ingin bertemu tuhan akan ketemu dan yang sedang sakit akan bermimpi buruk karena deraan rasa nyeri dari sakit.
dreaming in medieval age
Mimpi begitu luwes mengikuti alam bawah sadar seperti raja yang ingin memiliki istana akan bermimpi tentang istana

Setidaknya mimpi bisa menjadi hiburan visual bagi orang jaman dulu. kembali ke soal tidur, bagi orang modern tidur selama 8 jam mungkin dirasa cukup sedangkan orang jaman dulu terbiasa tidur selama 10 atau 11 jam. hal ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa manusia modern lebih gampang terkena penyakit dan stress. karena sebenarnya selama ribuan tahun manusia terbiasa selalu tidur jauh lebih lama daripada 8 jam.


Kebiasaan Tidur Jaman Dulu & Mimpi yang Begitu Nyata Kebiasaan Tidur Jaman Dulu & Mimpi yang Begitu Nyata Reviewed by pkn4all on Mei 20, 2016 Rating: 5

Cara Membuat Mumi Mesir Kuno

Mei 19, 2016
Bangsa Mesir Kuno percaya akan adanya kehidupan ketika seseorang meninggal. Mumi dianggap membantu seseorang mencapai akhirat karena mereka berpikir bahwa, dalam rangka untuk memiliki kehidupan setelah kematian, orang yang meninggal harus membawa kembali tubuhnya. Masyarakat Mesir percaya bahwa satu-satunya cara untuk melakukan ini adalah jika mereka mengenali tubuhnya sendiri.
Pemumian dilakukan terutama oleh orang-orang kaya, sementar orang-orang miskin tidak mampu melakukannya. Orang kaya mampu melakukan ritual mumifikasi yang rumit, sementara orang-orang kurang mampu menjalani prosedur pemumian sederhana. Mumifikasi Mesir kuno dipraktekkan selama ribuan tahun, dan metodenya berubah dari waktu ke waktu.
Pemimpin pembalsem atau mumifikasi adalah seorang imam yang mengenakan topeng Anubis, yaitu dewa berkepala serigala. Dewa Anubis berkaitan dengan kematian, oleh karena inilah mengapa imam mengenakan topeng Anubis. Pembalseman adalah proses yang kompleks, dan tidak ada dua mayat yang sama persis akan sama-sama membusuk dengan cara dan kondisi yang sama. Secara garis besar proses ini terdiri dari lima tahap yaitu:

1.   Pertama, mencuci mayat dengan anggur dan air dari Sungai Nil. Membuat potongan di samping tubuh dan mengambil organ dalam. Untuk sampai ke otak, maka dorong suatu alat melalui hidung dan goncangkan. Kemudian tarik keluar organ ini (otak)


2.    Bersihkan hati, paru-paru, usus dan perut, kemudian taruh organ ke dalam empat guci kanopik khusus yang tertutup agar terlihat seperti dewa yang menjaga. Terkadang jantung dimasukkan kembali ke dalam tubuh.
3.   Gunakan garam Mesir khusus yang disebut natron untuk mengisi rongga dan menutupi tubuh. Hal ini akan membantu untuk menyingkirkan semua kelembaban. Biarkan selama sekitar 40 hari hingga mengering sepenuhnya.
4.   Selanjutnya, sendok keluar natron dan jejali tubuh dengan rempah-rempah, kain dan tanaman sehingga tubuh atau badan tidak kehilangan bentuknya.
5.   Bungkus tubuh dengan perban linen halus. Jangan lupa untuk menyelipkan beberapa jimat keberuntungan di dalamnya, dan kemudian mantra diucapkan untuk mengaktifkan kekuatan pelindung magis mumi. Ketika seluruh bagian telah dibungkus, mumi ditempatkan ke dalam peti mati. Kemudian dimasukkan ke peti mati yang lebih besar lagi yaitu sarkofagus. Setelah itu peti mati ditempatkan di dalam kubur.
Di dalam kubur Firaun juga terdapat makanan, minuman, pakaian, furnitur dan barang-barang berharga mereka yang dimaksudkan untuk menghibur Firaun di akhirat.
Sumber: http://www.ngkids.co.uk/ 
Cara Membuat Mumi Mesir Kuno Cara Membuat Mumi Mesir Kuno Reviewed by pkn4all on Mei 19, 2016 Rating: 5

Pertanian Bangsa Mesir Kuno

Mei 18, 2016
Seperti yang telah kita ketahui bahwa Peradaban Mesir Kuno merupakan salah satu peradaban termaju dan termakmur yang pernah ada. Salah satu alasan mengapa peradaban Mesir Kuno begitu sukses adalah fakta bahwa mereka mampu bercocok tanam atau bertani di tanah yang subur di sekitar Sungai Nil, sungai terpanjang di dunia.  Sumber sungai Nil terletak di Burundi di Afrika Tengah, kemudian mengalir melalui Sudan, Ethiopia dan Mesir yang bermuara di laut Mediterania. Pertanian mereka telah mencukupkan kebutuhan pangan bagi bangsa mereka sendiri.
Sebagian besar penduduk desa adalah petani. Petani juga tinggal di kota bersama dengan craftworkers, pedagang dan pekerja lainnya beserta keluarga mereka.  Biasanya pertanian Mesir berisi tanaman seperti gandum, barley, sayuran, buah ara, melon, buah delima dan anggur. Mereka juga menanam rami yang dibuat menjadi kain.
Tanaman yang paling penting adalah biji-bijian. Orang Mesir kuno menggunakan gandum untuk membuat roti, bubur dan bir. Grain adalah tanaman pertama yang tumbuh setelah “genangan” (istilah untuk musim banjir). Setelah gandum dipanen, maka tanaman berikutnya yang akan dipanen adalah sayuran seperti bawang, daun bawang, kubis, kacang, mentimun dan selada. Pertanian Bangsa Mesir Kunodipengaruhi oleh tiga musim berdasarkan siklus Sungai Nil  yaitu:

Musim Banjir atau Genangan (Akhet) pada bulan Juni-September
Tidak banyak aktivitas yang petani lakukan pada musim ini. Ketika sungai Nil banjir, maka  air dan lumpur dari sungai maka akan naik ke atas tepi sungai menciptakan daerah genangan air. Selama periode banjir petani Mesir menghabiskan waktu untuk memperbaiki dan membuat alat serta merawat hewan. Banyak petani juga bekerja sambilan untuk Firaun selama musim ini untuk  membangun piramida dan kuil-kuil.
Musim Menanam dan membajak  (Peret) pada bulan Oktober-Februari
Ketika banjir surut, meninggalkan lapisan tanah yang kaya akan zat – zat yang dapat meyuburkan. Begitu banjir mulai surut bangsa Mesir Kuno membajak tanah yang telah siap untuk disemai. Mereka membajak dengan tangan atau menggunakan alat yang ditarik oleh lembu. Benih kemudian ditaburkan ke tanah yang baru dibajak. Kambing dan hewan lainnya kemudian berjalan atas tanah tadi untuk mendorong benih masuk ke dalam tanah.

Musim Panen (Shemu) pada bulan Maret-Mei
Tanaman yang sudah tua harus ditebang (dipanen) dan dicabut sebelum sungai Nil banjir lagi. Ini uga waktu untuk memperbaiki kanal. Grain dipotong menggunakan sabit. Gandum yang telah dipotong kemudian diikat ke bundel dan dibawa. Gandum dibuat menjadi roti, gandum dibuat menjadi bir dan rami dibuat menjadi kain linen.Buluh papirus yang tumbuh secara alami di sepanjang tepi sungai Nil digunakan untuk membuat sandal, perahu, keranjang, tikar dan kertas. Buah dan sayuran yang dipanen ketika mereka matang. Sapi, kambing, domba, babi, bebek, kambing, dan sapi juga diperihara oleh petani untuk diambil daging, susu, kulit dan juga untuk membantu kegiatan pertanian.

Mesir kuno memiliki alat-alat pertanian sederhana seperti menampi sendok, cangkul, garu, sabit batu-berbilah dan bajak. Bajak digunakan untuk membalik tanah. Adala pula peralatan yang digunakan oleh petani bernama Shaduf. Sebagian besar alat-alat terbuat dari kayu, atau kombinasi dari kayu dan batu, namun, beberapa alat tembaga juga telah ditemukan, mereka memiliki beberapa alat dari logam.
Setelah banjir surut maka ladang akan kering, tanaman akan layu dan mati. Lumpur sungai Nil tertinggal membutuhkan banyak air serta terik panas matahari. Bangsa Mesir kuno mencoba untuk “menjebak air” sebanyak banjir mungkin, sehingga mereka tidak harus terus-menerus mengambil air dari sungai. Mereka membangun waduk lumpur-bata untuk menjebak dan menahan air. Mereka juga memiliki jaringan kanal irigasi yang diisi dengan air saat banjir dan yang diisi ulang dari waduk.

Untuk mengangkat air dari kanal mereka mengggunakan shaduf. Shaduf (shadoof) adalah mesin untuk memindahkan air dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi. Alat ini berupa tiang besar yang titiik keseimbangannya bergantung pada palang, tali dan ember di satu ujung dan benda berat ada pada ujung yang lain. Dengan menarik tali maka akan menurunkan ember ke kanal. Petani kemudian mengangkat ember air dengan menariknya ke atas. 

Pertanian Bangsa Mesir Kuno Pertanian Bangsa Mesir Kuno Reviewed by pkn4all on Mei 18, 2016 Rating: 5

Tanda Jempol Penentu Hidup Matinya Gladiator

Mei 17, 2016
Dalam film atau kisah tentang romawi dan gladiator biasanya dikenal tanda jempol ke atas atau jempol ke bawah yang memutuskan nasib petarung yang kalah. dipercaya jempol ke atas berarti sang gladiator akan dibiarkan selamat, sedangkan jempol ke bawah berarti mati. tapi tahukah anda bahwa sebetulnya hal tersebut adalah keliru?
caesar giving thumb down
Tanda jempol yang terlanjur populer dan menempel pada pertandingan gladiator

Kesalahan tersebut diawali oleh satu lukisan paling tua dan paling detail tentang suasana pertarungan gladiator di coloseum. pelukisnya jelas melakukan banyak riset mendalam terhadap kehidupan romawi, gladiator dan arena coloseum. hasilnya adalah lukisan yang sangat mendetail sampai pada level disain arena dan podium, tipe armor gladiator, senjata dan pakaian yang dikenakan penonton.

Semua terlukiskan dengan baik sehingga karya seni tersebut menjadi dasar atau standar bagaimana pertandingan gladiator terjadi dalam sejarah. namun seiringan dengan ditemukannya berbagai sumber sejarah lainnya, diketahui bahwa beberapa hal dalam lukisan tersebut masih belum akurat.

Kekeliruan tersebut terjadi karena keterbatasan sumber yang tersedia pada waktu lukisan itu dibuat yang berupa dokumen sejarah berbahasa latin yang terkadang artinya hanya bisa ditebak-tebak dengan akurasi yang tidak pasti. selain itu dari peninggalan fresco yang umumnya tidak terlalu dapat diandalkan untuk hal-hal yang mendetail.
Lukisan yang cukup akurat walaupun masih tanpa wasit, last man standing, dan jempol ke bawah

Untuk jempol ke bawah sebenarnya isyarat yang dimaksud berasal dari kata-kata "pollice verso". artinya "turned thumb" atau jempol yang diputar/ dibalik. dahulunya diartikan sebagai jempol yang diputar ke bawah. baru kemudian setelah menelusuri banyak catatan pembanding lainnya diketahui bahwa yang sebenarnya dimaksudkan adalah jempol yang dibalik ke arah leher.

Suatu isyarat menunjuk leher dengan jempol dengan artian yang jelas yakni eksekusi. karena cara eksekusi ala romawi baik prajurit maupun gladiator adalah dengan memberikan luka pada leher yang dianggap titik paling vital dalam tubuh manusia. jadi bukan jempol ke bawah tapi jempol ke leher. tanda tersebut ditujukan kepada gladiator sebagai petunjuk apa yang harus dilakukannya.
Agak-agak seperti ini tanda yang dimaksud

Gladiator yang kalah harus berlutut sendiri dan siap untuk menerima vonis. kalau ternyata pingsan atau terluka sampai tidak bisa berdiri biasanya tidak dieksekusi tapi dilarikan ke luar arena. dalam hal ini dianggap sudah jelas siapa yang menang sehingga keputusan sponsor tidak perlu dijalankan. tetapi karena alasan belas kasihan terkadang eksekusi tetap dilakukan agar korban tidak menderita kesakitan akibat dari luka yang parah.

Keputusan semacam ini umumnya hanya terjadi apabila ada petarung yang menyerah dengan menjatuhkan senjata atau perisainya dan memberikan tanda "stop". kalau sudah demikian sponsor yang sudah membayar untuk pertandingan tersebut berhak memutuskan apakah penyerahan tersebut dinilai pantas dan beralasan, atau tidak dengan konsekuensi yang mematikan.
gladiator surrender sign
Mengangkat jari dan menjatuhkan perisai adalah tanda meminta wasit untuk menyetop atau menyerah

Lalu bagaimana kalau jempol ke atas?

Jempol ke atas juga mitos. mereka tidak mengenal tanda seperti itu karena di dalam stadion besar baik isyarat jempol ke atas atau ke bawah tetap sulit untuk dikenali dari jauh sehingga tidak praktis sebagai suatu tanda atau perintah. untuk membiarkan gladiator tetap hidup mereka menggunakan isyarat dengan mengepalkan tangan ke arah depan dengan jempol masuk ke dalam kepalan.

Isyarat kepalan tangan ke depan tentu mudah dibedakan dengan jempol ke leher sehingga mudah dikenali dari jauh sekalipun. tanda itu sendiri dimaksudkan untuk menunjukkan kepada gladiator pemenang untuk menyarungkan senjatanya dan membiarkan lawannya hidup.

Mengapa jempolnya dimasukkan ke dalam kepalan tangan? karena dengan posisi jempol seperti itu seseorang tidak akan bisa memegang benda apapun baik itu pedang, tombak ataupun gagang sapu. suatu tanda yang praktis dan lebih fungsional daripada thumbs up ala Like Facebook.


* Baca juga Gladiator yang sebenarnya.


Tanda Jempol Penentu Hidup Matinya Gladiator Tanda Jempol Penentu Hidup Matinya Gladiator Reviewed by pkn4all on Mei 17, 2016 Rating: 5

Mitos atau Fakta, The Lost City Of Gold?

Mei 17, 2016
Berdasarkan tradisi Inca lisan, yaitu cerita dari mulut ke mulut  diceritakan bahwa jauh di dalam hutan Amazon lebih tepatnya di timur wilayah Andes dari Cusco, Peru terdapat Kerajaan Magis. Tempat ini disebut Paititi: “The Lost City Of Gold” atau Kota Emas Yang Hilang.
Selama bertahun-tahun banyak penjelajah, pemburu harta karun, dan arkeolog telah mencari kota legendaris ini, tapi menemukan tempat misterius ini tidaklah mudah. Hutan Amazon adalah tempat yang berbahaya dan tidak ramah. Mulai dari perdagangan Kokain, illegal logging dan pertambangan juga marak di bagian Peru, dan banyak penjelajah yang ditembak ketika masuk ke tempat tersebut dan tidak pernah terdengar lagi namanya. Hal ini adalah alasan mengapa banyak orang yang mati ketika mereka melakukan pencarian atau untuk belajar lebih banyak tentang Paititi.
Ilustrasi 
Menurut legenda, Paititi dibangun oleh pahlawan Inca yang bernama Inkarri, yang juga mendirikan kota Cusco sebelum ia mundur untuk masuk ke hutan setelah para penakluk Spanyol tiba. Ketika orang-orang Spanyol memasuki Cusco, mereka menjarah emas dan perak, tetapi mereka hanya menemukan sebagian kecil dari apa yang ada di ibukota Inca. Harta emas asli tidak pernah ditemukan. Inca menyembunyikannya sebelum kedatangan penjajah.
Menurut kabar angin ada harta emas besar yang tersembunyi di Paititi. Pada tahun 2001, arkeolog Italia yang bernama Mario Polia menemukan laporan dari seorang misionaris bernama Andres Lopez yang disimpan di arsip Vatikan. Dalam dokumen, yang tanggal pada 1600 M, Lopez menjelaskan secara rinci, sebuah kota besar yang kaya akan emas, perak dan perhiasan, yang terletak di tengah-tengah hutan tropis yang disebut Paititioleh penduduk asli. Lopez memberitahu Paus tentang penemuan tersebut dan Vatikan telah merahasiakan lokasi Paititi selama beberapa dekade.
Peta Kuno Untuk Menuju Paititi

Sebuah tim dari Finlandia dan Bolivia menyelidiki hutan Amazon selama dua tahun yang dimulai pada tahun 2001. Mereka menemukan beberapa reruntuhan menarik di dekat Riberalta di Bolivia yang berisi pecahan keramik Inca, tapi tidak ada emas atau perak dan batu permata di tempat itu.
Pada tahun 2008, kantor berita negara Peru melaporkan bahwa "benteng arkeologi" telah ditemukan di Kabupaten Kimbiri dan walikota distrik tersebut menyatakan bahwa lokasi itu adalah kota yang hilang. Sementara itu di tempat lain, Walikota Guillermo Torres menyatakan bahwa telah ditemukan reruntuhan 430.000 kaki persegi (40.000 meter persegi) di dekat daerah yang dikenal sebagai Lobo Tahuantinsuyo. Penemuan tersebut sangat menarik namun para ahli tidak yakin bahwa tempat tersebut adalah kota legendaris yang hilang. Dan Paititi, kota emas yang hilang tetap menjadi mitos hingga saat ini



Mitos atau Fakta, The Lost City Of Gold? Mitos atau Fakta, The Lost City Of Gold? Reviewed by pkn4all on Mei 17, 2016 Rating: 5

Mengenal Kastil, Puri atau Benteng Kerajaan ala Eropa

Mei 16, 2016
Pernahkah anda berpikir mengapa sebagian peradaban membangun kastil seperti puri disneyland sedangkan peradaban lainnya membangun tembok kota atau benteng yang bisa melindungi seantero kota dan seluruh penduduknya? tentu jawabnya bukan sekedar teknologi atau kemampuan membangun karena kota Ur sekalipun, salah salah satu kota tertua dalam sejarah peradaban manusia sudah memiliki tembok kota keliling.

Sejak ribuan tahun yang lalu umat manusia sudah menguasai teknik pembangunan tembok yang mengelilingi seantero kota dan bagian-bagian penting dari pemerintahan. pada masa yunani kuno semakin banyak kota yang dilindungi oleh tembok besar seperti kota Troy yang terkenal dalam epic Iliad. pada era romawi walled cities beserta defensive walls berkembang dengan pesat hingga kita mengenal Hadrian wall dan Byzantine city wall yang melegenda.
City of Ur walls
Ilustrasi kota Ur, 5800 tahun yang lalu di Sumeria dengan tembok keliling kota

Lalu mengapa selepas keruntuhan romawi barat, peradaban di eropa tiba-tiba tidak lagi membangun tembok pertahanan kota?

Tentu banyak faktor yang menjadi penyebab tetapi yang paling utama adalah karena kerajaan eropa cenderung terpecah-pecah sedemikian kecil sehingga merasa tidak mampu untuk membangun bangunan pertahanan yang sedemikian menguras sumber daya di kota mereka. mereka lebih memilih untuk berkonsentrasi pada alat pertahanan yang lebih kecil dan pribadi namun dengan efektivitas yang menyamai.

Sebuah kastil memang tidak akan mampu untuk melindungi seluruh warga kota beserta kekayaan alamnya tetapi pemilihan lokasi yang strategis mampu membuat lawan kesulitan untuk menguasai wilayah tersebut. bagi penyerang walaupun mudah untuk menguasai kota dan sentra ekonomi tetapi tanpa menguasai kastil yang menjaga maka pasukan mereka senantiasa terekspose dari serangan balasan dan dadakan ketika lengah.

Tidak hanya didesain terhadap gangguan militer tetangga yang iseng menyerang, sebuah kastil juga harus mampu bertahan dari ancaman lainnya seperti bahaya kebakaran. hal ini membuat kastil era sebelumnya yang terbuat dari kayu digantikan dengan batu yang lebih tahan api setidaknya pada tingkat pertama dan tembok terluar. hal ini meminimalisir ancaman kebakaran dan penyebarannya baik disengaja ataupun tidak.
parts of castle explained
Diagram dari bagian-bagian sebuah kastil, Keep atau Donjon adalah bangunan utama

Kastil dibangun secara khusus untuk memberikan perlindungan terhadap keluarga kerajaan atau pembesar lainnya beserta dengan segala kekayaan dan aset pemerintahan. tidak lupa sekutu terdekat mereka juga tinggal di kastil beserta dengan pasukan kerajaan sebagai elemen perlindungan. mereka ditempatkan pada bagian yang berlainan sesuai dengan status sosial mereka, raja dan bangsawan di Donjon sedangkan prajurit di barak dan berbagai titik penjagaan.

Selain dari sebagai rumah bagi raja dan para pembesar beberapa kastil dibangun dengan tujuan ekonomi ataupun murni pertahanan. ada yang dibangun secara spesifik untuk mengambil uang tol pada suatu perlintasan jalan atau akses sebuah sungai. kastil-kastil tersebut sengaja dibangun di dekatnya untuk memastikan semua yang melintas membayar pajak tol sekaligus memastikan kontrolnya atas wilayah tersebut dari penyusup atau gangguan tetangga yang iseng.

Kastil serupa juga lumrah dibangun pada suatu daerah yang subur, perkebunan ataupun pertambangan kaya yang terhitung vital bagi industri, ekonomi atau keberlangsungan sebuah kerajaan. tentu ukuran dan kelengkapan kastil tersebut disesuaikan dengan kepentingan daerah tersebut beserta potensi ancaman yang ada.
kastil, pertahanan natural
Halaman kastil dan bentangan alamnya juga merupakan bagian dari perlindungan

Para raja juga kadang menginginkan sebuah tempat peristirahatan pada tempat yang lebih terasing dengan iklim yang lebih sejuk. akibatnya kastil pun dibuat pada tempat yang jauh dari pusat kota dan pemerintahan. lebih mirip vila tetapi kastil peristirahatan ini tetap dilengkapi dengan fasilitas perlindungan yang mumpuni seperti tembok berlapis, bukaan untuk menembak panah, tower yang saling melindungi, berbagai mekanisme pertahanan, gateway ganda serta labirin.

Bedanya dengan kastil lainnya, pada kastil peristirahatan sedari awal diprioritaskan pembangunan ruangan yang lebih nyaman dan mampu mengakomodasi kunjungan tamu negara, diplomat dan pejabat penting lainnya. hal ini membuat bangunan dan elemen perlindungan akan mengalah apabila dirasa mengganggu kenyamanan penghuninya. kastil jenis ini biasanya dilengkapi kamar, jendela, aula dan taman yang besar dan megah.

Kastil mungkin terlihat cantik dari luar tetapi efektivitas pertahanannya tidak main-main. tercatat beberapa kali sejumlah kecil penjaga tidak lebih dari 20-30 orang pemanah mampu bertahan dari serbuan ratusan bahkan ribuan pasukan lawan. apalagi rata-rata kastil terbebas dari ancaman siege weapon karena terletak di tebing tinggi dengan akses yang curam sehingga tidak bisa dilewati oleh peralatan berat. parit besar, bukit atau hutan tebal memiliki fungsi yang sama.
kerak castle, crusader
Kastil Kerak yang sangat terkenal di era crusader

Di balik segala keunggulannya, kastil memiliki keterbatasan yakni luasnya relatif kecil sehingga tidak mampu mengakomodasi banyak personil. pada keadaan damai saja banyak prajurit yang sulit untuk mendapatkan tempat tidur yang layak dan sekedar tiduran di koridor dengan alas tikar jerami di waktu malam. masalah luas juga membuat gudang persediaan logistik mereka relatif kecil sehingga hanya mampu menghidupi seratusan prajurit atau puluhan men-at-arms beserta pelayannya.

Namun yang lebih mendesak adalah ketersediaan sumber air bersih. pemilihan lokasi pada tempat tinggi dan terjal membuatnya sulit untuk menemukan sumber mata air berlimpah airnya. pada beberapa kastil hanya ada 2 atau 3 sumur dengan jumlah air yang hanya cukup untuk minum puluhan orang saja per hari. hal ini membuat kastil rawan terhadap situasi pengepungan dimana kebanyakan hanya mampu bertahan dalam hitungan beberapa minggu saja.

Menghadapi kelemahan tadi, kastil untuk tujuan militer dibuat lebih besar hingga mampu mengakomodasi ribuan prajurit ataupun lebih. persediaan air minum dan makanan sekedar ditimbun secara besar-besaran pada gudang penyimpanan hingga para penjaga bisa bertahan selama beberapa bulan tanpa bantuan logistik dari luar.

Di eropa barat tercatat setidaknya 75 ribu kastil dibangun sepanjang era medieval. kebanyakan relatif kecil dan hanya memiliki jumlah tower yang sedikit, banyak yang tidak memiliki keep atau bangunan utama. tuan rumah serta tamu tinggal pada akomodasi yang tersedia pada tower yang terbesar sedangkan prajurit ditempatkan pada gate utama serta beberapa ruangan di sekitar kastil dan tembok pertahanan.
japan medieval castle
Kastil serupa ala Keshogunan Jepang

Pada keshogunan jepang kastil juga menjadi primadona karena sumber daya mereka yang cenderung terbatas dan sistem feodal yang terpecah-pecah. banyak penguasa feodal yang tidak mampu untuk membuat tembok keliling kota. kalaupun dipaksakan sebuah tembok kota justru dinilai mengganggu karena menghalangi perkembangan kota dan perluasan lahan produktif.

Seperti halnya di eropa di jepang pun sebuah kastil dirasa cocok sebab mampu melindungi kota atau wilayah tempatnya bernaung tanpa memperlambat perkembangan lahan untuk produktivitas. sebuah kastil juga dirasa mampu mencerminkan prestise dari penguasa feodal dengan kemegahan dan keindahan dari kastil tersebut. namun yang terpenting kastil tetap mampu berfungsi sebagai puast pemerintahan dan basis militer.


Mengenal Kastil, Puri atau Benteng Kerajaan ala Eropa Mengenal Kastil, Puri atau Benteng Kerajaan ala Eropa Reviewed by pkn4all on Mei 16, 2016 Rating: 5

Sepuluh Fakta Bangsa Yunani Kuno

Mei 16, 2016

1. Peradaban Yunani Kuno pertama diyakini terbentuk hampir 4.000 tahun yang lalu (sekitar 1600 SM) oleh Mycenaean di Kreta (pulau Yunani). Kekaisarn Yunani Kuno menyebar dari Yunani melalui Eropa dan pada 800 SM, orang - orang Yunani mulai membagi tanah mereka ke kota-negara atau yang biasa disebut polis. Dimana masing-masing daerah ini memiliki hukum, adat dan penguasa sendiri.

2. Masyarakat Yunani memiliki beberapa takhayul yang aneh tentang makanan. Misalnya, mereka tidak tidak akan makan kacang karena mereka percaya di dalam makanan tersebut terdapat jiwa-jiwa orang mati.

3. Orang-orang Yunani Kuno memiliki banyak cerita tentang dunia mereka. Para dewa ada di dalam cerita ini dan begitu pula mitologi monster. Seperti Cerberus, anjing berkepala tiga yang menjaga gerbang ke neraka, Medusa, seorang penyihir ular yang  bisa membuat orang menjadi batu, dan Cyclops yang memiliki satu mata di tengah dahinya.


4. Terdapat kegiatan Olimpiade di Yunani yang di dalamnya terdapat perlombaan gulat, tinju, lompat jauh, lempar lembing, cakram dan balap kereta. Di antara semuanya perlombaan yang paling sulit adalah gulat, karena tidak ada aturan mainnya.

5. Kebanyakan orang Yunani Kuno mengenakan chiton, yang merupakan T-shirt panjang yang terbuat dari satu potong besar kain. Para budak miskin hanya menggunakan kain cawat yang saling dihubung – hubungkan dan dililitkan di pinggang.

6. Diantara semua patung dewa dan dewi Yunani yang ditempatkan di dalam kuil, yang paling terkenal adalah Parthenon. Kuil ini ada di Athena dibangun untuk dewi Athena, pelindung kota.

7. Memiliki sebuah legenda atau cerita mengenai kecerdikan bangsa Yunani Kuno untuk menaklukkan Kota Troy pada tahun 1180 SM, dengan bersembunyi di dalam kuda kayu raksasa. Kuda tersebut ditinggalkan di luar tembok kota. Penduduk Troy mengira bahwa kuda tersebut adalah hadiah dan membawanya ke dalam kota. Padahal di dalam kuda tersebut bersembunyi pasukan Yunani. Akhirnya pasukan Yunani dapat merebut kota


8. Bangsa Yunani Kuno memiliki teater. Mereka suka menonton drama, dan sebagian besar kota memiliki teater. Beberapa cukup besar sehingga dapat menampung 15.000 orang. Hanya laki-laki dan anak laki-laki yang diizinkan untuk menjadi aktor, dan mereka mengenakan topeng, yang menunjukkan kepada penonton apakah karakter yang mereka perankan sedang senang atau sedih. Beberapa topeng memiliki dua sisi, sehingga aktor bisa mengubahnya berdasarkan mood untuk setiap adegan.

9. Yunani Kuno mengadakan banyak festival untuk menghormati dewa-dewa mereka. Misalnya untuk merayakan Dewa Zeus maka dilaksanakan Olimpiade Yunani yang pertama di kota Olympia pada 776 SM. Para pemenang dari setiap pertarungan diberi karangan bunga dari daun, dan ketika mereka kembali ke rumah, mereka akan diberi makanan gratis serta kursi yang terbaik di teater.


10. Negara-kota (polis) sering berperang, tetapi hanya sebelum Olimpiade. Ketika Olimpiade akan berlangsung maka akan ada gencatan senjata sehingga setiap orang bisa bepergian ke Olympia dengan aman.

Sumber:
Sepuluh Fakta Bangsa Yunani Kuno Sepuluh Fakta Bangsa Yunani Kuno Reviewed by pkn4all on Mei 16, 2016 Rating: 5

Raja dan Jendral Memimpin Pasukannya dari Depan, Benarkah?

Mei 15, 2016
Pada jaman dahulu para raja, pangeran, panglima, jendral atau tokoh besar lainnya seringkali diceritakan memimpin pertempuran secara langsung dari depan pasukan. berbagai lukisan dan film mempopulerkan ide yang sama. tetapi hal ini sulit diterima karena tampak terlalu berisiko dan berlebihan. tampak terlalu nekad untuk dilakukan karena kematian seorang pemimpin atau raja jelas membuat semua hal yang diperjuangkan dalam perang menjadi tidak berguna.

Begitu vitalnya keberadaan sang raja sehingga dipercaya kalau mereka tidak mungkin berada di depan ketika pertempuran berlangsung tetapi jauh di belakang pada posisi yang aman. apabila perang berlangsung tidak sesuai dengan rencana maka raja dan pemimpin lainnya bisa melarikan diri dengan mudah tanpa harus berurusan dengan pasukan lawan. keberadaan "pemimpin di depan" dalam novel ataupun lukisan dianggap tidak lebih daripada narasi cerita saja.
kesatria medieval eropa dalam pertempuran
Raja dan Panglima dilukiskan memimpin dari depan dan terlibat langsung dalam baku hantam

Tapi tahukah anda bahwa pada masa lalu raja, pangeran dan panglima betul-betul memimpin pasukannya dari depan dan ikut terlibat dalam pertempuran? padahal jelas berbahaya dan kematian mereka bisa menghancurkan kerajaannya tetapi hal tersebut terus berlangsung. hal ini terjadi karena faktor pasukan yang mereka miliki. pada abad pertengahan dimana kekacauan besar terjadi seringkali prajurit profesional tidak tersedia dalam jumlah yang mencukupi.

Kebanyakan prajurit profesional sudah menjadi korban dalam perang saudara, perang penumpasan pemberontakan, ataupun konflik suksesi. mereka juga bisa dinonaktifkan karena kesetiaannya diragukan atau karena kerajaan tidak mampu membayar gaji mereka. sejumlah kecil prajurit profesional yang masih tersisa kemudian terserap untuk berbagai macam tugas lain seperti keamanan ibukota, kastil raja ataupun menjadi bodyguard para bangsawan.

Karena itu pihak yang bertikai lebih banyak mengandalkan prajurit sukarela alias levied troops. terdiri dari rakyat yang bergabung karena tidak mampu membayar pajak atau karena bencana kelaparan sehingga ikut kemiliteran agar bisa makan dan mendpatkan bayaran. aslinya mereka tidak lebih daripada buruh tani, pekerja kasar, pengrajin kecil, dan pengangguran. tentunya mereka tidak memiliki motivasi untuk bertempur layaknya prajurit profesional.

Motivasi yang tidak baik diperparah dengan minimnya peralatan tempur yang tersedia dan kurangnya waktu pelatihan karena dibutuhkan secepatnya dalam perang. akibatnya pasukan sukarelawan memiliki keahlian yang rendah, disiplin yang meragukan dan moral yang buruk. tidak mengherankan apabila pasukan tersebut harus selalu dipaksa dan diancam dengan hukuman militer agar bisa berfungsi layaknya unit militer dalam pertempuran.
pasukan samurai
Samurai dan ashigaru yang dipimpin langsung oleh Daimyo dalam pertempuran

Sadar sebagai pasukan yang terburuk dari kerajaannya, para sukarelawan ini selalu takut dikorbankan oleh pemimpinnya sendiri. memang merupakan cara yang umum untuk mengorbankan sebagian pasukan sehingga lawan menjadi lemah, letih dan rusak sebelum dihadapi oleh pasukan lain yang lebih kuat. pemikiran seperti ini membuat levied troops menjadi selalu curiga dan tidak percaya dengan struktur komando mereka sendiri.

Jumlah pasukan sukarela boleh besar tapi sebenarnya tidak terlalu berguna dalam perang. kurangnya motivasi dan buruknya moral membuat mereka begitu mudah lari ketika menghadapi situasi yang berbahaya di medan perang. hal ini tentu menjadi masalah yang memusingkan para pemimpin sebab pasukan sukarela merupakan mayoritas dari seluruh pasukan yang terlibat. jumlah mereka begitu mendominasi, seringkali di atas 70% dari total pasukan.

Bayangkan apa jadinya perang kalau hampir semua pasukan lari ketika diserang oleh musuh? karena itu para pemimpin harus selalu berada di tengah pasukan sukarelawan. bukan untuk mencari aman dengan jumlah yang besar tetapi sekedar untuk mencegah mereka agar tidak kabur dari medan pertempuran. bagi para jendral sendiri ada masalah lainnya karena pendidikan mereka secara tradisional bertujuan untuk memimpin pasukan yang terlatih.

Menangani pasukan sukarelawan jauh lebih sulit karena rendahnya disiplin dan moral sehingga cenderung membangkang dan memilih lari ketika dihadapkan pada situasi yang berbahaya. percuma membuat rencana dan strategi apabila pasukan lari ketika diserang oleh lawan. mereka tidak bisa diharapkan untuk menyerang ataupun bertahan. hal ini membuat gaya kepemimpinan jendral tradisional tidak efektif sehingga kemudian tersisihkan.
ramses in the eve of battle
Keberadaan sosok pemimpin kerajaan membuat pasukannya percaya diri dan berani bertempur

Mereka digantikan dengan tipe Jendral yang memimpin dari depan. perintahnya tidak sulit, cukup ikuti saja yang dilakukan olehnya. ketika menyerang ia akan menyerang paling depan, ketika bertahan ia akan berada di garis pertahanan terdepan. keberaniannya sang Jendral untuk berada di depan membuat pasukannya terdorong keberaniannya. tindakannya juga memberikan contoh yang lebih mudah diikuti oleh pasukannya.

Di tangan komandan yang memimpin dari depan pasukan sukarelawan bisa berubah menjadi pasukan tempur yang disegani seiringan dengan jumlah pertempuran yang mereka lalui. tentu semua hal ini bergantung dengan kemampuan dan keselamatan sang Jendral itu sendiri. sia-sia saja apabila seorang Jendral memimpin dari depan tetapi tewas di tangan musuh pada pembukaan perang. karena itu keberadaan mereka dibarengi dengan sepasukan elit bodyguard.

Selain dari keberadaan korps pilihan yang berkemampuan tempur tinggi jauh di atas rata-rata, sang Jendral juga wajib memiliki kemampuan tempur yang prima. seiringan dengan banyaknya partisipasi dalam pertempuran maka keduanya akan menjadi sangat berpengalaman dan ahli dalam pertempuran jarak dekat. hal inilah yang membuat banyak jendral dalam sejarah yang begitu disegani dan dianggap sebanding dengan ribuan prajurit.

Disebutkan para ahli yang berpengalaman mampu menjatuhkan lawannya dalam hitungan detik padahal sama-sama mengenakan helm dan baju pelindung lengkap. kemampuan ini membuat mereka mampu bertahan di posisi paling depan sebagai mata tombak (pasukan garis depan) dalam pertempuran. mereka sengaja menanggung beban terberat dan membebaskan pasukan sukarelawan untuk melakukan tugas yang lebih ringan yang mampu mereka lakukan.
duel between generals
Duel antara Lu Bu melawan Zhang Fei, Guan Yu dan Liu Bei dalam Kisah Tiga Kerajaan

Struktur komando yang mudah, yakni mengikuti kemana saja sang Jendral menyerang begitu cocok dengan pasukan sukarelawan sehingga efisiensinya meningkat drastis. apa yang tidak mereka memiliki dalam pergerakan kompleks dan rumit mereka kompensasi dengan jumlah yang besar. asalkan lawan tidak memiliki sejumlah besar pasukan yang jauh lebih baik maka biasanya tidak akan ada pihak yang memiliki keunggulan atau superioritas dalam pertempuran.

Tipe pemimpin garis depan secara alamiah akan menjadi standar pada masa konflik yang berkepanjangan. begitu lumrah sehingga para Raja dan pembesar lainnya akan ikut memimpin di depan karena jauh lebih efektif dalam perang. tidak selalu unggul, memimpin di depan memiliki risikonya sendiri yang khas dalam bentuk pertemuan dengan Jendral lawan yang juga memimpin di depan pasukannya. hal ini akan menyeret pada sebuah duel yang menentukan.

Duel pemimpin dan korps pilihannya akan menentukan jalannya perang. siapapun yang menang akan berada di atas angin, sedangkan Jendral yang kalah walaupun bisa menyelamatkan diri tetapi akan kehilangan ujung tombaknya. dirinya mungkin terluka dan korps pilihannya menjadi korban sehingga kemampuan tempurnya melorot drastis. bagi prajurit sukarela kalahnya pimpinan mereka menandakan "things aren't looking very good right now".

Kalau sudah begitu, harus menunggu bantuan atau mundur teratur. apabila dipaksakan bertempur maka hampir dipastikan akan kalah walaupun di atas kertas memiliki jumlah pasukan yang lebih besar. pasukan sukarelawan yang dipaksakan menanggung kerja pasukan pilihan dalam pertempuran kemungkinan besar akan kolaps dan melarikan diri dari pertempuran. begitu menentukan sehingga duel antar pemimpin seperti ini cenderung dihindari.
achilles vs hector
Pertarungan Achilles melawan Hector adalah contoh klasik bagaimana duel antar Jendral terjadi

Situasi kepemimpinan seperti di atas tidak berlangsung terus menerus. seiringan dengan waktu dimana pasukan rekrutan menjadi veteran dan semakin banyak yang dilatih secara layak maka mereka berkembang menjadi prajurit profesional. artinya mereka mampu melakukan gerakan dan strategi yang lebih rumit, yang terpenting mereka disiplin, percaya dan patuh dengan pemimpinnya sehingga tidak lagi harus dipimpin dari depan agar efektif.

Mereka bisa dipercaya untuk menjaga satu titik mati-matian agar sang Jendral dan pasukan lainnya dapat menyerang lawan dari sisi lain. hal ini membuat Jendral garis depan digantikan dengan Jendral tradisional yang lebih mampu mengolah keseluruhan pertempuran dimanapun ia berada. keberadaan prajurit profesional dan jendral tradisional membuat pasukan suatu kerajaan mampu melawan musuh yang jauh lebih besar dengan manuver yang kompleks, lincah dan mematikan.

Pergantian antar tipe pemimpin yang berbeda ini kebanyakan terjadi secara natural dimana sang Jendral garis depan dan korps pilihannya menjadi tua berumur setelah melalui banyak pertempuran. oleh karenanya mereka lebih banyak memimpin secara tradisional di tengah-tengah pasukan. bukan hanya karena faktor usia tetapi juga karena jabatan dan pangkat mereka sudah tinggi sehingga tidak lagi memimpin satu pasukan saja tetapi banyak pasukan sekaligus.


Raja dan Jendral Memimpin Pasukannya dari Depan, Benarkah? Raja dan Jendral Memimpin Pasukannya dari Depan, Benarkah? Reviewed by pkn4all on Mei 15, 2016 Rating: 5
ads 728x90 B
Diberdayakan oleh Blogger.